The Degree

The Degree
Tawaran Virgo



Seperti yang diharapkan, orang ini datang menawarkan kerja sama. Virgo memiliki banyak musuh di satu tempat. Langkah yang bisa ia lakukan sangat terbatas dan hanya ada tiga yang mungkin.


Opsi pertama tetap diam dan bersembunyi seperti pengecut sampai tugas berikutnya. Tentunya ini opsi paling aman namun Ray tahu bahwa Virgo takkan mengambilnya.


Opsi kedua adalah bergerak dan menghabisi lawannya satu persatu untuk mengurangi jumlah musuhnya. Risiko terbesar mengambil opsi ini; saat satu lawannya tumbang maka yang lain takkan diam dan berusaha memenggalnya. Hal itu justru akan meningkatkan kewaspadaan musuh dan membuat mereka bergandengan tangan.


Virgo tidak mengambil kedua opsi tersebut yang menjadikannya hanya ada satu opsi tersisa. Satu hal yang sedang dilakukannya saat ini; mengurangi lawan dan memperbanyak rekan.


Jika ia berhasil mendapatkan kerja sama dari musuh dan mengubahnya menjadi teman, hal tersebut cukup mampu mengurangi ancaman yang datang.


“Itu kalimat yang mengejutkan sebagai candaan. Aku hampir salah paham,” ujar Ray yang tak menganggap perkataan Virgo serius. Meskipun sebenarnya ia tahu orang ini tak bercanda.


Ray mulai memainkan jamnya dan mengakses Market. Ia perlu beberapa hal untuk disiapkan demi keamanan dirinya.


“Aku lelah melihat kebodohanmu. Tempat ini aman sehingga tidak ada siapapun mendengarkan. Kamu bisa melepaskan topeng bodoh itu.”


Ray tak mau kontaknya dengan Virgo terungkap oleh orang lain. Barangkali ada dari temannya atau orang lain menguping pembicaraan. Untuk hal itu Ray tak boleh terlihat mau memiliki kerjasama.


“Tempat ini seratus persen bersih,” tambah Virgo.


Kalimatnya memiliki makna, Ray coba menebaknya. “Tampaknya kamu telah melakukan penyesuaian dengan tempat ini. Jadi begitu. Kamu bersungguh-sungguh untuk mendapat kerjasama dariku.”


Ray takkan terkejut jika anak buah Virgo ada di kejauhan untuk memantau. Mereka selalu menyembunyikan wajah saat bertindak sehingga tak ada siapapun yang tahu wajah asli para petingginya.


Bukan hal sulit untuk membaur tanpa menggunakan topeng.


“Kamu menebak dengan cerdas.”


“Sejujurnya aku tak tertarik bekerjasama denganmu. Semakin banyak benang yang aku bawa, semakin mudah untuk kusut,” kata Ray. “Namun aku akan mendengarkan guyonan burukmu.”


Jam memiliki banyak fitur. Tak hanya untuk mengakses Market dan tugas, tetapi mampu memasang fungsi lainnya. Selagi dalam percakapan ini Ray telah mengakses Market dan membeli sesuatu.


Barang di Market tak semestinya benda fisik, tetapi sebuah sistem juga tersedia. Dari pada sistem, mungkin lebih cocok disebut fitur tambahan pada jam.


Ray telah membeli fitur tambahan agar ia bisa menyimpan percakapan ini dengannya. Jika Virgo menggunakan percakapan ini untuk memperburuk posisi Ray, maka ia akan memiliki alibi yang kuat untuk membantah.


Sejak awal ia terus menekankan percakapan ini hanya candaan dan guyonan.


“Aku ingin kita bekerjasama untuk menghancurkan seseorang. Bahkan aku tahu bahwa kamu akan mengkhawatirkan keberadaan orang ini,” Virgo tampak percaya diri ketika mengatakannya. “Sebagai sesama orang yang menyembunyikan Degree-nya, kehadirannya jelas mengkhawatirkan.”


Tak perlu menyebutkan siapa orangnya dengan jelas. Diantara orang yang Ray kenal, hanya satu yang sangat mungkin mengungkapkan Degree orang lain dengan melihatnya saja.


“Kesalahanku membiarkannya lepas begitu saja karena ****** ini tak jujur soal Degree-nya. Aku ingin melenyapkannya sebelum dia mengungkapkan Degree-ku.”


Ray dapat memahami bahwa Virgo sangat khawatir tentang Degree-nya terungkap. Bahkan Ray memiliki perasaan yang sama dengannya.


