The Degree

The Degree
Tujuan Tersembunyi Rebellion



Empat jam pasca kekacauan menimpa wilayah timur. Situasinya mulai hening dan pengamanan semakin ketat serta pemeriksaan dilakukan. Ordo lebih mengkhawatirkan kehadiran penyusup ketimbang serangan mendadak.


Di tengah kekacauan tersebutlah meletakkan penyusup sangat mudah.


Sementara Ray yang menjadi pengelola sementara diterima dengan baik oleh anggota yang tersisa. Tentunya tak semua orang bisa satu suara.


Ada satu kelompok yang meragukan kinerjanya, satu kelompok lain tak terima hanya karena Ray memiliki posisi sebagai pria pilihan Erina bukan berarti ia cocok. Lalu, ada satu kelompok menganggap Ray sebagai penghianat dan berpihak kepada Blueeast.


Ray sungguh tak merisaukan semua pendapat mereka. Ia hanya khawatir akan terjadi kekacauan bodoh seperti pemberontakan karena perbedaan pendapat tersebut.


“Mein akan kembali setelah empat hari istirahat. Namun, tak ada jaminan pasti. Setidaknya aku harus bisa bertahan satu minggu, paling lama dua.”


Alasan ia tak menyukai posisi sebagai pemimpin karena hal ini. Akan ada banyak orang dan banyak hal berada di bawah tanggung jawabnya.


Meski merepotkan, namun ini adalah langkah penting untuk masa depan. Pikirnya.


Ada ketidakpastian di masa depan dan Ray perlu menyusun ulang rencananya lagi dan lagi.


Bukan hanya Ordo, Erina, ataupun Virgo yang mengincar hadiah utama dari tugas bonus tersebut. Ray juga menginginkannya karena ia membutuhkannya.


Siapapun yang menyelesaikan tugas membangun serikat terkuat di Open World maka orang itu akan mampu menaklukkan segalanya dengan mudah.


Hampir takkan bisa dikalahkan tergantung bagaimana mereka memanfaatkannya. Jika ingin kemungkinan selamat lebih tinggi dari menyelesaikan tugas. Maka orang yang menyelesaikan tugas bonus ini akan mungkin selamat sampai akhir.


“Andaikan aku tak berhasil menyelesaikannya. Setidaknya aku perlu memiliki orang yang menyelesaikannya.”


Ray tak bisa melepaskan Erina dikarenakan hal tersebut. Andaikan rencananya tak berhasil maka rencana cadangannya adalah membuat Erina menyelesaikan tugas bonus dan mendapatkan hadiahnya.


Tok, tok.


Pintu ruangannya berbunyi. Ray segera menyingkirkan pemikirannya tersebut.


“Masuk.”


Dari balik pintu terdapat keberadaan Terumi yang datang entah apa tujuannya.


Harusnya ia memiliki tugas dari Ordo meski Ray tak tahu bagaimana detil misinya.


“Apa yang membawamu kemari, Terumi? Ah, silahkan duduk.”


Mengambil kursinya dan duduk. Terumi tampak enggan mengatakan alasan sesungguhnya ia datang. Beberapa detik kemudian ia seakan baru memikirkan satu hal dan lekas mengatakannya.


“Tidak. Aku hanya penasaran tentang apa tujuan Virgo sebenarnya. Kata-katanya soal perang sedikit membuatku takut.”


Yah, bukan hal sulit membayangkan secara kasar soal masa depan apa yang terjadi. Ray sendiri yakin bahwa perang yang dimaksud adalah perang sungguhan.


“Aku bertanya-tanya apakah perang yang ia maksud, menciptakan neraka di Open World. Apakah ini berhubungan dengan kunci menyelesaikan tugas ke lima?”


Ray tak memikirkan ha tersebut dan menatap Terumi dengan sedikit terkejut.


“Dari mana datangnya pemikiranmu?”


Terumi menempelkan jari ke dagu selayaknya berpikir keras.


“Kamu ingatkan bahwa sebelum memasuki kekacauan ini, kita memecahkan teka-teki untuk menyelesaikan tugas ke lima?”


Sesaat Ray bergabung dengan serikat Redwest Rebellion menyerang kota. Sebelum datang untuk mengetahui situasi Ray bertukar informasi seputar teka-teki yang ditebarkan.


Dari hal itu ia dan Terumi mendapatkan sebuah jawaban yang meski tak bisa dipastikan kebenarannya. Namun Ray meyakini bahwa tak ada yang lebih mungkin dari itu.


“Jika kamu mengatakannya ... kurasa itu benar adanya.”


