The Degree

The Degree
Kesepakatan Arthur



“Kesetaraan, ya? Jika begitu aku tidak bisa menolaknya. Jadi, apa yang kamu inginkan dariku sampai-sampai mampu memberikan ancaman untuk membeberkan Degree-ku?” Erina tersenyum sinis dan memandang Arthur dengan kejutan.


Arthur juga membuat wajah yang sama dengannya. Sejak awal ia sudah mengincar hal ini sehingga tak bisa menyembunyikan emosinya saat semua berjalan sesuai keinginannya.


Di tempat pertama Ordo tak berpikir kalau Erina adalah tipe orang yang tidak akan berkhianat seperti halnya Ordo. Arthur awalnya memilih Ordo untuk dijadikan rekan namun kondisinya saat ini tidak memungkinkan.


“Ini bukan hal yang penting. Aku hanya meminta kenetralan dirimu jika sesuatu terjadi. Cepat atau lambat aku akan melakukan sesuatu, mungkin akan menjadi hal besar, mungkin juga tidak. Disaat itulah aku akan meminjam dirimu untuk tidak memihak sisi manapun.”


Erina tak segera menyetujui ataupun memberikan jawaban apapun. Ia curiga tentang apa yang dimaksud Arthur karena seakan-akan pria itu mencoba mengirimkan pesan tersirat bahwa akan ada kasus lebih besar dari ini.


“Biarkan aku bertanya satu hal padamu.”


“Silahkan.” Arthur tidak menunjukkan tanda penolakan, ia justru sudah menduganya dan dapat menebak dua hingga tiga pertanyaan yang akan diajukan Erina.


Arthur tentunya sudah menyiapkan jawaban dari setiap pertanyaan yang bisa ia terka. Meski dibeberapa tempat ia memiliki keraguan namun untuk sekarang tak pantas baginya menunjukkan hal tersebut.


“Apa keuntungan untukmu jika sesuatu yang kamu khawatirkan itu terjadi jika saja aku memilih tetap netral?”


“Aku tak perlu memiliki beban lain di tanganku. Sejauh ini dari yang aku perhitungkan menjadikanmu musuh atau membuat masalah denganmu lebih banyak mendatangkan kerugian bagiku.”


Arthur sudah tahu Degree macam apa yang dimiliki Erina dan karena ia memahaminya, menghadapinya akan menjadi masalah rumit. Dengan kemampuan seperti itu mustahil seseorang berniat membuat permusuhan dengannya.


Jika itu Arthur, ia akan lebih memilih menjauhinya dan bertindak tanpa mencoba menyulut api.


Erina sedikit mengangguk karena ia memahami maksud Arthur. Andaikan sesuatu yang besar terjadi tepat setelah Open World hancur, maka Arthur sekalipun takkan bisa mengatasi Erina. Memastikannya tetap ada di posisi netral adalah langkah cemerlang.


“Lalu mengapa kamu memilih membuat kesepakatan ketimbang mengancamku dengan hal-hal seperti mengungkapkan Degree-ku. Bahkan sekarang kamu bisa saja membunuhku mengingat kondisiku lebih rentan dari biasanya.”


Erina sangat yakin dirinya takkan mampu menahan Arthur jika pria itu mulai bertindak macam-macam. Bahkan sekalipun dirinya sehat, kemungkinannya menang melawan Arthur satu lawan satu tidak lebih besar.


Mau bagaimanapun pemula ini sangat terkenal karena sejauh ini ia yang paling mencolok. Sama seperti Ray, Arthur tak pernah terlihat menggunakan Degree-nya namun sampai saat ini ia bisa bertahan tak peduli bagaimana situasinya.


Arthur memejamkan matanya sebelum menjawab, “Kamu tahu bahwa aku tak bisa melakukannya. Sejak masuk ke tempat ini tujuanku hannyalah satu hal; mari akhiri permainan ini.”


