The Degree

The Degree
Kematian Virgo



“LUPAKAN SEMUA YANG KAMU LIHAT!”


Virgo berteriak dengan sangat keras, bahkan Ryouma sangat terkejut melihat Virgo bersikap seperti ini. Ini pertama kalinya dia melihat wanita itu benar-benar marah.


“Apa sebesar itu kebencianmu kepada mereka yang melihat wajahmu?” Ryouma dengan santai menyampaikannya.


“Aku akan membunuhmu jika kamu tidak melupakannya! Bajingan!” Virgo mulai memberontak dan membuat Ryouma kesulitan untuk menahannya.


Ryouma kemudian melepaskan pegangannya sebelum meraihnya lagi dan membenturkannya ke dinding dengan sangat kuat. Hal itu membuat Virgo nyaris kehilangan kesadarannya, pandangannya tampak berkunang-kunang selagi menatap Ryouma penuh kebencian.


“Tidak,” Ryouma menemukan sesuatu setelah melihat sedikit air mata di mata Virgo. “Kamu tidak membenci orang yang melihat wajahmu.”


Entah mengapa Ryouma merasakan ada kontradiksi antara Virgo dengan Degree-nya. Dia mungkin benar-benar marah saat ini namun seakan-akan salah tempat.


“Kamu justru membenci wajahmu sendiri.”


Ryouma menjadi yakin setelah Virgo bergetar dam menangis. Dia menggigit bibirnya dengan kuat. Suaranya terdengar lemah saat dia mengatakan isi hatinya.


“Memangnya siapa yang akan senang dengan wajah buruk rupa seperti ini? Siapa yang menginginkannya?”


“Setiap wanita selalu ingin tampil cantik termasuk aku! Apa salahku sampai langit membuatku seperti ini?”


Ryouma hanya mendengarkan keluh kesah tersebut. Virgo tampaknya menjalani hari-hari yang sangat menyakitkan karena wajahnya. Dia tentunya tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi padanya sampai-sampai ingin menjadi penata rias agar wajahnya bisa lebih baik.


“Kamu bisa menyesali takdirmu ... selama detik-detik terakhir dalam hidupmu.”


Ryouma meletakkan pistolnya di saku dan justru mengambil pisaunya.


“Aku orang yang cukup kejam namun juga baik hati. Aku akan membiarkan kamu mati secara perlahan dan membiarkanmu menyesali hidupmu.”


“Apa yang kamu—” Virgo hendak berteriak, tetapi ia segera merasakan sakit di perutnya.


Ryouma dengan lembut menggores perut Virgo dan menusuknya perlahan-lahan seakan dia takut perut Virgo akan rusak dengan parah.


“Kamu tak perlu khawatir, aku orang yang sangat lembut soal hal ini. Sejak dulu aku benci meninggalkan luka yang jelek pada mayat seseorang.”


Ryouma mulai menarik pisaunya ke bawah sampai menemukan akhir dari tubuh Virgo. Ia dengan lembut mengeluarkan organ dalamnya selagi membiarkan luka tersebut terbuka lebar dan darah segar mengalir.


“Ini perpisahan, mari bertemu kembali di neraka. Selamat tinggal, mantan bos.”


Ryouma melemparkan Virgo seperti melempar sampah dan meninggalkannya dengan perut yang terbuka lebar. Virgo mulai merangkak untuk mencari pertolongan. Rasanya sangat sakit, air mata tak lagi terbendung.


“Sejak kedatanganku ke sini ... aku hanya ingin terlihat cantik ...”


“Orang jelek tak diterima di lingkungan masyarakat ... karena itu aku menyembunyikan wajahku ... menjadi orang lain yang bukan diriku.”


Virgo selalu ingin pergi keluar dengan bangga tanpa perlu menyembunyikan wajahnya, ia ingin mendapatkan pujian seperti halnya wanita pada umumnya. Tak masalah jika tak sempurna, selama luka bakar di wajahnya hilang Virgo akan senang.


Sejak pertama kali mendapatkan Degree Virgo sungguh bersuka cita karena bisa menjadi orang lain sesukanya. Ia bisa meniru siapapun namun pada akhirnya hal itu menjadi Boomerang baginya.


Perlahan dia memiliki musuh yang tak bisa diatasi sampai akhirnya Virgo membentuk serikat Rebellion untuk melindunginya dan melenyapkan orang.


Erina dan Mein ada di daftar gadis yang ia ingin lenyapkan.


