The Degree

The Degree
Persiapan Haiyan



“Permisi, Nona Haiyan.”


Seorang pria dengan wajah yang terlihat pucat memasuki kantor yang di desain dengan indah andaikan saja tidak banyak benda-benda mengkhawatirkan di sekitarnya.


“Ada apa? Aku sedang sibuk dengan ini.”


Wanita yang memegang pisau bedah di tangannya dan beberapa benda lainnya seperti.


Pria itu melihatnya dengan takut, dia begitu gugup dan sangat berkeringat dingin. Padahal di depannya hanya seorang wanita lemah yang bisa dia tumbangkan dengan satu gerakan saja.


Secara fisik pria jelas lebih kuat dari wanita. Apalagi wanita di depannya hanya gadis biasa yang bisa sedikit bela diri dan meski melatih tubuhnya sampai membentuk six pack di perutnya, pria itu tidak kalah dalam hal kekuatan.


Pria itu juga memiliki tubuh yang kekar dan cukup besar. Sungguh pemandangan memalukan di mana pria jantan sepertinya tunduk pada seorang wanita.


“Kami telah berhasil melakukan apa yang anda minta dengan sempurna. Tak ada cacat, jejak telah dihilangkan sehingga kita takkan terlacak.”


Mendengar perkataan pria itu, sang wanita menghentikan pekerjaannya dan pergi ke sisi ruangan untuk mengambil handuk. Dia menyeka keringat di sekitar wajahnya dan berbalik menatap pria itu.


“Kalian bekerja dengan baik. Apakah sebegitu takutnya kalian padaku?” tanya wanita itu selagi mengibaskan rambut hitam panjangnya yang dikuncir ponytail.


Wanita itu adalah Jung Haiyan. Dia saat ini menggunakan celana hitam ketat, dengan kaus dalam yang hanya menutupi sebagian buah dadanya sementara membiarkan yang lainnya terekspos.


Dia memiliki six pack di perutnya, tato naga berwarna hitam dari tangan kiri hingga ke bagian bahu dan dadanya. Matanya yang merah darah seakan-akan bersinar terang. Jung Haiyan, wanita yang dekat disebut sebagai wanita tampan.


“T-tidak. Kami hanya tidak ingin mengecewakan anda,” ujar pria itu, menggelengkan kepalanya dengan khawatir.


Haiyan hanya tertawa kecil dan kemudian menyuruh pria itu pergi.


“Enam bulan sudah sejak aku dan pengguna Degree lainnya dilepaskan ke dunia. Sayang sekali bahwa para monster yang membuat kekacauan besar di tugas-tugas sebelumnya cukup banyak diam di tugas terakhir ini.”


Haiyan sadar bahwa tugas terakhir jauh lebih kompleks dari yang biasanya. Tak hanya para pengguna Degree yang lihai, tetapi Secret sendiri lebih tenang setengah tahun terakhir.


“Belum ada pemberitahuan tentang aturan yang dikatakannya. Entah mengapa, tampaknya ada kondisi khusus di mana agar Secret membeberkannya.”


Selama enam bulan terakhir, selain permainan untuk mencari titik poin, Secret hanya mengadakan undian yang memberikan tiket pergi ke luar negeri tanpa pembayaran DP selama satu minggu penuh.


Itu adalah keberuntungan besar bagi Haiyan karena mendapatkan satu dari dua tiket yang disediakan.


“Itu sungguh undian acak karena aku hanya perlu memilih nomor undian dan memenangkannya.”


Secret sangat tak bisa dipahami, sosok itu kerap melakukan hal yang sulit dimengerti. Selain itu, dia juga menyamar dengan baik sebagai orang misterius yang memberikan teknologinya ke dunia. Bahkan saat ini sistem teleportasi sedang dalam tahap pengujiannya lebih lanjut.


Haiyan mengambil rokok dari mejanya dan membakarnya, baru saja dia menghisapnya, seorang pria berbadan kekar dan besar memasuki ruangannya.


Untuk menatap wajahnya itu, Haiyan perlu sedikit menaikan kepalanya karena pria itu hampir setinggi dua meter dengan badannya yang begitu kekar.


“Sial, apa kamu bertambah tinggi lagi?” ujar Haiyan dengan sedikit jengkel. “Kepalaku sakit saat berbicara dengan orang yang lebih tinggi dariku.”


“Hey, bukan salahku jika bertambah tinggi. Ini fakta Degree-ku. Selain itu, bukankah kamu yang memintaku untuk mempertahankan tubuh sebesar ini?”


Haiyan memang menyuruhnya melakukan itu dikarenakan tugas terakhir akan memungkinkan untuk pertempuran berskala besar. Tubuh besar pria itu akan menguntungkan jika terjadi pertarungan jarak dekat.


