
Ray dan Arthur menyerang Dong Wok secara bergantian. Saat Arthur memberikan pukulan dan Dong Wok menahannya, Ray akan mengambil kesempatan untuk menyerang lehernya dengan nunchaku.
Begitu juga sebaliknya. Keduanya melakukan serangan secara bergantian. Satu menyibukkan Dong Wok dan yang lainnya melakukan serangan.
“Kalian seakan-akan sudah terbiasa melakukan ini!” Dong Wok memberikan tendangan ke arah Ray.
Ray mundur untuk menghindarinya namun dia salah perkiraan. Dong Wok memiliki kaki yang sangat panjang sehingga tindakannya sia-sia. Dia perlu menahan tendangan Dong Wok di dadanya dengan dukungan tangannya.
“Sungguh menjijikkan untuk bisa selaras dengannya!” ujar Arthur seakan mau muntah.
Ray yang jatuh duduk membersihkan kotoran dari bajunya dan berusaha bangun.
“Itu gagasan mengerikan. Apapun itu jangan katakan sesuatu yang menjengkelkan!”
Bahkan Ray tidak menyukainya. Dia juga bertanya-tanya mengapa bisa ada chemistry seperti ini? Memang dulunya mereka pernah bertarung bersama namun tidak sampai menjadi selaras seperti ini.
Ray tidak mau mengakuinya namun benar adanya jika dia dan Arthur cocok. Seandainya mereka ada di pihak yang sama, bisa dikatakan keduanya akan menjadi duo mematikan.
“Kalian sungguh tidak akur namun bisa bekerja sama dengan baik. Aku bertanya-tanya dari mana Secret menemukan monster seperti kalian?” Dong Wok mungkin terlihat riang namun di dalam hatinya dia gelisah.
Dua lawan satu bukan situasi yang menguntungkan meski dia diunggulkan oleh badan dan fisiknya. Namun lawannya juga tidak remeh.
‘Retsuji Arthur. Bela dirinya mungkin boxing dan Muay Thai. Mungkin saja dia masih menguasainya bela diri yang lainnya. Dia sangat berbahaya seandainya berada di kondisi prima.’
Arthur telah menderita luka dari ledakan bunuh diri sebelumnya dan itu cukup membebani tubuhnya. Jika bukan karena itu situasinya mungkin akan jauh lebih buruk.
Di sisi lain ada Ray Morgan dengan nunchaku miliknya. Siapapun bisa melihat aliran bela diri yang digunakannya namun Dong Wok meragukannya.
‘Dia bajingan yang mengerikan karena memiliki pukulan sekeras hantaman bola besi meski dengan tubuh sekecil itu. Selain itu apa-apaan dengan seni bela dirinya?!’
Dong Wok awalnya meyakini bahwa Ray mungkin mendalami Jet Kune Do karena menggunakan nunchaku. Namun setiap serangan yang dia arahkan memiliki pola yang sama dengan systema.
Tidak itu jauh lebih buruk. Ray seakan tidak peduli dengan aturan dalam bela diri dan hanya memberikan pukulan di tempat berbahaya.
“Ray, dari mana kamu memiliki kemampuan seperti itu? Tidak, pengalamanmu juga tidak sedikit mengingat cara bertarungmu berbahaya meski hanya dengan satu tangan.”
Mendengar perkataan Dong Wok, Ray sedikit bernostalgia tentang ayahnya yang memberikan kurikulum untuk bertarung. Ray sendiri tidak benar-benar menjadi master di bela diri tertentu.
Dia hanya dipaksa untuk menguasai beberapa bela diri yang mematikan dan ampuh untuk melumpuhkan lawannya.
Systema, Jet Kune Do ataupun yang lainnya. Ray tidak peduli apapun akan dia gunakan demi sebuah hasil bernama kemenangan.
“Entahlah, mungkin saja karena aku lebih banyak merasakan situasi hidup dan mati lebih darimu.”
Ray menggunakan nunchaku dan berhasil memukul di tulang kering paha Dong Wok. Arthur mengambil kesempatan itu dan meninju tepat ke solar plexus.
Dong Wok menggertak giginya kesakitan dan sedikit menunduk.
Arthur segera menyingkir dan Ray melangkah maju menendang rahang sekali lagi.
“Jika tidak salah ini adalah Krav Maga, kan?”
Tendangan Ray berhasil membuat visi Dong Wok bergetar dan pria raksasa itu terhuyung ke belakang.
