
Setelah merasakan getaran yang cukup hebat, Ray merasa dirinya telah tiba di satu tempat. Meski begitu perasaannya tidak nyaman untuk pergi keluar.
Mungkin sudah terlalu lama dia tak pergi ke dunia luar sehingga ada perasaan gugup sebelum melangkah keluar.
Menarik napas dalam-dalam, Ray akhirnya membuka pintu dan mengambil langkah pertama untuk keluar.
Sebelum membukanya secara penuh Ray menemukan bahwa di bawahnya terdapat air masuk. Perasaannya seketika menjadi sangat buruk.
“Jangan bilang—”
Sebelum sempat menyampaikan kecurigaannya, pintu mendadak terbuka keras dan air masuk ke kapsul tempatnya tersebut. Beruntung bahwa Ray telah menyiapkan pelampung air sehingga dirinya akan bisa mengapung.
Meski begitu kesulitan terbesar adalah kondisi Ray saat ini sedang tenggelam cukup dalam. Kepalanya terasa pusing, semestinya itu karena kedalamannya. Bahkan Ray sendiri memiliki kelemahan akan hal ini.
Berkat pelampung air tersebut Ray perlahan naik ke atas, dia juga dengan tergesa-gesa mengayunkan kakinya untuk bergerak naik dengan cepat. Beruntung bahwa dia tahu caranya mengambang di air.
Butuh beberapa waktu sampai Ray muncul ke permukaan, dia menarik napas dalam-dalam selagi mengamati sekitarnya.
“Aku tahu kalau penempatannya akan acak, namun tolonglah. Mengapa di tengah laut?”
Ray hanya menemukan air di sekitarnya, dan terdapat sesuatu yang tampaknya adalah daratan namun itu bukan jarak yang akan mudah untuk ditempuh. Dan, itu bukan bagian terburuknya.
“Sialnya aku tidak bisa berenang.”
Ray payah dalam bidang ini bahkan jika dia tahu caranya mengambang, dia tak tahu caranya bergerak di air dari satu tempat ke tempat lain.
Alasan terbesar dirinya bisa mengambang mungkin karena pelampung yang digunakannya. Tanpa itu mungkin Ray telah tewas di lautan.
“Aku tak bisa meminta pertolongan siapapun. Sungguh, keberuntungan tak ada dalam diriku.”
Mungkin Ray harus mengakui bahwa dirinya dibenci oleh dewi keberuntungan, tidak seperti Arthur yang begitu diberkati.
Ray mulai memikirkan berbagai opsi yang bisa dia gunakan untuk keluar dari situasi ini.
Pertama, berenang menuju daratan adalah sesuatu yang mendekati mustahil. Selain jaraknya yang jauh, Ray benar-benar payah dalam berenang. Hal yang bisa dia lakukan mungkin hanya mengikuti arus air dengan harapan bisa sampai ke tepi daratan.
Kedua, menunggu kapal atau helikopter lewat dan meminta pertolongan setelahnya. Pilihan ini tak pasti karena besar kemungkinan tidak ada apapun yang akan datang.
Hal terakhir yang bisa Ray lakukan adalah mencoba segala cara yang bisa dia lakukan. Ray mulai mengakses jamnya yang tak terduga baik-baik saja.
“Padahal aku berharap ini hancur agar setidaknya Secret berkemungkinan besar datang untuk menggantinya. Yah, biarlah.”
Ray segera mengakses market dengan harapan bisa memesan sesuatu. Ketika dia mulai mencari-cari, sebuah pemberitahuan baru muncul tentang market.
— Pembelian setiap barang akan dikenakan pajak 500 DP setiap 1km dari pusat kota.—
—Berat dan besar akan masuk dalam perhitungan penambahan biaya yang diperlukan untuk membeli sesuatu.—
—Pengiriman barang takkan secepat biasanya, diperlukan beberapa waktu dalam mempersiapkannya dan melakukan pengiriman.—
Faktor utamanya mungkin karena mereka tidak berada di dalam fasilitas buatan Secret. Ini di dunia luar, mungkin teleportasi tak bisa digunakan seperti yang diharapkan.
Ray jadi berpikir dua kali jika ingin menggunakan DP-nya. Dia berniat membeli sebuah kapal kecil atau semacamnya untuk pergi kembali ke daratan karena berenang tidak memungkinkan baginya.
“Ini jadi semakin sulit. Sudah kuduga, sebaiknya aku membawa seseorang bersamaku sejak awal.”
