
“The Degree,” gumam Ray, dia cukup terkesima oleh penamaan yang dibuatnya.
Entah apakah dia asal membuatnya atau telah melakukan perhitungan tertentu tentang memberikan penamaannya.
The Degree, seperti maknanya yakni sebuah gelar. Secret sudah berkali-kali menjelaskan bahwa Degree itu sendiri adalah gelar yang diharapkan, diinginkan dan menggambarkan dari si pengguna.
Contoh mudahnya adalah Terumi, pencinta budaya sampai menerima Degree sebagai fanatik budaya. Hal itu mungkin akan diremehkan jika kemampuannya tidak terekspos dengan jelas.
Setelah Terumi memahami betul Degree yang ia miliki, nyatanya Fanatik Budaya adalah Degree yang sangat kuat. Mampu menguasai apapun yang telah dia pelajari selama hal tersebut berada dalam lingkup budaya.
Tak diketahui seberapa jauh Terumi bisa memanfaatkan kekuatannya itu namun bisa diyakini bahwa Degree-nya tersebut amat kuat. Untungnya Terumi mampu memanfaatkannya dengan baik.
“Tugas terakhir yang kami berikan akan menentukan masa depan kalian dan Degree. Bisa dikatakan bahwa yang menentukan masa depan kalian adalah orang yang menyelesaikan tugas nantinya.”
Ray coba memahami kalimat tersebut, Secret selalu menyampaikan sesuatu dengan samar dan sulit dipahami. Namun diyakini bahwa setiap kalimatnya memiliki makna yang mengarah ke hal tertentu.
‘Masa depan ditentukan oleh kami sendiri, kah?’
Masa depan akan bergantung kepada orang yabg menyelesaikan tugas akhir lebih dulu. Ray untuk beberapa alasan mengetahui ke mana Secret akan membawa semua ini.
Selain itu Ray tahu tentang apa yang diinginkan oleh Secret.
“Apa maksudmu? Tak bisakah katakan secara langsung tanpa ada yang disembunyikan?”
Orang-orang tentunya akan mengalami keresahan dari pesan tersirat yang tak dipahami. Meski begitu Secret tampak tidak peduli dengan hal itu, dia dengan ringan menyampaikan.
“Orang pintar akan berpikir. Kami tak memiliki kewajiban memberikan makanan pada seekor ayam, biarkan ayam mencari makannya sendiri.”
Tampaknya Secret tidak akan peduli dengan orang-orang yang bahkan tidak mau menggunakan kepalanya. Mereka adalah tipikal orang yang akan mati dengan cepat.
“Hah? Kamu mengejekku, sialan?!” Seseorang menjadi marah dan mengeluarkan pistolnya. “Aku sudah lama muak denganmu, aku akan mengakhiri ini semua dengan kematianmu!”
Orang itu menodongkan pistolnya dan berusaha menembak Secret. Meski begitu, Secret hanya diam dan mulai mengetik sesuatu di udara.
“Kami tak butuh orang yang tak patuh.”
Sesaat kemudian orang yang berniat menembak menjadi diam dan mematung. Banyak yang memperhatikan dengan diam, hal tersebut tentunya menarik untuk diperhatikan.
Bahkan Ray tak membiarkan orang itu lolos dari pengelihatannya. Sudah lama Ray penasaran bagaimana Secret dengan percaya dirinya membuat Degree dan mengajukan uji coba, meski ada kemungkinan para pengguna Degree akan berbalik melawannya.
Secret bukan sosok bodoh yang tak membuat penanganan tentang ini. Ray tentunya tertarik untuk melihat bagaimana penanganan yang akan dia lakukan.
“Oi! Ada apa denganmu?” Seseorang yang mungkin adalah temannya menghampiri dengan takut.
Dia menatap wajah temannya yang membeku, matanya memerah dan mulai mengeluarkan darah dari setiap lubang di tubuhnya.
“T-tolong—” ujarnya sebelum meledak seperti balon.
Pria di sampingnya bersimbah darah, dia mulai jatuh dengan pantatnya karena terkejut sebelum akhirnya muntah. Bagaimana tidak? Ini pemandangan mustahil di mana melihat seorang manusia meledak seperti balon, menyisakan tulang dan organ tubuhnya.
“A-apa yang terjadi? Bagaimana dia bisa meledak?”
“Entahlah ... mungkinkah orang itu melakukan sesuatu?”
Spekulasi mulai muncul, dari banyaknya hak tersebut satu hal yang memiliki kesamaan. Semua orang akan mencurigai Secret sebagai pelaku utama dari kasus ini.
