The Degree

The Degree
Sebuah Awal



Shelter berhenti bergerak, meski awalnya mengejutkan karena tempat ini mampu untuk terbang namun semuanya sudah terbiasa. Bukan Secret namanya kalau tak memiliki hal-hal mengejutkan seperti ini.


Bahkan Ray sudah menduga bahwa organisasi ini memiliki lebih banyak hal dari yang ia harapkan. Sekali lagi pertanyaan yang sama, siapa sebenarnya Secret.


Tak hanya meneliti sesuatu di luar akal sehat seperti Degree, tetapi mereka bahkan menyiapkan hal hebat seperti fasilitas bawah tanah dan sistem Market, juga jam tangan yang tak bisa terlepaskan ini.


‘Jam ini uniknya memiliki daya yang tak terbatas. Fakta bahwa aku tidak pernah melihatmu kehabisan daya atau mendapat instruksi mengisi daya memperkuat asumsi ini.’


Setelah beberapa menit akhirnya pintu kembali terbuka. Orang-orang mulai keluar tanpa tergesa-gesa karena setidaknya semua sudah menyadari bahwa ini bukanlah akhir, melainkan sebuah awalan baru yang akan mendorong mereka lebih kuat menuju jurang neraka.


Apa yang mereka temukan di luar adalah aula yang cukup besar, meski tiga Shelter lainnya tak berada di tempat mereka saat ini, setidaknya Ray masih bersama orang-orang yang ia kenal.


Seperti awal pertama kali mereka tiba di uji coba, Secret datang dengan pesawat drone besar yang ia kendalikan secara pribadi. Semua orang tak lagi terkejut, tatapannya secara kompak sama.


Mereka tak lagi memiliki tatapan semangat dan tanpa ambisi. Hanya tatapan datar yang kosong, hampir seperti mati saja tidak menjadi masalah.


Tentunya ada beberapa yang tampak masih baik-baik saja dan tak kehilangan semangat, Ray dan yang lainnya adalah bagian dari beberapa orang tersebut.


“Pemandangan yang menyedihkan. Kalian yang tampak jauh lebih hidup sebelumnya memiliki perubahan 160 derajat.”


Secret berkata dengan datar, meski tidak berniat menghina namun beberapa tampak kesal oleh kata-katanya. Bagaimana tidak? Perubahan itu disebabkan oleh Secret, sosok yang merancang semua ini.


“Kami ucapkan selamat bagi kalian yang telah menyelesaikan separuh tugas tersedia. Kami turut berduka atas kehilangan dan rasa sedih dari kalian yang mungkin menjalin hubungan dengan mereka yang gugur.”


“Tempat ini menuntut untuk kalian berjuang dengan Degree. Pengkhianatan, pembunuhan, dan tragedi, lingkungan seperti itulah yang kami buat.”


“Ini bukan kisah pertemanan, percintaan ataupun persahabatan. Kami tak butuh data seperti itu.”


“Yang kami butuhkan adalah data tentang Degree, dan bagaimana kalian memanfaatkannya dengan baik.”


“Kami ingin melihat seberapa besar dampak Degree pada kehidupan manusia yang berevolusi.”


Secret terus berbicara tanpa henti. Untuk beberapa alasan Ray merasa Secret tidaklah satu orang, tetapi terdiri dari beberapa. Fakta bahwa ia selalu menggunakan kata ‘Kami’ menjadi poin penting dalam hal ini.


“Apa orang ini datang hanya untuk menyampaikan basa-basi tak berguna?” tanya Leo yang terlihat jengkel.


“Aku yakin tidak. Orang ini pasti ingin menyampaikan sesuatu, sebaiknya kita mendengarnya baik-baik,” ujar Arthur.


Ray sepakat dengannya untuk hal ini, bahkan ia mau bersusah payah mengingat setiap kalimat Secret meskipun hanya basa-basi.


“Ya. Kita tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, bukan kerugian jika kita mengingat baik-baik perkataannya.”


Secret menepuk tangannya beberapa kali sebelum kembali bicara.


“Setelah lebih dari dua tahun kalian tertahan di Open World, akhirnya kalian berhasil keluar dari sana. Sekali lagi kami ucapkan selamat. Ini pencapaian besar yang kalian dapatkan.”


