The Degree

The Degree
Penemuan Mengejutkan



Dua minggu sejak Ray datang ke Open World. Luka yang dia miliki sudah cukup pulih namun bukan berarti dia seratus persen sehat. Tentunya luka dalam seperti terkena tembakan pistol akan membutuhkan paling lama dua bulan untuk pulih.


Meski begitu Ray tak membuang waktunya sedikitpun. Selain terus meningkatkan kekuatan fisiknya Ray juga meningkatkan pemahamannya tentang Degree miliknya juga situasi Open World.


Selama waktu ini Ray hanya sekali pergi ke sungai untuk mengambil informasi yang ditinggalkan oleh Terumi dan Leo.


Dari kelihatannya situasi timur tidak cukup baik karena ada gejolak tertentu yang tidak dijelaskan secara detil.


Meski begitu pemimpin serikat besar di timur, Ordo Maguire mengatasinya secara langsung. Entah apa yang terjadi, Terumi hanya menuliskan bahwa kekuatan orang itu sangat mengerikan.


Terumi tidak menuliskan banyak tentangnya karena tidak ingin memunculkan spekulasi tidak penting saat informasi sangatlah minim.


Untuk saat ini Ray akan lebih fokus terhadap apa yang akan dia hadapi. Ray akan bergabung dengan serikat Erina dan mendapatkan teka-teki apa yang akan menuntunnya menuju jawaban untuk memecahkan tugas ke lima.


“Aku bersyukur karena kamu memilih serikatku sebagai tujuan namun apa tak masalah bergabung sekarang? Saat. bergabung kamu akan segera mendapatkan tugas bonus dari Secret ataupun serikat.”


Ray terkejut akan hal itu namun dia sudah menduga setelah mengamati selama ini.


Anggota serikat Redwest hampir jarang ada di kediaman Erina karena mereka tampak sibuk melakukan sesuatu. Ray berspekulasi bahwa ada semacam misi yang mereka jalani.


“Aku tahu hal itu. Dan karena itu aku memilih bergabung sekarang.”


Erina terlihat ragu untuk beberapa hal, “Kondisimu belum benar-benar pulih. Sebaiknya tunggu sampai lukamu pulih sepenuhnya.”


“Memangnya seberat apa misi yang akan aku jalani?”


“Misinya ada bermacam-macam namun semuanya memiliki kesamaan yaitu memasuki ruang bawah tanah. Sampai di sana kamu akan menghadapi beberapa robot dan mungkin saja ada hal lain yang muncul karena kamu generasi kedua.”


“Begitu. Lalu, apa kamu akan menyediakan persenjataan untuk kami orang-orang yang menerima tugas?”


Keuntungan serikat adalah memiliki tabungan untuk keperluan serikat seperti persenjataan dan makanan. Untuk penginapan tentunya pihak serikat yang akan menyediakannya.


Ray yakin bahwa ada potongan Degree untuk serikat, meski ada yang tidak Ray pahami dibeberapa tempat.


“Tentu saja kami akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan. Mulai dari perbekalan dan persenjataan hingga tenda untuk menginap jika memang dibutuhkan.”


Erina mengatakan bahwa DP yang didapatkan dari tugas akan mendapatkan potongan sebesar 50% untuk kepentingan serikat.


Meski begitu 50% memang bukan jumlah yang kecil namun jika diperkirakan itu cukup sepadan dengan hal yang didapatkan. Bisa makan dua kali sehari dan mendapatkan penginapan secara gratis.


“Tentunya itu bukan harga yang murah. Namun dengan fasilitas yang aku sediakan tidak ada protes apapun. Toh, dengan Degree-ku takkan ada yang bisa menentangku.”


Ketika Erina mengusik Degree-nya Ray sedikit mengerutkan alisnya. Dia tentu belum bisa menerima kenyataan bahwa Erina menggunakan Degree-nya kepada Ray.


Namun untungnya sampai saat ini Erina tak mencoba melakukan hal-hal lancang dengan menyalahgunakan Degree-nya.


Selain itu Ray juga tidak mencoba bertindak gegabah agar Erina tidak memasang belenggu lain kepadanya.


“Aku tak ingin membahas tentang itu. Namun tampaknya aku juga perlu membayarnya, ya?”


