The Degree

The Degree
Pembunuh Wanita



Orang-orang sibuk mengurusi mayat dan yang terluka. Meski begitu yang paling kerepotan adalah serikat Blueeast.


Sebagian besar yang mengurus keadaan di timur adalah serikat Blueeast. Semua perlengkapan medis yang disiapkan Ordo digunakan untuk mengatasi korban terluka dan tak sadarkan diri.


Hal itu bukan tanpa tujuan. Semakin banyak orang yang selamat maka kemungkinan Rebellion mengambil tempat pertama akan semakin kecil. Selain itu tak ada yang tahu kapan peperangan akan dimulai.


Diantara semua kesibukan tersebut Ordo lari dari tanggung jawabnya dan menyerahkan semua kepada Sebastian dan orang-orang yang ia tugaskan dalam mengelola serikat.


Untuk alasan yang tak diketahui Ordo lebih memedulikan datang dan memantau kondisi Erina yang sedemikian kritis.


“Mulai dari jari tangan dan kaki, hingga kaki dan tangannya patah. Pemulihannya akan sulit dan bahkan jika benar-benar berhasil kembali, tulangnya takkan berbentuk seperti semula.”


Jika ingin pemulihannya berjalan sempurna dan tulangnya kembali seperti dulu maka diperlukan operasi.


“Begitu. Apa tak ada luka dalam yang ia alami?” Ordo tampak khawatir terhadap kondisinya, di beberapa tempat ia terlihat sedih ketika melihat kondisinya.


Ray tak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara keduanya, namun bisa ditebak bahwa mereka memiliki hubungan yang dalam. Meski di luar keduanya terlihat bermusuhan. Secara personal tak bisa dipastikan hal tersebut.


Tak ada yang tahu hubungan seperti apa yang keduanya milik sebelum mencapai tugas ke lima.


“Aku yakin tak ada masalah seperti luka di dalam, namun untuk berjaga-jaga kita perlu memantau kondisinya secara intensif.”


“Begitu. Kamu boleh pergi.”


“Ya.”


Perawat wanita tersebut meninggalkan ruangan. Ray mengamati tampaknya wanita itu memiliki Degree, sesuatu serupa dengan kedokteran.


Hal itu di dorong dengan kenyataan bahwa ia hanya menyentuh kepala Erina di beberapa titik saja. Bila ia mampu memastikan tak ada luka dalam maka artinya ia memiliki kemampuan radiografi.


“Tampaknya ia takkan sadar dalam waktu yang dekat.” ujar Ray untuk memperjelas situasinya.


“Ya. Kondisi Mein juga tak cukup baik. Ia membutuhkan istirahat setidaknya, paling cepat empat hari penuh.” Ordo menyampaikan kabar.


Kabar lain di susul bahwa semua petinggi lainnya juga mengalami cidera parah hingga bahkan ada beberapa yang tewas.


Penyerangan Rebellion nampak jelas tidak secara sembarangan. Mereka sejak awal mengincar para petinggi untuk mempersempit kemungkinan pergantian pemimpin andaikata Erina tewas.


Namun fakta lain yang menunjukkan bahwa Virgo tak coba membunuh Erina menjadi pertanyaan dalam benak Ray.


Orang itu pasti sudah mengetahui Degree seperti apa yang dimiliki Erina karena mampu melihat Name Card-nya.


Apa mungkin ia memiliki tujuan lain yang lebih besar? Meski mengambil alih serikat Redwest adalah opsi terbaik menurutku. Pikirnya.


Mengambil alih Redwest. Rebellion akan langsung terbang ke tempat pertama dalam hitungan menit. Hal itu tak diragukan lagi. Meski selisihnya hanya sedikit, tak masalah karena Virgo akan segera mendapatkan hadiah luar biasa dari tugas bonus.


Apa mungkin karena ia mengetahui Degree Erina, ia tak memilih mengambil alih segera?


Name Card jadi poin penting perubahan rencana mereka.


Ada dua cara mungkin untuk melihat Name Card seseorang. Antara si pemilik menunjukkannya dengan sukarela atau orang lain mengaksesnya dengan cara tertentu.


Ray telah melakukannya dan mengetahui Degree-nya. Erina jelas wanita cerdas karena mampu memanfaatkan Degree tersebut dengan baik.