“Dikarenakan ini pertarungan murni tanpa senjata api, maka persiapkanlah tubuhmu untuk dipukuli!”
Arthur berlari maju dengan kekuatan penuh. Diantara tubuh manusia, ada sebuah tempat di mana pukulan di tempat itu lebih menyakitkan ketimbang solar plexus.
“Khak!” Untuk pertama kalinya Dong Wok menjerit kesakitan. “Kamu sampah! Memukul di tempat itu—”
Ray menjadikan Arthur pijakan, tangannya meraih kepala Dong Wok dan menghantamkannya ke dengkul kaki kanannya dengan keras.
Kombo dari keduanya akhirnya berhasil membuat Dong Wok goyah dan mulai runtuh. Namun keduanya sama sekali tidak melonggar.
“Ini bukan pertarungan resmi jadi tak masalah bermain kotor, kan? Hah?!!”
Arthur memukul sekali lagi di tempat itu. Dia kemudian meraih nunchaku Ray dan melilitkannya di leher Dong Wok.
Ray memegang bagian lainnya dan mulai menariknya sekuat tenaga. Dong Wok yang tercekik berencana memukul keduanya bersamaan, namun secara bersamaan pula, Ray dan Arthur menggunakan kakinya untuk menghantam wajah Dong Wok dari kiri dan kanan.
Wajah Dong Wok mulai membiru selagi dia memberontak sekuat tenaga untuk melepaskan dirinya. Namun sia-sia karena baik Ray maupun Arthur tidak lemah sama sekali.
Pada akhirnya Dong Wok mulai kehilangan tenaganya dan lemas. Di kesempatan terakhir dia mengingat wajah gadis yang sudah bersamanya sejak kecil hingga saat ini.
‘Maaf ... Haiyan. Aku ... gagal mengalahkan mereka berdua.’
Kekalahan yang memalukan untuknya karena mau bagaimanapun dia sendiri yang bersikeras. Dong Wok bersikeras melawan Arthur dan Ray, tidak peduli satu persatu atau langsung sekaligus.
Dia terlalu percaya diri untuk menang namun tidak menduga bahwa keduanya adalah monster yang sesungguhnya. Bagaimana bisa manusia seperti itu ada? Sungguh tidak bisa dipercaya.
‘Ah~ aku bodoh. Jika tahu seperti ini ... harusnya aku menyatakan perasaanku.’
Sampai akhir hayatnya cinta Dong Wok kepada Haiyan tak pernah tersampaikan. Pada akhirnya keduanya meninggal karena tragedi yang mereka mulai.
“Hah! Hah! Hah!”
Ray dan Arthur berbaring dan terengah-engah setelah berhasil menjatuhkan raksasa bernama Maa Dong Wok. Itu pertarungan kelas berat yang sangat melelahkan.
Bahkan Ray tidak menduga pertarungannya akan sesulit ini. Meski benci mengakuinya namun tanpa keberadaan Arthur mustahil dia bisa mengalahkannya. Belum lagi Ray hanya memiliki satu tangan.
“Akhirnya... hanya kita berdua... yang tersisa.” Ray memiliki tawa kecil saat dia menatap rembulan yang bersinar terang tepat di atas kepala mereka.
“Aku memiliki... banyak hal untuk dikatakan... dan banyak hal untuk dibalas kan,” ujar Arthur, menatap pemandangan yang sama dengan Ray.
Sesuatu meledak tidak jauh dari tempat mereka. Cahaya api yang menyala-nyala mencapai lokasi mereka meski kebakaran itu sendiri mungkin cukup jauh.
“Dengan ini akhirnya ... aku bisa membagikan rahasiaku padamu.”
Ray menunggu momen ini, ketika dia bisa bicara berdua dengan Arthur sebelum saling membunuh.
Arthur memukul tanah untuk beberapa alasan, “Menjengkelkan! Akhirnya aku mungkin mengerti ... alasan kita begitu mirip namun dengan jalan yang berbeda.”
Jalan yang berbeda, Ray tersenyum mendengarnya. Itu artinya Arthur sudah memiliki gambaran tentang Degree miliknya.
“Akhirnya ... setelah sekian lama aku bisa mengungkapkan—”
Sesuatu yang belum pernah disebutkan Ray selama ini. Hal yang hanya dirinya seorang ketahui.
“—Degree-ku kepada dunia.”
Identitas Degree yang dimiliki oleh Ray Morgan.