
“Ya, sebuah lelucon menjengkelkan.,” ujar Indri, satu pemikiran dengan Ray. “Bahkan aku hampir percaya awalnya.”
Ray tak tahu alasan Indri menolak untuk percaya bahkan tahu keberadaannya di laut, tetapi sekarang ada hal yang krusial. Singkatnya saat ini, ada kemungkinan besar bajingan yang menyamar menjadi dirinya atau mungkin sesuatu yang lebih rumit.
“Dari mana kamu mendapatkan informasi semacam ini? Apakah itu bisa dipercaya?” tanya Ray dengan sedikit curiga.
Validasinya perlu dipertanyakan mengingat saksi mata mungkin telah lenyap saat eksekusi gadis kembar itu. Tak mungkin orang ini akan melakukan sesuatu yang bodoh seperti menyisakan orang untuk bersaksi.
‘Tidak. Setelah dipikir-pikir lagi mungkin saja bajingan ini sengaja membuatnya terbongkar. Lagipula, wajahku yang dia pakai untuk melakukan kriminal.’
Ray bisa memikirkan beberapa hal buruk salah satunya adalah pencemaran nama baik atau sengaja membuatnya menjadi buronan publik. Meski publisitas terhadap Degree adalah larangan keras, tetapi kasus pembunuhan dan semacamnya tidak demikian.
“Sumbernya berasal dariku sendiri,” ujar Indri tanpa keraguan.
Ray justru jadi sulit mempercayainya, besar kemungkinan semuanya adalah kebohongan belaka. Akan tetapi, ada juga keraguan bahwa Indri akan melakukan kebohongan yang begitu jelas.
“Apa maksudmu?” tanya Ray.
Indri hanya tertawa kecil sebelum menjawabnya, “Seperti yang aku katakan sebelumnya. Aku memiliki caraku sendiri untuk menyelidiki. Kamu harus mematuhi satu syaratku jika ingin tahu tentang itu.”
“Selain itu, aku tak punya banyak waktu tersisa untuk bicara.”
Hanya ada sedikit waktu yang diberikan bagi orang yang keluar kelompok untuk bergabung kembali dengan kelompok lain. Ray paham mengapa Indri tergesa-gesa, eliminasi bagi Secret sama artinya dengan sebuah kematian.
Secret tentunya akan memiliki beberapa baut yang lepas dari kepalanya tentang beberapa hal. Entah mengapa bajingan ini selalu menjadikan kematian sebagai hukumannya.
Ray tentunya akan memikirkan beberapa hal terlebih dahulu tentang untung dan ruginya bergerak bersama Indri. Meski selama ini wanita itu belum menunjukkan perlawanan, ada kemungkinan di tugas terakhir ini berbeda.
“Katakan padaku sejujurnya,” Ray menodongkan pisaunya ke kepala Indri. “Apa sebenarnya tujuanmu? Mencurigakan kalau kamu membantuku tanpa menginginkan apa-apa.”
“Fu fu, bukankah kamu menjadi terlalu waspada, Ray?” Indri tertawa kecil, meski begitu dia tak khawatir dengan pistolnya, justru waktu akan membunuhnya lebih cepat ketimbang pistol tersebut.
Indri sungguh hanya memiliki beberapa menit yang tersisa, waktu yang diberikan Secret untuk mencari kelompok sangatlah sedikit dan sudah mau mencapai batasnya. Untuk hal itu, ada keperluan baginya menjelaskan dengan cepat dan singkat.
“Akan kukatakan semuanya. Sejujurnya aku tidak mengetahui bagaimana ini semua akan berakhir. Apakah akan ada kebebasan? Atau mungkin Secret memiliki tujuan yang lain. Sama sekali, tak sedikitpun aku tahu. Sesuatu yang tidak diketahui adalah ketakutan terbesarku.”
“Pada suatu masa aku melihatmu. Orang unik yang tampak tak memiliki rasa kemanusiaan, atau bagian penting dari manusia yang bernama hati. Aku mengawasimu dengan sangat tertarik.”
Indri menjelaskan betapa berbedanya Ray bertindak dari yang lainnya. Bahkan bagian mengejutkannya adalah Ray pernah berencana menghancurkan Redwest, Rebellion dan bahkan Blueeast di waktu yang sama andaikan rencananya tidak terus gagal dan direvisi.
Saat itulah Indri berpikir bahwa Ray mungkin mengetahui sesuatu tentang organisasi misterius ini. Indri kemudian mengajak seluruh rekannya yang bertujuan sama meski berbeda jalan. Tujuan mereka hanya satu, mendapatkan jaminan keselamatan.
