ABYAZ

ABYAZ
Bab. 62. Dating Show Di Depan Mata



"Nenek berbuat itu?" Arjuna tampak setia, mendengarkan cerita sang istri tercinta.


"Iya. Aku sampai heran. Kenapa aku bisa punya Nenek yang begitu kejam?" Selorohnya tapi sudah tampak terkekeh sendiri.


"Aku tidak bisa membayangkan wajah para wanita itu."


"Nenek dengan wajah merasa tidak bersalah, lalu berkata. Aku tidak sengaja, tanganku sudah tremor. Jangan menatapku begitu sinis."


Sang Nenek menyebarkan bubuk gatal membuat segerombolan para Nyonya pesta gelap merasakan akibatnya.


Arjuna yang mengendarai mobil, tampak senang melihat keceriaan istrinya. Rasa damai dihati Arjuna kian terobati. Apalagi, setelah kebersamaannya dengan sang istri tercinta.


"Madam Jovanca merasa gatal-gatal di seluruh kepalanya. Sampai akhirnya, dia minta dibotakin." Lanjutnya dan semakin senang.


"Kasian."


"Kamu merasa kasian??" Beby dengan tatapan heran, tapi dengan senyuman.


"Iya, mereka sudah tua."


"Aaa.. Ada yang muda. Dia terpikat sama kamu."


Arjuna menyubit gemas pipi Beby dan berkata "Emh, istriku ini sudah mulai cemburu."


"Tidak. Aku berkata benar adanya."


"Meskipun muda dan sexy, aku tidak peduli."


"Tidak peduli? Apa maksud kamu?" Beby semakin berniat menggoda suaminya.


"Aku tidak akan terpikat."


"Kalau dia sampai menyerang lebih dulu. Kamu pastinya akan tergoda."


Arjuna yang kembali fokus pada jalan dan Beby berkata "Untungnya saja, kamu tidak bersama wanita itu. Kalau iya, aku akan menghabisi kamu dan wanita itu."


"Benarkah?"


"Iya. Benar. Aku nggak rela suamiku di pegang-pegang dia." Merasa geli sendiri.


Arjuna tampak tersenyum, meraih tangan istrinya dan mencium punggung tangan Beby dengan lembut, ia berkata "Makanya, aku nggak mau kembali ke duniaku. Aku mau fokus sama kamu saja."


"Iya. Aku juga suka kita yang begini."


Beby yang tadinya masih berfikir, kalau berbelanja di Mal, pastinya akan ada yang mengenali suaminya. Tapi, dia sudah tidak masalah.


Saat ini, mereka berdua sudah tiba di salah satu Mal termegah yang ada di pusat kota.


Sudah bergandengan mesra, Beby masih saja melihat ke wajah suami tampannya.


"Kenapa lihatin aku?"


"Aku suka."


Couple manis ini, memasuki toko pakaian casual dan Beby masih belum berniat mengambil pakaian itu.


"Kamu tidak mau?"


"Aku tidak ingin pakai kaos."


"Terus, maunya apa? Biasanya kalau di rumah suka pakai kaos." Arjuna menatap dengan penasaran.


Beby senyam senyum dan ia berbisik "Aku mau pakai gaun sexy."


"Gaun sexy?"


"Iya."


"Setiap hari?"


"Emh, tidak juga. Tapi, aku mau pakai itu. Yang warna merah merona, pinky, dan hitam. Pokoknya aku mau pakai yang wow."


Dalam hati Arjuna semakin berbunga, tapi tatapan itu seolah memojokan sang istri tercinta.


"Tidak. Kita tidak di Sebinar."


"Apa kita harus tinggal disana? Agar aku bisa pakai gaun Sexy?"


Arjuna jadi penasaran "Sayang, semisal aku tidak datang kesana. Apa kamu juga memakai gaun sexy itu?"


"Iya. Memangnya kenapa? Disana sepi tidak berpenghuni."


"Waah, kamu bisa dalam bahaya."


"Iya, bahaya. Karena, kamu datang menyusulku."


Sebahaya apa, kalau pulau itu sangat terjaga ketat keamanannya.


Beby memang seperti hilang kewarasan, selama merindukan suaminya. Pelarian yang hanya sementara, tapi target ada di depan mata.


Beby masih mematung, Arjuna telah menghubungi seseorang. Meskipun, mereka hanya terlihat berduaan, mereka tetap dalam pengawalan. Dua pengawal setia menemani dan tampak berpakaian casual. Agar tidak dikenali sebagai para bodyguard Mahatma.


"Kenapa ajak aku kemari?" Bisik Beby.


"Aku hanya kenal sama Maharani." Balas Arjuna.


Couple manis dan sudah duduk di sofa Butik Gloria. Dua pelayan telah menatap dan siap melayani sang Nyonya.


Baru kali ini, Beby datang sebagai tamu yang siap berbelanja gaun malam dan sesuai keinginannya.



Arjuna yang tampak santai, tapi Beby menoleh ke seluruh sudut ruangan itu.


Dua pelayan itu menatap padanya, dan sang kasir juga melihat ke arahnya. Ada pula dua pelayan lain, yang terlihat sibuk menata gaun rancangan Maharani.


"Nyonya, ada yang bisa saya bantu?"


"Iya."


Beby yang malah merasa kikuk, pada dua temannya. Meskipun mereka sudah mengenal dekat, tapi Beby sangat tidak nyaman. Kasir Butik Gloria sudah ada pengganti baru, setelah dia mengikuti jejak langkah Beby di kantor barunya. Dia yang melanjutkan kuliahnya dan akhirnya menjadi staff keuangan di kantor Beby.


"Nyonya ingin gaun seperti apa?" Dia yang tampak tersenyum dan sangat dekat dengan Beby.


