The Degree

The Degree
Kecurigaan Arthur



Butuh waktu lama untuk menyelesaikan persiapan yang dibutuhkan. Selama satu minggu belakangan ini semua orang menjadi sangat sibuk karena harus menyiapkan persenjataan, dan mengamankan perbekalan.


Masih ada setengah persiapan yang belum diselesaikan dan jika melihat waktunya, hanya butuh satu minggu lagi untuk menyelesaikannya.


“Semuanya berjalan sesuai jadwal dan tak ada masalah sama sekali. Apa yang selanjutnya kita lakukan, Arthur?” Mona bertanya selagi memegang tablet di tangannya. Sikapnya sendiri hampir seperti seorang sekretaris yang sangat kompeten.


Arthur yang baru menyuruh orang memindahkan kotak ke tempat lain mengambil tablet Mona dan melihatnya. Ia terlihat bermasalah saat melihatnya.


“Memang tak ada kendala apapun. Namun ini cukup aneh ... .” gumamnya, memegang dagu dan mengerutkan alisnya.


“Aneh bagaimana?” Mona memiringkan kepalanya dan melihat kembali catatannya. Ia berpikir bahwa mungkin ada kesalahan dalam perhitungan.


Arthur tidak menganggap Mona salah dalam hal apapun. Ia hanya merasa curiga akan satu hal. Meski tak ada banyak perubahan pada catatan yang dijabarkan Mona namun jelas ada gerakan kecil secara sembunyi-sembunyi.


”Ikut aku. Ini bukan sesuatu yang bisa dibicarakan sembarangan.” Arthur menuntun Mona untuk memasuki tenda khusus temat Arthur beristirahat saat mengatur persiapan.


Mona merasa canggung karena mungkin dirinya membuat kesalahan besar sampai orang lain tak boleh mengetahuinya, ata ada sesuatu yang ganjil tentang laporannya.


Meski begitu Mona memberanikan diri masuk karena ia tahu Arthur takkan macam-macam.


“Jadi ada apa? Sampai kamu tak ingin orang lain mendengarnya.” Mona memiringkan kepala dan duduk berhadapan dengan Arthur di depannya.


Arthur menaikkan kakinya ke meja dan memijat dahinya yang terasa sakit.


“Dua minggu persiapan adalah waktu yang aku sediakan dan atur dengan perhitungan akan ada kendala tertentu. Jika semuanya lancar, harusnya tiga hari lagi semuanya akan selesai.”


Namun entah mengapa semuanya berubah dan berjalan lebih lama. Harusnya jika tak ada kendala sudah terlihat jelas bahwa persiapan mereka akan selesai dalam waktu dekat.


Sayangnya Arthur menemukan kejanggalan segera setelah berkeliling. Data yang diberikan Mona dan yang terjadi di lapangan merupakan fakta. Namun ada satu hal yang takkan bisa dijelaskan hanya melalui data saja.


“Maksudnya, kamu sengaja meluruskannya dua minggu untuk mengindentifikasi apakah orang-orang bermalas-malasan meski seharusnya semua akan selesai empat hari lebih cepat?” tanya Mona selagi menggaruk pelipisnya dengan canggung.


“Hampir tepat,” kata Arthur. “Empat hari sisanya sengaja aku tambahkan karena aku ingin mengetahui apakah dua serikat ini benar-benar bersekutu atau tidak.”


Arthur tidak mempercayai para petinggi yang turut ambil peran dalam mengelola pasukan dan persediaan. Diantara mereka hanya Mona dan dirinya saja yang tidak bergabung dengan serikat manapun.


Alasan ia tak ragu menyampaikan keanehan ini adalah karena Mona dipastikan akan ada di pihaknya karena sejauh yang ia pantau wanita ini hanya bergantung padanya.


“Pada awalnya waktu dua minggu ini akan tercapai apa bila ada kendala tertentu sehingga aku memberikan waktu empat hari. Namun karena tak ada masalah apapun, harusnya semua ini akan selesai lebih cepat.”


Faktanya persiapan mereka justru tepat waktu pada tenggat yang telah ditentukan. Arthur justru curiga bahwa sebenarnya sesuatu benar-benar terjadi tanpa pernah ia sadari.


Mona tentunya dengan cepat menangkap maksud Ray, “Jadi kamu meyakini bahwa ada rencana atau perselisihan yang tidak bisa terlihat?”


Arthur mengangguk penuh kepastian sementara Mona terkejut dan mulai mencaritahu hal tersebut dengan pemikirannya.


