
“Fu fu, kamu pria yang sangat tajam, sayangku. Tidak kusangka bahwa indramu sangat peka sehingga mampu merasakan kehadiran mereka.”
Erina tersenyum lembut seperti biasa seakan-akan dia sudah menantikan Ray untuk menyadari kehadiran orang-orang tersebut.
Ray hendak bersiap untuk pertempuran yang akan datang namun tampaknya dia tak perlu melakukannya karena Erina segera menepuk tangan.
Tepukan tangannya menjadi pertanda bahwa tak perlu lagi bagi orang-orang itu mengamati Ray.
“Apa maksudmu tentang itu?” Ray terlihat dingin dan tak menurunkan kewaspadaannya, justru meningkatkannya.
“Aku hanya melakukan ujian kecil untukmu. Kamu benar-benar telah melampaui semua ekspektasi yang aku miliki terhadapmu. Maaf karena telah mengganggu kedamaianmu.”
Ray diam tak membalasnya dan kembali menyantap makanannya dengan tenang.
Sampai ketika keduanya selesai menghabiskan makanannya, Mein datang untuk membereskannya dan menuangkan kembali gelas yang kosong kepada keduanya.
“Mengenai pertanyaanmu sebelumnya tentang suasana damai dari orang-orang aku akan menjawabnya.” Erina menyesap winenya sebelum melanjutkannya.
“Itu dikarenakan situasi saat ini masih abu-abu. Sudah dua tahun kami terperangkap di sini karena tak mampu menemukan cara untuk menyelesaikan tugas ke lima.”
Dua tahun bukan waktu yang singkat. Itu waktu yang cukup panjang untuk dilalui. Ray tak menyangka bahwa sudah selama itu tugas ke lima tak diselesaikan.
“Itu artinya tidak ada satu orangpun yang telah mencapai tugas ke enam?”
“Ya. Kamu pasti tidak mendapatkan pemberitahuan apapun tentang tugas ke lima, kan? Masalahnya adalah di situ. Kami tak tahu harus melakukan apa di tugas ke lima.”
Erina mengungkapkan bahwa dia telah berasumsi bahwa ketika generasi kedua mencapai Open World maka tugas ke lima akan terungkap.
Namun mengingat tidak terjadi apapun hingga saat ini sudah cukup untuk mematahkan asumsi miliknya.
Ray tidak berharap banyak terhadap apapun namun dia sedikit percaya bahwa setidaknya ada satu atau dua jejak yang ditinggalkan oleh Secret.
“Ada. Namun petunjuknya sangatlah abu-abu dan hampir mustahil untuk memperkecil jawaban yang tepat. Petunjuk yang diberikan hanyalah kalimat samar yang bahkan sulit bagiku menemukan maknanya.”
“Sepertinya organisasi ini sangat menyukai teka-teki. Jadi, apa jejak yang ditinggalkannya dan dari mana kamu mendapatkannya?”
Erina terdiam dan hanya tersenyum sampai beberapa waktu. Ray tak tahu arti di balik senyumannya ataupun apa yang ada di kepalanya. Dia hanya yakin bahwa itu bukan sesuatu yang baik.
“Sayangnya aku tak bisa memberitahumu. Jauh lebih baik untukmu membacanya dengan mata kepalamu sendiri.”
Itu bijak karena mau bagaimanapun Ray tak mempercayai seratus persen apa yang dikatakan oleh Erina.
“Jika kamu ingin menemukannya maka yang kamu harus lakukan adalah bergabung dengan serikatku.”
Ray cukup terkejut, “Serikat? Untuk apa?”
Dia tidak berpikir bahwa akan ada kelompok besar seperti serikat mengingat Secret mungkin hanya akan memilih satu atau setidaknya beberapa orang untuk mendapatkan apapun yang diinginkan.
“Ya. Open World saat ini terpecah menjadi dua yaitu Barat dan Timur karena kehadiran dua serikat besar yang memiliki visi berbeda.”
Ray menatap senyuman Erina yang penuh misteri, sedikit banyaknya Ray memahami situasinya saat ini.
“Biar aku tebak ... kamu adalah salah satu pemimpin serikat besar tersebut?”
Erina tersenyum bahagia atas tebakan Ray. Senyuman tersebut sudah cukup sebagai jawaban bahwa tebakan Ray adalah kebenaran.