
Ujian sudah diselesaikan dan saat ini Ray mendapatkan kesempatan bicara empat mata dengan Secret.
Pertanyaan pertama yang dia ajukan adalah sesuatu yang dia sudah penasaran sejak lama. Tentang identitas, tujuan dan demi apa semua ini.
“Kamu tidak sabaran. Tenang saja, cerita kami akan menjawab semua keingintahuanmu.”
Secret mengibaskan tangannya ke udara dan memunculkan hologram. Segera dia bercerita diikuti oleh gambar dan video pendek yang seirama dengan ceritanya.
“Singkat cerita, kami berasal dari planet yang berbeda dengan kalian. Ada hamparan galaksi yang nyaris tak terbatas di alam semesta ini. Kami berasal dari tempat yang sangat jauh dari bumi kalian.”
Secret menjelaskan bahwa tempat Ray berada saat ini adalah kapal luar angkasa yang digunakan Secret untuk melakukan perjalanan antar bintang.
“Dunia tempat kami berasal sudah lama hancur. Bukan karena planet yang kehilangan masa hidupnya, tetapi karena manusia itu sendiri.”
Ray ingat bahwa ada orang yang mengatakan jika kiamat bukan berarti dunia hancur atau semacamnya. Namun itu karena manusia yang menghancurkan dunianya sendiri.
Salah satu sejarah terburuk yang diciptakan manusia adalah nuklir, senjata pemusnah masal yang amat berbahaya. Jika saja manusia memutuskan perang menggunakan nuklir, maka mereka akan menjadi penyebab mengapa spesies manusia itu sendiri punah.
Manusia adalah parasit bagi dunia ini. Itu adalah kenyataan tak terbantahkan.
“Jadi kamu adalah manusia yang berusaha mengkolonisasi bumi?”
Itu tidak mengejutkan. Memang terdengar seperti fiksi ilmiah tentang manusia dari planet lain, tetapi bukannya itu tidak mungkin.
“Tidak. Kami adalah program yang tersisa dari dunia lama kami. Pencipta kami membuat kode perintah.”
“Jadi kalian semacam AI atau android super canggih?”
“Kamu bisa menyimpulkannya demikian.”
Secret bukan manusia, itu cukup masuk akal mengingat perjalanan antar planet memiliki skala jarak satuan cahaya.
Bahkan jika Secret memiliki teknologi untuk mencapai kecepatan cahaya, waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke bumi tidaklah singkat.
Perintahnya adalah mewariskan teknologi dari dunia mereka kepada planet yang memiliki manusia.
Ray tak tahu berapa lama Secret menghabiskan waktu untuk sampai ke bumi. Namun dia yakin, dunia tempatnya berasal ratusan bahkan ribuan tahun lebih maju.
Ray memejamkan matanya dan mengolah semua informasi di kepalanya satu persatu.
“Jika aku simpulkan, Degree adalah kemajuan terakhir dari teknologi tempatmu berasal. Lantas untuk apa semua ini?”
Jika hanya untuk mewariskan harusnya ada banyak pilihan yang bisa diambil Secret. Tidak perlu bagi mereka menggunakan cara berbelit-belit seperti mengadakan ujian ini.
Dari sepuluh ribu orang, pada akhirnya hanya akan ada satu yang mendapatkan informasi semua ini. Itu adalah Ray Morgan.
“Kami butuh manusia yang akan menentukan.”
“Menentukan?” Ray mengerutkan alisnya.
Segera hologram muncul dan menampilkan pemandangan yang Ray ketahui.
Hologram itu menampilkan setiap perang dan kekacauan di bumi yang disebabkan oleh manusia.
“Bagi kami manusia di sini masihlah primitif. Menghancurkan negara satu dengan yang lainnya, berlomba-lomba dan bersaing memajukan teknologi. Kami tidak bisa membuat keputusan.”
Secret menjelaskan bila mereka tiba di planet ini sejak beberapa tahun terakhir. Mereka mengamati manusia di bumi, mempelajari pola hidup, sistem dunia dan kondisi internal setiap negara.
