
Ray berdiri di pojok ruangan selagi mengamati baik-baik medan yang akan dia hadapi.
Begitu tujuan awalku namun semuanya berpikiran sama, kah?
Tak ada siapapun yang coba melangkah untuk melakukan pembukaan. Mereka sama dengan Ray yakni untuk mengamati jalan dan setiap jebakan.
Semakin banyak yang mencoba dan gugur maka semakin besar kesempatan mereka untuk berhasil melalui semua rintangan.
“Ada begitu banyak orang bodoh di sini namun aku yakin kamu tidak termasuk ke dalam kelompok mereka.”
Suara indah sekaligus angkuh menggema di ruangan yang sunyi. Tentunya semua orang akan menatapnya namun mereka tidak ingin kecolongan dan tetap fokus kepada jalan yang harus dilalui.
Ray juga menjadi orang yang mengacuhkannya dengan memejamkan mata meskipun tahu kepada siapa suara itu ditujukan.
“Sejak awal aku tahu bahwa kamu orang yang menarik.” Wanita itu kemudian membelai pipi Ray dengan lembut.
Membuka matanya, dia menemukan wajah dari gadis cantik yang hanya berjarak beberapa centimeter darinya. Mereka hampir bisa merasakan napas satu sama lain.
Tak ingin menimbulkan masalah Ray segera menjaga jarak sedikit darinya, “Apa ada yang kamu butuhkan?”
Wanita yang melihat Ray sebelumnya dengan tatapan yang tak bisa dia pahami.
Untuk beberapa alasan dia mengeluarkan aura di mana Ray ingin tunduk kepadanya dan melayaninya.
Apakah itu bagian dari Degree miliknya atau bakat?
Ray tidak mengetahuinya dengan jelas namun pastinya itu bukan sesuatu yang biasa. Dia harus memiliki kehati-hatian ekstra.
“Tidak. Aku hanya tertarik padamu. Selain wajah dan perawakan yang benar-benar tipeku, kamu terasa tidak biasa.” Wanita itu menyentuh dagu Ray seakan menggodanya.
Ray kembali mengambil satu langkah mundur, “Itu bagus namun aku tidak tahu apa yang harus dilakukan.”
“Mudah saja, kamu hanya perlu mengikuti aku dan menjadi kekasihku. Bahkan jika kamu tak memiliki perasaan padaku tak masalah. Aku akan membuatmu jatuh cinta secara perlahan.”
“Itu absurd karena tidak pernah ada jaminan untuk berhasil. Jadi aku akan lewat.”
“Kamu menggunakan alasan yang buruk untuk menolaknya. Ini menyakitkan karena baru pertama kali aku menyatakan dan pertama kali ditolak.”
“Meski begitu kamu tidak terlihat sedih atau apapun.”
Ekspresinya jelas dibuat-buat dengan sengaja, lagi pula gadis mana yang akan menyatakan perasaannya tanpa memulai perkenalan?
”Memangnya apa yang membuatmu tak mau dengan gadis sempurna sepertiku? Aku yakin kamu tak bisa menemukan orang sepertiku di banyak tempat.”
Memang faktanya wanita di depannya jarang dijumpai. Ray tak pernah bertemu model atau wanita dengan tingkatan seperti itu. Terumi mungkin dekat namun masih tak mencapai tingkatnya.
“Pertama hubungan sepasang kekasih tak bisa dipercaya. Tidak di tempat ini. Dua aku tidak mengenalmu sama sekali. Lalu terakhir tidak ada keuntungan apapun untukku.”
Tak diketahui seberapa besar keuntungannya namun Ray bisa memberikan batas sejauh mana dia akan menerima kerugian di masa depan.
Tempat ini tidak memungkinkan Ray untuk menjalin hubungan semacam itu.
Kerugian bisa terjadi di beberapa tempat yang tak bisa dilihat olehnya.
“Kamu pria yang penuh perhitungan. Aku tidak membencinya sama sekali.” Wanita itu tersenyum menggoda dan mengambil langkah mendekat.
Setiap langkah maju miliknya maka Ray akan mengambil setiap langkah mundur. Sampai akhirnya dia mencapai ujung ruangan dan wanita itu mengulurkan tangan kanannya ke tembok guna memblokir jalan keluar.