“Aku sangat benci mereka yang diberkati dengan tubuh dan wajah yang sempurna ... karena mereka sempurna, aku tampak sangat cacat.” Virgo mulai menangis sedu, suaranya semakin mengecil dengan banyaknya darah yang pergi dari tubuhnya.


Kehangatan mulai menghilang dari tubuhnya, kilas balik kehidupannya mulai muncul satu-persatu, mulai dari insiden yang membuat wajahnya terbakar.


Pada suatu ketika ayahnya mengamuk dan menyiram wajah Virgo dengan air keras. Untungnya bagian matanya tak terluka namun sisanya hancur. Berkat hal itu ayahnya dipenjarakan karena kekerasan namun luka yang ditinggalkan tak hilang begitu saja.


Berkatnya ibu Virgo mengalami gangguan jiwa dan dia harus berjuang keras untuk hidup. Menghabiskan waktunya dengan dirundung dan menyembunyikan wajahnya. Sejak saat itu Virgo benci kepada dirinya sendiri.


Sampai pada waktunya undangan Secret tiba dan dia mendapatkan Degree yang mampu menghapuskan wajah terkutuknya. Di satu sisi hal itu seperti berkah baginya namun kebenciannya kepada mereka yang cantik tanpa bantuan apapun tidak tertolong.


Virgo melakukan beberapa pembunuhan untuk memantapkan tekadnya, dalam proses tersebut dia bertemu Sebastian dan mengajukan untuk membangun organisasi.


Tentunya Virgo menerima usulan tersebut dan mulai menyembunyikan wajah serta namanya. Selain itu dia juga mulai membangun rekannya sendiri sementara Sebastian tetap akan berada di bawah pengawasan Erina dan Ordo waktu itu.


Waktu terus berlalu sampai terlahir lah Rebellion serta Virgo menerima keberuntungan berupa data dari Secret.


“Aku ... tak ingin mati ...”


Virgo mulai kehilangan kesadarannya, ia menangis dan meminta tolong namun tak ada siapapun yang akan mendengarnya. Takkan ada siapapun yang bisa menggapainya.


Bahkan mungkin, tidak ada siapapun yang akan menolongnya. Dia telah membuat terlalu banyak musuh di tempat ini. Siapa yang bisa menjadi penolongnya? Tentunya tak ada. Inilah akhir dari pemimpin Rebellion, Virda Gracius Orloff.


...****************...


Ray, Arthur dan Erina pergi untuk meminta penjelasan namun tampaknya Chelsea masih sangat shock berat sementara Mona dan Terumi tidak sadarkan diri.


Leo sendiri tak begitu memahami situasinya, ia sedang berhadapan dengan Sonata kala itu sehingga tak memperhatikan hal lainnya.


“Saat aku lihat, wanita itu sudah menembak Terumi. Hal itu jelas bukannya tidak sengaja, namun disengaja!” Leo mulai meledak dan berniat menembak Mona beberapa kali namun dihentikan oleh orang-orang sekitarnya.


Bahkan Ray sendiri tampak tak bisa mengendalikan lebih dari ini.


“Leo, Ray. Aku mohon, bisakah kalian redakan dulu amarah ini? Aku akan menanggungnya, kalian bebas memukulku hanya untuk meredakan amarah tersebut.”


Arthur tampaknya masih bersikeras ingin menunggu penjelasan terlebih dahulu. Dia juga sudah bersedia untuk menerima pukulan kuat dari Ray ataupun Leo.


“Memukulmu takkan mengubah apapun,” ujar Ray.


Meski sebenarnya dia tertarik menjatuhkan beberapa pukulan ke wajah Arthur namun demi keberlangsungan rencananya hal itu harus ditahan.


“Jika seandainya Mona melakukan penembakan dengan sengaja, apakah kamu akan tetap berada di sisi?” lanjut Ray dengan tatapan tajamnya.


“Itu ... .”


Arthur tampak tak tahu ingin memberikan jawaban apa, dia sendiri khawatir jawaban yang salah akan mengubah situasinya menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.


“Entahlah. Namun aku sangat yakin kalau Mona tak melakukannya tanpa alasan. Pastinya ada sesuatu yang membuatnya melakukannya.”


...****************...


Nama: Virda Gracius Orloff.


Umur: 25 tahun.


Asal: Australia.


Degree: Penata Rias.


Kemampuan yang mampu membuat make up menyerupai wajah seseorang dengan syarat terdapat foto atau ingatan kuat tentang wajah seseorang. Bedak yang digunakan harus sesuai dengan warna kulit dan kerumitan wajahnya.