
Sebuah ruangan yang cukup luas beralaskan beton, ada garis-garis cahaya biru yang menjadi sumber penerangan juga energi tempat ini, layar hologram tak terhitung jumlahnya melingkari tempat tersebut hingga ke langit-langit.
Layar hologram tersebut memperlihatkan video yang sedang terjadi di Open World. Tak hanya itu, layar tersebut juga memproyeksi tentang tindakan setiap individu tanpa terkecuali.
Diantara banyaknya layar proyeksi, ada satu layar yang lebih besar dan terhubung ke seseorang yang berdiri di tengah itu semua. Layar itu berbeda dari yang lainnya, tidak menampilkan video orang, tetapi menyampaikan jutaan nomor setiap detiknya, seperti sebuah kode pemrograman yang dikirimkan ke sesuatu yang lebih canggih dari komputer.
Semua data itu dikirimkan kepada satu orang yang berdiri di tengah itu semua.
“Kita telah memasuki tahap ini akhirnya. Butuh waktu yang lama. Butuh banyak sumberdaya dan pengorbanan.”
“Akhirnya tiba di sini, selangkah lebih maju menuju tahap akhir.”
“Harap saja semuanya lancar.”
“Bisakah para kelinci percobaan melaluinya?”
“Kita yakin bisa, meski hanya beberapa, data mereka berharga."
Suara-suara robot terus berbicara, meski hanya ada satu sosok di ruang tersebut dan hanya sosok itu yang berbicara sendiri. Sosok itu sendirian, tetapi seakan-akan ia berbicara dengan banyak orang sehingga kalimatnya tak beraturan selayaknya perbedaan pendapat.
“Tutorial mengajarkan kekejaman dan Degree.”
“Lingkungan yang kami ciptakan adalah gambaran yang akan terjadi di masa depan.”
“Pengkhianatan, pembunuhan, kehancuran.”
“Tak ada cinta sejati, keharmonisan atau pertemanan. Hanya ada kekuatan.”
“Akankah muncul orang yang akan mengubah planet ini menjadi tempat seperti itu?”
“Mungkin saja ada.”
“Tampaknya tidak.”
“Tak ada kepastian.”
“Open World, tahap kedua uji coba.”
“Kami memaksa kelinci percobaan memahami bahwa yang terlihat lemah mampu menjadi raja.”
“Semua orang bisa jadi raja.”
“Siapa bilang tidak.”
“Kemungkinan selalu ada.”
“Raja tak peduli pada yang lemah. Raja berdiri di puncak kekuasaan.”
“Tahap kedua menyampaikan bahwa persekutuan itu penting namun juga bahaya.”
“Banyaknya orang di bawah tanganmu memunculkan pengkhianat masuk.”
“Memiliki sekutu meringankan masalahmu.”
“Hanya Raja yang bisa memanfaatkannya dengan baik untuk bertahan.”
“Hanya Raja yang bisa membuang keduanya dan tetap bertahan.”
“Dan, hanya Raja yang bisa membaur layaknya kadet namun memerintah di balik layar.”
“Data telah diterima. Beberapa orang hebat muncul.”
“Mereka luar biasa.”
“Banyak sekali kelinci percobaan yang superior.”
“Orang lemah dengan Degree hebat, orang hebat dengan Degree lemah yang kuat.”
“Sangat disayangkan tak ada yang menerima hadiah tugas bonus.”
“Sangat disesalkan.”
“Apa boleh buat.”
Layar proyeksi berubah menjadi sebuah tempat yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Banyak hal yang terlihat asing dan memiliki bentuk aneh.
Meski begitu keanehannya mengimbangi organisasi ini beserta Secret. Teknologi mutakhir yang mereka miliki yang mana teknologi bumi saat ini belum bisa mengimbanginya.
Tak salah bila menyebut bahwa Secret memiliki teknologi yang beberapa abad lebih canggih dari bumi.
“Bagaimana persiapan tahap selanjutnya?”
“Semuanya sudah siap sejak lama.”
“Tak perlu ada penundaan lagi untuk memulainya.”
“Setidaknya mari berikan kelinci percobaan istirahat. Banyak yang terluka.”
“Data mereka tang tak dalam kondisi prima taj bagus.”
“Hanya ada kematian.”
Suara-suara itu untuk pertama kalinya mencapai kesepakatannya. Sosok yang berdiri di tengah-tengah ruangan yang hanya berisikan proyektor mulai merentangkan kedua tangannya.
Di depannya, layar proyeksi besar menampilkan sebuah tempat yang spesial dengan segala keunikannya.
“Tahap ketiga menuntut pembuktian bahwa mereka layak. Hanya yang layak yang bertahan. Dan, hanya yang layak akan mendapatkannya.”
“Kita eliminasi kelinci percobaan yang memberikan data tidak berguna.”
Ya. Tahap ketiga akan mengeluarkan semua permusuhan yang terpendam.”
“Tahap ketiga akan menunjukkan jati diri semua orang.”
“Tahap ketika akan menyampaikan betapa serakahnya manusia atas segala hal.”
“Tahap ketiga akan memperlihatkan ambisi terbesar mereka.”
“Sudah waktunya memberikan mereka sambutan.”
“Ya.”
“Mari pecah para kelinci percobaan jadi empat bagian berbeda.”
“Sepakat.”
Sosok itu, yang menyebut dirinya Secret berjalan meninggalkan ruangan tersebut dengan santainya. Bahkan ketika berjalan pergi, suara-suara yang datang darinya tak pernah berhenti.
Sampai pada tahap di mana mereka membicarakan stage selanjutnya, atau tempat uji coba terbaru mengingat Open World beserta fasilitas bawah tanah sudah dihancurkan untuk menghilangkan jejak.
Kerahasiaan tak boleh terungkap pada tahap ini, Secret sangat berhati-hati hingga bahkan menggunakan tugas untuk menghancurkan dua fasilitas tersebut.
“Mulai dari titik ini Degree akan mengubah dunia.”
“Manusia akan berevolusi, kemajuan datang lebih cepat.”
“Tak ada kepastian. Ada dua kemungkinan, kehancuran atau kemajuan yang akan mereka dapatkan. Keduanya saling bersaing.”
“Cita-cita.”
“Tujuan.”
“Ambisi.”
“Harapan.”
“Impian.”
“Sifat.”
“Jalan hidup.”
“Keinginan.”
“Mimpi.”
“Target.”
“Kebiasaan.”
“Rutinitas setiap waktu.”
“Semuanya menjadi satu dan menjadi perwujudan dari Degree.”
“**Degree tercipta dari harapan, dan impian, keinginan dan cita-cita, tujuan dan kebiasaan, jalan hidup dan mimpi. Degree menjadi nyata berdasarkan hal yang paling diinginkan seseorang.”
“Degree adalah berkah yang mengabulkan harapan terkuat yang dimiliki manusia.”
“Ada banyak aspek yang membentuk Degree.”
“Pada akhirnya akan ada pembuktian**.”
“Asgardian akan membuktikannya.”
“Revolusi akan tiba!”
...****************...
...New Arc!...
Arc III — Asgardian.
Prelude I — The Beginning.