The Degree

The Degree
Ordo Maguire



Ketimbang segera mendaftarkan diri Ray hanya mengamati grafik setiap serikat baik-baik. Bahkan Arthur juga melakukan hal yang sama. Kedua orang itu sama sekali tidak menunjukkan indikasi akan mendaftarkan diri sebagai anggota serikat.


“Aku yakin takkan ada orang yang dengan bodohnya membentuk serikat sembarangan setelah mengetahui hal ini.” Terumi mulai bergumam dengan dirinya sendiri.


Ray ingin menentangnya karena akan tetap ada orang yang membangun serikat baru tanpa pernah peduli dengan situasi Open World saat ini. Bahkan dia tidak ragu bahwa ada segelintir orang melakukannya untuk kesenangan bodoh.


Jika dia menyangkal kata-kata Terumi sebelumnya maka hanya akan menimbulkan hal-hal tidak berguna. Ray memilih diam dan segera mendorong seseorang menyelesaikan tujuannya.


“Apa kamu tak coba mendaftarkan diri, Arthur? Aku tidak tahu kamu akan pergi ke serikat mana namun sebaiknya pilihlah yang tidak akan membuatmu menyesal.” Ray coba mendorong Arthur untuk melakukannya terlebih dulu.


Dia mungkin tidak mengenal Arthur sama sekali namun dibeberapa tempat keduanya memiliki kemiripan dalam pola pikir tertentu.


Orang itu tidak terlihat seperti orang yang akan tunduk mendengarkan orang lain. Pikir Ray.


Ray juga takkan mau di bawah perintah seseorang namun keadaan saat ini tidak memungkinkannya. Dia berada di situasi yang mengharuskannya mengikuti skenario yang tersedia.


“Tidak. Tujuanku ke tempat ini hanya ingin melihat bagaimana cara kerja pendaftaran anggota serikat dan sedikit harapan menemukan sesuatu. Grafik ini sebuah kejutan karena sangat membantuku memahami segalanya saat ini.”


“Begitu, kamu bermaksud melihat seberapa besar pengaruh dan kekuasaan setiap serikat. Dari grafik, apakah kamu akan memilih salah satu dari timur dan barat?”


Jika bisa Ray tak ingin berada di sisi berlawanan dengan Arthur. Sesuatu yang tidak diketahui sangatlah mengerikan karena tidak diketahui bagaimana cara mengantisipasinya.


Kelak perang akan terjadi, terlepas Degree apa yang dimiliki Arthur, kemampuan murninya saja sudah merepotkan.


“Tidak, aku tidak akan bergabung dengan serikat manapun. Meskipun merugikan namun keuntungan besarnya adalah aku bisa bergerak sendiri. Ini semua berkat kalian karena aku telah mendapat apa yang aku butuhkan, terima kasih.” Arthur tersenyum dengan lembut seakan-akan bunga yang mekar kala pagi tiba.


Hal itu sontak membuat Ray dan Terumi merasa senang.


Ini aneh. Perasaan macam apa ini? Seakan-akan aku telah mencapai sesuatu yang membanggakan. Pikir Ray.


Fakta bahwa dirinya terpengaruh oleh hal-hal yang harusnya tak mungkin dia miliki sudah cukup jadi tanda tanya besar seperti apa Degree Arthur.


“Kalau begitu izinkan aku undur diri. Jaga diri kalian baik-baik, mari bertemu lagi. nanti.”


Meninggalkan kalimat tersebut Arthur segera pergi tanpa berbalik sedikitpun. Dari kelihatannya tujuannya hanya untuk melihat grafik antara serikat.


“Dia pria yang aneh. Apa kamu benar-benar berteman dengannya, Ray?” Terumi terlihat bingung oleh tindakan Arthur yang datang dan pergi seperti badai.


“Tidak, hubunganku dengannya hanya sebatas orang dari tugas yang sama dan bahkan aku baru mengenalnya sama sepertimu.”


Ray tak berpikir bahwa dia akan bertemu lagi dengan Arthur namun untuk beberapa alasan ada benang tak kasat mata yang seakan menjadi tali diantara keduanya.


...[*********]...


Sebuah ruangan yang gelap dan sengaja lampunya tidak dinyalakan karena permintaan pemilik ruangan itu. Ruangan yang hanya berisikan kasur megah di tengahnya dan dengan udara yang tidak panas atau dingin. Suhu yang benar-benar pas untuk manusia.


