
Setelah beberapa waktu atas kepergian Arthur, Ray hanya menatap grafik dengan diam.
“Apa kamu akan bergabung, Ray?” tanya Terumi yang terlihat gelisah dari waktu ke waktu.
“Sebelumnya aku mau bertanya. Apa ada cara tertentu untuk ketua serikat melihat daftar nama anggotanya?”
Terumi sedikit terkejut namun dia tetap menjawabnya, “Ya, tentu saja ada. Hal itu dikarenakan semua tugas dari Secret akan datang ke ketua serikat terlebih dahulu.”
Keberadaan daftar tersebut berguna untuk ketua serikat mengirimkan tugas ke anggota yang cocok serta mengetahui apakah mereka bisa melakukannya atau tidak.
Selain itu daftar tersebut juga berguna untuk ketua serikat bila mana ingin menaikkan status anggotanya. Misalnya Erina ingin menjadikan Ray sebagai sekertaris serikat maka dia bisa menggunakan daftar keanggotaan untuk melakukannya.
“Tidak sampai di sana. Daftar tersebut juga bisa berguna untuk mengganti pemimpin atau sejenisnya. Sebelumnya aku pernah melihat ketua serikat kecil menyerahkan seluruh serikatnya kepada Ordo dan menjadi bagian dari Blueeast.”
Ray terkejut oleh hal itu namun hanya beberapa detik kejutan itu berlaku.
“Begitu. Lalu apakah semua orang yang telah bergabung dengan serikat akan mampu mengaksesnya?”
“Ya, tentu saja. Semua orang akan memilikinya sesaat setelah bergabung. Selain itu kamu bisa keluar serikat melalui daftar keanggotaan sehingga tidak perlu repot-repot datang kemari.”
Alasan perlu pergi ke ruang bawah tanah untuk mendaftarkan diri ke serikat adalah untuk menerima daftar keanggotaan tersebut. Hal itu tidak bisa didapatkan di manapun selain dari Secret itu sendiri.
“Begitu. Aku mengerti sedikit banyaknya.”
Ada banyak informasi yang telah dia kumpulkan dalam waktu singkat. Untuk kali ini Ray akan menyimpannya baik-baik dan akan menyusunnya nanti.
Setiap kali dia menemukan hal baru maka akan selalu ada perubahan tertentu yang siginifikan. Itu bagus namun juga buruk karena Ray telah memikirkan hal yang sia-sia.
Setelah mendaftarkan dirinya Ray dan Terumi berjalan keluar bersama. Ray kini mengetahui teka-teki yang dimaksud Erina. Memang kenyataannya Ray sendiri tidak memahami apa yang coba disampaikan oleh teka-teki tersebut.
Aku akan mempelajarinya lebih dalam nanti, ini membutuhkan lebih dari sekedar otak. Pikirnya.
Ketika mereka tiba di luar, Ray menemukan semua orang berkumpul dengan gelisah dan panik.
“Mengapa itu bisa terjadi?” Terumi menutup mulutnya dengan tak percaya, matanya yang cantik gemetar oleh pemandangan di depannya.
Tak perlu bagi Ray bertanya ke sana-sini karena situasinya sudah sangat jelas di mata mereka.
Sesuatu yang besar telah terjadi di kota, asap hitam mengepul dan Ray mampu mendengar beberapa suara baku tembak dari kota.
Dia ingin pergi ke sana secepatnya untuk mengetahui apa yang terjadi namun ada hal yang lebih baik dia selesaikan terlebih dahulu.
“Apa yang harus kita lakukan, Ray? Apa sebaiknya kita pergi untuk memeriksa keadaan?” Terumi terlihat gelisah meski begitu Ray kagum bahwa dia masih bisa menjaga ketenangannya.
“Pergi tanpa persiapan sama saja bunuh diri. Sebelum itu aku ingin mendiskusikan beberapa hal kepadamu.”
Ray dan Terumi pergi ke tempat yang sepi dan tidak ada orang. Keduanya mulai membuat persiapan untuk memasuki kekacauan yang ada di kota.
“Aku sedikit penasaran tentang ini, apa kamu juga mendapatkan teka-teki untuk memecahkan tugas ke lima?”
