The Degree

The Degree
Babak Baru



Ray telah tertidur selama hampir enam jam dan ketika dia terbangun teka-teki yang menjadi ujian masih ada. Faktanya memang tak ada batas waktu untuk menjawab.


Meski begitu Ray ingat betul perkataan Secret bahwa jika ada orang yang sengaja menahan diri dalam waktu yang sangat lama maka secara otomatis dia akan dieliminasi.


”Sepertinya jika menahan tidak sampai satu hari tidak akan ada masalah.”


Ray meyakini hal itu. Jika dia menahan hanya untuk beristirahat maka tak ada masalah sama sekali.


Lagipula meskipun Degree luar biasa, kemampuannya tak membuat manusia sampai tidak lagi membutuhkan tidur.


Tidak ada keajaiban semacam itu di dunia ini terkecuali manusia telah sampai pada tahap mengganti tubuh dengan mesin.


“Kondisiku tidak bisa dibilang sehat namun ini jauh lebih baik dari sebelumnya.”


Luka yang dimilikinya takkan sembuh dalam waktu singkat meski ada kemungkinan Degree membantu tubuhnya memulihkan diri lebih cepat.


Dengan DP yang tersisa Ray membeli beberapa barang seperti peluru tambahan dan sebuah pisau. Untuk kali ini juga Ray berjaga-jaga dan membeli rompi anti peluru.


Besar kemungkinan bahwa bukan hanya dirinya saja yang menggunakan pistol.


“Sekarang mari kita jawab teka-tekinya.”


Jawabannya cukuplah mudah. Dekat namun tak pernah berjumpa, saat bertemu akan menjadi pertama dan terakhir. Kalimat kunci dari teka-teki itu ada di kalimat "Kehidupan".


Rasa takut terbesar yang dimiliki manusia terhadap sesuatu yang belum pernah dia jumpai namun pasti akan dijumpai hanyalah satu jawabannya.


“Jawabannya adalah ... kematian.”


Manusia selalu dekat dengan kematian namun tidak pernah bertemu dengannya. Jika manusia bertemu dengan kematiannya maka itu adalah akhirnya.


Cepat atau lambat semua manusia akan bertemu dengan kematiannya sendiri. Entah itu tragis atau tidaknya, tidak ada yang mengetahuinya.


Ray adalah seorang agnostik, dia tidak mempercayai keberadaan yang lebih tinggi dari manusia sebelum ada pembuktian tentang keberadaannya.


Meski begitu Ray sedikit menaruh kepercayaan bahwa akan ada kehidupan lain setelah kematian. Entah itu surga atau neraka, bahkan mungkin dilahirkan kembali menjadi orang yang benar-benar baru.


—Tugas keempat berhasil diselesaikan.—


—Selanjutnya anda akan dikirimkan ke tugas ke lima.—


—Mohon isi identitas anda untuk membuat Name Card.—


—Kerahasiaannya akan kami jaga. Tidak ada cara apapun seseorang mendapatkan data pribadi terkecuali melalui anda secara langsung.—


—Kami takkan mengungkapkannya. Isi data diri anda sebenar-benarnya.—


Ray terkejut karena ada istilah lain yang baru dia ketahui. Tampaknya tugas ke lima adalah tempat yang benar-benar spesial.


“Masalahnya bukan ada di Name Card-nya, tetapi Degree ...”


Selain nama, tinggi badan, umur dan asalnya. Ray juga diharuskan memberitahukan Degree yang dia miliki.


Meskipun mungkin Secret takkan mengatakan apa-apa ataupun akan mengalami kebocoran data namun dari pesan yang diberikan seseorang akan bisa melihat Degree-nya melalui Name Card ini.


“Tidak masalah jika berbentuk data digital, tetapi akan sulit jika Name Card-nya berbentuk fisik.”


Dalam bentuk digital Ray memiliki beberapa cara untuk melindunginya namun jika berbentuk fisik akan ada risiko kehilangan yang besar.


“Apa boleh buat ... aku harus menjawabnya.”


Ray mengisi data dirinya dengan santai namun ketika tiba waktunya menuliskan Degree yang dia miliki, Ray sedikit ragu beberapa menit sampai akhirnya menyerah dan menghela napas.