“Aku memang menyuruhmu melakukannya, tetapi tak berharap kamu akan bertambah besar, Dong Wok.”


Pria di depannya adalah Maa Dong Wok, rekannya sejak awal tugas. Keduanya memang sudah bersama sejak kecil dan seperti saudara. Bahkan Haiyan menganggap Dong Wok sebagai kakak laki-lakinya sendiri dan begitu juga Dong Wok menganggap Haiyan sebagai adik perempuannya.


“Aku sudah lama tak ke Korea dan merindukan makanan di sana. Awalnya aku berniat memakan beberapa, tetapi orang-orang itu terus memberikanku makanan sehingga tak ada pilihan lain.” Dong Wok menggaruk kepalanya seperti merasa bersalah.


Haiyan tak berniat menyalahkannya lagi dikarenakan apa yang terjadi pada Dong Wok adalah Degree-nya.


“Degree-mu menyerap nutrisi tersebut dan membuat tubuhmu tetap tumbuh seperti remaja meski masa pubertasmu telah berakhir. Kamu bahkan dapat membentuk otot dengan sedikit olahraga saja. Sungguh, kamu akan dianggap cheater jika para binaragawan mengetahuinya.”


Haiyan sedikit tertawa sebelum mengalihkan topik pembicaraan.


“Kamu bilang mereka memberikanmu banyak makanan. Artinya, mereka masih menurut padamu?”


Haiyan sebelumnya mendapatkan tiket pergi keluar negeri dari Secret, dia kemudian mengutus Dong Wok untuk pergi dan mengumpulkan orang-orang mereka.


Dong Wok tersenyum senang, “Mereka adalah para anjing dunia bawah yang sangat setia. Bahkan setelah organisasi hancur karena kematian ayahku, mereka masih mau membangkitkannya kembali dengan aku sebagai pimpinan.”


Senyuman Haiyan semakin lebar, dia tentunya menerima kabar baik itu dengan sepenuh hati.


“Bagus. Itu artinya para mafia itu masih memiliki beberapa senjatanya, kan?” tanya Haiyan.


“Tentu saja ada. Meski jumlah mereka lebih sedikit dari yang aku harapkan, setidaknya lima ratus orang mafia bekas organisasi ayahku ada di sini.”


Ayah Dong Wok dulunya adalah pemimpin organisasi mafia yang cukup besar di Korea. Meski telah lama hancur, nyatanya banyak anjing setia yang mau mengikutinya.


“Lima ratus orang adalah jumlah yang lebih dari cukup. Dengan ini akhirnya kita memiliki koneksi ke dunia bawah. Untuk sekarang mari bawa mereka ke ruang makan. Aku sudah menyuruh orang menyiapkan jamuan.”


“Jangan lupa tentang wine. Para keparat itu sungguh tak sabar mencicipi alkohol negara ini saat pertama kali tiba.”


Haiyan tersenyum, dia tentunya sudah menyediakan hal itu karena tahu betul jika alkohol adalah penghibur bagi para bajingan seperti mafia.


Keduanya mulai berjalan menuju ruang makan di mana para mafia itu telah dikerahkan. Meski tak sopan karena mereka tak memiliki kursi dan harus duduk di lantai dengan meja di depannya, bagi para mafia hal itu bukan masalah.


Bagian yang paling mereka tunggu adalah makanan dan alkohol saja. Selain itu, orang-orang itu sudah cukup bahagia karena mengetahui Dong Wok masih hidup.


“Tak peduli berapa kali aku memikirkannya, kamu sungguh bisa menjadikan hotel besar ini menjadi milikmu. Meski di tugas-tugas sebelumnya Degree-mu hampir tak berguna, tetapi di kota seperti ini, Degree-mu paling bersinar.” Dong Wok berdecak dengan kagum.


Haiyan hanya mendengus senang karena pujian itu, “Mau bagaimanapun ini takkan bisa berjalan dengan baik jika bukan berkat bantuanmu.”


Kamu terlalu merendah,” ujar Dong Wok.


“Omong-omong berbicara tentang Degree, apa kamu membeberkan hal itu pada mereka?” tanya Haiyan.


Dong Wok mulai tersenyum tipis, “Ya, seperti yang kamu katakan. Kita hanya tak boleh menunjukkan Degree dan membeberkan tentang organisasi itu, namun ada banyak celah agar kita bisa mengatakannya ke orang lain.”


Mereka tak harus benar-benar tidak boleh membuat orang luar tahu keberadaan Degree. Dengan beberapa trik kecil saat menyampaikan informasinya, masih dimungkinkan untuk membiarkan orang lain tahu.


