
Ray mundur selagi Terumi terus merangkak mendekatinya, dia berusaha untuk tidak terlalu dekat namun Terumi begitu agresif dan membuat wajahnya tetap dekat.
Sampai tiba waktu punggung Ray mencapai pohon dan dia kehabisan tepat untuk lari.
“Mengapa kamu begitu peduli?” Ray tidak mengerti, mereka hanya sedikit bertukar kata di awal dan hanya itu saja.
Umumnya mereka akan seperti orang yang tak sengaja berpapasan saja. Seharusnya tak ada kondisi apapun yang mendorong Terumi bertindak demikian.
“Tentu saja aku peduli karena ...,” Terumi terlihat sedikit merona dan sangat jelas berusaha mencari-cari alasan, “Ada berbagai alasan! Katakanlah, apa dia melakukan sesuatu yang tidak senonoh padamu?!”
Di dunia ini ada begitu banyak hal yang belum bisa dijelaskan seperti alam semesta dan segala isinya.
Namun bahkan seluruh alam semesta bisa dijelaskan secara ilmiah namun hanya wanita satu-satunya makhluk yang tidak bisa dimengerti dengan cara apapun.
Kini Ray paham mengapa ada banyak pria yang mengatakan bahwa wanita itu lebih rumit ketimbang ketimbang teka-teki dari drama lawas The Merchant of Venice dan teka-teki dari Sumeria kuno.
Apa yang dia rencanakan? Dia pembohong yang buruk.
Ray yakin bahwa Terumi memiliki niat terselubung yang mungkin bisa menghancurkannya.
Meski begitu Ray tak menemukan alasannya menanyakan hal yang sama sekali tidak berhubungan.
“Dia sama sekali tidak melakukan apa-apa karena aku takkan memiliki keinginan apapun kepadanya.”
“Bohong! Tak mungkin wanita itu tak melakukan apapun padamu, lalu mustahil kamu tak tertarik kepada wanita cantik sepertinya!” Terumi terus mendesak dan tidak menerima jawaban Ray.
Apa mungkin dia coba menyebarkan gosip buruk seperti skandal misalnya?
Jika begitu ada lebih banyak alasan untuk Ray tak mengatakan apapun. Meski Ray hanya pernah berciuman dengan Erina, bukan hal bijak menyampaikannya.
“Aku bersungguh-sungguh tentang itu. Lagi pula buat apa aku membual tentangnya?” Ray menatap langsung mata Terumi dengan penuh keyakinan.
Hal itu cukup membuat Terumi benar-benar merona dan menjauhkan dirinya. Dia memegang kedua pipinya yang merona selagi sesekali melirik Ray.
“Jika begitu baguslah.” Terumi menunjukkan senyuman lega disertai rasa syukur.
Ray mengerutkan alisnya karena dia sama sekali tidak memahami tindakan Terumi.
Di sisi lain Leo menyadari sesuatu yang mungkin tidak disadari oleh Ray, “Tampaknya kamu begitu naif dan tidak peka terhadap wanita, ya.” gumamnya.
Leo ingin mengatakan bahwa saat berpisah dia dan Terumi menjadi dekat namun tidak sampai menumbuhkan perasaan apapun.
Hubungan mereka cukup dekat untuk berbagai pemikiran, lebih seperti sahabat. Dan selama tugas bersama, Leo hampir bosan mendengar Terumi terus membahas Ray meski keduanya baru bertemu.
Leo tak ragu menganggap bahwa Terumi jatuh cinta pandangan pertama.
Karena akan menarik melihat keduanya maka sebaiknya aku tidak mengatakan apa-apa. Leo tersenyum di dalam hatinya.
“Mumpung kita bertemu lagi, bagaimana kalau berpesta karena telah berjuang sejauh ini? Selain itu ini hal yang bagus untuk mengenal satu sama lain.”
“Itu ide yang bagus! Bagaimana menurutmu, Ray?” Terumi menjadi sangat bersemangat.
Ray sendiri berpikir bahwa itu bukan hal yang buruk. Namun dia tetap mewaspadai kedua orang tersebut.
“Maaf, aku akan lewat untuk saat ini. Situasiku tidak benar-benar baik sekarang. Selain itu aku tak mau wanita itu melakukan hal-hal di luar bayanganku jika tahu aku mengenal kalian.”
