
“Situasinya mulai berubah, ya?” gumam Ryouma saat melihat keluar jendela.
Dia memiliki senyuman di bibirnya, sudah sangat lama sejak dia sudah menunggu hari di mana semuanya akan berakhir.
“Sudah sejauh ini namun aku bingung untuk memihak siapa.”
Ryouma sudah lama menunggu situasinya berkembang seperti ini, permainan terakhir sudah dijatuhkan dan hanya sampai menunggu waktu sampai lima kunci emas terbentuk.
Ada beberapa kandidat yang Ryouma yakin pasti bisa mendapatkannya, bahkan orang-orang yang dijagokan sudah memiliki setidaknya empat kunci di genggamannya.
“Aku harap mereka tak berlama-lama tentang ini karena aku telah bosan menunggu. Sudah sangat lama, aku menunggu.”
Sebelum generasi pertama dan kedua muncul, Ryouma adalah orang yang telah menerima Degree dari Secret. Dia diharuskan menunggu sampai tiba waktunya seseorang akan menduduki takhta dunia ini.
Memang, mimpi dan tujuan yang dikejar Secret begitu tinggi sampai-sampai terkesan berada di dunia fantasi, tetapi pada nyatanya dengan Degree, bahkan seseorang sekalipun bisa menjadi tuhan di dunia ini.
Ryouma dan orang lainnya sudah menunggu sampai hari ini tiba, entah berapa tahun telah berlalu.
“Meski begitu aku tak tahu kenapa dia masih tertidur. Harusnya ini waktu terbaik baginya untuk bangkit dan membuat pilihannya. Dia terlalu santai, haruskah aku keluar dan memukul kepalanya?” Ryouma tertawa kecil saat mengatakannya.
“Aku telah membiarkan bocah itu untuk menjadi ketua, karena itu dia akan memberikan bantuan lebih besar dari pada aku, satu-satunya orang yang takkan kena penalti meski tidak memiliki kelompok.”
Ryouma mendapatkan perlakuan khusus dari Secret bahwa dia bisa bergerak bebas tanpa perlu khawatir tidak memiliki kelompok. Dia takkan mendapatkan penalti apapun dari hal itu. Meski Ryouma bisa bergabung ke kelompok temannya sebagai formalitas, tetapi dia tak melakukannya dengan alasan keegoisan pribadi.
“Meski di sayangkan bahwa aku tak bisa meninggalkan kota ini. Bahkan jika aku melakukannya, akan ada lebih banyak sanksi yang dilimpahkan padaku ketimbang yang lainnya.”
Tak ada yang namanya diuntungkan sepenuhnya, bahkan Ryouma memiliki kerugian lain yakni tak bisa meninggalkan kota dengan cara seperti orang lain.
Ryouma tentunya tidak mau mengambil risiko untuk tindakan yang tidak sepadan.
“Pencurian emas ini tampaknya akan menjadi langkah terakhir untuk meraih kunci emas. Sampai saat itu maka aku akan bertindak.”
Ryouma menemukan gadis yang dia selamatkan telah bangun, dia juga telah memberikan pertolongan pertama pada kaki gadis itu.
“Kamu telah sadar? Aku sarankan jangan banyak bergerak karena luka di kakimu dapat terbuka kapanpun.”
Wanita itu terlihat bingung sebelum wajahnya terlihat menderita, rasa sakitnya jelas luar biasa lantaran kakinya tertembak. Meski begitu dia melihat Ryouma, pria yang tak dikenalnya.
“Kamu siapa? Ini ... di mana?”
Ryouma membuka jendela untuk menerangi ruangan, dia kemudian dia menuangkan secangkir teh hangat untuknya.
“Ini di apartemenku, kamu dikeroyok oleh orang-orang aneh yang seperti mafia. Aku penasaran mengapa ada orang-orang seperti itu di sini.”
Ryouma telah mengetahui bahwa negara ini tak memiliki sesuatu seperti mafia. Selain itu, Ryouma menemukan para mafia itu menggunakan bahasa asing, maka perlu baginya mengetahui identitas mereka.
Apakah mereka para bajingan yang berusaha mengubah sisi gelap negara ini atau hal lainnya.
“Kamu tak perlu khawatir mengatakan apapun. Aku juga sama sepertimu, pengguna Degree.”
Wanita itu tampak terkejut, dia tak meragukannya karena pengguna Degree memiliki jam di tangannya dan juga tak ada orang umum yang mengetahuinya.
Wanita itu— Hiromi sedikit curiga karena pria di depannya terlihat tak asing. Selain itu, tak ada yang aman dari mengatakan apapun kepada pengguna Degree.
“Kamu tak perlu memaksakan diri untuk mengatakannya. Beristirahatlah dengan baik.”
