
Meski di malam hari, mall masih buka dan bisa diakses selama dua puluh empat jam. Ray pergi ke tempat barang elektronik yang dijalankan oleh robot.
Tujuannya hanya satu yakni memeriksa isi flashdisk yang diberikan oleh Alexis. Ray ragu apakah ia bisa melakukannya mengingat berbagai barang yang mungkin untuk mengakses dunia luar tak tersedia di tempat ini.
‘Namun aku rasa bukannya tidak mungkin aku mengaksesnya melalui perantara.’
Semua robot yang ada di sini ada dalam kendali Secret dan tidak perlu khawatir adanya kontak dengan dunia luar. Bahkan mungkin saja Virgo menggunakan komputer dengan pengawasan.
Ray tiba di toko alat elektronik, ia menemui kasir yang seorang robot kemudian menunjukkan barang bawaannya.
“Aku hanya ingin mengakses ini saja. Takkan ada kontak keluar, kamu bisa mengawasi.”
Robot itu cukup banyak diam namun Ray tahu bahwa mungkin saja robot ini sedang menyampaikan informasi kepada Secret. Tentunya mengendalikan ratusan, bahkan ribuan robot dengan berbagai sistem berbeda bukanlah pekerjaan yang mudah.
Setelah kurang dari dua menit menunggu, akhirnya robot itu menyampaikan balasannya.
“Pergi ke ruang belakang. Kami akan memberikan izin untukmu mengakses komputer di bawah pengawasan kami.”
Ketika robot itu menggunakan kata ‘Kami’ sudah cukup jelas bagi Ray bahwa Secret sungguh memantaunya dengan teliti. Ray penasaran sebenarnya seberapa canggih teknologi yang orang ini miliki.
Terdapat sebuah ruangan kecil yang bahkan sudah cukup sempit untuk di tempati satu orang. Di ruangan tersebut terdapat CCTV yang memantau setiap pergerakan Ray. Bahkan layar monitornya juga tak lepas dari pemantauan.
‘Ini pengamanan yang sungguh ketat. Tentunya tidak ada orang yang cukup bodoh mencoba menghubungi dunia luar.’
Selain mungkin tidak ada koneksi internet agar terhubung keluar, tidak akan ada yang berani melakukannya setelah empat senjata laras panjang ditodongkan ke kepalanya.
Ray merasa seperti sedang berada di kebanyakan film. Di mana ada senjata yang keluar dari dinding setiap kali memasuki tempat penting.
Meski begitu Ray tidak merasakan ketegangan sama sekali. Andaikan yang mengendalikan semua ini bukan Secret, setidaknya Ray akan mulai berkeringat dingin.
Namun karena Secret yang mengontrol semua ini, Ray tidak khawatir sama sekali karena ia tidak berniat aneh. Tidak mungkin Secret akan membuang kelinci percobaan yang berharga seperti Ray.
“Kamu punya waktu tiga puluh menit untuk disia-siakan.”
Ray mengangguk dan mulai membuka isi flashdisk tanpa membuang waktu sama sekali. Sebelum membuka data yang ia ingin ketahui, ada berkas tertentu yang menampilkan catatan kecil berisi;
Separuh informasi akan datang setelah kondisi yang kamu katakan terpenuhi. Jika kamu gagal, maka separuhnya juga hangus.
“Sudah kuduga orang ini tidak akan berbagi informasi semudah itu.”
Ray tidak ragu bahwa Virgo hanya akan memaparkan informasi tentang Arthur secara transparan dan mungkin tidak seperti yang Ray harapkan.
‘Untungnya aku juga menyampaikan separuh informasi tentang rencana eksekusiku.’
Ray tidak pernah menjelaskan tentang apa yang akan ia lakukan untuk memenuhi kondisi yang diminta Virgo. Oleh karena itu, orang-orang itu harus bersiaga penuh karena tak tahu apa yang akan terjadi.
Waktu yang dia miliki terbatas sehingga Ray lekas membaca informasi tentang Arthur. Meskipun hanya sebagian saja, nyatanya ada banyak sekali catatan. Hampir ada 70 halaman banyaknya.