Ray terkejut bahwa ia tak memiliki pemikiran ke sana. Harusnya tanpa perlu bersusah payah lagi ia sudah memiliki gambaran seperti apa akhir dari tugas ke lima.


Dengan kenyataan bahwa ruang bawah tanah tersebut di setiap sisi Open World. Di mana ada dinding besi besar dan bebatuan tak alami memenjarakan pulau dari dunia luar.


“Tujuan Virgo juga aneh. Jika ia hanya ingin menyelesaikan tugas bonus maka perang adalah cara yang buruk untuk melakukannya.”


Seyakin apapun ia terhadap kemampuan pasukannya. Perang tetaplah langkah yang buruk untuk diambil.


“Ya. Jika ia hanya ingin merebut serikat Redwest ataupun Blueeast. Peperangan hanya akan memperburuk segalanya. Besar kemungkinan bahwa Blueeast dan Redwest akan membentuk aliansi setelah semua ini.” Terumi sepakat akan hal ini.


Jika Virgo bertujuan menyelesaikan tugas untuk membangun serikat terkuat, maka tak membiarkan Blueeast dan Redwest bergabung adalah langkah bijak.


Ray tak yakin bahwa orang itu akan membuat rencana berdasarkan asumsi hubungan kedua pemimpinnya buruk.


Apa yang terjadi di permukaan tak selamanya benar di dalam.


Rencana besar berdasarkan asumsi yang tak pasti kebenarannya sama saja dengan langkah bunuh diri.


“Apa mungkin tujuan sebenarnya ... tidak, aku tak bisa memikirkan bagaimana langkahnya.” Ray memijat keningnya. Untuk pertama kalinya ia merasa dipusingkan.


Situasinya saat ini amatlah berbeda dari biasanya. Ray benar-benar salut kepada tempat ini karena sangat sedikit hal yang bisa membuatnya sakit kepala.


“Aku sendiri meragukannya. Jika teka-teki kita benar jawabannya. Skala yang diperlukan untuk menyelesaikannya sangatlah besar.”


Perang mungkin bisa melakukannya namun pihaknya juga akan mengalami kerugian besar jika benar-benar akan melakukannya.


“Tunggu, aku akan memeriksa satu hal.”


Ray segera mengakses jam tangannya dan membuka Market. Ia mencari benda-benda yang sebelumnya ia tak percaya bahwa Market menyediakannya.


Namun asumsinya sejak awal sudah dipatahkan oleh serikat Blueeast yang memiliki kendaraan bermesin.


Setelah mencarinya Ray dikejutkan dengan fakta bahwa benda tersebut benar-benar ada. Peperangan akan sangat sulit bagi mereka. Terutama jika lokasi mereka diketahui.


Meski harganya tampak mustahil seseorang memiliki jumlah DP tersebut. Namun kemungkinan tetaplah sebuah kemungkinan.


“Jadi begitu. Tujuan mereka sejak awal penyerangan bukanlah merebut Redwest. Itu hanya bonus sampingan. Tujuan awalnya adalah membuat dua serikat ini bergabung.”


Terumi justru tak mengerti akan hal itu. Apa untungnya bagi Rebellion membuat dua serikat besar membangun aliansi? Justru langkah itu sepatutnya dihindari.


“Aku sama sekali tidak mengerti alasannya. Memangnya apa untungnya bagi mereka melakukannya? Jika begitu bukankah mereka takkan mendapatkan hadiah dari menyelesaikan tugas bonus?”


Justru disitulah masalahnya. Dengan membuat ia berpikir demikian, tujuan asli Rebellion tersembunyi dengan baik.


Ray sungguh berterima kasih kepada Terumi yang mau bertukar pendapatnya. Dengan bertukar pendapat maka ia mampu melihat hal-hal yang tak terlihat.


“Tidak. Sekali kayuh dua pulau terlampaui. Ketimbang melaksanakannya satu-persatu mereka memilih menyelesaikan keduanya secara bersamaan.”


Ray bersandar kembali ke kursinya dan menaikkan kakinya ke meja kerjanya. Tindakannya mungkin tak senonoh, namun itu tak penting saat ini.


“Mereka ingin menyelesaikan tugas bonus dan tugas ke lima secara bersamaan. Yah, aku akan mendiskusikannya nanti. Kamu akan mengetahuinya nanti.” Ray menghela napas lega dan berniat membahas topik lainnya.


Topik yang mungkin sejak awal ingin diangkat oleh Terumi.


“Jadi, apa tujuan awal kamu datang adalah mempertanyakan tentang kata-kata Virgo tentang masa laluku. Di mana aku membunuh Ayahku, kan?”