The Degree

The Degree
Tujuan Penyerangan



Ray menjelaskan secara ringkas tentang informasi yang dia dapatkan dari Endruid sebelumnya.


Penjelasannya sangatlah mudah untuk dicerna. Bahkan tak ada diantara Arthur, Leo ataupun Terumi mempertanyakannya.


“Alexis Sanchez, Sonata Seirama, dan Ryoma Hisatsu. Ini nama-nama yang asing bagiku. Tampaknya mereka hanya kaki tangan dari dalang yang identitasnya tidak diketahui.”


“Jadi benar bahwa ada orang-orang yang mengepalai situasi ini.” Terumi berkata dengan cemas.


“Sepertinya kita memiliki kesimpulan yang sama. Awalnya aku pikir Blueeast yang menjadi penyebabnya namun setelah aku berkeliling mereka bukan pelakunya.” Arthur mengemukakan pendapat jujurnya.


Dari hal itu Ray mengangguk dan mengerti satu hal, “Jadi itu alasan kamu berseteru dengan Endruid dan yang lainnya?”


Arthur menganggukkan kepalanya dan melihat wanita yang sebelumnya dia bawa. Meski luka wanita itu tak begitu parah sehingga hanya perlu diolesi salep. Dia masih belum sadarkan diri.


Mungkin guncang pada mental menjadi penyebabnya tak sadarkan diri.


“Itu adalah salah satunya. Alasanku bertarung dengan mereka dan terjebak di dalam gedung itu adalah karena wanita ini. Aku ingat dia dikejar-kejar untuk dibunuh. Tampaknya dia mengetahui sesuatu sehingga diburu.”


Entah apa tujuan Endruid melakukannya namun semestinya ada sesuatu yang dimiliki wanita ini. Ray bersyukur jika wanita itu mengetahui sedikit tentang dalang yang menyebabkan ini semua namun dia tidak harus menyimpan harapan apapun.


“Itu sesuatu yang tidak bisa dipastikan. Sebelumnya orang yang aku kenal dihajar dan hendak mendapatkan pelecehan seksual. Mungkin saja wanita itu serupa.”


Bisa saja Endruid dan teman-temannya ingin melecehkan wanita itu dan mengejarnya. Dilihat saja wanita itu memiliki paras yang cukup rupawan dan tubuh yang indah.


Ray takkan terkejut bila itu tujuan Endruid mengejarnya sejak awal.


“Awalnya aku ingin berpikir begitu. Namun tahukah kamu bahwa para pria di sana melakukan upaya keras untuk membunuhnya dan bukan menangkapnya? Untuk beberapa alasan mereka terlihat marah dan tergesa-gesa.”


Arthur yakin jika Endruid benar-benar mengejar wanita itu dengan modal nafsu belaka, maka ia takkan melakukan hal-hal yang mampu membunuhnya.


Hal tersebut dikuatkan dengan fakta bahwa Endruid tak ragu meledakkan bom saat Arthur dan wanita itu masuk ke dalam gedung.


Ray tak meragukan cerita Arthur. Dengan segala bahan yang ada, semuanya terlihat masuk akal. Habisnya, ia takkan percaya bahwa Arthur rela terluka seperti itu jika tak mendapatkan hal berarti dari wanita yang dia selamatkan.


“Kalau begitu kita tak bisa meninggalkannya sendiri begitu saja.”


“Ray benar. Jika dia memiliki informasi tentang lawan maka tak baik mengabaikannya.” Leo sependapat.


Mereka tak bisa menunggunya bersama-sama lantaran semua orang perlu menyelesaikan situasi ini.


Setelah perbincangan sesaat diputuskan bahwa Arthur yang akan menjaganya. Lagi pula dia terluka sedemikian rupa sehingga hanya akan menghambat bila memaksakan diri.


“Sebelum kalian pergi, ada hal yang ingin aku sampaikan padamu, Ray. Setelah semua ini berakhir mari kita bertemu kembali.”


Entah apa yang coba dia sampaikan nantinya namun selama ini tak ada indikasi bahwa Arthur ingin memulai perseteruan. Dan, tak ada hal apapun yang membuat keduanya dekat.


“Ya. Tak ada masalah sama sekali. Saat semua ini berakhir, atau saat tugas mempertemukan kita.”


Ray tidak menolak ajakan pertemuan tersebut. Ada satu hal yang mendorong dia tak bisa menolaknya: rasa ingin tahu terhadap kekuatan Arthur.


“Kalau begitu mari kita berangkat.”


Ray, Leo dan Terumi bergegas untuk menuju lokasi di mana semua kekacauan berpusat.


Dalam perjalanannya Leo mengatakan bahwa dia ingin mengatakan apa yang dia temukan saat pergi menjelajah sendirian.


“Kalian harus mengetahui dua hal ini. Aku akan mulai dari yang paling ringan. Ini tentang Serikat Blueeast.”


Leo menemukan bahwa semua anggota dipanggil ke aula untuk berkumpul dan dia melihat wakil ketua serikat memborong banyak sekali perlengkapan dan persediaan.


Harusnya itu bukan hal yang mengejutkan karena pemborongan senjata sudah jadi hal biasa.


“Namun untuk kali ini jumlah pembeliannya tiga kali lebih besar dari pada biasanya. Aku tak tahu apa yang direncanakan Ordo namun sangat mudah bahwa mereka akan menggunakannya untuk hal yang besar. Asumsiku pribadi: mereka akan pergi berperang.”


Serikat Blueeast jelas bukan dalang di balik semua kekacauan ini. Fakta bahwa mereka masih bersiap untuk pergi sudah jadi hal yang membuktikannya.