Hiromi menerima teh pemberiannya, dia kemudian mulai merasakan kebaikan hati yang dimiliki Ryouma. Mungkin dia bukan orang yang buruk, begitu pikir Hiromi.
Begitu Hiromi berpikir demikian, Ryouma mendekatinya dan menatap langsung dengan senyuman di bibirnya.
“Kamu bisa mengatakan apapun yang ingin kamu katakan, dan katakan tidak pada apapun yang tidak ingin kamu katakan.”
Hiromi diam sebentar sebelum mengangguk dan mulai menceritakan tentang yang terjadi kepadanya. Mulai dari dia menyelidiki tentang Haiyan dan anggotanya sampai tiba ketika dia kepergok.
“Hal apa yang membuatmu terungkap? Dikarenakan Degree-mu memungkinkan untuk menjadi inteligen yang berbakat. Harusnya kamu dan rekanmu itu tak mungkin ketahuan.”
Dengan datar Hiromi mengangguk dan menjawabnya dengan lancar.
“Itu karena ada seseorang yang menyamar menjadi nona kami, Indri dan menyapa kami. Dia menanyakan tentang apa yang kami temukan dan berbagai hal lainnya. Dari hal itu dia menguak kami dan memerintahkan anak buahnya untuk mengeksekusi kami.”
Ryouma menatap keluar jendela dan sedikit berpikir, tentunya dia mengetahui informasi ini namun ada sedikit yang meleset dari pengamatannya.
“Itu artinya dia bisa menjadi orang lain. Degree-nya memungkinkan hal itu. Sejauh yang aku ketahui, paling jauh Degree hanya dapat merealisasikan impian dan cita-cita sampai pada tahap tertentu.”
Seorang penata rias akan dapat menggunakan gunting meski dia tidak benar-benar memilikinya. Itu mungkin aneh namun Ryouma tahu rahasia di baliknya.
Mengapa hanya ada di paruh awal tugas orang-orang bisa mewujudkan benda dari Degree? Itu karena perbuatan Secret. Tak hanya Ryouma, tetapi Secret juga menyusupkan beberapa pengguna Degree yang bisa merealisasikan benda tertentu.
Mereka adalah orang-orang yang telah dimanipulasi dan dicuci otak. Saat mereka memunculkan benda dan orang-orang berpikir itu adalah Degree, pada nyatanya tidak seperti itu. Benda tersebut muncul karena sistem teleportasi milik Secret.
Memang tampak aneh namun nyatanya tujuan Secret adalah membuat orang-orang mempercayai kebohongan itu. Kunci dari semua uji coba ini adalah memahami apa itu Degree.
Semakin luar biasa Degree yang dimiliki seseorang maka semakin sulit pula untuk memahaminya. Ada yang bisa menggunakannya secara sadar dan tidak sadar. Bahkan mungkin saja ada yang tidak mengerti cara kerja Degree-nya.
‘Jika begitu maka benar pengamatanku tentang Haiyan. Dia memiliki ketrampilan jari yang baik dan entah bagaimana bisa membuat tubuhnya menyerupai pria bahkan yang lainnya. Namun tidak aku sangka bahwa wajah juga bisa dia ubah.’
Ryouma memahami tentang Degree, dan kasus Haiyan mampu menyebabkan kesesatan pikiran jika tak mengenal baik Degree.
“Aku tak menyangka bahwa nyatanya Degree bisa membuat seseorang merubah wajahnya seperti itu,” ujar Hiromi dengan wajah yang pahit dan jelas kesal.
Ryouma melirik ke arahnya, ekspresi wanita itu bukanlah kebohongan.
‘Dia berasal dari kelompok Indri, wanita yang bahkan Degree-nya tak bisa aku pahami. Aku memiliki ide.’
Ryouma kemudian tersenyum dan menyampaikan, “Tidak. Dia tidak menggunakan Degree untuk mengubah wajahnya.”
Hiromi mengerutkan alisnya. Dia tak menyentuh hal itu karena telah menyaksikan sendiri bagaimana Haiyan berpenampilan seperti Indri dan tak ada cara untuknya membedakan.
“Apa maksudmu? Manusia biasa takkan bisa melakukannya, maka susah jelas Degree adalah jawabannya!” ujar Haiyan sedikit menaikkan suaranya.
Ryouma tertawa kecil, “Tidak. Aku yakin bahkan Degree tak bisa membuat seseorang berganti wajah, tetapi aku yakin ada kemampuan yang bisa membuat seseorang dapat menciptakan wajah.”
Dia memang tak bisa memberikan bukti yang konkret, tetapi ada satu hipotesis bahkan contoh nyata untuk membuatnya yakin itu masuk akal.