Andaikan Degree Ray terungkap pada tahap ini, tak mengherankan jika semua orang berbalik memusuhinya. Dia yang bahkan belum mengerti tentang fungsi sebenarnya, apa lagi orang lain.


Sampai ia memahami kegunaan Degree-nya sendiri dengan seksama, Ray sama sekali tidak berniat membiarkan seorangpun tahu.


Degree diketahui orang lain memang tak menjadi masalah. Bahkan Terumi sudah mengungkapkan Degree-nya kepada beberapa orang. Tidak mengejutkan jika itu bocor namun nyatanya tak memberi pengaruh apapun padanya.


“Ini rahasia bisnis. Aku memiliki alasanku sendiri untuk melakukannya,” Virgo menolak memberikan penjelasan lebih jauh. “Bunuh Mona, itu yang aku ingin kita bekerjasama.”


Virgo menegaskan demikian namun Ray tak mengambil umpan begitu mudah.


“Tidak ada keuntungannya bagiku. Bahkan jika Degree-ku terungkap olehnya, aku takkan menerima kerusakan besar,” Ray menatap Virgo. “Selain itu kamu harusnya bisa mengatasinya sendiri tanpa meminta kerjasama dariku.”


Virgo memiliki kekuatan untuk melakukannya sehingga tak benar-benar memerlukan kemampuannya.


“Aku takkan repot-repot menemuimu dan membuat pengaturan ini jika tidak ada masalah,” Virgo menghela napas lelah. “Masalahnya adalah penjaganya. Retsuji Arthur. Bajingan ini adalah variabel terbesar yang akan mengubah rencanaku menjadi sampah.”


Ray tertarik mendengarnya. Sudah sejak lama ia berusaha mengevaluasi Arthur namun tak ada hal apapun yang bisa ia pahami. Ray tak tahu seberapa jauh Degree yang bisa didapatkan seseorang.


“Aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu.”


Virgo seakan tertawa kecil seakan mengejek Ray yang tak mengetahui apa-apa.


“Pria itu sangat spesial. Aku menjadikannya top satu orang dengan Degree berbahaya dalam artian tertentu. Jika kamu menerima kerjasama denganku, tanpa keraguan aku akan membagikan informasi tentang orang ini.”


Virgo menoleh menatap Ray seakan mengetahui sesuatu.


“Mau bagaimanapun pria ini adalah hambatan terbesarmu. Aku tahu bahwa kalian berdua mulai saling curiga dan mengendus satu sama lain.”


Ray tak menjawab apapun dan membiarkan Virgo tenggelam dalam asumsinya. Entah dari mana ia mendapatkan kesimpulan tersebut namun lebih baik tak mengatakan apa-apa pada tahap ini.


“Bagaimana? Apa kamu akan menerima tawaranku? Bahkan jika kamu mau, aku bersedia memberikan bantuan untuk membunuh Arthur. Kematiannya akan membawa keuntungan bagi kita berdua,” tanya Virgo.


Ray berpikir beberapa kali apakah ia akan menerimanya atau tidak. Seperti perkataannya, membawa terlalu banyak benang akan membuatnya mudah untuk kusut.


Sesaat kemudian Ray mengeluarkan pisaunya dan menusuk ujung jarinya. Ia kemudian menggunakan darahnya untuk melukis sebuah kalimat.


“Sayangnya itu mustahil, aku tak bisa menerimanya. Mona dan Arthur adalah temanku.” Meskipun mulut Ray menyampaikan demikian, apa yang ia tuliskan jelas berbeda.


Dengan tangannya yang berdarah, Ray mengukir kata-kata ini di tangannya yang lain:


‘Akan kubuat kondisi tertentu di mana kamu memiliki kesempatan membunuhnya. Sebagai gantinya, informasi tentang Arthur dan bantu aku dengan membunuh seseorang.’


Virgo membacanya dengan jelas meski tulisannya tak jelas. Ia mampu memahami setiap katanya karena mengamati pergerakan tangan Ray.


“Jadi begitu, aku mengerti. Aku menerima penolakanmu. Kalau begitu, aku akan pergi. Jaga nyawamu baik-baik sampai tugas berikutnya.”


Virgo berjalan pergi dan tangannya membuat pergerakan tertentu yang menyampaikan jadwal eksekusi.


Ray tentunya tak mengeluh tentang waktu yang ditetapkan karena dia sendiri berencana melakukannya pada hari itu.