Ray berhenti berjalan dan mulai menghubungkan semua informasi yang tersedia saat ini.


Bagi Ray itu masih abu-abu. Meski dia sudah cukup lama di sini masih ada beberapa hal yang belum terlihat jelas olehnya.


“Kemungkinan besar dia meminta orang untuk memantau statistik setiap serikat. Dengan keadaan ini sangat mudah mengetahui penurunan statistik Redwest,” ujar Terumi saat memikirkannya.


Leo mengangguk setuju, “Setiap harinya wakil serikat, Sebastian akan mengirim orang untuk mengecek statistik serikat untuk memantau perkembangan Redwest.”


Kekacauan yang terjadi saat ini telah mengurangi kekuatan dan anggota Redwest. Penurunan statistik yang drastis tampaknya adalah kunci Ordo untuk memahami situasi di sini.


Ray tak menduga ada cara seperti itu namun andaikata dia tahu sejak awal. Tak diragukan lagi tindakannya akan serupa.


Namun jika benar Ordo mengetahui situasi di sini dan sedang melakukan persiapan maka segalanya akan tambah rumit.


“Jika dia menyiapkan persenjataan dan pasukannya. Sangat mungkin bahwa dia datang ke sini dengan kekuatan penuh. Bagian buruknya adalah perang akan pecah tak lama lagi.”


Terumi dan Leo terbelalak oleh hal itu. Perang adalah kata yang umum di manapun. Dan, semua orang tahu betapa mengerikannya peperangan.


Jika serikat Blueeast memulai perang tak diragukan lagi ini adalah akhir dari serikat Redwest. Akan tetapi, masih tidak dipastikan apa tujuan Ordo.


“Seharusnya keruntuhan Erina dan serikatnya saat ini hanya menunggu waktu. Tak perlu baginya turun tangan.”


Ray menyimpan kecurigaan bahwa ada tujuan lain dari tindakan Ordo. Seketika terbesit sebuah pemikiran.


“Leo, apa mungkin menggabungkan dua serikat jadi satu?”


Itu pertanyaan bodoh namun Ray membutuhkan kepastiannya.


Leo awalnya terkejut karena pertanyaannya tampak tak berhubungan.


“Ya. Itu masih mungkin. Posisi ketua bisa dimiliki oleh siapapun seandainya ketua serikat itu sendiri yang mengundurkan diri atau tewas.”


Andaikan ketua serikat tewas maka posisinya akan digantikan oleh wakil ketua dan seterusnya. Anggota dengan pangkat tertinggi akan menjadi penerus bila ketua serikat tewas.


“Aku tak menduga bahwa daftar keanggotaan memiliki manfaat seperti itu. Mari kesampingkan lebih dulu.”


Mari berpikir dengan cara algoritma. Dalang penyerangan ini memanfaaatkan serikat kecil untuk menyerang. Jika Mein yang wakil serikat belum menjadi ketua bisa dipastikan Erina masih hidup. Ordo datang dengan kekuatan penuh meski saingannya berada di ambang kehancuran. Andaikan saja ... . Pikirnya.


Sekarang, semuanya menjadi sangat jelas. Tentang alasan penyerangan dan mengapa Ordo datang.


“Jadi begitu. Tampaknya si dalang ini adalah anggota dari serikat kecil yang hanya berisikan segelintir orang. Mereka menarik delapan belas serikat kecil lainnya dan membentuk satu serikat besar.”


Itu adalah kesimpulan yang bisa ditarik olehnya. Ray tak yakin ada yang lebih pasti dari ini.


“Namun itu tak menutup kemungkinan bila Blueeast masih yang terkuat dan besar, kan?” tanya Terumi saat menyerah berpikir.


“Tidak. Bukan, bukan begitu, Terumi.” Leo terbelalak dan menatap Ray, dia tampak memahami apa tujuan akhir dari serangan ini.


“Lalu, apa?” tanya Terumi.


“Tujuan penyerangan ini bukan hanya untuk menghancurkan Redwest. Ini pasti berhubungan dengan tugas bonus. Dan, karena itulah Ordo datang untuk mencegah itu terjadi.”


Ray mengangguk puas. Ini pertama kalinya setelah sekian lama Ray menemukan masalah yang membuatnya kesulitan.


“Tujuan utama dari penyerangan ini adalah mengambil serikat Redwest serta anggotanya secara paksa. Atau, bisa juga mereka menghancurkannya dan menarik paksa anggotanya. Dengan begitu serikat kecil ini akan jadi yang terbesar dalam satu kali lompatan besar.”


Jika itu terjadi bahkan Blueeast takkan bisa dibandingkan dengan serikat ini.


Luar biasa. Sungguh rencana yang luar biasa dimiliki oleh dalang ini. Pada awalnya Ray memiliki rencana yang serupa dibeberapa tempat dan karena itu dia menggunakan banyak Degree untuk membeli bom dan memasangnya disekitar kediaman.


Namun kini semuanya sia-sia berkat rencana besar yang berjalan tanpa sepengetahuannya.


“Aku ingat dua puluh serikat yang ada di Open World. Andaikan orang yang menjadi pelaku dari semua ini baru atau sengaja tidak tampil mencolok maka ... posisi terbawah, serikat kecil bernama Rebellion.”


Kejutan itu sudah cukup untuk membuat Terumi dan Leo menenggak air liurnya. Leo merasa gelisah untuk waktu yang lama karena ada hal lain yang belum dia sampaikan.


“Selain itu, ada satu hal lain. Aku ingin kalian tidak terkejut. Ini adalah apa yang aku temukan di tempat yang tersembunyi. Singkatnya ... Open World serta pulau ini akan hancur.”