Dan, mereka menemukan bahwa manusia di sini memajukan teknologi untuk keuntungan negara. Semakin maju teknologinya, semakin kuat negaranya.
Bahkan bagi Secret mereka sangat bodoh. Menggunakan teknologi seperti nuklir untuk berperang yang akhirnya membunuh keberadaan manusia itu sendiri.
“Pencipta kami tidak menginginkan hal yang sama terulang kembali. Sistem di mana manusia memerintah berdasarkan negara. Kepala negara mengambil keputusan bodoh yang mempertaruhkan rakyatnya.”
Itu adalah sistem yang pasti akan hancur cepat maupun lambat. Oleh karena itu, pencipta Secret menugaskan untuk mencari orang yang akan menghancurkan sistem seperti itu.
“Yang kami inginkan adalah menghancurkan tatanan dunia ini dan membangun pemerintahan absolut. Untuk itu ujian diadakan dan kamulah hasil akhirnya.”
Ray terguncang untuk pertama kalinya. Ini adalah hal yang jelas akan membuat siapapun sulit mempercayainya karena yang dibicarakan berskala dunia.
“Pemerintahan absolut ... kamu ingin semuanya tunduk pada satu pemimpin? Itu jelas mustahil!”
Serum D sejak awal mungkin sudah sempurna. Secret melakukan ini hanya untuk seleksi pemimpin.
“K-kamu ingin aku melawan dunia?”
Ray tahu batasan dirinya. Meski ada cara melakukannya perlahan, tetapi ada begitu banyak variabel yang bisa menghancurkannya.
“Tidak perlu melakukannya. Evolusi Manusia adalah misi terakhir yang bisa mengubah segalanya.”
Mendengar itu Ray langsung memahami maksud dan rencana Secret. Evolusi Manusia adalah tujuan utamanya.
Melalui Degree mengendalikan segala hal dan membangun pemerintahan absolut secara artifisial.
“Kamu ingin menggunakan Degree untuk mengendalikan manusia?”
“Lebih tepatnya memanfaatkan kecanggihannya. Kami sudah merancang aturan tertentu yang membuat mereka tidak bisa menentangmu.”
Memanfaatkan Degree dan menempatkan aturan tertentu dengan alasan menjaga keteraturan. Ray diharuskan membangun sesuatu semacam perusahaan dan menundukkan semua orang melalui teknologi dari Secret.
Singkat ceritanya Ray harus berbohong tentang dirinya sebagai ilmuwan dan perlahan-lahan mengungkapkan teknologi Secret.
“Kamu ingin aku menjadi pembohong terbesar di dalam sejarah dunia ini.”
“Kamu tidak perlu khawatir pengoperasian semua teknologi dan hal-hal ini. Selain itu, kami sudah menyiapkan serum khusus untukmu yang akan menjadi pemimpin. Tentu, kami akan membantu dari balik layar.”
Ray mengerutkan alisnya sekali lagi, “Serum kedua? Bukankah itu akan menimbulkan efek samping bagiku jika mendapatkan suntikan kedua.”
“Tidak perlu khawatir. Kami sudah menguji coba dalam jangka panjang. Selain itu prosedur menggunakan Serum ini lebih rumit. Kamu harus menerima suntikannya secara berkala.”
Ray tak mempercayainya segera. Dia sudah melihat sendiri bagaimana nasib orang yang menerima dua suntikan.
“Serum ini tidak akan memberikanmu gelar lainnya. Ini hanya akan memaksimalkan kemampuan yang sudah kamu miliki.”
Suntikan kedua akan membantu Ray jauh lebih lambat menua dan kebal terhadap penyakit. Dengan hal itu Ray akan bisa menghindari kematian akan penuaan.
Bukannya dia abadi. Bahkan planet tempat Secret berada tak mencapai sesuatu seperti itu. Puncak teknologi mereka adalah menghambat penuaan.
“Semua kendali atas kami dan peninggalan pencipta kami akan sepenuhnya di bawah kendalimu. Kami sudah menyaksikan dirimu yang berjuang tanpa pemahaman Degree. Dengan kapasitas otakmu, ke depannya kami yakin akan baik-baik saja.”