“Orang ini memang kejam,” Ray mendecakkan lidahnya dengan kesal.
Jika bisa ia ingin mencatatnya namun dibanyak novel ada kasus klise di mana catatan tersebut dibaca oleh orang yang tidak diinginkan. Bahkan jika itu hanya kebetulan, kemungkinannya tidak kecil.
Tempat menyimpan informasi yang paling aman adalah di dalam otak. Ray tentunya akan mengingat bagian yang penting dari informasi ini.
Banyak hal-hal tidak berguna yang dituliskan karena Ray telah mengetahuinya, tetapi tidak sedikit juga hal baru yang Ray temukan.
Terutama tentang hal-hal yang memang berkaitan dengan peristiwa aneh yang telah disaksikan oleh Ray dengan matanya langsung.
“Ini memang terpikirkan namun aku pikir mustahil ... tidak,” Ray ingat bahwa segala hal yang mustahil mungkin tidak berlaku di hadapan Degree. “Bisa saja ini memang benar.”
Ray setidaknya memiliki dua puluh persen kepercayaan akan data ini. Ia tak mampu memikirkan hal lain yang bisa diterima bahkan jika menggunakan sudut pandang tidak ada yang mustahil.
“Retsuji Arthur, orang ini bahkan lebih menyusahkan dari orang-orang lainnya.”
Mungkin menghadapi Indri, Virgo dan kelompoknya yang lain adalah hal mudah untuk dilaksanakan. Akan tetapi, Retsuji Arthur adalah variabel yang berbeda.
Bahkan Virgo memiliki banyak catatan tentangnya meskipun hanya separuh yang dibagikan secara samar. Namun dari tindakannya saja sudah cukup membuktikan kalau informasi tentang Arthur sangat berharga.
“Apakah aku harus menguji mereka nanti? Namun aku akan membutuhkan banyak usaha tambahan untuk membuatnya berhasil. Selain itu...”
Sejak awal Ray memiliki firasat yang aneh tentang beberapa hal. Di tempat ini jelas menunjukkan bahwa tidak ada yang benar-benar bisa dipercaya. Hal itu juga berlaku untuk orang-orang.
“Sialnya aku tak bisa merevisi rencanaku. Semuanya sudah diatur dan akan dieksekusi tepat waktu.”
Ray telah bersusah payah untuk berkeliling ke banyak blok dan melakukan pemborosan dengan D Point miliknya. Tentunya dia tidak akan bisa merevisi rencananya.
Saat kembali mengecek data tentang Arthur, tangan Ray yang terus men-scroll terhenti. Ray juga diam dalam waktu yang cukup lama. Satu lampiran tentang Arthur membuatnya tak bisa berkata-kata.
“Ada apa dengan bajingan ini? Apa Virgo membual tentangnya?”
Ada dua hal. Yang pertama itu sulit dipercaya dan yang kedua, Ray tak bisa menyangkal bahwa itu mungkin saja terjadi.
Mengingat kembali semua hal yang telah terjadi, Ray anehnya tidak memiliki argumen apapun untuk menyangkal hal ini. Selain itu, ada sesuatu yang membuat Ray tertarik.
“Jika informasi ini benar, maka orang itu memiliki Degree yang aneh sepertiku. Hanya saja, dia mungkin bisa menggunakannya dan aku tidak.”
Sampai saat ini Ray masih tidak mengerti cara menggunakan Degree-nya ataupun kegunaannya. Tidak ada penjelasan terkait tentang bagaimana ia harus menggunakan Degree-nya.
Namun untuk beberapa alasan Arthur sepertinya bisa menggunakan Degree-nya.
Apa yang tercantum di dalam file tersebut adalah;
...- Retsuji Arthur, pria yang (mungkin) memiliki keberuntungan maksimal tentang Degree-nya. Pertama ketika Endruid membakar rumah di mana Arthur ada di dalamnya, pria itu selamat dengan anehnya....
......Seseorang yang menyerupai tokoh utama karena memiliki keberuntungan dan situasi tak masuk akal di sekitarnya.......