Ray yakin ada beberapa teka-teki lain karena yang dia dapatkan sangatlah absurd.
Terumi mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut.
“Ya. Aku mendapatkan sebuah teka-teki yang sama sekali tidak bisa dipecahkan. Bahkan meski aku telah bertukar pikiran selama beberapa waktu tetap saja tak ada jawabannya.”
Entah apakah teka-teki yang mereka dapatkan sama atau tidak, Ray hanya perlu mengetahuinya saja.
“Jadi apa yang kamu dapatkan?”
Terumi diam sejenak sebelum menjawabnya, “Tempat untuk gagal atas semuanya. Itulah kata-kata yang tertulis sebagai teka-teki.”
Ray kemudian berpikir sejenak dan mencoba menghubungkannya dengan teka-teki yang dia dapatkan.
“Itu berbeda dengan yang aku miliki. Teka-teki milikku justru sesuatu yang lebih aneh ... Hutang adalah neraka, cinta untukmu, riasan kematian, Absurdnya neraka.”
“Itu ... apa maksudnya? Sama sekali tidak berhubungan satu sama lainnya. Bahkan kalimatnya sendiri lebih kacau ketimbang yang aku terima.” Terumi terlihat linglung seakan-akan keluar asap dari kepalanya.
“Ya, ini memang tidak dimengerti. Namun dengan adanya teka-teki milikmu aku mungkin bisa menghubungkannya.”
Ray mengambil kayu dan menuliskan kalimat-kalimat tersebut di tanah. Baik teka-teki yang dia dapat atau yang Terumi dapatkan.
Ray tak yakin ada berapa banyak potongan teka-teki yang disebarkan namun andaikata hanya dua, maka dia sudah dekat dengan jawabannya.
“Apa kamu menemukan sesuatu dari ini?” Terumi bertanya dengan wajah yang rumit selagi melihat kata-kata yang ditulis Ray, “Dari pendapatku dan Leo tentang teka-teki yang kami dapatkan. Maknanya adalah suatu tempat atau hal yang dialami semua orang sehingga membuatnya gagal. Meski ada banyak hipotesis namun itu mungkin yang paling dekat.”
Sesuatu yang membuat manusia gagal ... itu cukup bisa diterima. Namun jika dua teka-teki tersebut saling berhubungan lantas akan sulit menjawab yang Ray dapatkan.
“Itu memang cukup bagus, tetapi sebaiknya kita buang hipotesis itu. Asumsi yang salah akan membawa kita semakin jauh menuju jawabannya.”
Ray tak ingin menambahkan sesuatu yang asing di kepalanya. Semakin banyak hal yang ada di pikirannya maka semakin sulit menentukan jawabannya.
“Lalu apa yang harus kita lakukan? Ini teka-teki yang rumit karena bahkan Ordo tak bisa memecahkannya meski dua tahun berlalu.” Terumi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Jika orang yang telah memiliki lebih banyak waktu gagal maka akan sulit bagi orang-orang yang baru mendapatkannya untuk menemukan jawaban benarnya.
Ini memang rumit ... tunggu ... rumit. Pikirnya.
“Oke, untuk pertama-tama mari ubah pendekatan kita.”
Selama ini Ray mencoba memahami pesan apa yang ada di balik kalimat acak-acakan tersebut.
Sugesti bahwa Secret selalu memberikan hal yang rumit semestinya sudah tertanam di pemikiran semua orang bahkan tak terkecuali Ray.
“Mengubah pendekatan?” tanya Terumi.
“Ya. Jika kita tak bisa melihat apa-apa dengan cara memahami setiap kalimatnya maka kita coba cara lain. Aku yakin baik Erina ataupun Ordo melakukan hal yang sama.”
Keduanya pasti telah memiliki banyak kemungkinan yang telah dicatat baik-baik.
Jika tidak sulit mendapatkan banyak teka-teki bahkan dari sisi yang berlawanan, sungguh tidak masuk akal bahwa keduanya tidak mendapatkan apa-apa.
Ray kini curiga bahwa sebenarnya Ordo ataupun Erina telah mengetahui kunci untuk membuka tugas ke lima namun mereka tetap diam bermain bodoh.
