
Selepas mengarahkan tiga orang itu untuk melakukan sesuatu, Ray tak lupa mengambil DP dari dua orang yang telah dia bunuh.
Ini pertama kalinya Ray mengambilnya dari mayat dan siapa yang menduga bahwa hal itu masih berhasil.
Awalnya dia tak berharap apapun namun tampaknya sistem di jam tangan takkan hilang begitu saja meskipun seseorang mati.
Ray menatap kepergian tiga orang itu. Untuk lebih mudahnya Ray memanggil mereka dengan Alfa, Beta, dan Testa.
“Aku telah membunuh dua orang namun tugas bonusnya belum berakhir. Sepertinya ada kriteria tertentu agar tugas ini selesai.”
Ray tak tahu seberapa banyak nyawa yang harus menghilang untuk tugas tersebut. Dia ingin menyelesaikannya karena ingin mengajukan pertanyaan kepada Secret yang mana menjadi kesempatan langka.
Namun apa boleh buat karena saat ini dia hanya memiliki tiga menit tersisa. Ray mungkin harus melewatkan tugas bonus jika tak ada cara apapun untuk menyelesaikannya.
“Sekarang mari kita mulai ...”
Ray berlari menuju kelompok Edward dan yang lainnya. Mereka masih begitu naif sehingga ada keraguan dalam hati untuk membunuh manusia.
Orang yang belum pernah membunuh sama seperti bayi yang memegang senjata. Terlihat mengerikan namun tak ada kekhawatiran atas kematian.
Ray tak pernah takut namun dia tentu berwaspada. Hanya karena bayi memegang senjata bukan berarti harus menurunkan kewaspadaan.
“Bajingan, jangan serang wanita!” Steve mengumpat dan menghadang seorang pria yang mencoba menyakiti Diana.
“Ku ha ha ha, di tempat ini gender tidak penting! Yang lemah akan ditindas dan yang kuat adalah seorang Raja!”
Dengan tangan besarnya dia meninju perut Steve hingga mengeluarkan cairan putih dari mulutnya.
“Steve!”
“Kemarilah sayang, turuti aku jika tak ingin nyawa melayang!” Seringai lebar dan mesumnya terlihat menjijikkan.
Diana gemetar dan menodongkan guntingnya dengan putus asa, “M-mundur! Atau aku akan m-menusukmu!”
“Ku ha ha ha, lakukanlah jika kamu bisa melakukannya. Tak ada yang perlu ditakuti dari seorang bayi.”
“Diana!”
Edward dan yang lainnya berusaha membantu namun apa daya karena situasi mereka juga sulit. Bergerak ceroboh akan membuat satu kelompok jatuh ke neraka.
Diana mulai menangis saat bayangan dari tangan-tangan besar tepat di depannya.
Ketika dia berpikir harapan telah pupus, Diana menemukan seseorang jalan bongkok dengan langkah tak bersuara.
Orang itu adalah Ray yang mengendap-endap di belakang pria itu. Dia kemudian melompat dan mengunci lehernya dengan kuat.
“Ba—jingan-!” Pria itu tersedak napas dan berusaha melepaskan kuncian tangan namun siapa duga dengan tubuh kecil Ray, kekuatannya setara.
“Cepatlah tusuk dia!” Ray memerintah Diana untuk melakukannya.
Diana terlihat gemetar dan tak mampu bergerak sama sekali.
Ray tak yakin mampu menahan pria yang dia cekik mengingat tangan kirinya tidak baik-baik saja. Dikarenakan Diana tak mampu melakukannya maka harus ada orang lain yang melakukannya.
“Diana!” Jane yang berhasil menyelinap dari kepungan berlari menuju Diana dengan tergesa-gesa, “Akan aku tunjukkan jurus pamungkas penumbang pria!”
Jane mulai mengambil langkah panjang seakan-akan melakukan ancang-ancang ingin menendang bola.
“Teknik rahasia ... Penghancur Masa Depan!”
Diana menendang dengan kuat diantara ************ pria itu tanpa rasa belas kasih.
Ray paham mengapa dia menamakannya penghancur masa depan.
Bahkan dia sedikit merasakan sakitnya dalam hal lain. Simpati diberikan kepada telur yang mungkin tak terselamatkan.
Kombinasi antara kuncian leher dengan tendangan Penghancur Masa Depan milik Jane adalah yang terkuat!
