
Dua minggu setelah Ray melakukan percakapan dengan Virgo dan Ben. Selama waktu ini Ray berkeliling untuk memahami struktur tempat ini. Mulai dari kamar setiap orang hingga tempat-tempat rekreasi.
“Hanya ada lorong diantara tempat tinggal orang-orang. Semuanya tidak jauh berbeda denganku.”
Mereka tinggal di tempat yang seperti kos-kosan dan dibagi menjadi beberapa blok. Mulai dari blok A, sampai dengan Z. Ray tak tahu rinciannya namun ia memperkirakan setiap blok memiliki setidaknya lebih dari empat ratus kamar.
“Kalau begitu tempat ini akan menjadi tanggung jawab Ben.”
Ray akan menyerahkan seluruh blok kepada Ben untuk melakukan persiapan. Tak ada jaminan bahwa rencananya akan berhasil, tetapi tidak ada yang salah untuk mencobanya.
Melihat kembali DP-nya yang tersisa, Ray menghela napas dengan lelah, ia merasa perlu untuk berhemat atau mencari pemasukan.
“Aku terlalu boros tentang ini.” Ray tak bisa mengubah hal yang sudah terjadi sehingga ia harus merelakannya.
Saat berniat pergi ke kamarnya, Ray bertemu dengan Terumi dan Mona. Keduanya akur dan membawa keranjang anyaman yang ditutupi kain kotak-kotak merah juga putih.
“Tidak biasanya kalian hanya pergi berdua.”
Kombinasi antara Terumi dengan Mona jelas unik karena biasanya mereka tak bersama. Terumi akan selalu di sisi Ray dan Leo, sementara Mona terus didampingi Arthur.
Tempat ini adalah sarang singa bagi Mona karena ada musuh kuat yang mengincarnya sehingga Arthur tak melepaskan penjagaannya. Namun melihat pria itu tak ada di sini jelas perlu dipertanyakan.
“Arthur berkata ia ingin fokus berolahraga karena berat badannya naik setiap kali pergi bersamaku.” Mona menusuk pipinya selagi mengingat sesuatu.
Dua minggu belakangan ini Ray memang melihat Arthur dan Mona pergi berkencan beberapa kali. Dan, disetiap pertemuannya Ray selalu melihat Arthur menderita karena harus menghabiskan makanan Mona yang tak dimakan habis.
Ray ingin memperingatkannya soal menghemat DP namun tampaknya Arthur sudah melakukannya dengan hasil sia-sia.
“Begitu. Jadi kamu pergi bersama Terumi untuk menggantikan Arthur sebagai pengawal.” Ray menyimpulkan.
Terumi dengan senyum lembut tak membantahnya, “Bisa dibilang begitu, bisa juga tidak.”
Ia kemudian menyodorkan keranjang tangan yang dibawanya dengan riang. “Kami memang sudah berencana untuk piknik. Mau bagaimanapun, ini waktu yang damai untuk bersenang-senang.”
Dua bulan adalah waktu yang diberikan Secret untuk beristirahat. Satu bulan pertama digunakan memulihkan luka yang diterima selama Open World berlangsung. Satu bulan selanjutnya digunakan untuk pemulihan mental.
Waktu istirahat tentunya sangat dibutuhkan oleh siapapun. Bahkan di dunia luar, karyawan yang tidak mendapatkan libur apapun semakin lama akan menurun produktivitasnya.
Secret ingin data terbaik dari setiap individu, dan memberikan waktu istirahat adalah langkah yang perlu dilakukan.
“Apa kamu mau bergabung dengan kami, Ray?” tanya Mona, menatap keranjang yang ia bawa. “Aku dan Terumi membuat terlalu banyak makanan. Sebuah pemborosan jika membuangnya.”
“Ya! Kami kekurangan personel untuk menghabiskannya!” Terumi dengan semangat menyetujui gagasan Mona.
Piknik itu sendiri merupakan pemborosan. Sayang bahwa Ray tidak bisa mengatakannya karena akan memunculkan masalah tidak berguna.
Ray tidak memiliki apapun untuk dilakukan sekarang, dam kebetulan ia belum makan siang. Bukan hal yang buruk mengikuti keduanya.
“Baiklah. Aku juga sedang senggang. Ke mana kita akan pergi?”