“Ya, kita tidak perlu mengatakan ‘Degree’ secara langsung, cukup menyampaikan bahwa kita punya kekuatan super.”


Dengan cara itu mereka bisa menarik orang-orang untuk bergabung bersama mereka. Singkatnya, Haiyan coba memperkuat dirinya dengan menarik orang-orang yang bukan pengguna Degree.


Memang pengguna Degree itu spesial, tetapi ada hal yang tak mereka miliki seperti para mafia yang baru saja direkrut.


Tiba di aula, di mana makanan dan minuman sudah disajikan. Saat keduanya memasuki ruangan mereka lekas disambut dengan megah.


“Itu tuan muda dan Haiyan kecil!”


“Aiyo, mereka sungguh masih hidup!”


“Aigo ... mengapa kalian menghilang selama ini? Sial, aku bersyukur kalian hidup!”


“Haiyan kecil kita sudah menjadi wanita dewasa yang hot!”


Sambutan yang mungkin terdengar lancang, tetapi, bagi keduanya mereka berasa seperti di rumah. Perasaan nostalgia di mana setiap harinya selalu dipenuhi kebisingan.


Haiyan mulai cekikikan dan tertawa, “Sudah lama sejak terakhir kali aku melihat kalian para bajingan yang membuatkanku tato ini tanpa persetujuan!”


“Ya! Kamu jadi semakin cantik sekarang ini Haiyan!”


“Apa kamu jadi gadis baik sejak berpisah dari kami, Haiyan?!”


“Ya, tentu saja! Aku akan mematahkan tulang para bajingan berhidung belang seperti yang kalian minta!”


“Itu bagus! Seburuk apapun kehidupan yang kamu jalani, jangan biarkan tubuhmu ternodai dan bunuh diri. Kamu masih ingat kata-kata yang kami ajarkan, bukan?!”


Haiyan takkan lupa pelajaran yang dia dapatkan dari para anjing dunia bawah itu. Dia besar bersama mereka saat orang tuanya terus bertengkar dan sibuk akan pekerjaan sehingga Haiyan hampir tak mendapat pendidikan di rumahnya.


Pada akhirnya ketika Haiyan terus berkunjung ke rumah Dong Wok, dia secara tak langsung mendapatkan banyak pelajaran darinya. Pelajaran terbaik mungkin saja datang dari para bajingan karena mereka telah merasakan pahit dan kejamnya kehidupan.


“Tentu saja ... jika kau memiliki keberanian untuk mati, maka gunakanlah keberanian itu untuk menentang kehidupan. Dunia akan menertawakanmu karena menyerah padanya.”


Pada intinya orang yang memilih kematian adalah mereka yang melarikan diri dari hidupnya, tak peduli seberat apapun masalah yang dialami, jika mereka berani untuk mari, lantas mengapa tak coba menggunakannya untuk mengubah kehidupan?


“Ya, itu dia gadisku!”


“Oi, hentikan itu semua, biarkan kami berbicara!” Dong Wok berteriak dengan keras, meski terlihat marah namun sebenarnya dia senang.


Semua orang sunyi dengan senyumnya, tentunya mereka terharu akan pertemuan tersebut. Haiyan yang memiliki perasaan sama menarik napas untuk menenangkan suaranya.


“Ada banyak hal yang ingin aku utarakan namun pertama-tama biarkan aku mengatakan ini ... aku pulang.”


Serempak semua orang mengatakan:


“Selamat datang!”


Mereka mulai menyelenggarakan pesta besar-besaran dan melepaskan kerinduan satu sama lain. Sampai situasinya cukup mereda salah satu dari mafia berkepala botak dengan jahitan di wajahnya mengajukan pertanyaan.


“Aku dengar kalian memiliki rencana yang besar untuk dilakukan sampai memerlukan bantuan kami.”


Haiyan dan Dong Wok mengangguk satu sama lain, kebetulan para mafia lain juga mendengarkan percakapan mereka.


“Kita semua adalah keluarga. Dong Wok dan aku ingin menyatukan kita kembali. Namun sebelum mewujudkan hal itu, kami memiliki tugas yang harus diselesaikan.” Dong Wok berbicara dengan cukup keras agar semua orang dapat mendengarnya.


Mereka yang ada di ruangan tersebut telah memahami sedikit situasi yang dialami Dong Wok dan Haiyan. Meski mereka memiliki pertanyaan namun tak satupun coba menanyakannya. Pertanyaan bisa menunggu.


“Ya. Berkat tugas itu aku harus melakukan berbagai hal, salah satunya adalah hal ini. Kalian memiliki banyak koneksi di dunia bawah dan peralatan yang dibutuhkan.”


“Apa kita akan melakukan kejahatan besar?” tanya seorang mafia dengan nada bersemangat.


