
Di puncak gedung yang berusaha disusupi oleh Ray dan temannya. Pemimpin dari serikat Rebellion, menyebut dirinya sebagai Virgo. Ia menatap kekacauan dan tempat keributan berpusat.
“Apa ini ... ada penyusup rupanya.”
Meski terlihat acuh tak acuh namun dia tidak mengabaikannya. Ia memperhatikannya dengan seksama tentang bagaimana si pengacau mengalahkan pasukannya.
“Apa dia salah satu dari delapan Rookie berbahaya?” Seorang pria dengan pakaian ketat dan helm berkata demikian.
Pria yang membawa busur modern yang bisa mengecil sesuai kebutuhan sehingga mudah di bawa ke manapun.
“Aku tak ingat dia. Orang itu bukan salah satu dari Rookie yang harus kita waspadai. Namun, aku ingat seharusnya dia selalu bersama dengan seorang wanita asal Jepang.” Pria lainnya menyampaikan pendapatnya.
“Kemampuannya tidak remeh. Jika dengan hal itu dia tak masuk dalam daftar. Aku penasaran seberapa berbahayanya orang-orang di dalam daftar.”
Enam orang yang memandang kekacauan tersebut mulai berbicara diantara mereka. Saat Virgo mulai bicara kembali. Yang lainnya membungkam mulutnya rapat-rapat dengan segera.
“Kesampingkan yang lainnya. Aku cukup tertarik dengan tindakan penyerangan ini.” Dengan suara yang mirip robot, dia seakan-akan tertawa geli dan menatap satu wanita yang sudah terkapar lemah di lantai. “Tampaknya kamu masih memiliki orang-orang yang benar peduli padamu.”
Virgo berjalan menuju wanita itu, Erina. Yang telah lemah dan tak sadarkan diri. Dia bisa mati kapan saja karena saat ini yang memutuskan hidupnya adalah Virgo sendiri.
“Jika ada orang yang cukup bodoh untuk melakukan serangan ini. Aku yakin itu adalah wakil serikatmu. Dia adalah satu-satunya orang paling setia yang tidak kamu kekang dengan Degree.”
Virgo mengangkat wajah Erina. Wajah yang dulunya cantik kini terlihat menyedihkan.
Riasan yang menghiasi pipi, bedak yang dia gunakan luntur digantikan dengan memar biru yang menyakitkan. Rambut yang terawat pada awalnya jadi keriting berantakan. Wajah yang dulunya amat cantik kini terlihat seperti gadis buruk rupa.
“Aku senang jika dia betul datang kemari karena akan mempermudah tugasku mengambil alih Redwest. Namun, wanita itu tampaknya tidak cukup bodoh atau bernyali melakukannya.”
Melepaskan wajah Erina dari tangannya. Melepaskan pandangan dari Erina yang tampak menyedihkan. Virgo kembali melihat orang yang membuat kekacauan di luar.
“Apa yang harus kita lakukan, Leader? Jika dibiarkan mengamuk maka pria itu akan mengurangi kekuatan pasukan kita.”
“Ya. Tentu saja tidak bisa dibiarkan. Tentu saja, tidak bisa diabaikan. Dan, tentu saja, aku takkan mengabaikannya. Si bodoh itu mencari perhatian dariku. Aku akan berbaik hati memberikannya namun masalahnya adalah siapa yang menyusup ke gedung ini.”
Virgo bukan orang bodoh yang akan percaya bahwa keributan yang terjadi saat ini bukan tanpa maksud.
Bahkan jika ia ada di posisi harus menyusup. Dengan keamanan seperti itu maka memberikan umpan untuk mengurangi lawan adalah langkah bijak.
“Apakah Retsuji Arthur bergerak dan melakukan ini? Dia orang yang tak bisa kita hadapi saat ini. Tak peduli rencana apa yang kita pakai untuknya, Degree-nya sangat tidak masuk akal. Hampir seperti dewi keberuntungan selalu bersamanya.”
Diantara Delapan Rookie Berbahaya yang dia tentukan, Retsuji Arthur adalah orang yang dia berikan pengawasan teratas.
Meski dia memahami bagaimana berbahayanya Degree pria itu namun Virgo tidak benar-benar tahu tentangnya.