‘Kemungkinan dia memberikan perintah terhadap sesuatu untuk mengatasi orang itu.’
Saat spekulasi mulai memuncak, Secret akhirnya memberikan penjelasan. Seakan-akan dia memang sudah ingin mengungkapkannya sejak awal.
“Kami tidaklah bodoh untuk memberikan kalian kekuatan yang bisa membahayakan kami. Tentunya, jika ada diantara kalian menentang maka kami akan menghancurkannya.”
“Bagaimana caramu melakukannya?” Dikejauhan, Arthur bertanya. Dia tampaknya tak khawatir keberadaannya diketahui yang lainnya.
Setelah melihat manusia meledak seperti itu, siapa yang berani berbuat nekat tepat di depan Secret?”
“Saat pertama kali kalian datang dan menerima Degree. Kami sudah memasukkan robot seukuran mikro yang tak hanya membantu kalian memahami bahasa, tetapi juga menyiapkan pengamanan dengan premis bahwa akan ada idiot memberontak.”
Selain menyuntikkan Serum D, Secret juga menanamkan sesuatu seperti chip berukuran kecil agar semua orang memahami bahasa satu sama lain. Namun tampaknya chip tersebut juga memiliki fungsi lain.
Tentunya Secret tidak akan membeberkannya pada tahap ini. Bahkan Serum D sendiri masih diragukan apakah hanya memberikan Degree kepada seseorang atau memiliki fungsi lainnya.
“Kami takkan menggunakannya untuk membunuh kalian selama tak memberontak. Hanya pemberontak yang dijatuhi eksekusi mati.”
“Sekarang kami akan memulai penjelasan terhadap The Degree, tugas akhir yang telah kami siapkan.”
Layar hologram muncul di belakang Secret, ukurannya cukup besar untuk bisa dilihat semua orang.
Di sana menampilkan nomor dari satu sampai lima puluh.
“Kami akan menentukan lima puluh orang untuk memimpin satu kelompok masing-masing. Setiap kelompoknya akan diisi oleh maksimal dua ratus anggota termasuk pemimpin. Tak ada jumlah minimum untuk satu kelompok.”
Termasuk generasi pertama, ada sekitar lebih dari tujuh ribu orang. Ray cukup terkejut bahwa peristiwa sebelumnya dan Open World telah memakan korban hingga tiga belas ribu jiwa.
Secret kembali menjelaskan bahwa bergerak tanpa kelompok dimungkinkan dengan waktu tertentu. Memang kebebasan seseorang untuk memilih kelompoknya namun tak ada izin untuk bergerak tanpa kelompok. Pada saat waktu tenggang untuk memilih kelompok habis, maka otomatis orang tersebut akan digugurkan dari tugas terakhir.
Makna digugurkan tentunya sungguh luas namun semua orang langsung mengarahkannya ke kematian. Mau bagaimana lagi? Di tempat ini, gagal sama artinya dengan kematian.
“Tak ada orang yang cukup bodoh untuk melakukannya,” ujar Leo.
Ray masih belum bisa mencium ke seperti apa tugas terakhir ini. Namun tampaknya ini akan jadi mudah diselesaikan namun sulit dalam arti tertentu.
“Kepemimpinan kelompok tak bisa dipindah tangankan dengan cara apapun kecuali kalian mau membayar dengan jumlah DP yang kami tentukan. Pemindahan ketua kelompok hanya bisa dilaksanakan dua kali setiap kelompoknya. Orang yang telah menjadi ketua dari suatu kelompok takkan bisa memegang kelompok lain.”
Satu orang hanya bisa memimpin satu kelompok. Secret mulai menunjukkan harga tak wajar untuk pemindahan ketua kelompok.
“Pemindahan pertama seharga lima puluh ribu DP. Dan, pemindahan kedua ...”
“Lima ratus ribu?! Itu jumlah yang tak masuk akal!”
Tidak akan ada orang yang memiliki DP menyentuh angka itu. Secret mungkin mengatakan pemindahan ketua dapat dilakukan dua kali namun pada kenyataannya pemindahan kedua jelas mustahil.
Namun dari hal ini Ray memahami beberapa hal tentang ujian akhir.
‘DP jelas akan berperan penting di tugas akhir. Mungkin saja, ini menjadi dampak dari Secret mempercepat datangnya ujian akhir.’
Ray tidak memiliki jaminan namun ia yakin dengan asumsinya tersebut. D Point tidak diciptakan dengan sia-sia, selain itu Market mungkin akan benar-benar dimanfaatkan dengan baik.
Tidak mungkin tentunya Secret menciptakan sesuatu hanya untuk kenyamanan para kelinci percobaannya.