“Kami sudah lama menantikan di mana orang-orang berbakat dengan Degree-nya ataupun memiliki pemikiran jenius untuk muncul. Data mereka sudah kami tempatkan di tempat teratas.”


“Mohon dicatat bahwa setiap tindakan kecil kalian selalu kami awasi. Tentunya kerahasiaan akan terjaga.”


“Dasar stalker menjijikkan!” Umpatan seseorang terdengar namun Secret tak cukup tertarik untuk membalasnya.


“Kami akan memberikan kompensasi untuk kalian semua karena telah menyelesaikan tugas kelima.” Secret kembali menepuk tangannya satu kali dengan sedikit lebih kuat.


Layar cahaya besar berwarna keemasan muncul di udara, ukurannya cukup besar sehingga semua orang mampu membacanya dengan jelas.


Kemudian tulisan demi tulisan muncul, bagian mengejutkannya adalah hal itu bukan sesuatu yang bisa diabaikan. Bahkan Ray tidak bisa untuk tidak terkejut oleh hal itu.


“Tugas bonus untuk membangun serikat terbesar tak selesai. Sebagai kompensasi kami memutuskan untuk mengungkapkan sedikit dari hadiahnya pada tahap ini.”


“Tahap ketiga dari ujian ini. Kami memutuskan memberikan beberapa informasi terkait tugas selanjutnya.”


Ray membacanya dengan saksama, seperti yang diharapkan dari Secret. Meskipun ia menyampaikannya informasi terkait tugas selanjutnya, informasi tersebut amat samar sampai sulit mencerna maknanya. Berikut adalah isi dari pesannya:


Tahap ini yang harus kamu perjuangkan. Jawabannya ada di puing-puing peninggalannya. Pengorbanan dari hal paling berharga bagimu dibutuhkan. Kegagalan akan menelan banyak dari kalian namun yang pasti akan ada beberapa keberhasilan.


Pesannya sangat absurd, Ray paham beberapa hal, tetapi ia masih tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Gambaran tentang masa depan masih tak bisa dipastikan.


“Itu informasi yang aneh. Bahkan hampir seperti kata-kata yang sengaja membuat bingung.”


“Ya. Tak perlu bersusah payah mencoba mencari arti dibalik kata-katanya.”


Beberapa spekulasi muncul diantara orang-orang, tetapi tidak satupun Ray tertarik mendengarnya. Mereka rupanya masih belum memahami seperti apa Secret, orang yang tak berbohong, tetapi menyampaikan banyak hal-hal samar.


“Tak peduli bagaimana kalian menafsirkannya. Kami yakin mereka yang mengerti kelak akan memahami pesan itu saat waktunya tiba.”


Ray berpikir bahwa Secret hanya datang untuk hal semacam itu, tetapi tampaknya ia memiliki lebih dari sekedar kalimat absurd untuk dikatakan.


“Kami akan memberikan kompensasi tambahan berupa waktu istirahat kurang lebih dua bulan. Kami tahu kalian membutuhkan pemulihan.”


“Pemulihan fisik hanya butuh satu bulan bahkan jika itu kondisi terburuk di mana seluruh tulang patah. Sayangnya, Degree tak cukup mampu memulihkan mental kalian.”


“Karena itu satu bulan setelah pemulihan bebas kalian gunakan untuk apapun. Tugas utama takkan muncul pada tahap ini.”


Secret perlahan menepuk tangannya, pesawat drone yang ia naiki perlahan mulai bergerak untuk pergi. Tidak ada orang yang berusaha menyampaikan apapun mengingat orang itu memiliki hal-hal misteri yang menakutkan.


Dalam kepergiannya Secret juga menyampaikan beberapa kalimatnya. Kalimat yang seakan-akan meminta untuk diperhatikan.


“Manfaatkan waktu kalian dengan baik. Kami tidak memiliki kebaikan hati untuk memberikan hal tidak perlu. Hanya data yang kami butuhkan.”


“Semua kesulitan yang telah kalian lalui sampai saat ini sama sekali tak memiliki arti dengan hal yang menunggu kalian.”


“Kesulitan terbesarnya belumlah dimulai. Persiapkan diri kalian. Kami akan menunggu di akhir stage penelitian ini.”


‘Seakan-akan semua ini hanyalah sebuah awal untuk sebuah akhir yang besar.’