Ray tak bisa menyalahkan kondisi yang sudah terjadi. Apa yang terjadi tak lagi mampu diubah dengan cara apapun. Oleh karena itu, Ray harus memikirkan solusi lain yang bisa ia gunakan.
“Ini mendekati situasi dengan jalan buntu.”
Saat Ray pusing mencari cara agar dirinya bisa keluar dari situasi tersebut, sebuah pesan pemberitahuan muncul dari fitur tambahan yang baru diberikan Secret. Fitur tersebut tampaknya juga membantu menampilkan pesan tentang situasi yang terjadi tentang tugas akhir.
Hal yang paling membuatnya terkejut adalah isi pemberitahuannya.
—Ketua kelompok enam telah gugur dari tugas terakhir.—
“Ini di luar harapan ...,” Ray merasa frustasi dengan kondisinya sekarang ini. “Situasinya bergerak lebih cepat dari harapanku. Selagi semuanya memulai perburuan, di sini aku nyaris tenggelam dan kesulitan untuk kembali.”
...****************...
Telah satu jam berlalu sejak Ray mengapung di air tanpa bisa melakukan apa-apa. Dia telah berusaha yang terbaik untuk membiarkan dirinya ikut terbawa oleh arus dan angin. Meski begitu tak ada kemajuan yang berarti.
“Haruskah aku membeli sesuatu di Market? Ini sudah lebih satu jam sejak pemberitahuan ketua kelompok enam gugur.”
Ray tak bisa menahan dirinya untuk bergegas mengetahui situasi yang sebenarnya terjadi. Ada banyak hal yang berjalan di luar harapannya, salah satunya adalah kehancuran satu kelompok di waktu singkat.
“Jika aku tak salah, kelompok enam dipegang oleh Rani. Andaikan sesuatu terjadi padanya, aku khawatir hal itu akan berdampak pada Erina.”
Ray tak peduli jika Rani ataupun Rina tewas sekalipun, tetapi yang ia khawatirkan adalah apa dampak yang akan terjadi kepada Erina. Ini masih tahap awal, Erina masih sangat diperlukan untuk rencana ke depannya.
“Aku tak sudi mengorbankan beberapa rencana karena alasan ini.”
Degree Erina harusnya akan bersinar terang jika itu menyangkut orang banyak. Salah satu rencana Ray dengan Degree Erina adalah dengan menipu orang dengan pengaruh besar dan memanipulasinya di balik layar.
Hal tersebut akan membuatnya memiliki posisi yang kuat terhadap beberapa hal. Bahkan mungkin pergerakannya takkan diketahui oleh banyak pengguna Degree.
Kehilangan langkah ini adalah kerugian besar karena mungkin Ray harus melakukan pemborosan besar-besaran terhadap uang. Bagian terburuknya dia mungkin harus membunuh Erina dengan tangannya sendiri.
Saat Ray sibuk dengan pemikirannya sendiri dan mulai berdebat tentang membeli barang atau tidak, dia melihat sesuatu dari kejauhan datang ke arahnya.
“Itu ... sebuah jetski?”
Ray penasaran apakah sungguh Jetski bisa mencapai tempat ini, namun mungkin saja dia sebenarnya tak berada di tengah lautan. Ray mungkin dekat dengan pantai atau daratan namun karena dia payah dalam berenang sehingga sulit mencapainya.
Ray mengangkat tangannya untuk memberitahu lokasinya, “Oii!”
Jetski itu menyadari kehadirannya dan lekas melaju ke arahnya dengan cepat. Ray bersyukur karena setidaknya dia tak perlu membeli hal yang tidak perlu.
“Itu, kan ...”
Orang yang tidak ia harapkan mengendarai jetski tersebut. Seorang wanita cantik yang rambutnya diikat ponytail, mengekspos kulit di lehernya. Tak hanya itu, untuk beberapa alasan dia menggunakan bikini yang tampak cukup terbuka.
Wanita yang seperti biasanya mengatakan hal-hal menyindir seringan bernapas.
“Kamu bisa diam dan merahasiakan hal ini, Indri,” ujar Ray sedikit acuh.
“Yah, wajar untuk merahasiakan kelemahan di mana kamu mencoba untuk tampil sempurna.” Indri jelas tidak peduli dengan hal itu, dia kemudian mengulurkan tangannya, “Naiklah, tak nyaman berbicara di tempat seperti ini.”
Ray meraihnya dan duduk di belakangnya, Indri berniat menjalankannya namun Ray bingung. Dia tak tahu di mana harus berpegangan.