Jika bisa Ray ingin hadiah untuk dirinya sendiri karena persiapan terhadap rencananya membutuhkan DP yang tidak sedikit.


“Khusus untukmu aku akan membebaskan biaya tersebut dan hanya akan memotong 20% saja. Tentunya ada syarat yang harus kamu penuhi.”


Meski tetap mendapatkan potongan namun itu tidak merugikan. Ray akan mendapatkan tempat tinggal, perbekalan dan persenjataan dari Erina dengan harga yang murah.


“Apa syaratnya?”


“Fufu, kamu akan mengetahuinya nanti. Tenang saja, ini bukan sesuatu yang tidak masuk akal. Justru hal ini akan menguntungkanmu.”


Erina menunjukkan senyuman yang tidak dimengerti oleh Ray. Dia memiliki beberapa kecurigaan tentang apa yang akan diajukan. Namun karena dia belum mengetahuinya ada baiknya tetap berwaspada.


...[***]...


Malam hari. Di tempat lain, Leo menjelajahi hutan sendirian dengan bermodalkan lentera untuk menerangi jalannya.


“Ada hal yang menggangguku ketika tugas sebelumnya. Sangat disayangkan aku tak bisa mengajak Terumi, kemampuannya sangat berguna disaat seperti ini.”


Leo tak bisa memberikan keluhannya. Lagi pula dia tidak ingin ada rumor buruk atau kecurigaan apapun karena mengajak seorang gadis pergi di tengah malam.


Selain itu dia tidak ingin mendapatkan hambatan apapun. Meski Terumi sama sekali bukan beban, dia tetap seorang wanita dan bahkan di era modern hal mistis masih umum dikalangan para gadis.


“Aku ingat arahnya di sini.”


Leo terus berjalan dengan berhati-hati karena khawatir ada orang di sekitar ataupun penguntit. Sesuatu yang ingin dia cari adalah hal yang tampaknya masih jadi rahasia.


Faktanya serikat mereka tak melakukan hal-hal seperti menjaga atau apapun sudah cukup untuk menjelaskannya.


Selain itu lokasinya juga berada di perbatasan serikat timur dan barat. Meski tak jarang orang datang untuk melakukan beberapa hal, tetap saja rasanya mengherankan karena tak ada yang menyadarinya.


“Ini dia tempatnya. Satu-satunya air terjun yang ada di Open World.”


Leo memang hanya pernah melihat peta Open World sekali namun ingatannya cukup kuat sehingga dia mampu memproyeksikan peta melalui ingatannya.


“Sepertinya aku harus pergi ke dasar.”


Bulan bersinar cukup terang namun sinarnya tak cukup untuk menerangi dasar air terjun. Untungnya Leo membawa lentera yang mampu tahan di dalam air.


Leo melepas bajunya dan segera menyembunyikannya sehingga orang takkan menemukannya.


Dia kemudian melompat masuk ke air terjun dan menyelam sedalam yang dia bisa.


Ketika hampir mencapai dasar Leo menemukan sebuah gua kecil yang cukup tersembunyi, alhasil dia memasukinya karena rasa penasaran yang kuat tak bisa dibendung.


Setelah memasuki gua tersebut yang kian menuntunnya ke atas, Leo akhirnya menemukan daratan di dalam gua tersebut sebelum napasnya benar-benar habis.


“Sudah kuduga aku tidak salah lihat sebelumnya. Ada tempat yang tersembunyi di dasar air. Selain itu ... aroma ini tidak asing.”


Leo memutuskan untuk berjalan dan menjelajahi dengan hati-hati karena ada kemungkinan terdapat jebakan.


Untungnya jebakan yang dia harapkan tak pernah ada. Dia sampai di sebuah ruangan yang terlihat lebih besar dari sebelumnya. Bahkan lebih besar dari ruangan tutorial.


Menyodorkan lentera dan melihat ke sekitarnya, Leo tiba-tiba mematung dan terdiam seribu bahasa. Tak ada kata apapun yang keluar dari tenggorokannya selama beberapa menit.


Itu menunjukkan seberapa besar kejutan yang dia dapatkan.


“Apa-apaan ... aku tak memahami apa maksudnya ini?”