
Delapan plastik hitam yang entah mengapa ada di kolam air mancur. Ray mengambil plastik yang dibuka oleh Mona dan menemukan kepala dengan wajah tak asing.
Meskipun wajahnya hancur sedemikian rupa sehingga sulit diidentifikasi, Ray masih dapat mengetahui keriput di wajahnya itu.
“Ini Sebastian,” ujar Ray.
Terumi yang berusaha menenangkan Mona menenggak air liurnya. Ia berusaha tidak melihat bagian-bagian mengerikan yang tersebar itu.
Orang-orang di sekitar juga tampak tak kuasa melihatnya, mereka tak mau terlibat dalam pembersihan. Hanya Ray dan pria pirang sebelumnya yang berani menyaksikannya.
“Ini benar-benar mengerikan. Setiap plastik berisi organ dan bagian tubuhnya,” ujar si pria pirang. “Aku tak menyangka ada psikopat gila di tempat ini.”
Ray tak tahu dengan pasti siapa pelakunya, tetapi ia bisa menerka beberapa sosok yang mungkin melakukannya.
Virgo bisa jadi pelakunya meskipun kecil kemungkinannya. Ray tak yakin orang itu akan membunuh kekuatan penting seperti Sebastian. Belum lagi pria itu memiliki kontribusi besar atas kehancuran Blueeast.
Maka dari itu Indri bisa jadi pelakunya. Orang itu memiliki jalan pemikiran yang tidak bisa dimengerti. Bukannya tidak mungkin ia ingin mengeliminasi anggota Rebellion sedikit demi sedikit.
“Apa yang harus kita lakukan tentang ini?” tanya pria pirang, membangkitkan Ray yang terbenam oleh pikirannya.
“Kita harus menyingkirkannya. Bukan pilihan bijak untuk membiarkannya di sini.”
“Aku setuju,” pria pirang memandang sekitarnya. “Tampaknya tidak ada orang lain yang ingin melakukannya. Bagaimana denganmu?”
Ray bisa menolak karena ini kewajiban, tetapi untuk beberapa alasan pria pirang ini membuatnya tertarik.
“Aku akan membantu.”
Ray membungkus kembali plastik yang terbuka dan membawa dua di tangannya. Pria pirang itu juga mengambil jumlah yang sama.
“Aku Eric. Terima kasih telah mau membantu.”
“Panggil aku Ray,” ujarnya. “Apa kamu tidak masalah dengan benda-benda ini? Orang biasa akan memiliki reaksi seperti orang-orang di sana.”
Ray menunjuk dengan ekor matanya. Orang yang dimaksud Ray adalah mereka yang menahan mual dan mengalihkan pikirannya dari plastik-plastik ini.
“Kamu sendiri bagaimana?” Eric menjawabnya dengan melemparkan pertanyaan. “Bahkan kamu tidak membuat ekspresi apapun ketika melihat isinya.”
Ray tahu bahwa Eric bukan orang awam karena ia sendiri tidak menjelaskannya. Mungkin semua orang di tempat ini sudah berkembang jauh dan memahami jika semua orang bukanlah teman.
“Bisa dibilang kita ini orang aneh karena tak terganggu, ya?” ujar Ray dengan nada lemah.
“Ha ha ha, meski enggan mengakuinya namun itu tepat sasaran.”
Ray dan Eric pergi ke tempat yang sepi di mana tidak ada banyak orang. Keduanya melemparkan plastik di tangannya dan memandang dengan diam.
“Hanya ada dua cara untuk menyingkirkannya.” Eric berkata dengan nada yang datar.
Ray mengangguk karena ia tahu maksudnya. Untuk menyingkirkan potongan-potongan tubuh ini, mereka hanya bisa mengubur atau membakarnya.
“Sebaiknya kita mengubur—” Saat Eric ingin menyarankannya, Ray lekas menyela perkataannya.
“Kita bakar saja.”
“... kamu yakin?” Bahkan Eric tidak memiliki keyakinan jika ingin membakarnya.
“Ada kemungkinan orang akan menggalinya dan menggunakannya untuk membuat kekacauan lain. Menghilangkannya adalah pilihan terbaik.”
Jika semuanya terbakar maka tidak perlu khawatir ada orang keji yang menggunakannya untuk mengancam. Bahkan yang terburuk akan muncul sekelompok orang gila menggali dan membagikannya.