Ray mengingat kembali semua pengalamannya selama uji coba ini.
‘Aku telah menggunakan orang-orang yang bersedia kugunakan, dan membuang manusia yang menghalangi jalanku.’
Awalnya dia tertarik dengan undangan uji coba ini untuk menghindari kebosanannya. Ketika seorang pria tahu lebih banyak hal, dia akan mulai bosan dan kehilangan minat terhadap apapun.
Ray di didik dengan ketat dan memiliki kutukan; terobsesi. Ketika dia memiliki daya tarik kuat terhadap sesuatu, Ray akan menggalinya dalam dan lebih dalam.
“Aku tidak pernah membayangkan akan ada hari di mana aku jatuh cinta ...”
Cinta adalah kata dan perasaan yang paling jauh dari hidupnya. Bagaimana dia bisa mengerti cinta, ketika seseorang tak pernah mengenalnya?
“Bukan kepada wanita ... bukan pada manusia—”
Cintanya berbeda. Obsesinya mungkin akan menggila kelak di masa yang panjang.
“Kini aku jatuh cinta dengan semua yang menimpaku.”
Mendapatkan kesempatan menduduki takhta yang mampu mengubah dunia, menjadi satu-satunya yang paling berkuasa atas Degree. Ray menjadi terobsesi tentang apa yang mulai dia rencanakan di masa depan.
“Apa aku bebas melakukan apapun yang kumau?” tanya Ray.
“Ya. Kebebasan sepenuhnya milikmu. Kami ditugaskan untuk mewarisi ini kepada manusia. Sisanya kami bisa membantu maupun dipensiunkan.”
Ray tersenyum lebar. Mungkin ini yang paling lebar dari yang dia pernah buat.
“Mengubah sistem dunia begitu saja sama sekali tidak menyenangkan. Bukankah hebat ketika kita menjalani ujian dalam skala dunia maupun negara?”
Dunia akan menjadi tempat yang menyenangkan segera. Ray akan mengubahnya menjadi wanhana bermain yang takkan membuatnya bosan.
“Aku akan menjadi diktator yang menciptakan kesenangan.”
...~The End~...
Yo. Di sini penulis.
Gw benar-benar lupa kalau novel ini belum memiliki chapter terakhir, hehe. Dan, ya, karena sudah cukup lama jadi gw sedikit banyak lupa tentang kesimpulan yang akan gw tulis.
Jadi, mungkin ini akan mengecewakan sebagai ending.
Gw akan coba menjelaskan beberapa poin yang mungkin jadi pertanyaan.
Degree bisa diartikan gelar. Dalam novel ini, Serum D berperan memunculkannya dalam bentuk fisik maupun tidak. Mudahnya, Serum D menonjolkan bakat dalam diri seseorang baik yang disadari maupun tidak.
Contohnya, Ben. Dia punya ketertarikan tentang pantomim dan Serum D membantunya mewujudkannya jadi nyata.
Secret tidak berasal dari bumi. Bukannya ini terlalu fantasi? Tentu tidak. Kita tahu alam semesta luas, bahkan mungkin tidak terbatas. Dan, gw selalu percaya bahwa kita tidak sendirian.
Mengenai Secret, bisa dibilang dia adalah perpaduan AI dan robot. Yah, di masa ini kita sudah diperkenalkan dengan AI dan mungkin hanya butuh beberapa tahun sampai kita melihat robot humanoid melakukan pekerjaan.
Ya, segitu aja. Kalau ada hal yang menggangu silahkan tanya dikomentar, gw akan menjawabnya. Meski sudah lupa kesimpulan yang ingin dibuat, tetapi garis besar ceritanya masih membekas dalam kepala.
Oh, ya. Ini ending yang menggantung, kan? Tujuan Ray bekum terjelaskan dengan baik. Dan bagaimana nasib ke depannya?
Ya, mungkin iyaa, mungkin juga tidak. Gw ingin membuat sci-fi sekali lagi di masa depan. Tentunya setelah gw nyelesain setengah jalan cerita dari novel dengan judul Im Not MC.
Sekian dulu dari author pemalas ini.
Lets see the next time!