
Setelah membahas persyaratan bergabung dengan Erina, Ray pergi sendirian untuk menyelesaikan tugas pertama sebagai anggota baru dari serikat Redwest.
Ray tidak menduga bahwa Secret menyediakan sesuatu seperti itu hanya untuk tugas ke lima. Secret tampaknya menaruh harapan besar di tugas ke lima.
“Kesampingkan tugas pertama, mengapa aku menerima tugas bonus juga?”
Ray tak yakin bahwa semua orang akan menerima tugas bonus sepertinya. Yang Ray ketahui hanya Erina, Ordo dan orang-orang dari generasi pertama yang mendapatkannya.
—Tugas bonus. Bentuklah sebuah serikat terbesar di Open World.—
“Aku kira takkan mendapatkan hal yang sama.”
Meski begitu bagian bagus dari tugas tersebut adalah hadiah utamanya.
Ray kini sangat memahami mengapa Erina dan Ordo bersaing untuk mendapatkannya. Bahkan sejak mengetahui isi tugasnya Ray sangat menentang dirinya untuk tidak ikut serta.
Hadiah utama dari tugas bonusnya akan sangat membantunya di masa depan, mungkin selama mereka melalui ujian dari Secret.
“Orang awam mungkin akan menganggapnya tidak berguna namun mereka yang mampu menggunakan otak dan menyusun strategi akan menganggap ini sebagai harta karun.”
Ray menatap langit dalam diam dan mulai bergumam, “Berkatnya aku merombak seluruh rencanaku.”
Setelah dua minggu memikirkan rencana hingga pada titik mendekati sempurna, kini semua rencana itu dihancurkan oleh Ray sendiri. Dia akan mengubah seluruhnya dan memasukkan potensi lain yang memungkinkannya.
Selain itu Ray juga menantikan saat dia mendapatkan pemberitahuan tentang teka-teki untuk memecahkan tugas ke lima.
“Sepertinya kamu sudah sangat siap, ya?”
Erina datang dengan Mein. Ray tak menduga bahwa dia akan mengantar kepergiannya meski seharusnya tak perlu repot-repot melakukannya.
“Jika aku tak siap, sejak awal aku takkan mau memasuki ruang bawah tanah.”
Tugas pertama Ray untuk bergabung serikat Redwest adalah memasuki ruang bawah tanah untuk mendaftarkan namanya melalui alat khusus yang sudah disediakan oleh Secret.
Ray berpikir bahwa untuk bergabung secara resmi dia hanya perlu berbicara dengan Erina. Kini dia mengerti mengapa Erina selalu menyarankannya pulih sepenuhnya sebelum bergabung.
“Kamu memang pria seperti itu, ya. Aku sangat senang karena kamu tampaknya mau menyetujui persyaratanku.”
Persyaratan bahwa DP yang Ray dapatkan dari tugas akan dipotong 20% saja. Itu sangat menguntungkan mengingat Ray juga tak perlu membayar tempat tinggalnya.
Potongan 20% tersebut berguna untuk serikat menyediakan persenjataan dan perbekalan.Ray takkan mengeluh soal itu karena dia sedikit banyaknya mengerti bagaimana mengelola kelompok besar.
“Aku tak percaya bahwa kamu meminta hal itu. Memang tidak masuk akal namun bukan berarti akan merugikanku. Justru sebaliknya.”
Apa yang diminta Erina akan merugikannya lebih dari yang bisa dilihat sementara Ray bisa dibilang diuntungkan. Paling-paling Ray hanya akan kehilangan statusnya yang kelak memang akan hilang.
Erina merona dan menutup sebagian wajahnya, “Aku bisa memaksamu dengan Degree-ku. Namun aku tak mau melakukannya dengan paksaan. Wanita sangat mempedulikan ketulusan hati dalam melakukannya.”
Ray tak tahu apa yang dia maksud namun paling tidak hanya sesuatu yang tidak bernilai. Sejak awal dia tak pernah bisa mengerti betapa rumitnya makhluk bernama wanita.
“Apapun itu, aku akan pergi sekarang.” Ray tak mau membuang waktunya lebih lama lagi.
Sebelum hari gelap dia akan menyelesaikannya secepat yang dia bisa.
Mengingat orang dari tempat yang sama, Ray hampir lupa bahwa ada dua orang lain yang seharusnya selamat.