Eric tampak berpikir keras selama beberapa waktu sebelum menganggukkan kepalanya.
“Aku mengerti. Mengkremasi adalah pilihan tepat karena takkan ada orang jahat yang menyalah gunakan,” Eric menatap Ray setelah meyakinkan dirinya. “Aku akan membawa sisanya ke sini, bisakah kamu menjaganya?”
“Bukan masalah besar.”
Eric pergi untuk mengambil plastik yang tersisa di taman. Ray menoleh ke kanan dan kiri untuk memastikan bahwa tidak ada siapapun di tempat ini. Ia kemudian memejamkan matanya, menarik napas dalam dan menatap langit-langit.
“Mari kita luruskan. Seseorang mungkin membunuh Sebastian untuk tujuan tertentu. Tak banyak orang yang akan membenci pria tua ini.”
Hanya sisa-sisa anggota Blueeast yang mungkin memiliki dendam kepadanya. Selain itu, meski terkesan sulit dipercaya namun Indri bisa jadi biang keroknya.
“Rebellion telah membuat banyak sekali masalah di Open World. Bahkan Indri juga terkena imbasnya sehingga ia bergerak mengikis kekuatan Virgo.”
Virgo bukan lawan yang mudah dan masih sangat sedikit informasi tentangnya. Ray bahkan tak tahu banyak tentang orang itu sehingga tidak mengambil banyak tindakan tentangnya.
Ray membuka matanya karena ia mulai mengerti sesuatu. Tentunya dia masih tidak percaya bahwa bahkan ada beberapa hal yang berjalan di belakang layar tanpa sepengetahuannya.
Ia kemudian membuka kantung plastik lainnya dan menemukan jari tangan dan kaki, tanpa kukunya.
“Jadi begitu. Orang yang membunuh Sebastian pastilah mengintrogasi untuk mendapatkan sesuatu tentang Virgo. Dilihat dari kondisinya, Sebastian mungkin tidak menyampaikan apa-apa karena seluruh kukunya dicabut.”
Bahkan jika mayatnya dimutilasi, mendapatkannya tetap penting. Jika Ray menjadi Virgo, ia takkan ragu mencari mayat Sebastian untuk mengotopsi dan mencari tahu apakah Sebastian angkat bicara atau tidak.
Mudah membuat asumsi, jika kondisi tubuhnya sangat parah. Mulai dari setiap kuku dicabuti, tulang jari patah hingga ditusuk jarum. Semakin banyak hal-hal itu ditemukan maka artinya oran yang diintrogasi tidak mudah bicara.
Dilihat dari kondisinya secara samar Sebastian masih memiliki kulit yang bersih tanpa memar.
“Bisa dibilang pria tua ini membongkar sesuatu sehingga kematiannya lebih mudah.” Ray menutup kembali kantong plastik hitam tersebut.
Pilihannya tepat untuk membakarnya demi menghilangkan jejak apakah Sebastian berkhianat atau tidak.
“Alasan Indri membuangnya mungkin untuk memberi gertakan bahwa Sebastian angkat bicara tentang hal yang diketahuinya. Namun tentunya aku takkan mengikuti alur.”
Reid membuka Market dan berniat membeli sebuah barang yang akan membereskan ini semua.
“Maaf saja namun aku akan menghapus semuanya. Virgo mungkin takkan pernah tahu bahwa Sebastian telah membocorkan rahasianya.”
Ray tentunya seratus persen yakin kalau Virgo menyuruh orang untuk mencari mayat Sebastian. Untungnya ia menemukannya lebih dulu sehingga bisa menghapus jejak yang ditinggalkan Indri.
“Sepertinya semua orang sudah mulai bergerak, ya. Aku sudah bisa meramalkan masa depan di mana para pengkhianat menunjukkan taringnya.”
Ray tak lupa tentang kerjasamanya dengan Virgo untuk membuat situasi di mana orang itu bisa membunuh Mona. Untuk mewujudkannya maka Ray harus menjalankan rencananya sedikit lebih cepat.
“Aku tak lupa. Tempat ini tidak pernah membuatku bosan dengannya.”
Insiden besar sudah ada di depan mata. Apakah pada akhirnya Virgo akan bertahan? Mungkin Mona dan Arthur? Bahkan bukannya tidak mungkin Ray sendiri akan gugur.
“Mari kita lihat siapa yang akan jatuh, dan berdiri di atas langit.”