Dong Wok tersenyum dengan sama semangatnya, “Ya! Kita bahkan akan mengukir sejarah kriminal paling besar di dunia!”


“Whoa! Jadi apa yang akan kita lakukan?!” Serempak semua orang bertanya.


“Sesuatu yang besar dan akan menimbulkan kekacauan di negeri ini. Namun ini sangat berisiko karena akan melibatkan satu negara dan aparat kepolisian.”


Satu hal yang dikhawatirkan Haiyan dan Dong Wok adalah orang-orang itu tak mau mengikuti rencana mereka karena memiliki risiko yang begitu besar.


“Apa katamu?”


“Ini melibatkan satu negara besar ini?”


“Oi-oi! Bukankah itu artinya kita akan melakukan kejahatan besar?!”


Haiyan dan Dong Wok mulai sedikit khawatir karena perkataan mereka itu. Ada kemungkinan jika mereka takkan ikut andil dalam rencana besar yang dimiliki Haiyan dan juga Dong Wok.


Melihat hal itu, Yakuza botak dengan luka di wajahnya tersenyum.


“Hey, apa-apaan dengan wajah sedih itu.”


Dong Wok menatap pria itu dan tersenyum masam, “Tidak, Sung Jin —ahjusshi.”


Melihat itu Sung Jin dan rekannya yang lain memiliki senyuman lembut dan penuh kasih sayang.


“Apa kalian takut kami akan menolaknya?”


Dong Wok dan Haiyan mengangguk. Tentunya hal itu tak terelakan karena mereka akan melibatkan keluarga hanya untuk pertempuran diantara para pengguna Degree.


Haiyan dan Dong Wok menjalankan rencana itu untuk mendesak pengguna Degree yang bersembunyi tuk segera bertindak.


“Yang benar saja. Kalian lupa sudah berapa lama kita bersama? Ingat? Bos besar dulu selalu bilang. Keluarga tak pernah meninggalkan saat susah maupun senang. Keluarga harus berbagi suka dan dukanya, setiap kesulitan harus diselesaikan bersama dan musyawarah. Kita adalah orang-orang yang tak memiliki hubungan darah dan berusaha membangun keluarga, sesuatu yang tak kita miliki sebelumnya.”


Sung Jin dan rekannya yang lain adalah sekumpulan orang tanpa keluarga dan hidup di jalanan. Sampai pada suatu waktu mendiang ayah Dong Wok mengumpulkan mereka dan membentuk ikatan bernama keluarga.


“Jangan bilang kalian berdua melupakan ajaran mendiang bos besar?” tanya Sung Jin.


Haiyan dan Dong Wok menggelengkan kepalanya serempak.


“Tentu saja tidak. Aku selalu mengingat pesan yang disampaikan mendiang ayahku.”


“Ya. Dia adalah orang yang menyelamatkanku. Aku takkan melupakannya.”


Sung Jin menganggukkan kepalanya dengan puas, “Bagus! Jika kalian sampai melupakannya maka aku takkan segan mematahkan hidung kalian!”


“Oleh karena itu, katakan apa yang perlu kalian katakan! Masalah kalian adalah milik kami juga,” ujar Sung Jin selagi menyilangkan tangannya dengan sombong.


Haiyan merasa diberkati karena memiliki orang-orang seperti Sung Jin dan yang lainnya. Memang, dia telah mengumpulkan cukup banyak pengguna Degree karena Haiyan dan Dong Wok adalah pemimpin kelompok.


Meski begitu para pengguna Degree itu takkan bisa disejajarkan dengan para mafia itu.


“Aku bersyukur memiliki keluarga seperti kalian,” ujar Haiyan dengan senang, dia mengambil secangkir wine dam mengangkatnya. “Mulai hari ini kita takkan lagi disebut mafia. Kita mungkin akan menjadi kriminal paling dicari oleh dunia!”


“Whoa! Apa yang akan kita lakukan?!”


“Di kota ini ada tempat bernama Monas. Di puncak monumen tersebut terdapat emas asli dengan berat lebih dari 50kg.”


“Tujuan kita adalah mencuri emas itu!”


Sorak sorai menggema karena rencana besar milik Haiyan. Bertepatan dengan hal itu, jam milik Haiyan dan Dong Wok berdering di waktu yang sama, sebuah pesan muncul. Tentu saja, siapa lagi kalau bukan pesan dari Secret.


“Ini ... .”


...****************...


Disclaimer!!!


Ini mungkin sensitif karena menyangkut negara tercinta kita. Namun mohon diingat, apapun yang terjadi di kisah ini tidak memiliki maksud tertentu. Ini hanya cerita fiksi belaka.