Arthur memiliki idealisme tentang kebenaran dan keadilan yang kuat. Toh, idealisme tersebut juga tak berguna karena di tempat ini setiap tugas sangat menuntut pengorbanan. Yang bisa Arthur lakukan adalah mempertahankan nilai-nilai yang bisa dipertahankan.


“Bahkan jika situasinya sangat mendesak aku takkan melakukan hal itu padamu. Sejak awal aku tidak pernah ingin menjadi musuhmu dan berniat mempertahankan hubungan baik ini.” Arthur membuka matanya dan tersenyum tipis, “Jika aku memiliki rencana untuk menjadikanmu musuh maka percakapan ini takkan pernah terjadi.”


Erina menyadari bahwa niatnya untuk menyelidiki Arthur telah terbongkar. Ia merasa sedikit malu karena pertanyaan jebakannya diketahui dan akhirnya tersenyum masam.


Andaikan Arthur sungguh memiliki keinginan mencari masalah dengannya di masa depan, maka Arthur takkan pernah muncul dengan gagasan negosiasi di tempat pertama.


“Aku bisa mengerti mengapa kamu tidak ingin membuat permusuhan denganku. Namun aku penasaran dengan masa depan seperti apa yang kamu ramalkan akan terjadi sampai membuat langkah-langkah seperti ini?”


Arthur sedikit diam, ia tak membuat jawaban cepat seperti sebelumnya seakan-akan sedang mengingat sesuatu.


Ia menatap tangannya yang kosong namun seakan-akan sedang menggenggam sesuatu tak kasat mata dan rapuh. Tatapannya nampak sedih, seakan-akan ia memiliki penyesalan terbesar dalam hidupnya.


“Aku khawatir permainan ini akan melangkah menuju lebih banyak pengorbanan di masa depan. Baik itu Secret, Rebellion, atau kelompok misterius lain yang bergerak di bawah bayangan. Semua hal ini jelas merupakan pertanda buruk yang mana cepat atau lambat semuanya akan bentrok di satu waktu yang sama.”


“Dari mana kesimpulan itu datang? Bisa saja salah satu atau dua kelompok itu akan hancur dalam tugas-tugas Secret, kan?” tanya Erina ketika coba membaca Arthur.


“Pada satu kesempatan aku mendapatkan tugas bonus yang hadiah utamanya adalah menanyakan satu hal kepada Secret.”


Erina sedikit terkejut saat mendengar Arthur mendapatkan kesempatan langka tersebut. Sejauh ini Secret hanya mengundang orang-orang dengan bakat tertentu untuk mendapatkan izin bertanya satu hal. Bahkan diantara generasi pertama, sejauh yang diketahui Erina, hanya Ordo yang mendapatkan kesempatan tersebut.


“Aku bertanya bagaimana akhir dari semua percobaan ini. Kamu tahu apa jawabannya?” Arthur tersenyum masam dan tampak pasrah, “Saat semua uji coba selesai, maka semua ini akan berakhir. Secret akan runtuh. Serum D akan dipasarkan ke banyak orang namun bisa juga tidak. Hanya yang selamat dari neraka terakhir yang berhak menentukannya.”


Baik Erina dan Arthur sama sekali tidak memahami maknanya namun mudah menarik kesimpulan bahwa setidaknya akan ada proses eliminasi yang lebih besar sampai menyisakan segelintir orang saja.


Erina yakin bahwa Arthur takkan berbohong soal itu karena tidak ada manfaatnya. Namun tetap saja semua hal ini sulit untuk dipercaya. Erina memijat keningnya yang terasa sakit sebelum pergi ke pertanyaan terakhir.


“...”


Untuk pertama kalinya Arthur sungguh diam membisu begitu lama seakan-akan lupa caranya berbicara. Erina mengerutkan alisnya karena merasa tidak senang dengan reaksi diamnya.


“Ada apa? Katakanlah dengan jelas.”