“Tampaknya uji coba ini belum benar-benar dimulai.”


Fakta bahwa Secret baru memutuskan untuk membuat partisipan membuka Degree-nya menjadi bukti kuat.


Semua rintangan yang telah dilalui Ray hingga saat ini hanyalah permulaan atau bisa disebut pemanasan.


Situasi yang sangat klise di mana ketika dia mencapai cahaya tersebut akan ada pemandangan menakjubkan yang akan dia jumpai.


Ray tak memiliki ekspektasi banyak tentangnya namun setidaknya dia sedikit berharap soal itu.


—Name Card telah selesai dibuat. Lindungi data diri anda sebaik mungkin.—


Jamnya kembali berdering. Ray menyempatkan diri untuk berhenti dan memeriksanya.


Untungnya Name Card yang dimaksud berbentuk digital yang akan muncul melalui jam layaknya hologram.


Kekhawatiran Ray tentang identitas Degree-nya terungkap tampaknya tidak perlu.


Meski begitu Secret secara samar telah menyampaikan bahwa orang lain bisa melihatnya seandainya Ray mengizinkannya.


“Antara aku yang sengaja memperlihatkannya, atau orang lain yang diam-diam mengaksesnya saat aku tidak sadarkan diri. Bisa juga seseorang secara paksa membukanya. Hanya cara-cara seperti itu saja yang mungkin.”


Ray tak perlu mengingatkan dirinya tentang seberapa mengkhawatirkannya keberadaan Name Card karena kali ini dia tak bisa membual tentang Degree seperti sebelumnya.


“Aku harus memikirkan cara yang lebih baik untuk menggunakan seseorang nantinya.”


Mari pikirkan hal itu nanti setelah Ray melihat apa yang akan dia temui di depan sana.


Kembali melanjutkan perjalanannya, visi Ray semakin mengabur karena cahaya terang di depannya.


Ray mulai merasakan sebuah kehangatan yang cukup dia rindukan, angin hangat menusuk kulitnya dan aroma yang lama dia tak hirup masuk melalui hidungnya.


Visinya masih kabur selama satu menit sampai tiba waktunya Ray membuka mata.


Hal pertama yang dia lihat adalah langit. Langit biru yang sangat cantik membentang luas.


Hal kedua yang dia lihat adalah pepohonan dan rumput hijau yang segar disertai orang-orang yang tampaknya datang di waktu yang sama dengannya.


“Ini ... dunia luar?”


Ray menoleh ke belakangnya di mana ada pintu yang terbuat dari beton, pintu yang dia lalui sebelumnya.


Tepat seperti dugaannya bahwa Ray berada di bawah tanah sebelumnya. Namun untuk saat ini bagian mengejutkannya adalah dunia luar.


“Apa mereka membuat rekayasa digital tentang dunia luar? Tidak, angin dan aromanya begitu nyata. Rumput dan tanahnya juga asli.”


Ray mencabut rumput dan mencium aroma tanahnya untuk memastikan keasliannya.


Pemikirannya tak mampu memproses beberapa hal tentang Secret. Mereka benar-benar organisasi yang bertindak dengan cara yang tidak dapat ditebak.


“Kamu datang lebih awal dari dugaanku.”


Suara wanita yang Ray kenal menembus telinganya.


Jadi ini maksud bertemu lagi di tugas ke lima, ya?


Ray sudah menjadi yakin seratus persen bahwa tempatnya sekarang adalah asli.


“Meski begitu kamu seakan-akan sudah menungguku.”


“Begitulah. Kamu memang tujuan utamaku namun aku juga ingin bertemu pemula lainnya.”


“Begitu, kah?”


“Ya. Kamu pasti masih tak memahami situasinya saat ini. Ikutlah denganku dan aku ajan menjelaskannya secara terperinci kepadamu. Aku sudah lama ingin mengatakan ini kepadamu ...”


Erina membentangkan tangan kirinya selagi tangan kanannya memegang kipas liat dan menutupi bibirnya yang tersenyum.


“Selamat datang di Open World.”