“Ada apa, Ray?” tanya Indri dengan nada mengejek. “Kamu diizinkan meletakkan tanganmu di manapun, loh.”
“Itu masalahnya. Aku tak tahu di mana meletakkannya.”
Itu karena tak ada apapun di depannya selain Indri sendiri yang mengekspos seluruh kulit dan lekuk tubuhnya. Dia memiliki perut dan pinggang yang langsing, sesuatu yang mungkin sangat diidamkan para wanita.
Indri Kemudian meraih tangan Ray dan mengalungkannya ke pinggangnya, “Apa kamu seorang perjaka? Sudah kubilang letakkan sesukamu. Bahkan tak ada keluhan jika kamu bermain di area sensitif.”
Dia jelas sedang menggoda Ray, tentunya itu tawaran menarik namun Ray bukan pria bajingan yang akan melakukannya. Tidak jika itu berkaitan dengan pengguna Degree. Selain itu, ada kekhawatiran kasus di mana Terumi mungkin memergokinya.
Jika itu terjadi Ray tak percaya diri mampu membuat alasan yang bisa dipercaya.
“Hentikan leluconmu,” ujar Ray saat Indri mulai mengendarai jetski dan menuju daratan tanpa terburu-buru. “Meski begitu aku terkejut kamu mengetahui keberadaanku.”
Ray tidak tahu selain Secret apakah orang lain dapat mengetahui keberadaannya. Memang ada beberapa cara mencari orang di lautan namun itu akan menjadi hal rumit karena membutuhkan tangan pemerintahan.
Jika Indri nekat melakukannya maka akan muncul pertanyaan bagaimana Ray bisa terjebak di sana.
“Fu fu, aku memiliki caraku sendiri. Tentunya kamu boleh mengetahuinya selama mau mengikuti satu syarat wajib dariku.” Indri menjilat bibirnya.
“Jangan bercanda. Sayangnya aku tak mau mematuhi siapapun.”
“Kamu seorang pemberontak, aku tahu itu, karena itu juga yang membuatku tertarik padamu,” ujar Indri dengan tawa kecil sebelum menjadi serius. “Langsung saja, aku akan langsung membahas situasi terkini. Aku yakin kamu tahu bahwa ketua kelompok enam terbunuh. Dia adalah Rani.”
Ray ingat mendapatkan pemberitahuan tersebut namun dia tetap terkejut untuk mendengarnya dari orang lain. Belum lagi, orang itu adalah Indri langsung yang berbicara.
“Tak hanya Rani, tetapi Rina juga terbunuh. Meski aku sudah menempati Ryouma bersamanya, dia tak sempat melakukan apa-apa karena pemisahan. Saat dia tiba di lokasi, semuanya sudah terlambat.”
Kelompok enam telah hancur seutuhnya dan kehilangan ketua juga kunci yang dimilikinya dalam waktu yang begitu singkat.
“Secret takkan berbohong bahwa setiap kelompok akan berada di lokasi berbeda untuk menghindari kekacauan di garis start ini.”
Ray setidaknya yakin Secret akan memegang kata-katanya. Lagi pula tak ada keuntungan bagi penyelenggara yang mencari data untuk menipu kelinci percobaannya. Selain itu, tidak ada kabar kematian dan musnahnya kelompok lebih lanjut.
“Aku juga mempercayainya dengan sangat. Sejauh ini, tak ada lisan yang dapat dipercaya selain Secret.”
Jika begitu adanya maka hanya ada satu hal yang paling memungkinkan terjadi.
“Aku sekilas melihatmu berbicara dengan Arthur tentang sesuatu. Apa itu terkait orang-orang yang terluka?” tanya Ray. “Habisnya, tak ada yang paling memungkinkan selain diantara orang-orang itu menjadi pelakunya.”
“Seperti yang diharapkan. Kamu memahami situasinya dengan cepat tanpa perlu aku jelaskan.”
Sejak melihat Indri bercakap-cakap dengan Arthur, hanya ada dua kemungkinan yang terpikirkan oleh Ray. Antara Indri tetap menjadi dirinya dan melakukan hal-hal yang menguntungkannya, atau dia mulai beralih sisi dan berdiri bersama Arthur.
Dikarenakan Indri mau datang menemuinya dan menolongnya, Ray menjadi yakin kalau Indri tetap sama. Dia tak berada di sisi Arthur. Oleh karena itu, percakapan diantara keduanya pasti adalah negoisasi terkait keanggotaan.