“Aku tak bisa memberikan jaminan dapat menyelesaikan semua ini. Tidak dengan kehadiranmu dan Arthur. Bahkan jika aku berhasil mendapatkan teka-teki, tak ada jaminan bisa memecahkannya. Aku tak sepintar itu.”
Indri seperti mengakui kelemahannya, namun bagi Ray dia mengakui sesuatu yang sebenarnya tidak dia miliki. Sejauh ini saja sudah sangat jelas, Indri bukan jenis orang yang bodoh.
“Jika kamu bodoh maka standar pintar sangat tinggi. Kamu yang telah membongkar rencana dan niatku berulangkali tak pantas memiliki gelar bodoh.”
Ray selalu kagum dan terkejut tentang Indri yang berulangkali mengetahui niatnya. Bahkan, dia telah berkali-kali menyelamatkannya. Salah satunya ketika Arthur memergoki pembunuh. Jika saja Ray dan Erina kala itu bergerak melanjutkan perampokan, tak mengejutkan mereka telah tertangkap basah.
Beruntung bahwa saat itu Ray memilih menyudahinya dengan membantu Eric mencari adiknya.
“Ha ha ha ha!” Indri tertawa dengan riang. “Aku bersumpah tidak sepintar itu. Yah, itu terserah padamu menganggapku apa. Akan aku katakan, aku memiliki cara tertentu mengetahui dan mendapatkan sesuatu.”
Ray masih tidak mengerti. Indri semestinya mengacu kepada Degree-nya yang masih misteri saat ini. Tentu, Ray memiliki catatan yang diberikan Ryouma, tetapi tidak yakin apakah semuanya benar atau tidak.
Untuk sekarang Ray akan mengesampingkan hal tersebut karena ada yang lebih penting untuk diprioritaskan.
“Sedikitnya aku mengerti tujuanmu. Baiklah, aku akan membiarkanmu bergabung ke kelompokku, namun. ini hanya berlaku kurang lebih dua bulan. Itulah waktu yang kuberikan kepada mereka sebelum pertemuan.”
Ray tidak ingin pergerakannya bersama Indri terungkap saat ini. Dia tidak ingin menimbulkan kecurigaan tidak perlu, belum lagi saat ini ada orang yang setajam Eric di kelompoknya.
Selain itu di dukung oleh fakta kematian Rani dan Rina. Besar kemungkinan bahwa Erina mendapatkan kembali kendali atas dirinya. Jika itu terjadi maka semua kebusukannya akan terungkap.
Setelah memasukkan Indri ke dalam kelompoknya, mereka langsung membahas sesuatu yang lain. Lebih tepatnya, Indri membagikan setiap informasi yang dia dapatkan.
“Pertama mari kita bahas hal-hal yang terjadi di luar selama kita tak ada. Ini,” Indri memberikan sebuah handphone kepada Ray, di sana sudah tercantum data tentang berbagai berita yang sudah dikumpulkannya. “Berbeda denganmu yang hanya mengapung seperti kotoran. Aku telah menyuruh Guren mengumpulkan segala informasi yang terjadi.”
Informasi yang dikumpulkan mulai dari ketika sepuluh ribu orang menghilang bersamaan. Itu adalah ketika Ray dan yang lainnya pergi, namun bagian mengejutkannya adalah waktunya.
“Sungguh tidak terasa bahwa sudah dua tahun sejak kita tinggal di fasilitas.”
Dua tahun bukan waktu yang singkat. Ray meragukan jam internalnya yang terasa sangat kacau. Hal itu dikarenakan dia tak merasakan perubahan apapun.
“Aku juga terkejut, namun ada penjelasan masuk akal di sini,” ujar Indri.
Indri menjelaskan bahwa Serum D juga memperpanjang usia dan mempertahankan kemudaan. Hal tersebut menjadi pendorong kemungkinan mereka tak merasakan kalau waktu sudah banyak berlalu. Belum lagi mereka tak melihat pergantian hari selama di fasilitas. Sulit untuk menentukan waktu dengan tepat.
“Terlepas dari waktu, tampaknya ada banyak hal yang terjadi. Tentunya bukan terkait dengan hal-hal seperti politik dan lainnya, tetapi kemajuan teknologi.”
Bersamaan ketika mereka pergi ke fasilitas, kemajuan teknologi mulai meningkat pesat selama dua tahun belakangan ini. Bagian yang memancing rasa ketertarikan Ray adalah tentang sistem teleportasi.
