
Tak butuh waktu lama mengusir para pecundang dan menolong Edward serta Jack. Mereka kembali berkumpul dan berdiskusi singkat di waktu yang sempit.
“Apa kamu yakin telah menemukan jawabannya?” tanya Edward ketika tidak mengendurkan kuda-kudanya.
Dia memang ahli bela diri mengingat betapa tenang dan rajin matanya mengembara mewaspadai sekitarnya.
Bahkan selagi berbicara dia tidak mengendur sama sekali. Edward adalah orang yang bisa diandalkan sebagai rekan namun sangat berbahaya sebagai musuh.
“Ya. Berkat bantuan kecil sebelumnya aku berhasil mempersempit jawabannya dan menjadikannya satu jawaban benar saja. Tenang saja, sebagai bukti aku juga akan menjawab hal yang sama.”
“Itu artinya kamu sengaja tidak segera menjawabnya untuk membuktikan bahwa kamu tak berbohong, ya ... cukup adil bagiku.”
Edward yakin tak ada orang bodoh yang mengubur seseorang jika nyawanya juga akan terkubur.
Itu sama seperti rencana pembunuhan sekaligus bunuh diri.
Jika Ray akan menjawabnya sebelum Edward dan yang lainnya maka ada kemungkinan bahwa dia memalsukannya. Dengan memikirkan kemungkinan tersebutlah Ray sengaja tidak menjawabnya lebih dulu.
“Apa kamu yakin akan mempercayainya, Edward? Meskipun dia telah mau menyelamatkan Diana dan mengungkapkan ingin bergabung dengan kelompok kita sebagai teman, aku tetap sulit menerimanya mengingat tingkahnya selama ini.”
Sejauh ini Steve dan kelompoknya sepakat bahwa Ray adalah pria yang penuh perhitungan dan kewaspadaan.
Manusia berdarah dingin yang tidak akan ragu membunuh orang tuanya untuk satu keinginannya. Hal itu telah tertanam dalam benak mereka.
Namun ketika Ray mengungkapkan motifnya pemikiran tersebut sirna. Steve mulai memahami mengapa Ray meracuninya dan Diana. Dia melakukannya sebagai asuransi keselamatannya karena sampai kini Ray masih dianggap penjahat.
Secara objektif tidak pernah ada penjahat dan pahlawan di dunia ini. Siapapun takkan bisa membenci seorang penjahat bila telah melihat kehidupan yang dia jalani.
Manusia lahir ke dunia tidak untuk menjadi jahat. Namun dunia dan manusia itu sendiri yang membuat manusia lain menjadi penjahat.
“Tenang saja, Steve. Kita telah sepakat bahwa orang ini akan memiliki alasan yang faktual. Selain itu dia juga akan mengirim jawabannya terlebih dahulu yang tidak memungkinkannya berbuat curang.”
Curang dalam artian Ray menulis jawaban lain ketimbang jawaban yang dia sampaikan kepada Edward dan lainnya.
Seperti yang kuduga bahwa Edward sangatlah penting di kelompok kecil ini. Selain fakta dia adalah pusatnya, Edward sendiri lebih tenang ketimbang Jane yang otak dari kelompok ini. Pikir Ray.
Penilaian Ray tentang Edward tak pernah mengurang dan hanya akan meningkat dengan munculnya hal-hal lain.
Dengan meningkatnya penilaian Ray terhadap seseorang maka kewaspadaan dan penanaman kepercayaan akan semakin tinggi.
“Kita tidak memiliki banyak waktu. Selain tenggat mengirim jawaban, orang-orang di sana mungkin takkan menunggu.”
Sampai kini ada beberapa kelompok lain yang menerkam kelompok mereka dan siap menyerang. Hanya karena keberadaan Ray yang memiliki pistol dan panggung di mana mereka menjatuhkan pria besar menjadi momen penting.
Kejadian sebelumnya tidak direncanakan namun Ray bersyukur dengan adanya hal itu membuat orang tak sembarang menyerangnya.
“Jadi apa jawaban yang ada?”
“Mendekatlah.” Ray berkata berbisik dan meminta kelompok Edward saling memunggungi di jarak dekat ketimbang berunding membentuk lingkaran selagi merangkul.
“Datang dari timur membawa kebahagiaan namun akan menjadi akhir ketika datang dari barat. Sesuatu yang ada religius tertentu yang telah dibuktikan adanya secara ilmiah.” Ray mengulang kalimat pertanyaan teka-teki yang diajukan.
Awalnya itu teka-teki absurd namun dengan adanya sedikit bantuan hal itu menghilang.