“Dasar pria yang keras kepala namun aku tidak membencinya. Justru aku benar-benar jatuh cinta kepadamu sekali pandang.”
Menempelkan tubuhnya hingga wajah keduanya benar-benar dekat, wanita tersebut merona dan memperkenalkan diri, “Namaku Erina Queen, salah satu orang yang telah lebih lama di sini darimu.”
Erina menggumamkan namanya dan mengatakan bahwa itu bagus, Ray tak bereaksi sedikitpun atas hal itu.
“Begitu dingin, ya. Tidak adakah ucapan apapun yang ingin kamu katakan?” Erina terlihat sedikit kecewa meski senyumannya tetap tersenyum.
“Aku tidak merasa butuh untuk mengucapkannya. Jika tidak ada apapun lagi untuk dikatakan, izinkan aku pergi.”
Ray berusaha melepaskan diri darinya namun tampaknya tidak mudah. Erina meraih tangan kanannya dan menempelkan jam miliknya.
Ray menemukan bahwa 100DP telah dikirimkan kepadanya. Tanpa kata dan mengamati seksama wanita tersebut, bukannya rasa terima kasih hanya ada kecurigaan yang dia miliki.
“Di tempat ini DP tampaknya amat berharga sampai senior sepertimu rela melakukan ujian dua kali. Aku tidak mengerti mengapa kamu memberikannya dengan begitu ringan.”
Hadiah tanpa maksud dan tujuan adalah sesuatu yang sama sekali tidak bisa dipercaya.
Ray selalu yakin bahwa selain bernapas tidak ada apapun yang gratis di dunia ini.
“Kamu menarik seperti dugaanku. Aku semakin ingin memilikimu.” Erina menutup mulutnya dengan kipas selagi cekikikan. “Anggap saja itu hadiah karena telah mau menyentuhku meski singkat.”
Lebih tepatnya dia yang menyentuh Ray.
“Yah, untuk sekarang kita sudahi. Mari bertemu di tugas selanjutnya. Ah, kamu boleh menyaksikan aksi hebatku menuju kursi itu. Sebagai senior dan kekasih masa depanmu, aku akan menunjukkannya padamu. Jangan mati, ya.”
Erina dan si pelayan berjalan dengan santai di mana orang-orang hanya diam dan memperhatikannya.
Ray mengikuti sarannya dengan memperhatikan seksama.
Tanpa memedulikan orang di sekitarnya, Erina membuka gaunnya. Di balik gaun tersebut dia menggunakan pakaian hitam ketat yang menampilkan semua lekuk tubuhnya.
Kaki hingga pinggul begitu ramping dan seperti seorang model. Rambutnya kini diikat ponytail dan mengekspos punggung cantiknya.
“Mari kira beraksi, Mein.” Erina berkata kepada pelayannya yang mengambil gaun.
“Baik, Nona.”
Dalam beberapa detik kemudian Erina berlari kencang, langkah kakinya begitu panjang sehingga meski terlihat lambat namun dia cepat.
Pilar dari sebelah kiri muncul namun Erina melompat dengan mudah, disusul oleh jarum tajam yang beterbangan namun pelayannya, Mein menangkap semua jarum tersebut.
Rangkaian jebakan lainnya terus muncul dan diaktifkan oleh keduanya namun tak ada satupun yang bisa menghentikan mereka.
“Gerakan macam apa itu?!”
“Hebat ...”
“Itu benar-benar tidak masuk akal! Bagaimana caranya menghentikan jarum yang bahkan hampiri tidak terlihat?!”
Semua orang mulai heboh diantara mereka sendiri.
Tidak sedikit yang diam mengamati seperti Ray dan menghapal jalan yang lebih aman untuk ditempuh.
“Kesombongannya berasal dari kekuatannya, kah. Itu memang luar biasa namun wanita itu ... Erina tidak menggunakan Degree-nya.”
Ray lebih tertarik dengan Degree wanita tersebut karena dari percakapan sebelumnya ada beberapa hal yang ganjil. Seperti Erina berusaha mencapai sesuatu yang tidak diketahui oleh Ray.
Ada kemungkinan dia membutuhkan syarat untuk mengaktifkan Degree miliknya dan percakapan sebelumnya bisa jadi salah satunya.
Meski pelayan wanita tersebut juga menarik minat Ray namun dia yakin bahwa Degree wanita itu tidak lebih kuat dari milik Erina.