The Degree

The Degree
Kemunculan II



“Siapa bajingan badut ini.” Ryoma terlihat jengkel karena kemunculannya.


Selain sosoknya tidak dikenal orang ini memiliki penampilan tidak biasa. Pakaian dari atas sampai bawah warna hitam dan putih. Wajahnya ditutupi bedak, kelopak mata hitam dan bibir semerah darah. Topi kecil bundar juga terlihat di kepalanya.


Orang itu jelas perwujudan pria aneh yang ada di Open World. Hanya saja bagian anehnya adalah Degree yang ia miliki.


“Yah, biarlah. Aku hanya perlu membunuhnya.” Ryoma menarik anak panahnya dan memberikan tembakkan dalam jumlah banyak.


Pria aneh itu terlihat panik lalu seakan-akan mendorong sesuatu meski tak ada apa-apa. Namun anehnya anak panah Ryoma hancur seakan menabrak benda yang sangat keras.


Tak sampai di sana, pria itu mulai memperagakan mengokang senjata dan sedang membidik, beberapa saat kemudian ia menembak dan Ryoma mendadak melompat. Tempatnya berdiri sebelumnya hancur karena tembakan tak terduga.


“Apa-apaan orang ini?” Ryoma tidak bisa mengerti apa yang sedang terjadi, rasanya ia hampir seperti melihat trik sulap atau ilusi semata.


Mudah untuk menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan orang ini adalah kemampuan Degree-nya. Semuanya akan jelas dan mudah diselesaikan bila itu Degree.


Pria aneh itu mulai memperagakan mengambil sesuatu di sakunya, ia seakan menarik pin granat dan melemparkannya lalu berjongkok selagi menutup telinganya.


Ryoma memandangnya dengan aneh dan berdiam diri di sana. Namun untuk beberapa alasan instingnya mengatakan bahaya dan ia segera melompat pergi.


DUAR!


Ledakan terjadi, Ryoma mungkin berhasil menghindar namun ia tetap mengalami luka di kaki kanannya dan itu tidak ringan.


Dagingnya terlihat hancur hingga memperlihatkan tulangnya. Meski wajahnya tertutupi topeng Ray mudah mengetahui bahwa orang itu menderita.


Ledakannya memang tak sebesar granat pada umumnya namun cara ia menggunakannya sangat aneh.


Si orang aneh hanya memperagakan saja namun sesungguhnya ia tidak melemparkan apapun. Bahkan Erina memandangnya dengan aneh karena Degree-nya tidak biasa.


Jelas sekali hanya orang-orang dari generasi kedua yang memiliki Degree seperti itu.


“Memperagakan sesuatu yang nyatanya tak ada, dan dinding tak terlihat. Begitu, Degree-mu sangatlah jelas. Bahkan penampilanmu mengatakan semuanya.” Ryoma menatap tajam pria aneh itu, “Degree-mu semestinya pantomim. Tak aku duga bahwa komedian sepertimu bisa jadi orang berbahaya.”


Pria pantomim mengangkat dagunya seakan-akan ia tidak tahu apa-apa, wajah bodohnya itu juga terlihat mengesalkan bagi Ryoma.


Dikarenakan kakinya sudah terluka sedemikian rupa Ryoma tak bisa berbuat banyak, ia juga akan kesulitan melawan orang ini.


Setiap hal yang dia lakukan tampaknya akan menjadi kenyataan. Bahkan ketika si pantomim berpura-pura ada ledakan, ledakannya sungguh terjadi.


“Aku rasa Virgo akan mengamuk. Yah, setidaknya dia takkan kecewa ketika tahu kelompok kecil yang bergerak diam-diam memang benar adanya.” Ryoma membantu beberapa bola aneh yang mengeluarkan asap tebal.


Orang itu menghilang kurang dari satu menit.


“Terima kasih atas bantuanmu, Ben.” Ray mengucapkan terima kasihnya, pria pantomim yang dipanggil Ben membusungkan dadanya dengan bangga.


Erina terlihat tak mengerti akan satu hal yang tentu saja janggal, “Kalian saling kenal? Sejak kapan?”


Keberadaan orang seperti Ben baru saja terungkap namun Ray sudah mengenalnya sejak pertemuan pertama. Erina sulit mempercayainya kecuali bahwa Ray telah bertemu dengan Ben sebelumnya.


...****************...


Terumi dan Mona bersembunyi di balik pepohonan tanpa bersuara sedikitpun. Mereka sadar bahwa ada satu orang mengejar mereka.


Dari perkataan Mona besar kemungkinan bahwa Sonata Seirama mengejar mereka. Kekuatannya mungkin tidak sulit ditangani oleh Terumi namun Seirama jelas orang yang berbahaya.


Diantara petinggi lainnya, Mona meyakini bahwa Seirama adalah yang terkuat.


Terumi mengintip dari balik pohon untuk mengawasi situasinya, ia tidak menemukan keganjilan apapun sampai ada sesuatu yang mengkilap mendekatinya.


Terkejut, Terumi menemukan bahwa benda itu adalah kunai, ia segera menarik kembali wajahnya dan berhasil menghindarinya dengan tipis.


Kemudian kunai lainnya datang dari belakang mereka, Terumi bergegas menarik Mona dan melarikan diri.