"Aku ingin gaun seperti ini." Ucapnya dan menunjukan gambar dari katalog Butik.


"Baik Nyonya, saya mengerti." Pelayan itu pergi dan yang satunya mengantar minuman khusus yang disiapkan oleh Maharani untuk tamu agung ini.


"Apa hanya itu?" Tanya sang suami.


"Sayang, aku tidak nyaman."


"Kenapa?"


"Aku tidak enak sama temanku sendiri."


"Mereka pasti senang bertemu kamu."


"Nikmati saja."


"Iya."


Arjuna membuka katalog itu dan ia jadi melihat gambar-gambar gaun yang sexy.


"Sayang, aku mau lihat kamu pakai gaun yang ini."


"Ini?" Beby yang melihatnya dan sangat aduhai, pasti punggung mulusnya akan terlihat jelas di mata suaminya.


Arjuna berlagak tidak mengerti apapun tentang gaun sexy, meski dalam hatinya sudah bergejolak manja dan tidak sabar melihat istrinya yang mengenakan gaun sexy pilihannya.


"Sayang, kamu serius?"


Arjuna mengangguk dengan tatapan meong nakal. Beby menutup wajah dengan buku katalog yang ia pegang.


"Aku ingin melihat paras indahmu." Bisiknya dan membuat Beby semakin merinding.


Beby terdiam dan Arjuna memanggil pelayan yang tampak menatap dirinya.


"Iya Tuan."


"Tolong ambilkan gaun yang ini."


"Maaf Tuan. Yang itu sudah di pesan tamu lain."


"Sayang sekali."


Beby tersenyum dalam hatinya merasa lega. Sang pelayan yang sangat tahu hubungan Beby dan Arjuna. Dia lalu pergi mencarikan gaun indah yang lain.


Sang pelayan yang melayani Beby sudah mendekat dan Beby melihat gaun pilihannya yang pertama.


"Gaun yang cantik. Aku suka ini."


"Baik Nyonya, saya mengerti."


Mereka berdua tampak tersenyum, Beby mendekat lalu Berbisik kepada teman yang dulu pernah bekerjasama "Sis, nanti aku akan traktir kamu."


"Yes."


"Sana, kerja yang rajin."


"Oke."


Beby kembali duduk dan tampak santai. Pelayan yang tadi mencarikan gaun lain, telah kembali mendekat.


Arjuna menatap gaun indah itu, hampir sama seperti tadi, malahan lebih sexy dan menantang. Bagian pinggang yang langsing juga akan memperlihatkan lekuk paras menawan yang menggoda iman.


"Ini sesuai ukuran Nyonya." Ia yang tahu kalau Beby akan semakin mempesona bila mengenakan gaun itu.


"Kalian pasti merencanakan ini." Batin Beby menatap dua pelayan yang sangat tahu hubungan manis Beby dengan Arjuna.


Arjuna yang sudah membayangkan saja, dan pelayan itu juga masih memegang gaun indah itu.



Imajinasi liar sang Arjuna, begitu manis dengan romansa dewasa.


"Apa Tuan tertarik dengan gaun ini?"


Tidak ada jawaban dan Arjuna malah senyam-senyum dalam perasaan. Beby melihat hal itu, ia langsung memegang tangan suaminya.


"Sayang." Bisiknya dan Arjuna seketika menoleh. Bibir itu sudah menggoda sang Arjuna.


"Waah. Apa aku sedang menonton film sang Arjuna Mencari Cinta?"


"OMG. Mereka, manis banget."


"Ini dating show yang sesungguhnya."


"Aauu, aku jadi kepingin cium suamiku."


(Bayangin saja seperti drama luar negeri.)


Para pelayan syok melihat Arjuna yang mencium Beby di hadapan mereka. Batin mereka juga berubah mesra.


Ada rasa iri melihatnya, ada rasa ingin seperti Beby, ada rasa terheran, bahkan ada rasa candu yang menggebu.


Mereka, para pelayan itu ingin segera menemui pasangan mereka. Ada yang sudah bersuami, ada pula yang baru jadian.


Tapi, mereka semua bukan jomblowati yang sedang mencari pasangan untuk pelabuhan batin mesranya.


Mereka yang berdebar dan Beby juga sempat menikmatinya. Setelah sadar ciuman itu terlepas dan Arjuna kembali fokus pada gaun yang masih dipegang oleh pelayan.


Beby memalingkan wajahnya dan merasa salah tingkah. "Arjuna."


Setelah itu, tamu penting ini membeli 5 gaun malam yang indah dan sexy. Sudah terlanjur basah, apa yang ia bisa berbuat.


Lagian, para teman Beby juga sangat mengetahui cerita manis mereka berdua, bahkan saat tanam benih di Pulau Sebinar.


[Beby, cunnya rasanya gimana?]


[Dasar, biang kepo.]


[Sis, jangan ladeni dia.]


[Iya benar.]


[Ada apaan??]


[Beby sama Arjuna ciuman mesra di Butik.]


[Waah, aku nggak lihat]


Beby yang hanya melihat grup chat yang menyerbu dirinya dan mereka semua merasa senang saat melihat Arjuna kembali pulang.


"Sayang, sepertinya kamu semakin dekat sama mereka."


"Iya. Mereka bertiga teman seperjuanganku."


"Teman seperjuangan?"


"Anggap saja, dulu aku tidak bisa bekerja. Mereka yang memberikan aku pengalaman kerja."


Mereka yang saat ini, sudah berada di mobil. Sudah hampir jam 4 sore dan Beby meminta Arjuna untuk mampir ke kantor yang ia dirikan, apalagi mereka berdua belum sholat ashar. Kebetulan melewati jalan utama kantor istrinya.


"Wow."


"Kenapa?"


"Kagum."