The Degree

The Degree
Tidak Masuk Akal



“Tidak biasanya kamu sendirian, di mana Leo?” Ray tidak menemukan Leo di manapun dan tentunya dia akan mencoba mencari tahunya.


Terumi tersenyum masam saat Ray menanyakannya, “Dia tampaknya masuk angin sehingga harus beristirahat. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan sampai seperti itu.”


“Sepertinya Serum D tidak meningkatkan imunitas tubuh manusia, ya.” Arthur mengangguk-angguk seakan menemukan hal yang baru.


Ray sendiri memikirkan hal yang sama. Dikarenakan keajaiban luar biasa yang diciptakan Serum D seperti Degree, imunitas tubuh tampaknya tetap menjadi hal yang lain.


“Ya. Lalu apa yang kalian lakukan di sini?” Terumi memiringkan kepalanya dan meletakkan jari telunjuk di bibir.


“Kami sedang mendiskusikan mana jalan yang menuju untuk pendaftaran serikat.” Ray mengungkapkannya tanpa keraguan.


Terumi menepukkan tinjunya ke telapak tangan, “Ah, begitu. Kalian pasti baru menerima misi dari ketua serikat. Jika hanya pergi ke sana, tidak ada masalah kalau aku mengantarnya, kok.”


Terumi telah berada di Open World lebih lama ketimbang Ray, sudah sewajarnya dia mengetahui hal itu. Ray merasa senang atas keberuntungan tidak terduga untuk bertemu dengannya.


“Jika kamu tidak keberatan maka tak masalah. Kamu sangat membantuku.” Ray tersenyum tipis dan berterima kasih.


Terumi sedikit tersipu, kemudian dia memalingkan wajahnya dan melihat Arthur.


“Um, apa kamu tak masalah jika aku yang mengantarnya? Retsuji-san?”


Arthur mengangguk tanpa masalah, “Kamu tidak perlu menggunakan honorfik kepadaku. Lagi pula aku tidak terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Meskipun aku memiliki darah Jepang bukan berarti aku pernah tinggal di sana.”


“Begitu. Lalu tak masalah jika aku memanggilmu Arthur, kan? Aku awalnya sedikit bingung untuk memanggilmu bagaimana.” Terumi menggaruk kepalanya dan tersenyum.


Ray dan Arthur berjalan di beriringan dengan Terumi di tengahnya. Meskipun baru mengenal satu sama lain baik Ray dan Terumi sudah cukup akrab dengan Arthur.


“Omong-omong, jika kamu berada di sini sebelumnya maka kamu baru saja menyelesaikan tugas?” Arthur bertanya, dia terlihat tertarik dengan keberadaan Terumi.


Dengan santai Terumi mengakuinya seakan-akan itu sesuatu yang wajar.


“Meski cukup sulit mengatasi tugas itu sendirian namun aku masih bisa mengatasinya. Untungnya itu tidak terlalu berbahaya untuk dihadapi sendirian.”


“Memangnya kamu tidak mendapatkan bantuan dari anggota serikatmu yang lain? Aku ingat setidaknya harus ada minimal dua orang untuk menyelesaikan sebuah tugas.”


Selain tugas awal seperti yang Ray jalani, tugas lainnya setidaknya membutuhkan dua orang atau lebih. Entah tugas seperti apa yang dilalui Terumi bisa dipastikan itu bukan sesuatu yang benar-benar mudah.


“Sejujurnya aku khawatir mereka akan menghambatku. Sejauh ini hanya Leo yang bisa mengimbangiku, jadi aku meminta perlakuan khusus untuk melakukannya sendiri dan ketua serikat Blueeast menyetujuinya.” Terumi menggaruk pelipisnya dan tertawa kering.


Itu bukan kesombongan karena Ray cukup mengenal Terumi. Dia bukan tipe gadis yang akan membanggakan sesuatu seperti itu.


Degree-nya Fanatik Budaya, jika dia memiliki kepercayaan diri semacam itu maka pastinya Degree tersebut sangatlah kuat. Aku harus mewaspadainya dan jangan sampai menjadikannya musuh.


Bukan pilihan baik menjadikan musuh orang yang sudah pastinya berbahaya. Ray akan memilih menyingkirkan atau menariknya ke sisinya.