“Itu membingungkan. Aku awalnya berpikir jawabannya adalah siang dan malam. Setiap siang orang akan bepergian dan anak-anak bahagia. Namun ketika malam tiba semuanya akan berakhir karena manusia bukan nokturnal.”
Jane telah memiliki salah satu jawaban yang sebelumnya ada di pikiran Ray sebelum sedikit bantuannya datang.
“Aku sempat memikirkannya dari lima jawaban yang ada. Namun siang dan malam adalah alami sehingga tak ada sangkut paut dengan religius.” Ray memastikan suaranya pelan namun dapat di dengar kelompok Edward.
Dia kembali mengecek sekitarnya sebelum mengungkapkan bagian pentingnya.
“Jawaban tepatnya sangatlah mudah yakni, matahari.”
“Kita semua tahu bahwa matahari selalu datang dari timur. Namun dalam kepercayaan religius tertentu, datangnya matahari dari barat adalah pertanda akhirat. Hal itu telah dibuktikan secara ilmiah bahwa bisa tercipta kemungkinan matahari datang dari barat. Mari kita artikan bahwa akhirat adalah bab penutup dari kisah bernama manusia.”
Tidak ada hal yang lebih masuk akal selain jawaban tersebut. Ray yakin seratus persen bahwa matahari adalah jawabannya.
“Apa kamu menganut agama?” tanya Jane dengan wajah tak percaya.
“Melihat kelakuannya sudah pasti tidak.” Steve segera menyangkalnya.
Di kepercayaan manapun membunuh orang tanpa alasan jelas adalah kesalahan besar.
“Aku seorang agnostik. Mari lewatkan pembahasan ini karena waktunya semakin singkat dan singkat.”
Ray mulai mengakses jamnya dan menjawab teka-teki tersebut. Sebelum mengirimkannya dia memastikan Edward dan yang lainnya melihat jelas bahwa Ray tak berbohong sama sekali.
Edward menatap teman-temannya yang lain dan mengangguk untuk tanda bahwa dia akan menuliskan jawaban serupa dengan Ray.
Bertepatan dengan selesai mereka mengirim jawaban dari teka-teki waktu untuk menjawab selesai dan hologram muncul dari mata Guardian.
Hologram itu menampilkan nama-nama orang yang memberikan jawaban benar dan mendapatkan tiket masuk ke garis akhir.
Di sana ada nama Ray dan kelompok Edward. Ray juga menemukan Alpha, Beta dan Testa juga ada. Tak perlu berlama-lama lagi mereka segera masuk selagi mendengar jeritan dari orang-orang yang menerima hukuman karena salah menjawab.
“Syukurlah jawabannya tidak salah ... kalau tidak kita akan bernasib sama dengan mereka.” Jack menghela napas dengan penuh sukacita.
“Kepalaku mulai sakit setelah semua ini.” Diana tak kuasa menopang tubuhnya lagi dan mulai terhuyung-huyung.
Steve mengambil kesempatan itu untuk mengendong dan membawanya.
“Selanjutnya apa yang akan kita lakukan?” tanya Steve ketika berusaha mengimbangi langkah kakinya.
“Kursi sudah ada tepat di depan mata kita. Namun sebelum bertempur memperebutkannya ada rintangan terakhir yang benar-benar menunggu kita rupanya.”
Asumsi itu berdasarkan mayat dari orang-orang yang gagal mencapai kursi di perjalanannya.
Ray sendiri tak tahu pasti karena rintangan di bagian terakhir sulit diketahui lantaran terus berubah-ubah.
Terakhir dia ingat akan ada jarum super kecil ditembakkan.
“Bukankah berbahaya untuk menantang sesuatu yang tidak kita ketahui?” Steve jelas khawatir karena dia mulai memahami betapa kejinya organisasi yang membuat semua ini terjadi.
“Meski begitu tak ada pilihan lain selain mundur!”
“Apa kamu memiliki rencana tertentu, Ray?” Edward bertanya kepada Ray dengan penuh harap.
Itu mengejutkan karena kini mereka benar-benar bergantung kepadanya. Bukan hal buruk untuk diandalkan orang lain.
Rencana kah ... Ray tentunya memiliki rencananya sendiri. Sesuatu yang sudah dia jalankan dan siap dieksekusi saat ini juga.
...[***]...
Nama: Diana.
Umur: 21 tahun.
Asal: Amerika.
Degree: Pemotong Rambut.
Mampu memunculkan gunting secara artifisial dan membuat pemilik mampu menentukan bagian yang ingin dipotong secara tepat. Tanpa cacat dan kesalahan. Mampu memunculkan benda lain untuk memotong rambut secara artifisial.