“Percuma kamu memikirkannya karena saat ini kita sangat kekurangan informasi.” Arthur mencegah Mona memiliki pikiran tak berguna lainnya.


“Namun jika begini bukankah kita akan menghancurkan diri sendiri? Secepat mungkin ada kepentingan untuk menyelesaikannya!” Mona jelas mampu membayangkan masa depan seperti apa yang mungkin menunggu mereka.


“Ya. Namun informasi apa yang kamu miliki? Aku mungkin tahu sedikit namun bahkan aku tak bisa memastikannya.”


Mona bangkit dari kursinya, ia mengangkat bibir dan jari telunjuknya seakan-akan hendak memberikan balasan cepat. Namun sayangnya ia segera mematung dengan mulut terbuka. Matanya menggeliat seakan-akan mencari kalimat apa yang ingin ia katakan.


Melihat tingkahnya tersebut membuat Arthur tertawa dan merasa segar. Ia juga bangkit dari kursinya dan mencubit hidung Mona yang masih membeku.


“Jika kamu tak bisa memikirkan apapun maka jangan coba-coba memikirkan apapun. Itu hanya akan membuatmu terlihat bodoh!” Arthur menggodanya dengan senyuman dan tawa kecil.


Selagi dicubit hidungnya, Mona memegang tangan Arthur dan coba menghentikannya melakukan cubitan sedikit menyakitkan itu, “Hentikan, itu sakit.”


Arthur benar-benar tak bisa menahan diri akan tingkah imut wanita satu ini. Beberapa kali ia hendak hilang kendali dan ingin melakukan sesuatu seperti sekarang ini.


Tangan Arthur melepaskan hidungnya dan berganti membelai pipinya dan menuju leher. Mona menatap Arthur dengan penasaran dan terkejut saat melihat pria itu mendekati wajahnya.


Pandangannya tertuju kepada bibirnya yang seksi itu. Mona segera merona seperti tomat, bahkan seakan-akan ada asap keluar dari kepalanya.


A--a-a-a-apa dia ingin menciumku?! Hauwahwawa-!


Mona tak tahu apa yang harus ia lakukan. Kepalanya yang terasa panas semakin meningkat suhunya dan dalam sekejap ia lemas, jatuh duduk di kursinya.


Arthur hanya cekikikan saat melihat reaksinya yang sedemikian rupa.


“Kamu satu-satunya orang yang selalu tahu cara menghiburku, Mona. Bahkan sejak awal kita bertemu kamu tak pernah berubah.”


Bukan berarti ada hal apapun namun hanya orang-orang dengan Degree tertentu yang tidak terpengaruh sedikitpun oleh Degree-ku. Pikirnya.


Arthur membiarkan Mona yang terlihat pusing dan mungkin tak sadarkan diri. Ia kini mulai merapihkan pikirannya sendiri.


“Serikat Redwest untuk beberapa alasan tampak menjaga jarak dari Blueeast meski awalnya hubungan mereka kian membaik sampai beberapa hari yang lalu. Hal ini jelas baru dimulai belum lama.”


Perubahannya tampak sangat jelas bagi Arthur karena sejauh ini hanya ia yang lebih banyak turun ke lapangan ketimbang eksekutif lainnya.


“Meskipun Blueeast tak berubah sama sekali namun ada sedikit kelompok yang mencurigakan. Tampaknya mereka berkemungkinan besar penyusup, atau mungkin ... .”


Arthur tak mau memikirkannya karena situasinya akan semakin sulit. Kepalanya sungguh terasa pusing dibuat oleh dua serikat yang merepotkan ini.


Andaikan ada lubang untuk bersembunyi mungkin Arthur akan masuk tanpa peduli apapun lagi.


“Tak hanya itu. Bahkan diantara orang-orang Redwest ada beberapa yang membisikkan sesuatu satu sama lainnya. Reaksi orang yang dibisikkan tampak terkejut dan membuatku penasaran.”


Sejak saat itu Arthur menyadari bahwa serikat Redwest mulai memisahkan barang-barang tertentu dan membuat tenda khusus untuk persediaan mereka sendiri.


Awalnya Arthur membuat semua persenjataan diletakkan di tempat yang sama, sementara perbekalan lainnya ada di sisi lain perkemahan. Andaikata ada serangan mendadak maka setidaknya mereka takkan kehilangan keduanya.


“Namun Redwest diam-diam menyiapkan perbekalan dan senjata di kemah-kemah mereka. Hal ini juga menyebabkan kurangnya tenaga kerja sehingga persiapan tak efektif seperti awalnya. Hal itu mungkin jadi penyebab utama mengapa persiapan berjalan melambat.”