“Selain aku dan Ronald, harusnya ada dua orang lainnya. Apa kamu mengajaknya bergabung?”
Ray tak begitu peduli namun dia sedikit tertarik dengan nasib keduanya. Apakah merek akan terjebak oleh Erina atau tidak, sangat menarik untuk mengetahuinya.
“Untuk wanita itu aku tak tahu ke mana dia pergi. Meski seharusnya dia datang di tempat yang sama denganmu, waktu kedatangannya berbeda-beda. Sama seperti kamu yang datang setelah Ronald. Tampaknya wanita itu datang tanpa aku sadari.”
Sejak awal Erina tak mungkin menempatkan seseorang 24 jam hanya untuk menunggu orang yang kemampuannya belum tentu berharga. Sekalipun dia ingin membuat serikat besar, kualitas tetaplah yang terbaik.
“Bagaimana dengan yang satunya?” Saat Ray menyinggungnya, Erina terlihat kehilangan senyumannya.
Ray tak tahu apa yang terjadi namun sepertinya sesuatu yang tidak mengenakan telah menimpanya.
Jika harus menebak, sesuatu tersebut terjadi saat keduanya saling berbicara selagi Ray memperebutkan kursi. Dia tentu tidak bisa memperhatikannya karena harus fokus terhadap rintangan kala itu.
“Pria itu— Retsuji Arthur adalah orang yang sangat berbakat dan berbahaya. Dia adalah orang yang paling cepat tiba di sini bahkan sebelum aku dan Mein, orang yang telah memiliki Name Card tiba.”
Seharusnya Erina dan Mein akan tiba lebih cepat ketimbang para partisipan pemula yang belum membuat Name Card sebagai persyaratan untuk tiba di Open World.
Tidak ada yang spesial dari hal itu. Lagi pula Erina tak sedang berlomba untuk siapa yang datang lebih cepat. Namun ada makna lain yang tersimpan dari tindakannya.
“Itu artinya dia menyelesaikan tugas keempat tanpa khawatir dan istirahat?”
Erina mengangguk setuju terhadap kesimpulan Ray.
“Ya. Aku sempat bertemu dengannya saat tiba di sini. Awalnya aku ingin mengajaknya ke kediamanku karena dia bisa kugunakan namun dia menolaknya dengan sangat sampai terjadi pertikaian diantara kami.”
Ray tak tahu rinciannya namun Erina menyatakan bahwa itu sangat buruk. Ada sekitar delapan orang kuat dari Redwest menderita luka parah saat menghadangnya.
“Bahkan aku tak mampu menghadapinya meski telah memainkan peran yang sangat kuat. Orang itu jelas sangat kuat, bahkan dia mampu mengalahkanku tanpa melukai atau menyerangku sedikitpun.”
“Tanpa melukai atau menyerang? Apa dia menggunakan semacam senjata ilmiah atau Degree yang bisa melakukan hal-hal itu?”
Jika benar adanya maka orang itu patut diberikan kewaspadaan.
“Tidak. Dia hanya menghindari seranganku, menahan, dan terkadang memelukku setiap kali aku hendak jatuh. Dengan hal-hal semacam itu dia mampu membuatku lelah. Selain itu ada perasaan kuat di mana aku tidak ingin melukainya.”
“Ya. Dia seakan-akan memiliki wibawa yang kuat sehingga mustahil orang akan menentangnya. Aku tahu ini kekanak-kanakan namun dia terasa seperti pahlawan.”
Cara yang unik menyamakannya dengan pahlawan namun Ray tahu apa yang coba dicapai Erina.
Dibanyak cerita fiksi, pahlawan digambarkan sebagai orang yang memiliki wibawa kuat dan memancarkan kebaikan sehingga orang-orang akan tunduk terhadapnya.
Tampaknya pria bernama Retsuji Arthur memiliki wibawa, atau mungkin kharisma serupa yang seperti itu.
“Lalu di mana dia sekarang? Apa mungkin dia bergabung dengan serikat timur?”
Erina menggelengkan kepalanya, “Aku rasa tidak. Nyatanya dia sendiri yang mengatakan bahwa dirinya tidak suka berada di bawah perintah orang lain. Aku sedikit bisa mempercayai kata-katanya terlepas dari apa Degree-nya.”