Selama dua tahun tanpa membuat perang atau langkah untuk melakukannya ... sudah aku duga ada konspirasi di balik ini semua. Pikir Ray.
Tidak diketahui apakah saat ini perang telah pecah atau tidak. Langkah pertama yang perlu Ray lakukan adalah memecahkan teka-teki tersebut.
Terumi mengangguk dengan cepat, “Ya, faktanya untuk sampai ke tempat ini kita melalui berbagai hal menyakitkan. Pembunuhan, kematian, dan pengkhianatan.”
Wajah Terumi menjadi pahit saat mengatakannya. Sebagai seorang gadis normal, ada hal-hal yang tak bisa dia lepaskan jika berada di lingkungan mengerikan seperti ini.
“Itu kebenarannya. Namun bagaimana jika pemikiran tersebut nyatanya salah?”
“Salah? Maksudmu Secret tak bermaksud menyiksa dan membunuh kita semua?” Nadanya tersimpan sedikit kemarahan yang tertahan.
Dia jelas tidak terima jika Secret tidak memiliki tujuan untuk itu.
“Tentunya aku setuju bahwa ada bagian dari tugas mereka yang menginginkan hal-hal itu. Namun tujuan utama mereka adalah penelitian tentang batas Degree dan mungkin ada hal lain yang mereka sembunyikan.”
Kenyataannya Ray tahu bahwa Secret mencari survivor yang akan selamat dari semua tugas yang mereka berikan. Entah untuk apa namun yang pasti, orang yang selamat akan memiliki segalanya.
“Keyakinanku mutlak bahwa tidak ada tugas yang tidak bisa diselesaikan. Jika mereka melakukannya maka semua uji coba ini sia-sia.”
“Lalu, bagaimana bisa kita menyelesaikan teka-teki yang bahkan pemimpin serikat besar tidak pecahkan selama dua tahun?”
Selagi bicara Ray mulai melakukan sesuatu pada kata-kata yang dia tuliskan sebelumnya.
“Jika kita melakukan pendekatan lain dan menggunakan cara yang paling sederhana seperti ini ... jawabannya akan muncul. Entah benar atau tidak namun menurutku pribadi ini lebih masuk akal.”
Terumi benar-benar terguncang. Meski tidak ada jaminan bahwa hal yang mereka temukan adalah jawabannya, tetap saja, jika itu benar maka sesuatu yang mengerikan akan benar-benar terjadi.
“Itu ... tidak mungkin. Itu tidak mungkin! Apa mereka benar-benar gila?!” Terumi mulai mengumpat dengan marah.
Ray sendiri tidak menyukainya. Jika itu benar maka akan ada banyak korban jiwa.
Namun mengingat ini adalah ujian dari Secret, bukannya mustahil hal itu terjadi.
“Aku tidak yakin ada orang waras yang melakukan uji coba terhadap manusia dan memaksa mereka bertarung saling membunuh satu sama lain. Sejak awal Degree, Market, dan Open World ini sendiri sudah hal yang gila.”
“... kamu benar. Aku hampir lupa bahwa organisasi ini benar-benar bajingan keji!” Terumi menggertak gigi dan mengepalkan tinjunya dengan kuat.
Ray segera menghapus tulisannya dengan kakinya agar orang lain tak menemukannya. Segala hal akan menjadi sangat kacau jika ada orang lain yang menemukannya.
“Kekacauan yang sedang terjadi di kota saat ini, mungkin saja Erina dan Ordo telah melakukan konfrontasi. Tampaknya salah satu pihak membuat langkah karena kehabisan kesabaran.”
“Jika begitu bukankah kita harus bergegas, Ray?!” Terumi kehilangan ketenangannya dan tampak sedikit tidak sabar.
“Tidak. Kedatangan kita takkan membantu apa-apa. Sebaiknya kita amati sembunyi-sembunyi sebelum benar-benar memastikan apa yang terjadi.”
Ray menatap kepulan asap hitam yang datang dari kota. Kala itu Ray teringat tentang tugas bonus untuk membangun serikat terbesar di Open World.
Awalnya aku ingin merelakan tugas bonus tersebut meski hadiah utamanya sangat disayangkan untuk kulewati. Namun situasinya terus saja berubah sehingga aku harus membuang semuanya lagi. Apa boleh buat ... aku harus menggunakannya. Pikir Ray.
