
“Faktanya data tentang Degree-mu selalu datang kepada kami meski sangatlah kasar. Entah apa yang kamu dapatkan, dengan kecerdasanmu kami yakin cepat atau lambat kamu akan mendapatkan jawabannya, mungkin saja jawabannya sudah kamu miliki sejak lama. Lagipula, Degree adalah mahakarya tak tergantikan.”
Jika Secret terus mendapatkan data jika seseorang menggunakan Degree, maka itu mungkin ada benarnya. Tujuan lain yang mereka miliki adalah menganalisis seberapa jauh batas Degree.
“Kami akan menjawab pertanyaanmu. Faktanya kami memang berencana mendorong manusia untuk berevolusi. Itu adalah kenyataan yang tidak bisa kamu bantahkan dengan hal apapun.”
Ray masih sulit untuk mempercayainya begitu saja. Terkadang ada hal-hal yang tidak bisa dilihat dengan jelas.
“Walaupun begitu, tujuan akhir dan terbesar yang kami miliki bukanlah evolusi manusia. Tetapi sesuatu yang lebih mulia. Kami sedang mencari seseorang yang benar-benar layak untuk berdiri di puncak. Seperti yang kami sampaikan dalam surat undangan ... Kalian akan mendapatkan apapun yang diinginkan. Seluruh isi dunia, tanpa terkecuali.”
Secret memang akan menjawab satu pertanyaan Ray namun dia sudah menduga bahwa jawabannya akan samar.
Meski begitu bukan hal sia-sia karena setidaknya Ray mampu menerka sedikit-banyak jawabannya.
“Siapa yang akan bertahan sampai akhir, siapa yang akan menjadi pecundang dan gagal di awal. Semuanya akan terlihat ketika kamu mencapai tahap akhir dari uji coba ini. Bertarunglah sampai ke puncak maka kamu akan memiliki segala hal yang ditawarkan dunia.”
Ketika itu juga kursi yang Ray duduki saat ini kembali bergerak turun dan menuju satu tempat dalam waktu singkat.
Ray tiba di sebuah ruangan kecil yang hanya ada dia seorang. Ruangan yang terbuat dari logam dan dihiasi garis biru yang menjadi sumber cahaya ruangan tersebut.
“Apa ini ... tugas keempat?”
Tidak ada siapapun atau apapun di ruangan tersebut selain Ray. Ketika dia berdiri kursi yang membawanya ke tempat itu segera pergi kembali.
Ray tak berharap bahwa dia harus melalui berbagai rintangan yang sama seperti sebelumnya. Tubuhnya sudah benar-benar kacau sehingga akan mustahil memaksakan diri lebih jauh lagi.
—Market telah bisa diakses.—
Pemberitahuan berdering dari jam tangannya. Ray memeriksanya dan benar bahwa dia sudah bisa mengakses Market lagi.
“Aku memiliki hampir lima ratus DP, tidak sia-sia mencurinya.”
Kini dia benar-benar memahami betapa pentingnya memiliki DP, jika tahu bahwa dia akan benar-benar membutuhkannya maka Ray harusnya meraup lebih banyak lagi.
Tak ada gunanya membuat penyesalan karena bagaimanapun waktu takkan berbalik arah.
Ray tak ragu memesan P3K, makanan dan minuman serta pakaian untuknya.
Untung saja bahwa peluru yang menembus bahunya tidak tertinggal di dalam. Akan merepotkan untuk mencabutnya sendiri karena Ray tak pernah melakukan hal-hal berhubungan dengan itu.
Ketika Ray tengah mengobati lukanya, jam kembali berdering dan memberikan informasi kepadanya.
—Kamu tiba di tugas keempat.—
—Jawablah tiga pertanyaan yang akan diajukan untuk keluar dari tugas.—
“Apa hanya itu saja? Bukankah ini sama sekali tidak berhubungan dengan Degree?”
Ray tak yakin apa yang coba dilakukan Secret dengan mengadakan ujian untuk menjawab pertanyaan.
Tempat ini bukanlah olimpiade ataupun cerdas cermat, melainkan uji coba terhadap manusia. Mengadakan sesi pertanyaan seperti itu sungguhlah aneh.
“Apa ini guna menemukan orang dengan Degree kepintaran?”
Jika itu alasannya maka masih bisa diterima. Namun andaikata pertanyaannya sulit maka itu baru tidak bisa diterima.
—1. Bagaimana tanggapanmu tentang ujian dan Degree?—
Dua pertanyaan muncul di waktu yang sama. Ray tak menduga bahwa akan seperti itu pertanyaannya.