Arthur tak pernah meragukan keraguan yang ia miliki. Itu karena ia tak ingin melakukan kesalahan yang membuatnya memiliki penyesalan.


“Hah, tak ada cara lain selain mencaritahu.” Arthur menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan kasar dan wajah enggan. Ia kemudian memicingkan matanya dan mengingat satu peristiwa tak terlupakan.


“Jangan sampai aku mengulang kesalahan yang sama. Tidak di tempat ini.”


Berjalan dan memantau pekerjaan setiap orang. Tak ada keraguan bahwa semuanya mulai berubah seperti yang ia curigai.


Orang-orang dari Redwest tak lagi coba mengakrabkan diri atau membaur dengan Blueeast. Pikirnya.


Hal itu dapat terlihat jelas dari orang-orang Blueeast yang mendekati orang Redwest namun mendapatkan tanggapan dingin dan acuh. Tentunya orang-orang Redwest masih menyambut mereka yang datang namun itu singkat sebelum mereka pergi meninggalkan.


“Oi, bagaimana perkembangannya? Apa tak ada masalah apapun?” Arthur bertanya kepada pria dari serikat Blueeast yang hendak mengangkat kotak kayu yang cukup besar.


Pria itu menghentikan pekerjaannya dan membuat postur tubuh yang tegap.


“Ya! Sejauh ini tak ada kendala apapun. Hanya ... .” Pria itu sedikit ragu untuk menyampaikannya karena ada banyak orang di sekitarnya.


Arthur menghela napas dan berjalan melaluinya untuk memeriksa kotak-kotak yang ingin diangkut ke tempat lain, “Tampaknya perbekalannya cukup dan terkemas dengan rapih. Jangan ragu, untuk mengangkatnya.” Arthur memberikan pesan tersirat dan menekankan suaranya pada kalimat ‘Jangan ragu’.


Pria itu mengerti karena sebelum datang ke tempat ini ia adalah seorang tentara. Secara kebetulan menerima undangan dan mengikutinya hingga akhirnya terjebak tanpa pernah bisa keluar.


“Ya. Aku ingin mengangkutnya sekaligus namun karena sebagian orang sibuk mengurusi hal yang tak diketahui, serta banyak yang terpisah, aku tak bisa mengangkut sekaligus karena takut ada sesuatu yang buruk terjadi.”


“Begitu. Lakukan kerajaanmu. Ah, dan beri aku laporan nantinya, kamu bisa menyerahkannya melalui Mona. Jangan pada orang lain selain Mona atau langsung padaku.”


“Dimengerti.”


Arthur pergi tanpa membuat percakapan lebih lanjut lagi. Tak lupa ia memeriksa kembali setiap kalimat yang dikatakan orang sebelumnya karena setiap kata menyiratkan sebuah pesan.


'Sebagian orang sibuk mengurus sesuatu' artinya merujuk kepada Redwest melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan.


Hal itu tepat sasaran seperti kecurigaan yang dimiliki Arthur. Tidak salah lagi bahwa yang melakukan gerakan mencurigakan hanyalah Redwest sementara Blueeast masih tampak normal.


'Banyak yang terpisah' memiliki maksud ada cukup banyak orang-orang yang bertindak terpisah baik secara individu maupun kelompok.


Kalimat terakhir adalah 'Tak bisa mengangkut sekaligus karena takut sesuatu yang buruk terjadi' memiliki arti bahwa pria itu tidak bisa menyampaikan lebih banyak lagi karena takut ada hal yang buruk terjadi.


Bukan hanya kebocoran informasi namun kekurangan informasi bisa menyebabkan kesalahan dalam pemahaman tentang situasi. Secara tak langsung pria itu ingin menyelidiki lebih jauh, dan karena itu Arthur ingin ia membuat laporan.


Alasannya meminta laporan tersebut harus sampai ke tangan Mona atau dirinya saja adalah untuk mengurangi jumlah orang yang menyadarinya.


“Ordo takkan menyadari dan eksekutif lain juga sama. Mereka bukan orang-orang yang akan turun ke lapangan. Namun ada beberapa yang masih mungkin,” gumam Arthur.


Ia yakin setidaknya Ray, Terumi dan Leo sangat mungkin memahaminya. Sementara Sebastian juga sama mengingat pria itu memiliki tugas mengidentifikasi apakah ada penyusup atau tidak.


“Jika ada yang patut dicurigai maka .. .”