“Jane!” Diana segera jatuh ke dalam pelukan Jane dan terisak tangis.
Jane membelainya seperti seorang ibu menenangkan anaknya. Steve segera menghampirinya dan menatap Ray dengan tatapan campur aduk.
“Terima kasih ... karena telah menolong.”
Steve terlihat enggan saat mengatakannya namun dia tidak bisa bersikap tak tahu diri setelah Ray menolong temannya.
Ray yang tak mengharapkan apapun dan dengan acuh merebut DP pria besar tersebut.
Dia kemudian melihat tiga Alfa, Beta dan Testa yang telah ada di posisinya.
“Untuk sekarang mari kita sudahi. Kita harus berkumpul dengan Edward dan Jack.”
Mendengar Ray yang menyarankan hal begitu tiba-tiba membuat Steve penasaran.
Meskipun dia berterima kasih bahwa Ray menyelamatkan Diana namun kecurigaan tetap ada. Lagipula Ray adalah orang yang meracuni mereka dan membuat kelompok jadi kacau.
“Apa alasannya?”
“Mereka akan terkepung cepat atau lambat. Selain itu hanya ada kurang dari dua menit lagi tersisa untuk memberikan jawaban.”
Jane menyipitkan matanya dengan curiga, “Kita bisa menjawab pertanyaan lainnya. Akan berbahaya jika salah menjawabnya karena dua robot raksasa di sana akan membunuh orang yang salah menjawab.”
“Itu hanya akan berlaku jika jawabannya salah. Dalam hidup ini aku tidak pernah memberikan jawaban yang tidak bisa aku percayai sepenuhnya.”
Ray takkan memberikan jawabannya jika tidak mencapai seratus persen keberhasilan. Bahkan jika ada 99% kemungkinan, tetap saja ada 1% jawabannya akan salah.
Selama tidak berada disituasi antara hidup dan mati, maka dia takkan mengambil langkah menjawab dengan kemungkinan di bawah seratus persen.
“Apa kamu sungguh-sungguh?” tanya Steve dengan curiga, “Ada kemungkinan bahwa kamu sengaja menipu agar kami lenyap oleh para Guardian.”
Itu memang sangat mungkin dan sebuah cara terbaik mengubur tanpa mengotori tangannya. Namun sangat disayangkan bahwa bagi Ray mereka masih memiliki sedikit kegunaan.
“Aku tidak akan melakukannya. Sejujurnya aku ingin menjadi bagian dari kelompok kalian namun karena keadaannya tidak memungkinkan sehingga aku harus melakukan hal itu kepada kalian.”
Ray berkata seolah-olah dia memiliki penyesalan atas tindakannya. Selama ini tak ada indikasi bahwa Ray menyesal akan tindakannya. Hanya kali ini saja dia melakukannya.
Steve, Jane dan Diana saling memandang. Mereka cukup ragu dengan Ray yang mengatakan hal-hal tidak seperti dirinya.
“Itu ... mungkin masuk akal. Ketika kita bertemu keadaannya tak baik sama sekali.” Jane mengakuinya bahwa pertemuan mereka tak ramah.
Sejak awal yang memulai pertikaian dengan Ray adalah kelompok mereka karena coba mengeroyoknya. Namun sayangnya Ray memiliki kemampuan hebat sehingga pada akhirnya Jane dan kelompoknya yang dipukuli.
Seandainya saja mereka bertemu secara normal tanpa harus membuat situasi kedua pihak sulit dan harus memegang kelemahan satu sama lain. Mungkin saja saat ini mereka sudah menjadi teman.
“Itu memang sebuah kenyataan pahit karena hubungan yang telah hancur tak bisa ditempa. Untuk sekarang mari pertahankan hal-hal yang bisa kita pertahankan.”
Ray tersenyum misterius dan mengajak ketiga orang tersebut untuk membantu Edward. Tentunya tak ada satupun yang menolak gagasan tersebut. Dan juga tentunya tidak ada satupun yang mengetahui bahwa sebuah skenario telah berjalan mulus.
...[***]...
**Nama: Jack.
Usia: 22 tahun.
Asal: Amerika.
Degree: Penempa.
Degree yang muncul dari seseorang yang memiliki jiwa pengrajin besi dan bertujuan menjadi pengrajin besi. Mampu menciptakan palu dan alat menempa lainnya secara artifisial**.