...[****]...
Diantara hutan-hutan lebar Leo sedang berlari dengan tergesa-gesa. Dia berlari tanpa berniat untuk berhenti dan terlihat gelisah karena suatu hal.
“Aku tak menyangka sesuatu seperti itu ada di Open World! Jika ada orang yang perlu aku selamatkan—”
Dia mungkin belum mengenal Ray dengan baik namun Leo memiliki keinginan kuat untuk memanggilnya sahabat. Selain itu, Terumi gadis yang baik, setidaknya Leo ingin menyelamatkannya.
Meski dia tidak menumbuhkan perasaan apapun kepada Terumi, Leo sudah menganggap wanita itu adiknya sendiri.
“Sesuatu terjadi dengan begitu cepat. Meski aku berpura-pura sakit dengan tujuan meneliti tempat itu, siapa yang menduga akan jadi seperti ini?!”
Leo tidak pernah membayangkan bahwa segalanya akan berubah dalam waktu singkat.
Selain Ordo yang entah mengapa aktif dan menyiapkan senjata serta perbekalan dalam jumlah yang besar, situasi barat saat ini tidak baik-baik saja.
Dengan adanya ledakan, tembakan dan rumah yang terbakar membuat wilayah barat menjadi sangat krisis.
“Apa Ordo mengambil langkah awal untuk perang? Namun ini sangat aneh! Sial, aku benar-benar tidak mengerti!”
Selain dari kekacauan barat, sesuatu yang ditemukan Leo di ruang rahasia juga menjadi gawat. Jika semuanya tetap berjalan seperti ini maka tidak ada keraguan bahwa semua orang di Open World akan mati.
“Aku ingat Terumi menjalani misi, seharusnya dia ada di dekat ruang bawah tanah. Aku harus menemuinya!”
...[****]...
Di kota bagian barat, tempat kediaman Erina berada yang kini hanya tersisa puing-puing bebatuan dan pondasi saja.
Erina menatap kediaman yang susah payah dibangun kini hancur dan rata dengan tanah. Menggertak giginya, wajahnya mengkerut marah.
“Bajingan mana yang berani melakukan ini!”
“Saat kediaman meledak, tiba-tiba seluruh kota menjadi kacau.” Mein datang bersama dengan Ronald yang tak sadarkan diri karena tertimpa puing bangunan.
Saat itu Erina sedang mengurus dokumen serikat seperti biasanya. Namun entah mengapa kediamannya tiba-tiba meledak. Untungnya dia hanya menderita sedikit luka di kepalanya dan roknya sobek sehingga menampilkan kaki langsingnya.
“Apa Ordo yang melakukan semua ini?! Bajingan itu, akhirnya dia melakukannya, ya!”
“Aku tidak tahu pasti, Nona. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda kehadiran serikat Blueeast.”
“Tidak, aku sangat yakin dia pelakunya! Sejak dulu bajingan itu selalu seperti ini!”
Erina merobek bagian dari gaunnya untuk mempermudahkannya bergerak. Dia menarik napas dalam untuk menenangkan dirinya.
Dia kemudian menyadari bahwa separuh kota terbakar, sementara sisanya hancur karena ledakan.
Saat ini ada satu tempat yang tampaknya menjadi lokasi baku tembak dan pertarungan sengit. Erina yakin bahwa pelaku dari semua kekacauan tersebut berada di sana.
“Kumpulkan semua orang dan minta mereka datang dengan persiapan penuh! Kita akan menuju bagian barat kota, besar kemungkinan Ordo ada di sana!”
“Baik!”
Dengan otoritasnya sebagai wakil serikat, Mein mampu mengirimkan pesan kepada semua anggota serikat Redwest untuk berkumpul.
Tidak pernah ada musibah seperti ini dalam dua tahun dan paling parah hanya akan terjadi cekcok kecil antara Erina dengan Ordo.
“Apa benar kalau Ordo memulai semua ini? Harusnya itu mustahil karena keduanya masih peduli satu sama lain meski saling membenci.”
Mein sama sekali tidak memahami situasi terkini. Dia harap segalanya tidak menjadi lebih kacau.