“Sepertinya Degree-mu cukup hebat. Yah kesampingkan itu. Jika kamu tidak keberatan bisakah kamu ceritakan pengalamanmu selama di sini? Aku belum lama tinggal di sini dan memerlukan informasi lebih.” Arthur berkata dengan sedikit senyuman.


“Ya, tidak masalah. Aku akan menceritakannya selagi kita menuju tempat itu.”


Terlepas dari umur dan segala hal yang sudah dilaluinya, masih bisa ceria dan tersenyum seperti itu menunjukkan betapa kuatnya mental yang dia miliki.


Tak lama mereka sampai di tempat pendaftaran serikat. Ray terkejut bahwa untuk mendaftar ke sebuah serikat menggunakan sebuah komputer.


“Tampaknya ada cukup banyak serikat yang terdaftar.”


Ray mengamati baik-baik, ada sekitar dua puluh serikat yang ada di Open World termasuk Redwest dan Blueeast.


“Ya. Diantara mereka hanya dua serikat yang paling mencolok.”


Serikat teratas adalah yang menguasai barat dan timur. Sementara ada satu slot serikat dengan mahkota. Tampaknya nama serikat yang akan ada di sana akan jadi serikat terkuat.


Selain nama ada juga grafik yang menunjukkan kekuatan masing-masing serikat. Serikat Blueeast dan Redwest memiliki grafik yang sama dan hampir tidak ada perbedaan.


Perbandingan antara kedua serikat tersebut dengan lainnya sangatlah jauh perbandingannya, seperti halnya langit dan bumi.


Ray merasa bodoh karena pernah memikirkan untuk membuat serikatnya sendiri dan mengalahkan Erina serta Ordo.


“Aku ingat bahwa ada tugas bonus tertentu diantara pemimpin serikat. Entah apa hadiahnya mereka tampak berjuang mati-matian untuk menjadi serikat terkuat.” Terumi menyampaikan hal yang sudah diketahui semua orang.


Selama dua minggu Ray tinggal dia memahami bahwa situasinya tidak seringan yang dia bayangkan.


Suasana tegang ada di mana-mana dan benar-benar tidak ada waktu untuk bersantai ketika sudah memahami situasinya.


Baik Erina atau Ordo Maguire tidak melarang siapapun memasuki wilayahnya. Entah apa alasannya tampaknya ada semacam perjanjian tertentu.


Selain itu menempatkan mata-mata akan menjadi sangat mudah jika tidak ada larangan keluar-masuk wilayah tertentu.


Meski hal itu adalah pisau bermata dua namun lebih baik daripada tidak sama sekali.


Bahkan jika Ray ada di posisi tersebut maka dia akan melakukan hal yang sama.


“Itu mengejutkan karena angkanya benar-benar sama. Bahkan keduanya saling balap membalap.” Arthur terpukau saat melihat grafik yang naik sedikit demi sedikit.


“Ya. Dan siapa yang akan bisa membayangkan situasi ini telah berlangsung selama dua tahun.”


Ray mulai bertanya-tanya mengapa kedua pihak tak mencoba memulai perang atau melakukan sabotase yang akan merugikan lawan. Bahkan jika hanya sedikit, perbedaan sedikit itu akan menentukan segalanya.


“Itu mungkin karena kedua pihak tidak mengetahui Degree lawannya sama sekali. Aku ingat kata-kata yang menyebutkan bahwa sesuatu yang tidak diketahui lebih mengerikan dari pada apapun karena kita takkan tahu cara menanganinya.” Terumi menambahkan dengan wajah serius.


“Aku memahami hal itu namun apa masuk akal mereka tak menemukan apapun satu sama lainnya dengan waktu selama itu? Bagiku sendiri ini seperti ada konspirasi di balik konspirasi.”


Ray enggan mengakuinya namun jika harus jujur dia memikirkan hal yang sama.


“Setuju. Hampir seakan-akan ada sesuatu yang menahan keduanya untuk tidak membuat langkah dan menginginkan pihak lain membuat langkah. Jika keadaannya seperti itu maka sampai mati sekalipun situasi ini takkan pernah berakhir.”


Ada banyak hal yang misterius tentang dua serikat besar tersebut. Keduanya sangat mungkin tidak bodoh. Jika itu Ray pribadi, hanya butuh waktu kurang dari dua bulan menyelesaikannya.