“Lalu apa yang harus kita lakukan, ketua? Apa benar-benar tak ada orang cakap yang tersisa untuk mengelola serikat Redwest untuk sementara waktu?”


“Masalah ini tak bisa kita serahkan ke orang yang tak kompeten. Ada besar kemungkinan Rebellion menyiapkan pengkhianat dengan harapan orang tersebut akan diberi tanggung jawab mengelola Redwest.” Ray akhirnya mengungkapkan pemikirannya. Sejujurnya, ia sudah menantikan lama topik ini dibahas.


“Kamu ada benarnya. Tak mungkin mereka tak melakukannya. Bahkan aku akan berpikiran sama.” ujar Ordo.


Dengan menyerang orang yang memiliki posisi penting, atau membuat kesepakatan dengan mereka untuk membelot. Jika itu terjadi maka Blueeast akan jatuh dalam kekacauan.


Saat ini Redwest dan Blueeast sedang dalam gencatan senjata. Musuh yang perlu mereka lenyapkan adalah Rebellion. Tak perlu menambahkan jumlah musuh lagi.


“Orang-orang juga tidak akan mendengarkan ketua karena kamu adalah orang nomor satu dalam target pembunuhan mereka. Bagaimana denganmu, Ray? Apa tak ingin mengajukan diri melakukannya?” Terumi datang dengan gagasan tersebut.


Ordo menatap tajam Ray. Tentunya ia masih memiliki beberapa kecurigaan terhadapnya, namun tak ada banyak opsi untuk diambil.


“Aku rasa itu bukan hal buruk. Kamu mungkin memiliki kesetiaan kepada Erina, tetapi apa kamu yakin bisa meyakinkan orang-orang di Redwest?” tanya Ordo. Masalah lainnya tetap ada pada penerimaan anggota serikat.


Untuk itu, entah kesialan atau keberuntungan. Ray merasa tak ada masalah sama sekali.


“Aku yakin mereka akan menerimanya entah bagaimana. Lagi pula, wanita ini diam-diam melakukan sesuatu di belakangku.”


Ray tidak menyukainya setiap kali orang memanggilnya. Tindakan Erina jelas di luar prediksinya, namun Ray tak bisa berbuat banyak saat itu.


Ordo terkejut seakan-akan baru menemukan hal baru, “Apa yang ia lakukan padamu?”


“Aku juga sangat tertarik mendengarnya. Cobalah untuk tak berbohong, Ray.”


Untuk beberapa alasan Terumi jadi bersemangat. Dan, tatapannya cukup menakutkan untuk dilihat.


Yah, takkan ada malapetaka apapun menimpaku jika mengatakannya. Pikirnya.


“Ini terjadi ketika aku baru selesai membuat kesepakatan untuk bergabung. Saat itu aku meminta pengurangan pemotongan DP per-tugas. Dan, ia menyetujuinya dengan sebuah syarat. Aku harus menerima sebuah keisengan kecil yang akan ia buat. Keisengan tersebut adalah menerima fakta bahwa sejak pertama kali aku datang ke Redwest, Erina telah menyebarkan rumor bahwa aku adalah calon mempelai pria—”


“APA?!” Ordo dan Terumi berkata serempak, keduanya memiliki kejutan yang sama dalam arti berbeda.


Terumi terlihat sedih, marah dan sakit di beberapa tempat. Sementara Ordo hanya terlihat pasrah dan sedikit perasaan bersalah merembes keluar.


“Ray!” Terumi mengambil langkah berat mendekatinya dan memegang kedua bahunya, “A-a-a-a-apa saja yang sudah k-kamu lakukan dengannya?!”


Ray terkejut dan bertanya-tanya apa pentingnya pertanyaan tersebut.


“Apa pentingnya mengetahui hal itu—”


“Katakan saja!” Terumi mendesak dan menaikkan suaranya.


“Yah. Sejak rumor itu tersebar hingga orang-orang mulai menghormatiku. Tak ada apapun yang terjadi diantara kami karena beberapa keadaan.”


“Sungguh?”


“Ya.”


“Syukurlah.” Terumi menjauh dengan perasaan lega.


Ordo yang memandang kejadian tersebut memahaminya. Hanya dia yang memahami satu hal tentang ini.


Tak hanya Erina, namun ia membuat Terumi terpikat kepadanya. Ray Morgan ... tak aku sangka bahwa kamu juga pembunuh para wanita. Dan, pembunuh perawan!