Mereka pergi selagi melakukan percakapan kecil sepanjang jalan. Sampai tiba di taman yang entah mengapa tidak seramai biasanya. Mereka menggelar alas dan Mona mulai menunjukkan isi keranjangnya.
“Ini teh lemon, roti lapis daging dan juga telur!” Mona dengan bangga menyampaikan dan membusungkan dadanya.
“Wah! Hebat kamu bisa membuat yang seperti ini!” Terumi bersorak gembira.
Ray tak terkejut dengan roti lapis daging karena cukup mudah membuatnya, tetapi roti lapis telur cukup membingungkan.
“Buatan sendiri? Jangan bilang kamu membeli peralatan masak hanya untuk ini.” Ray tak percaya Arthur membiarkan wanita ini membeli barang yang takkan berguna untuk tugas.
“Tentu saja tidak. Di tempat ini ada restoran yang bahkan memerlukan panggangan dan lainnya,” Mona menjelaskan. “Meski yang mengurusnya robot, aku tetap bisa menggunakan dapur sesukaku tanpa bayar.”
Jadi begitu. Ray baru tahu bahwa ia bisa mengakses tempat-tempat seperti itu. Awalnya ia pikir mustahil menggunakan tempat yang dikendalikan oleh Secret.
Ray mengambil satu dan memakannya. Rasanya tak mengecewakan meski ada sedikit keluhan tentang garam yang terasa terlalu banyak.
“Omong-omong selama beberapa hari belakangan ini apa yang kamu lakukan? Aku memperhatikan bahwa kamu beberapa kali berkeliling ke setiap blok,” Mona berbicara dengan mulut yang penuh daging.
Ray memang sengaja tidak menyembunyikan pergerakannya karena jika ia melakukannya akan menyebabkan kecurigaan tidak perlu. Bergerak terang-terangan juga bukan hal yang bagus namun akan ada banyak alasan yang bisa digunakannya.
“Aku sedang mencari seseorang.”
“Seseorang?” tanya Terumi, ia masih agak sensitif soal ini. Mungkin Terumi berpikir bahwa Ray mencari dua gadis kembar itu.
“Ya. Kalian tahu bahwa tak hanya Indri dan yang lainnya, tetapi Virgo juga ada di sini. Cepat atau lambat dia mungkin akan berbuat onar. Akan lebih baik jika kita membuat langkah awal lebih dulu.”
Tentunya jawaban sudah disiapkan. Lagi pula perkataannya tidak sepenuhnya bohong. Alasannya sederhana, kemampuan analisis milik Mona belum diketahui batasannya. Bukannya tidak mungkin wanita ini mendeteksi kebohongan.
Terumi dan Mona mulai berpikir serius tentang ini. Mereka belakangan hanya sibuk untuk menikmati hari-hari damai ini tanpa menyadari bahwa situasi tenang ini mengandung ancaman.
“Jadi begitu. Tampaknya tidak hanya Arthur yang bersikap serius tentang ini.” Mona berkata selagi melahap roti lapis telur dalam waktu singkat.
Ray ingin bertanya tentang ke mana perginya semua makanan itu, tubuh Mona kecil namun menampung banyak makanan. Namun untuk sekarang mari kesampingkan perkara itu.
“Arthur? Apa maksudmu ia juga mencari Virgo karena mengendus sesuatu?”
Mona mengangguk tanpa ragu. “Ya. Arthur tak hanya ingin mengembalikan bentuk perutnya yang mulai buncit. Orang itu sangat serius mencari Virgo sampai rela melakukan kontak sia-sia dengan banyak orang.”
Mona menjelaskan bahwa Arthur bercakap-cakap dengan orang yang ditemuinya untuk memperkecil orang yang harus dia curigai.
“Dengan banyaknya orang di tempat ini, mustahil Arthur bisa mencarinya.” Ray tak yakin bahwa Arthur memiliki tujuan sesederhana itu.
Mona mengangguk setuju, “Aku juga berpikir seperti itu namun Arthur tidak asal melakukannya.”
“Kamu tahu bahwa di masa lalu aku pernah bersama Virgo dan tak sengaja melihatnya melepaskan helm. Orang itu memiliki rambut panjang dan beberapa tanda lainnya. Tubuhnya juga tegak yang sangat mungkin dia seorang pria.”
Pria dengan rambut panjang seperti wanita, tentunya tidak semua orang akan memiliki penampilan seperti itu.