“Sepertinya mereka ingin melakukan pengecekan dan penyesuaian tertentu. Sejujurnya, jam tangan ini terlalu kencang sehingga membuat sakit.”
Ray telah mengabaikannya sejauh ini namun ikatan jam di tangannya terlalu kuat sehingga akan menyebabkan rasa sakit yang tidak nyaman.
Untuk jawaban pertama Ray menjawab singkat dengan "Bagus sekali" sementara dia menyuarakan keluhannya tentang ikatan jam tangannya yang terlalu kuat.
—Penyesuaian jam tangan akan dilakukan.—
Seketika pesan itu muncul, jam tangan secara otomatis menyesuaikan dirinya dan menjadi lebih nyaman dari sebelumnya.
Ray sekali takjub dengan betapa canggihnya teknologi yang dimiliki oleh Secret. Ada banyak yang yang telah beberapa langkah lebih maju dari seharusnya.
Identitas Secret semakin misterius dan menjadi tanda tanya besar. Ray sedikit kecewa kepada dirinya karena tak menanyakan identitasnya namun apa boleh buat.
—3. Kamu selalu dekat dengannya namun tak pernah melihat ataupun berjumpa dengannya. Kamu pasti akan bertemu dengannya cepat atau lambat. Pertemuanmu dengannya akan jadi yang pertama dan terakhir. Dia nyata namun selalu dilupakan dan diabaikan. Dia adalah ketakutan terbesar di kehidupan, siapakah dia?—
Pertanyaan terakhir adalah sebuah teka-teki yang tampaknya harus dipecahkan. Entah apa tujuannya, berhubungan atau tidaknya dengan Degree, apapun itu Ray hanya perlu menjawabnya.
Dia ingin tetap bertahan sampai akhir dan karena itu Ray ajan bertarung sampai titik darah penghabisan.
“Sekarang mari kita pikirkan jawaban apa yang tepat.”
Ray duduk bersila dan dengan tenang memikirkannya.
“Sesuatu yang aku selalu dekat dengannya namun aku tak pernah bertemu dengannya. Di masa depan cepat atau lambat aku akan bertemu dengannya. Namun saat aku bertemu dengannya, itu akan jadi pertama dan terakhir.”
Dalam memecahkan sebuah teka-teki langkah awal yang diperlukan adalah menguraikan kalimatnya sedemikian rupa. Bila mana langkah itu dilakukan, Ray akan mampu menghindari kalimat yang menjebak.
“Pertama dan terakhir, bisa diartikan awal dan akhir. Awal pasti akan berakhir ... dia nyata namun selalu dilupakan ... ketakutan terbesar dalam kehidupan ... .”
Ketakutan terbesar dalam kehidupan ... kalimat tersebut adalah kunci yang akan menuntunnya menuju jawaban yang tepat.
“Itu mudah sekali ... tak ada yang lebih pasti dibandingkan itu.”
Ray menemukan jawabannya dalam waktu singkat. Namun untuk beberapa alasan dia memilih menunda jawabannya.
“Tidak ada batasan waktu ataupun konsekuensi dari menjawab selama mungkin. Ada baiknya aku beristirahat terlebih dahulu.”
Ray memiliki keyakinan bahwa ketika dirinya menjawab teka-teki tersebut tugas lainnya akan dimulai.
Akan berbahaya jika Ray menjalani tugas yang berhubungan dengan kekuatan fisik saat kondisinya sendiri berada di titik terlemah.
Tak peduli sehebat apapun dia, Ray tetap seorang manusia biasa. Dia memiliki batasannya sendiri meskipun berbeda dari orang-orang pada umumnya.
“Aku tidak perlu terburu-buru melakukannya. Keselamatan diriku lebih penting ketimbang menyelesaikannya secepat mungkin.”
Ray membulatkan keputusannya untuk beristirahat terlebih dahulu dan memulihkan tenaganya sebanyak yang dia bisa.
Selagi beristirahat Ray akan memikirkan beberapa keresahan yang dia miliki selama beberapa waktu. Keresahannya tentu akan berhubungan dengan masa depan yang bisa saja terjadi.
“Sebisa mungkin aku harus mengumpulkan kekuatanku sendiri. Mengingat aku masih belum mengetahui kemampuan Degree-ku yang sebenarnya.”
Ray tentunya memiliki tebakan tentang kemampuan Degree-nya. Namun jika tebakan itu benar, tidak dapat dipungkiri bahwa Degree-nya mungkin yang paling berbahaya.