Meski keduanya mencurigakan namun aku bisa sedikit menggunakan mereka.
Terumi terlihat kecewa namun apa boleh buat, “Kamu benar. Dikarenakan kita berada di pihak berbeda, besar kemungkinan terjadi perselisihan.”
“Ya, ada kemungkinan Ordo menganggap kita pengkhianat dan begitu juga dengan Ray. Sejujurnya aku ingin melakukan sesuatu sehingga lepas darinya.”
Mendengar kata-kata Leo yang satu tujuan dengannya membuat sedikit keraguan Ray menghilang.
“Kalau begitu bagaimana jika kita berkolusi untuk bebas dari kedua serikat ini?”
Terumi dan Leo saling memandang satu sama lain dan mengangguk. Keduanya memutuskan untuk mendengarkan Ray terlebih dahulu.
“Situasi kita sama sekali tidak menguntungkan di tempat manapun. Cepat atau lambat Erina dan Ordo akan kehilangan kesabaran. Aku yakin kalian telah membayangkan situasi di mana kedua pihak berperang habis-habisan.”
Hal itu didorong oleh tugas bonus untuk membangun serikat besar. Ray tak tahu apa hadiah utama yang membuat keduanya bersaing begitu lama namun pastinya bukan sesuatu yang bisa diabaikan.
“Aku bisa membayangkannya. Meski begitu tidak ada apapun yang bisa kita lakukan. Bahkan jika kita lepas dari genggaman tangan keduanya maka kita hanya akan berakhir jadi buronan.”
Seperti yang dikatakan Leo bahwa bahkan jika Ray lolos dari tangan Erina dia hanya akan menjadi buronan.
Situasinya takkan pernah membaik selama mereka tak berhasil membuka tugas ke lima yang misterius.
“Untuk itu aku memiliki satu cara. Aku takkan mengungkapkannya untuk saat ini karena langkah awal yang kita perlukan adalah mengumpulkan informasi.”
Tanpa informasi yang mencukupi Ray takkan mungkin memantapkan rencananya.
Selain itu Ray memiliki masalah kepribadian untuk meletakkan kepercayaannya kepada seseorang.
“Jadi begitu. Kamu ingin kami berdua mengumpulkan informasi di timur sementara kamu akan mengurusi hal-hal yang terjadi di barat, ya? Aku mengerti, namun hal apa yang harus kami kumpulkan?” tanya Terumi.
“Apapun itu akan berguna. Misalnya seperti lingkungan, jumlah personil dan hal sepele lainnya juga akan berguna. Selain itu, aku ingin kalian mendapatkan hal apapun yang berhubungan dengan pemimpin di timur. Meski begitu jangan pernah menanyakan apapun tentangnya karena bisa saja kalian menginjak ranjau.”
Cukup dengan observasi dan bertindak seperti biasa akan mampu menghindari keduanya dari kecurigaan.
“Selain itu kita juga perlu memiliki pemahaman luas tentang Open World. Aku yakin Secret takkan diam dan menunggu kita memecahkan tugas ke lima.”
Secret mengadakan tugas dan percobaan ini dengan tujuan mendapatkan data tentang sejauh mana kemampuan Degree.
Untuk tujuan itu sangat mustahil mereka hanya diam ketika tahu bahwa para partisipan tak bisa membuka tugas ke lima.
Ada banyak hal yang masih belum jelas tentang Open World.
“Aku mengerti. Kalau begitu kami akan melakukannya.”
Ray mengangguk dan menatap langit yang mulai gelap. Meski Ray meragukan tentang Degree Erina, untuk saat ini dia perlu mempelajarinya.
“Hari sudah mulai gelap. Sebaiknya kita kembali sebelum sesuatu yang merepotkan terjadi. Lalu, aku akan mengatur cara kita berkomunikasi. Pertemuan takkan rutin untuk keamanan. Kalian hanya perlu menulis surat dan sembunyikannya di sekitar sungai. Tinggalkan sedikit jejak samar agar aku mampu menemukannya.”
Ada banyak hal yang ingin Ray pelajari tentang Open World namun untuk saat ini dia perlu memahami orang yang berani menggunakannya.