Di tempat itu terdapat seorang pria berusia 25 tahun tidur pulas seperti bayi. Telentang ke sana dan ke sini dengan bebas di kasur luas tersebut, tidurnya seakan tak memiliki beban apapun.


Seorang pria dengan jas dan sarung tangan putih yang tampak seperti pelayan, pria berusia 30-an tahun tersebut mendekati orang yang tidur tanpa tahu dunia.


“Bukankah ini sudah waktunya bagimu untuk keluar dari tempat tidurmu? Hampir satu bulan kaku tidak pergi dari sana.”


Dengan suara yang serak tersebut pria yang dimaksud bahkan tak mengidahkannya sama sekali. Orang itu benar-benar tidur dengan lelap.


Walau begitu, pria paruh baya tersebut tetap sabar dan tersenyum lembut.


“Huh, itu tidak baik untuk tubuhmu. Sesekali kamu harus menjemur diri di bawah sinar matahari.”


“Jangan bersikap seperti Ayahku, Sebastian. Kamu sangat berisik, pergilah, aku masih sangat mengantuk dan malas melakukan apa-apa.”


“Kalau begitu kamu akan membiarkan wanita itu menyelesaikannya, Ordo Maguire?”


Pemimpin dari serikat Blueeast yang misterius, Ordo Maguire.


Orang yang hampir tidak pernah muncul di permukaan karena kepribadian bawaannya yang suka tempat gelap dan berbaring sepanjang waktu.


Meski sifat dan kelakuannya yang seperti itu dia adalah orang yang berbahaya karena mampu bertahan dan menjadi pemimpin besar di timur. Hanya ada sedikit orang yang bisa melakukan hal-hal seperti itu.


“Hah? Tentu saja mustahil aku akan memberikannya. Memangnya apa yang wanita itu perbuat kali ini?” Hanya ketika berhubungan dengan saingannya saja Ordo serius menanggapinya.


Sebastian sudah cukup lama mengenal Ordo sehingga dia tahu apa-apa saja yang akan membuatnya tertarik.


“Dari informasi sejauh ini tampaknya dia sedang menarik generasi kedua ke sisinya dengan menawarkan hal-hal yang akan menguntungkannya. Meski kita juga melakukan hal yang sama namun wanita itu melakukannya dengan lebih efektif. Jika keadaannya tak berubah maka cepat atau lambat dia akan memimpin.”


“Dia pasti menggunakan Degree-nya yang sama sekali sulit untuk dimengerti. Andaikata aku mengetahui Degree-nya, maka aku akan melakukan langkah untuk berperang.”


Dengan suara lemas dan malas tersebut akan sulit bagi orang lain untuk mempercayainya. Namun Sebastian tahu bahwa pria di depannya tak pernah main-main dengan kata-katanya.


“Situasi mereka juga sama. Jika mereka tahu Degree yang kamu miliki, maka tak diragukan mereka akan membuat langkah pertama. Toh, meski begitu, aku tidak yakin semua akan selesai hanya dengan kalian mengetahui satu sama lain.”


Mau bagaimanapun Sebastian tahu betul bahwa selain kedua pihak berusaha mengetahui kekuatan lawan, ada rahasia kecil lainnya yang tidak bisa dikatakan. Hal tersebut adalah benteng penghalang yang menyebabkan keduanya tidak memulai perang.


“Selain itu, mata-mata yang kita tempatkan di sana menyebutkan bahwa ada dua orang rookie berbakat yang ada di bawah telapak tangannya. Lalu, tampaknya dia juga mengejar orang yang sama dengan orang yang kita kejar.”


“Dua rookie yang bersamanya, siapa mereka?”


“Mereka adalah Ronald Franklyn dan Ray Morgan. Meski ada rookie lainnya namun dua orang ini yang tampaknya mencolok. Lalu mengenai orang itu ...”


“Ya, aku tahu. Retsuji Arthur, dia pria yang berbahaya sebagai musuh namun sangat berguna sebagai rekan. Jika aku tak bisa mendapatkannya maka dia seharusnya tak bisa.”


Ordo kemudian bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju keluar atas inisiatif dirinya sendiri.


“Ini memang menyebalkan namun Sebastian, persiapkan segalanya. Tidak lama lagi peperangan akan terjadi, neraka akan jatuh di Open World.” Ordo tersenyum sinis dan seakan telah menantikan hari yang ditunggu datang.