The Degree

The Degree
Clue Tugas Ke-10



“Jadi, apa yang kamu ketahui tentang Virgo?” Sebastian kembali menegaskan pertanyaan.


Saat ini informasi sekecil apapun tentang orang itu sangatlah dibutuhkan. Terutama Ray yang mungkin paling penasaran dengan identitasnya. Selain mengetahui masa lalunya, orang itu mungkin juga tahu sedikit hal tentang Degree-nya.


Selain masa lalu, Degree-ku adalah satu hal yang tak boleh disebarkan. Jika tidak, situasiku akan benar-benar sulit di masa depan. Pikirnya.


Andaikan Degree-nya tersebar maka sangat mungkin bagi semua orang untuk menjadi musuhnya. Takkan ada lagi siapapun yang akan berdiri bersamanya seperti saat ini.


Mona mengangguk, ia mencari tangan Arthur dan menggenggamnya dengan gemetar. Sekali lagi, Ray tak mengerti mengapa hal remeh mampu menenangkan wanita.


“Ini tentang mengapa Virgo bisa menentukan Delapan Rookie Berbahaya, dan ... mengetahui masa lalu dari mereka.”


Ray mengangkat alis. Ordo membuka mulut karena terkejut. Dan, semua orang sama terkejutnya di ruangan ini.


Sejauh ini setelah termonuklir, kejutan ini yang terbesar kedua. Ray tak menyangka bahwa kejutannya belum berakhir. Selama pembicaraan ini tampaknya akan ada lebih banyak fakta yang terungkap.


“Apa maksudmu?” Ray meminta penegasan lainnya, ia benci ditunda-tunda.


“Ya. Saat itu aku tak sengaja memasuki ruangannya. Dan, melihat ia mengaktifkan chip aneh di komputer besar. Komputer itu segera menampilkan nama-nama Rookie dan tindakan mereka. Selain itu, ada juga deskripsi kecil tentang masa lalu mereka sebelum datang ke tempat ini.”


Singkatnya Virgo melihat dengan jelas hal-hal yang sejauh ini telah mereka lakukan selama tutorial. Itu artinya orang itu telah mengetahui tentang Ray yang mengkhianati Justina, Edward dan lainnya.


Selain itu, deskripsi tentang masa lalu, ya? Pikirnya.


Ray sudah menduga bahwa Secret pasti telah menyelidikinya entah bagaimana caranya. Harusnya tak ada saksi selain Ray yang mengetahui kejadian itu.


Bagian misterius dari Secret tampaknya tak pernah berakhir dalam hal apapun.


“Jadi singkatnya. Virgo tahu apa yang kami lakukan sebelum datang ke tempat ini? Perumpamaan saja, mereka tahu bahwa Terumi melakukan studi di luar negeri untuk belajar budaya?” Ray mengambil contoh yang sederhana, dan Mona mengangguk tanpa ragu.


“Ya. Virgo mampu mengetahui garis besar dari kehidupanmu. Selain itu, ia juga memiliki data berupa video dokumentasi saat kamu menggunakan Degree. Yang aku ingat saat itu, ia sedang mengamati Arthur.”


Mona menjelaskan bahwa Virgo menganggap Arthur sebagai orang yang berbahaya. Saat dirinya ketahuan mengintip dan jadi buronan Virgo, Mona memutuskan mencari Arthur.


Pilihannya bijak untuk berada di bawah perlindungan orang yang paling diwaspadai. Bahkan Virgo sendiri mungkin takkan macam-macam dengannya selama beberapa waktu.


“Itu tidak masuk akal,” Terumi berkata lirih, wajahnya menggambarkan bahwa ia sungguh marah. “Aku selalu percaya bahwa ketika kita datang ke sini semua orang setara. Namun, jika ia memiliki sesuatu seperti itu. Bukankah ini tidak adil?”


Adil atau tidaknya bukan ia yang menentukan. Meski begitu tampaknya Leo dan Sebastian sepakat dengannya. Toh, hal itu juga bukannya mustahil untuk salah satu dari mereka miliki juga.


“Aku yakin orang itu mendapatkannya dari Secret,” Ordo menyampaikan pemikirannya dengan lantang.


Ray mengangguk setuju, “Ya. Aku yakin ia mendapatkannya dari tugas bonus atau sejenisnya.”


