The Degree

The Degree
Pertemuan Mengejutkan



Dengan perasaan tidak menyenangkan di dadanya, Ray berjalan selagi mengamati sekitarnya.


Degree macam apa yang dimiliki wanita itu? Mungkinkah hipnotis? Namun aku memiliki kesadaran tinggi sehingga hampir mustahil untuk dihipnotis.


Ray selalu memiliki pemikiran sehat dan tak pernah kosong. Syarat mutlak hipnotis adalah membawa pemikiran targetnya ke arah yang dia inginkan sehingga sugesti yang diberikan akan berhasil.


Dengan kondisinya kala itu Ray tidak mungkin terkena hipnotis. Pastinya ada sesuatu yang lain.


Lagi pula Degree sungguh misterius. Tidak diketahui seperti apa kegunaannya dan efeknya. Ray tak pernah menggunakan miliknya lantaran dia masih tidak memahami miliknya.


“Jika secara umum aku memahami Degree-ku. Namun aku tidak bisa memikirkan apa yang bisa gelar ini lakukan sebagai Degree.”


Ray tak membantah bahwa dia memang memiliki kualifikasi untuk menerima Degree tersebut namun masalahnya adalah bagaimana cara dia menggunakannya.


“Yah, mari abaikan. Bagian terpenting adalah bagaimana mengatasi wanita itu.”


Ray ingat tentang orang yang berada di tugas yang sama sebelumnya, jika dia tidak salah ingat namanya adalah Ronald.


Orang itu bukan seperti orang yang akan tunduk kepada wanita namun faktanya dia kini melayani Erina tampa banyak berkata-kata.


Hal itu sudah cukup menjadi indikasi bahwa Ronald terkena sesuatu yang seperti hipnotis. Serupa namun tak sama.


“Sial, aku tak bisa berpikir jernih selama kemarahanku tak kunjung reda.”


Ray memutuskan menjernihkan pikirannya dengan pergi ke tepat sepi.


Dia memasuki hutan-hutan di mana tidak ada siapapun di sana.


Tak lama kemudian dia mencapai akhir hutan dan menemukan sungai yang terlihat indah. Pemandangan tersebut sedikit menyejukkan hatinya.


Meski begitu tidak cukup baik untuk meredakan kemarahannya secara sempurna.


“Tampaknya di sebrang sana adalah blok timur.”


Ray berpikir untuk mencapai blok timur namun ada kekhawatiran bahwa sesuatu yang merepotkan lainnya akan terjadi.


Barangkali pemimpin blok timur memiliki sifat yang lebih buruk daripada Erina. Jika begitu adanya maka Ray akan terjebak diantara perselisihan kedua orang tersebut.


“Namun aku perlu teka-teki lengkap untuk membuka tugas ke lima. Aku perlu rencana.”


Ray duduk di tepi sungai dan membiarkan kakinya berendam dinginnya air sungai.


Dinginnya air sungai sungguh menyegarkan dan menenangkan. Ray memiliki sedikit dorongan untuk membasuh dirinya di sungai karena sudah cukup lama sejak terakhir dia mandi.


Ketika dorongan itu mulai menguat Ray mendengar langkah seseorang datang dari arah berlawanan dengannya.


“Siapa di sana?” Ray bertanya dengan sedikit kuat dan menyiapkan senjatanya.


Sebuah tangan keluar dari balik pepohonan dan seiring waktu Ray melihat siapa itu.


“Suara itu ... sudah kuduga, itu kamu, Ray!”


Ray terkejut bahwa orang yang datang adalah orang yang sudah dia kenal saat pertama kali datang.


“Kamu ... Terumi?”


Meski ada perubahan besar terjadi kepadanya namun Ray masih bisa mengenalinya.


Jika dibandingkan dengan Terumi saat awal datang maka perbedaannya akan sangat jauh.


“Syukurlah kamu bertahan sampai sini!” Terumi menghampiri Ray dan mulai menangis haru.


“Kamu tetap saja gadis yang cengeng.” Di belakangnya seseorang mengikuti.


Pria dengan rambut emas sedikit coklat muncul degan senyumannya. Perbedaannya sedikit tampak dengan jelas. Jika sebelumnya orang itu lebih pendek dari Terumi, kali ini tingginya mengimbanginya. Toh, meski begitu dia tidak mencapai tinggi Ray sama sekali.