“Sial! Bagaimana caranya melakukannya?!”


“Dia memiliki Degree seorang ninja! Apapun yang bisa dilakukan ninja, bisa dia lakukan!” Mona menegaskan kembali setelah berhasil menganalisis.


“Tampaknya kamu benar-benar memiliki Degree merepotkan. Aku menyesal membiarkanmu hidup saat itu.”


Suara yang entah dari mana asalnya terdengar bersamaan beberapa kunai yang dilemparkan.


Terumi menangkisnya dengan mudah karena ia juga bisa menjadi ninja sesuai keinginannya. Namun bedanya Terumi takkan sehebat Seirama persoalan ini.


“Kamu bisa mengetahui Degree-ku hanya dengan beberapa trik kecil seperti ini. Sungguh, kemampuan yang tiada duanya. Membiarkanmu hidup bisa berguna namun bisa juga menusuk kami.”


“Setidaknya salah satu dari kalian harus tinggal!” Seirama melemparkan enam jarum kecil yang sudah dilumuri racun.


Masing-masing tiga jarum itu menuju Mona dan Terumi di waktu yang sama. Terumi akan kesulitan menangkis semuanya, setidaknya ia tidak percaya diri menahannya tanpa luka.


Saat Terumi mencapai buntu di pikirannya, seseorang datang dengan cepat dan menebas semua jarum dengan katana di tangannya.


Seorang remaja kisaran tujuh belas tahun, dengan rambut panjang, satu mata memiliki luka bergaris dan ia menggigit rumput ilalang.


Hidungnya memiliki tanda merah yang aneh, pakaiannya dilengkapi armor yang biasanya akan digunakan samurai.


“Yare-yare, ninja menjadi begitu rendahan sekarang ini. Menyerang wanita jelas sebuah pelanggaran.”


Mona dan Terumi menjadi berwaspada akan kehadirannya karena tidak bisa dipastikan apakah orang ini kawan atau lawan.


“Siapa kamu?” tanya Terumi dengan khawatir, sementara Mona di sisi lain terkejut dan tak percaya dengan apa yang ia lihat.


“Siapa aku? Fu fu, aku hanya pria tua yang kehilangan tuannya. Samurai tak bertuan, benar, aku seorang Ronnin! Namaku Kamikaze Hiroshi.”


“Pria tua? Kamu bahkan lebih muda dariku," gumam Terumi, sesaat ia ingin mengatakan hal lain, Mona datang dan membisikkan sesuatu. Mendengar itu Terumi ikut terkejut.


Degree-nya, Chuunibyou Samurai?! Jerit Terumi dalam hatinya.


“Samurai? Ronnin? Tampaknya di Open World ada lebih banyak orang aneh bersembunyi.” Seirama berkata dengan geli saat ia memperlihatkan dirinya di sebuah pohon, “Apa mungkin kamu anggota dari kelompok kecil yang bergerak belakangan ini?”


Hiroshi menatapnya sebentar sebelum memejamkan matanya lagi, “Kamu tahu dengan baik. Pertarungan kita sudah ditentukan namun bukan sekarang. Sebaiknya kamu kembali karena aku tak ingin memperlihatkan pemandangan mengerikan di depan gadis cantik.”


“Ho? Kamu sangat percaya diri, bocah.” Seirama berniat menyerang namun ia dihentikan oleh radio kecil di telinganya.


Setelah menjawab panggilannya, Seirama sungguh terkejut dan menatap geram Hiroshi, “Persetan denganmu dan teman-temanmu!”


Hiroshi tersenyum senang, “Rekan-rekanku bukan orang sembarangan. Sebaiknya kamu pergi.”


Meski enggan namun Seirama tak berbuat banyak sebelum menghilang dari tempat.


Perubahan situasi terjadi begitu cepat karena ulah dari beberapa orang saja.


...****************...


Nama: Ben.


Umur: 30 tahun.


Asal: Italia.


Degree: Pantomim.


Apapun yang ia lakukan akan memiliki wujud dan seakan-akan nyata. Semisal ia memperagakan menembak maka ia akan sungguh-sungguh menembak. Semisal ia memperagakan menabrak dinding maka benar-benar akan ada dinding di depannya. Kekuatannya memiliki syarat yaitu ia tak diizinkan bersuara sedikitpun. Jika ia bersuara Degree-nya takkan berfungsi selama beberapa waktu.


...****************...


Nama: Kamikaze Hiroshi.


Umur: 17 tahun.


Asal: Jepang.


Degree: Chuunibyou Samurai.


Chuuni samurai, orang yang yakin dirinya adalah samurai dari masa lalu. Kemampuannya akan sungguh-sungguh seperti samurai. Semakin kuat delusinya maka semakin kuat kekuatannya. Kekuatan ini akan melemah jika pemilik mulai menyadari ia bukan samurai dan hanya berimajinasi.


...****************...


Nama: Mona.


Umur: 20 tahun.


Asal: Inggris.


Degree: Analisis.


Mampu menganalisis data sekecil apapun yang dia terima. Dengan kemampuan Analisis ia bisa mengidentifikasi suatu trik dan memunculkan beberapa kemungkinan tentang asal dari triknya. Penipuan berupa tindakan takkan berhasil di matanya bahkan jika informasi bocor meski sedikit.