Dia hanya mendapatkan data tentang perkembangannya dari awal dan bagaimana dia menyelesaikan semua tugas-tugasnya.
Jawabannya sangat mudah. Ya, tugas bonus. Virgo pernah mendapat tugas bonus yang mengizinkannya meminta satu hal apapun selama masih bisa diterima.
Dan, sebagai imbalan atas tugas bonusnya dia meminta data statistik mengenai para generasi kedua dari tugas pertama hingga mencapai Open World.
Meski hanya data statistik belaka dia mampu mengetahui seberapa berbahaya seseorang dan ada delapan yang paling menonjol. Retsuji Arthur adalah orang teratas yang paling menonjol lebih dari siapapun.
“Jika pria itu bergerak maka kita terpaksa beralih ke rencana B. Itu memang merepotkan karena kita pastinya akan berperang namun apa boleh buat.”
Sesuatu yang terjadi tidak perlu disesali. Virgo siap meninggalkan rencananya jika ada faktor besar yang mampu memberikannya sebuah kegagalan.
“Namun, Leader, bagaimana jika bukan Retsuji Arthur yang melakukan penyusupan? Haruskah aku turun dan menghadangnya?”
Itu masuk akal untuk mengirim orang berbakat dan berkemampuan hebat menghadapi si penyusup.
Mau bagaimanapun tujuan akhir adalah puncak gedung tempat mereka berada. Tak peduli seberapa ahli mereka melakukan penyusupan pada akhirnya takkan ada hasil yang berubah.
“Itu menarik. Jika bukan Retsuji Arthur maka biarkan saja. Biarkan saja mereka mencapai tempat ini. Aku ingin tahu apa mereka cukup berkemampuan untuk sampai ke sini.”
Ada empat lantai di gedung ini. Setiap lantai memiliki penjaga yang akan bertambah kuat seiring tingginya seseorang naik. Selain itu ada beberapa perangkap yang sudah dia siapkan.
“Leader, aku mendapat kabar dari lantai dua bahwa ada dua orang yang menyusup.”
Untuk pertama kalinya Virgo tampak terkejut dan tersedak napasnya. Kejutan itu mampu disadari oleh siapapun bahkan tanpa harus melihat wajahnya sama sekali.
“Dua orang? Apa mereka benar-benar meremehkan kita atau memang gila? Jangan-jangan salah satunya adalah Retsuji Arthur?”
Virgo merasa bahwa hal itu akan sangat mungkin terjadi andaikan Retsuji Arthur yang mengepalai penyerangan dengan jumlah orang sedikit ini.
Virgo ingin memberikan arahan untuk mundur namun kabar selanjutnya membuat dia mengurungkan niatnya.
“Tampaknya tidak. Aku tak bisa menjaminnya namun sebelum aku membunuh Endruid, pria itu terlihat terkapar karena terjebak ledakan di dalam sebuah gedung. Jika dia menyusup ke sini maka ini momen bagus untuk membunuh rintangan yang akan jadi tembok besar di masa depan.”
Virgo sedikit diam dan berpikir. Ia masih tak benar-benar mengetahui seberapa jauh keajaiban yang bisa dibuat oleh Retsuji Arthur.
“Tidak. Kenyataan bahwa dia selamat dari ledakan bom di dalam gedung yang seharusnya ikut terbakar. Itu sangat lebih dari cukup untuk menunjukkan betapa tidak masuk akalnya dia. Jika ini sebuah cerita fiksi, maka orang itu memiliki plot armor yang sangat tebal. Jauh lebih baik kita tidak mencobanya sekarang.”
Virgo yakin bahwa tidak ada apapun yang sempurna di dunia yang tidak sempurna ini.
Setidak masuk akal apapun Degree Retsuji Arthur, pasti ada satu celah kecil darinya.
“Jika bukan orang gila itu, lalu siapa yang menyusup? Tidak mungkin si wakil ketua atau orang tollol dari Blueeast, kan?”
“Ya. Salah satunya adalah wanita. Dia salah satu dari Delapan Rookie yang kita waspadai. Wanita Jepang, Sakura Terumi. Sementara pria yang bersamanya adalah anomali yang sama sekali tidak kita pahami.”