“Kamu, Leo? Kalian sangat banyak berubah sampai aku hampir tidak mengenalinya. Syukurlah bahwa kalian berhasil melalui setiap rintangan.”


Leo tersenyum masam ketika melihat tangan kiri Ray dan tubuhnya yang terlihat penuh perban, “Ya, tugasnya tak terlalu sulit sehingga kita mampu mengatasinya. Namun tampaknya kamu mengalami hal-hal yang lebih berat dari kami.”


Nyatanya tidak ada yang lebih menderita atau lebih ringan. Satu hal yang pasti meski tugas yang mereka hadapi berbeda namun memiliki tujuan yang sama.


Ray yakin bahwa Terumi dan Leo telah melalui banyak hal saat menjalani tugas yang ada.


Setelah beberapa waktu mereka saling bertukar cerita tentang apa yang terjadi dan apa yang mereka lalui.


Ray terkejut ketika menemukan fakta bahwa Terumi pernah membunuh setidaknya dua orang dalam prosesnya. Degree yang dia miliki terlihat jelas sangat berguna dan mencolok lebih dari siapapun.


Sementara untuk Leo dia telah dibekali kemampuan bertarung yang hebat karena pernah mempelajarinya secara otodidak.


Itu tidak mengejutkan karena dari perawakannya saja sudah jelas bahwa Leo orang yang ahli bertarung.


“Dari kelihatannya kalian berasal dari blok timur. Apa mungkin kalian bergabung dengan serikat di sana?” Ray bertanya dengan cukup penasaran.


Leo dan Terumi saling memandang sebelum mengangguk.


“Ya, daripada bergabung, lebih tepatnya kami dijebak.” Terumi berkata dengan suara yang hampir berbisik


“Dijebak?” Ray kembali bertanya.


Leo mengangguk ringan, “Kenyataan bahwa kamu tahu sesuatu tentang serikat maka artinya kamu sudah memahami situasi di tempat ini.”


Tugas ke lima belum muncul sejak dua tahun lalu karena tidak ada siapapun yang bisa membukanya. Disaat hal-hal menjadi sulit perselisihan antara blok barat dan timur terjadi.


Sejak saat itu Open World terbagi menjadi sisi barat dan timur.


Leo dan Terumi mengakui sudah tiga hari berada di Open World. Ray tidak menyangka bahwa waktu sudah berjalan selama itu ketika dia survival menyelesaikan semua tugas.


Dari informasi yang diberikan Leo dan Terumi. Serikat di timur bernama Blueeast. Pemimpin dari serikat tersebut tidak pernah mereka temui dan selama ini mereka hanya berkomunikasi melalui pelayan pribadinya.


Pemimpin dari Blueeast bernama Ordo Maguire. Degree-nya tidak diketahui sama sekali dan hampir tak ada seorangpun selain si pelayan yang pernah melihatnya.


“Dari kelihatannya kamu datang dari barat, Ray. Apa kamu juga terlibat ke dalamnya?” tanya Leo dengan sedikit penasaran.


“Ya. Sama seperti kalian, aku terjebak dengan pemimpin serikat Redwest, Erina Queen. Mungkin situasi kita sangat berbeda namun saat ini aku tak bisa menentang keinginan wanita itu.”


“Tak bisa menentangnya ... aku ingat bahwa ada rumor yang mengatakan pemimpin barat memiliki Degree yang mampu mencuci otak orang lain. Tampaknya rumor itu benar namun juga tidak.”


Ray mengangguk setuju, “Nyatanya aku masih memegang kendali atas diriku sepenuhnya. Bisa dibilang bahwa dia membutuhkan persyaratan tertentu untuk menggunakan Degree-nya.”


Spekulasi tersebut tidak lagi dapat diragukan. Ray coba mengingat kembali tentang pertukaran yang dia lakukan dengan Erina. Ada kemungkinan dia bisa mendapatkan petunjuk.


“Ada apa denganmu, Terumi? Kamu diam sejak tadi.” Leo tiba-tiba berkata kepada Terumi yang diam menunduk.


“Wanita ...” Terumi bergumam sebelum dengan ganas merangkak mendekati Ray. Wajah keduanya sangat dekat sampai bisa merasakan napas satu sama lain.


“Wanita ... apa wanita itu melakukan hal-hal tidak senonoh kepadamu?!”