Memecahkan suatu informasi dan memindahkannya ke tempat yang jauh, begitulah konsep sederhana teleportasi. Permasalahan yang dialami penelitian adalah bagaimana memecah informasi dari suatu benda dan mengirimkannya ke tempat lain. Dan, tentang bagaimana menyusun kembali informasi tersebut sehingga menjadi seperti keadaan semula.
“Tak hanya teleportasi, tetapi ada banyak kemajuan-kemajuan lain seperti teknologi, medis, ilmu pengetahuan bahkan tentang evolusi manusia. Dan, paling hebatnya lagi semua itu dilakukan oleh satu orang saja.”
Satu orang, Ray membaca artikel lain yang menjelaskan tentang identitas jenius yang membuat banyak kemajuan. Orang yang tidak diketahui kelaminnya, umur, bahkan asal-usulnya. Banyak konspirasi bertebaran di sekitarnya, meski banyak yang mencurigai namun tak sedikit juga yang menghargai pengetahuannya.
Hanya saja Ray tampak mengenali siapa orang ini. Bahkan jika dia menyembunyikan identitasnya dari asal-usul hingga wajahnya, maka tak diragukan lagi ada kemiripan dengan sosok tertentu. Tidak, sosok itu mungkin dua orang yang sama.
“Mungkinkah ini Secret?” tanya Ray.
Indri mengangguk sepakat, “Aku sangat yakin para pengguna Degree yang melihat ini akan memikirkan hal sama. Tak hanya topengnya, tetapi semua teknologi tersebut sangat mungkin darinya. Aku takkan percaya jika ada satu orang yang ahli di semua bidang. Bahkan Einstein tidak mungkin cerdas di semua bidang.”
Ilmiah dan kedokteran memang berjalan beriringan namun sosok yang membawa banyak kemajuan ini mendekati tidak masuk akal. Dari artikel yang ada, tidak hanya pengetahuan yang benar-benar baru, namun orang ini menemukan berbagai hal mencengangkan.
“Tampaknya Secret tidak duduk manis menyantap biskuit dan susu selagi menyaksikan kita,” ujar Indri dengan sedikit mengejek.
Untuk hal ini Ray sepakat, Secret sudah sewajarnya memiliki tujuan selain data dan orang yang diinginkannya.
“Sepertinya aku mulai memahami sedikit tentangnya. Organisasi misterius ini bertujuan untuk mendorong evolusi manusia. Tampaknya pengenalan setiap teknologi miliknya adalah langkah awal.”
Indri mengerutkan alisnya, dia mungkin sudah dekat dengan jawabannya namun masih tidak bisa mencapainya.
“Langkah awal? Apa maksudmu ini persiapan Secret untuk menghadapi tugas akhir ini agar tak ada keributan atau semacamnya?” tanya Indri.
“Itu juga jawaban benar, namun aku yakin bukan itu tujuan utamanya,” ujar Ray. “Besar kemungkinan Secret ingin memperkenalkan Degree kepada dunia nantinya.”
Indri terkejut, dia berhenti memegang gas pada jetski dan menatap Ray di belakangnya. Kemungkinan itu sudah terpikirkan oleh Indri namun ia tetap saja terkejut akan hal tersebut.
Jika Secret berencana memperkenalkan Degree, maka wajar baginya membagikan pengetahuannya tentang teknologi dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Hal itu untuk membangun image dan profilnya di dunia.
Andaikata dia muncul tiba-tiba dengan Degree sebagai penemuannya maka wajar untuk dicurigai.
“Jika begitu, maka tujuannya—” Indri ingin menyampaikan pemikirannya namun Ray lekas memotong dan menatapnya.
“Entahlah, aku sendiri belum mengerti apa sebenarnya tujuan organisasi ini. Apakah itu kekayaan, kekuatan, bahkan teknologi. Harusnya Secret telah memegang itu semua dalam genggaman tangannya.”
Jika itu tentang harta, Secret sudah memiliki sangat banyak. Tidak mungkin baginya memiliki segala hal yang ada di Market tanpa membelinya di luar.
Dari hal itu saja tak diragukan lagi seberapa besar kekayaan Secret. Orang sepertinya tidak mungkin mengejar kekayaan lagi, mereka yang sudah berdiri di puncak kehidupan akan mengejar sesuatu yang lain. Sesuatu yang bukan sebuah kekayaan, mungkin saja prestasi atau hal yang lainnya.
“Yah, tak ada habisnya jika membahas organisasi ini. Untuk sekarang mari kita fokuskan kepada si peniru ini. Setidaknya aku harus membalaskan dendam kematian Rani dan Rina.”