“Aku membuat para kera sekarat itu mengisi kekosongan di kelompok Rani. Tentunya ada keuntungan yang akan aku ambil setiap beberapa waktu. Entah bagaimana, tampaknya ada seseorang yang sudah mengharapkan sesuatu seperti itu terjadi. Dan, ada seorang penyusup diantara para cacing bego itu.”
Ray kagum bahwa Indri mampu mengatakan kalimat merendahkan semudah bernapas namun sekarang hal itu patut dikesampingkan.
“Jika ada orang setajam itu menyusup, maka harusnya dia menjadi ketua suatu kelompok tertentu. Jika dia adalah ketua, aku yakin tidak dimungkinkan untuk bergabung ke kelompok lain. Persis perkataan Secret.”
Memang ada beberapa kasus seperti Erina yang entah mengapa tak menjadi ketua, namun Ray memiliki sebuah asumsi. Itu karena performanya menurun sejak paruh akhir Open World dan kemungkinan besar karena dia dari generasi pertama.
“Ada satu cara yang memungkinkannya terjadi dan aku sudah membuktikannya sendiri,” ujar Indri. “Kita bisa melakukan penukaran ketua kelompok tanpa adanya pemberitahuan apapun. Bahkan, aku telah memindahkan kelompokku ke tangan Ben.”
Ray baru tahu itu, maka benar bahwa pemindahan ketua dapat terjadi tanpa adanya pemberitahuan apapun.
“Itu memakan DP yang tidak sedikit, apa kamu baik-baik saja dengan hal tersebut?” tanya Ray.
“Tak ada masalah. Ada keuntungan lain yang bisa kudapatkan setelah menyerahkan posisi ketua dan keluar dari kelompok. Oleh karena itu, biarkan aku bergabung dengan regumu, aku hanya memiliki sedikit waktu tersisa.”
Dia tak harus melakukannya sampai sejauh itu. Ray tak tahu alasan Indri melakukannya namun dia yakin wanita ini tak bodoh.
“Kamu telah menceritakan bagaimana Rani mati dan kelompoknya hancur. Sekarang kamu coba memasuki grupku setelah meninggalkan milikmu. Bukankah terlalu bodoh untuk langsung mempraktikannya, Indri?” ujar Arthur dengan nada yang merendahkan.
“Fu fu, aku yakin setidaknya kamu sudah memiliki gambaran nyata tentang orang seperti apa aku ini. Aku sungguh-sungguh ingin membantumu, tetap di sisimu selamanya. Aku tidak peduli dengan hal-hal lainnya, hidupku hanya ada tentangmu.”
Hal tersebut adalah sesuatu yang tidak pernah bisa Ray pahami sejak pertama kaki dirinya bertemu dengan Indri. Ray selalu menganggap wanita ini aneh karena memiliki obsesi yang besar kepadanya.
Bukannya Ray saling kenal sejak awal, justru dia dan Indri hannyalah orang asing sampai saat mereka bertemu.
“Kamu seakan menyatakan cinta padaku,” ujar Ray.
“Apa ada masalah jika aku memang begitu?” Indri sedikit merona. “Aku tak masalah mengatakannya dengan lantang namun sekarang itu tidak penting. Ada alasan mengapa kita perlu bekerjasama secara langsung. Tidak hanya aku, kamu juga akan kesulitan.”
“Kita tak bisa saling mendukung dengan cara membelakangi lagi. Untuk kali ini, kita butuh menyelesaikannya dengan bergandengan tangan.”
“Apa yang membuatmu berpikir begitu?” tanya Ray. “Aku cukup percaya diri bahwa tak ada yang tidak bisa aku selesaikan.”
“Kalau begitu apa kamu tahu siapa yang membunuh Rani?” tanya Indri.
Ray tentunya mengatakan tidak, sejak pertama kali keluar yang dia lakukan hannyalah berusaha tetap mengambang seperti katak bodoh yang tak tahu caranya berenang.
“Pembunuhnya adalah kamu, Ray Morgan.”
Itu di luar harapan dan dugaan Ray, sesuatu yang tidak logis. Hal yang paling tidak masuk akal disalahkan kepada Ray yang sejak awal berada di situasi mustahil melakukan apa-apa.
Meski begitu tidak mungkin Indri akan membuat kebohongan. Jika begitu adanya maka semuanya adalah benar. Lagi pula, tidak ada yang mustahil jika itu Degree.
“Ini lelucon yang sungguh buruk, ya? Aku tidak pernah ingat memiliki saudara kembar sama sekali.”