“Apa mungkin bahwa Virgo membobol sistemnya?” Arthur bertanya, meski ia sendiri ragu pada pertanyaannya.


Ray juga pernah memikirkan hal itu. Pada awalnya ia memiliki keyakinan bahwa setidaknya ada segelintir orang yang memiliki Degree Hacker.


Nantinya Ray akan membawa Hacker ke pihaknya dan coba meretas. Akan tetapi, setelah ia pikirkan lagi rencana itu sangat konyol. Untuk itu Ray tak lagi mempedulikannya dan membuang semua pemikiran konyolnya.


“Kamu benar juga. Maka opsinya hanya di tugas bonus.”


Ordo kemudian mengangguk, “Ya. Itu bukannya tidak mungkin. Faktanya, hadiah dari menyelesaikan tugas bonus untuk membangun serikat terkuat sedikit tak bisa dipercaya.”


Hadiah itu tentunya akan diperebutkan semua orang yang tahu cara memanfaatkannya. Bahkan Ray menginginkan hadiah tersebut karena memiliki manfaat besar menghindari bencana yang akan tiba kelak.


“Mengapa Secret mengizinkan sesuatu seperti itu? Jika tujuan mereka hanya untuk mencari data tentang sejauh apa kemampuan Degree. Semua yang ia lakukan sampai kini tampak tak berhubungan,” ujar Leo selagi menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Ray juga penasaran tentang itu. Ia berharap Sebastian ataupun Ordo akan mengatakan sesuatu, namun alaminya mereka jadi diam.


Sampai beberapa waktu berlalu, tampaknya semua orang di ruangan menantikan jawaban Ordo ataupun Sebastian. Seakan-akan menyerah, Ordo menghela napas panjang.


“Huh~, aku sendiri tidak tahu apa-apa. Empat tugas sebelumnya hannyalah Tutorial. Yang artinya tahap kita membiasakan diri dengan Degree. Sementara tugas ke lima, Open World. Bisa dibilang adalah tahap kedua dari uji coba.”


Entah ada berapa tahap lagi yang ada di depan sana. Dan, entah apa yang akan terjadi di masa depan nantinya. Semua gambaran tersebut masih sangat kasar. Bahkan tak seorangpun mampu menebak apa yang akan menunggu mereka setelah Open World.


“Kami sudah terjebak di sini dua tahun. Dan, selama masa itu, meski ada tugas yang memberikan bocoran tentang apa yang akan terjadi di tugas selanjutnya. Semua informasi itu sangat samar sampai aku tak memahaminya.”


Ray ingat bahwa Erina pernah mengatakan hal serupa. Terkadang disetiap tugas ada hadiah yang memberikan bocoran tentang ujian selanjutnya.


Ia berpikir itu hanya kebohongan yang dibuatnya, namun sekarang telah dipastikan bahwa itu kebenarannya.


“Yah, aku rasa tak apa memberitahu mereka soal itu,” Ordo menggaruk kepalanya dengan bermasalah, ia tampaknya tak tahan lagi dengan semua tatapan yang diarahkan kepadanya. “Kamu bisa mengatakannya, Sebastian. Tentang apa yang kamu temui kala itu.”


Sebastian tampak terkejut dan ragu dengan keputusan Ordo. Namun saat menatap matanya ia tak lagi ragu.


“Ya, baiklah. Ini terjadi satu tahun yang lalu. Saat aku mengerjakan tugas yang cukup sulit, aku menemukan clue tentang tugas ke sepuluh. Tugas terakhir yang akan kita alami nantinya.”


Semuanya kembali menegang. Ini adalah kesempatan besar untuk mengetahui bagaimana akhir dari perjalanan yang panjang ini.


“Aku ingat betul setiap kata-kata yang terukir saat itu—”


—Tugas ke sepuluh. Tugas terakhir. Kalian akan dihadapkan pilihan sulit untuk menentukan apa yang akan kalian terima nantinya. Entah hancur atau berkuasa.—


“Aku tak mengerti apa maksudnya, namun tampaknya tugas terakhir bukan sesuatu yang bisa diremehkan.”


Sejak awal tidak pernah ada tugas yang mudah. Ray ingin mengatakannya, namun ia memilih diam. Entah bisa dipercaya atau tidak, setidaknya bijak diingat.