Meski mendapatkan teguran tersebut Arthur tak juga bicara. Sebenarnya ia sedang berpikir untuk mengatakannya atau tidak karena semuanya mungkin akan tambah rumit.


Pada akhirnya, Arthur menyerah dan memilih mengungkapkannya pada tahap ini.


“... jujur saja, ya. Saat aku menyelamatkannya dari Rebellion dan ketika itu, aku sedang dibuat bingung oleh Degree-mu dan Ordo. Saat itu juga, Mona datang dengan gagasan tertentu. Singkatnya ia bisa mengetahui Degree orang lain. Dan darinya aku mengetahui milikmu dan juga Ordo.” Arthur menunjukkan tatapan yang kuat. “Mona adalah kartu truf yang akan aku pertahankan sampai mati demi menyelesaikan kegilaan ini.”


Erina tak habis pikir bahwa ada orang dengan Degree seperti itu. Sekali lagi Erina mengagumi betapa spesialnya generasi kedua.


“Aku sudah menduganya karena kamu mempertahankan wanita itu dengan kuat. Maka sejak awal kamu sudah tahu bahwa Ordo memiliki Degree peningkatan fisik dan tak coba memusuhinya seperti yang kamu lakukan padaku sekarang ini?” Erina tersenyum dengan berani.


Ia percaya diri berhasil menebak niat Arthur namun kenyataannya ia salah paham oleh pemikirannya sendiri.


“Ordo mungkin berbahaya karena ia bisa meningkatkan kekuatan fisiknya. Terlepas dari dia seorang pemalas, pria itu akan mengerikan saat menjadi serius namun bukan berarti aku mewaspadainya. Sepuluh orang seperti Ordo lebih mudah dihadapi dari pada satu orang sepertimu.”


Ordo memang memiliki kemampuan yang bisa membahayakannya namun Erina memiliki kekuatan nyata yang tak bisa ditentang olehnya.


Mendengar alasan Arthur itu membuat Erina menjadi sangat tidak senang.


...****************...


Nama: Ordo Maguire.


Umur 26.


Asal: Australia.


Degree: Peningkatan Fisik.


Kekuatannya akan mampu meningkatkan kinerja tubuh lebih cepat dan meningkatkan kekuatan yang dimiliki sampai tahap tertentu. Pengguna tak bisa meningkatkan kekuatannya sebanyak puluhan kali karena akan merusak tubuh dan menyebabkan kematian.


Peningkatan kekuatan sebanyak dua kali lipat sama artinya mengambil jatah kekuatan fisik untuk dua hari dan menggunakannya di satu waktu. Satu tendangan kuat akan sama seperti dua tendangan dengan kekuatan sama yang bergerak di waktu yang sama. Kelemahan fatal adalah; ketika peningkatan dua kali lipat atau lebih terjadi, maka kekuatan di hari esok akan hilang karena digunakan pada hari H tersebut.


...****************...


Note Author;


Sedikit penjelasan tentang Degree Ordo.


Singkatnya, ini seperti kalian mengambil semua tenaga yang kalian miliki di hari esok untuk menggunakannya di hari ini.


Perumpamaan: Kalian memukul kayu sebanyak satu kali dan membuatnya retak. Namun jika kalian menggunakan peningkatan dua kali, itu sama artinya kalian memberikan satu pukulan yang setara dengan dua pukulan.


Yah, saya yakin tanpa penjelasan ini kalian sudah memahaminya dengan jelas.


Tambahan lain, hal inilah yang menjadikan Ordo sebagai pemalas dan tukang tidur pada saat awal saya memperkenalkan tokoh ini kepada kalian.


Thor bagaimana dengan Degree Erina, Arthur dan Ray? Lalu bagaimana dengan Mona?


Tenang. Satu-persatu akan terungkap saat waktunya tiba.


Pada tahap ini belum waktunya untuk mengungkapkan Degree Ray, tetapi untuk tokoh lainnya mungkin sudah dekat waktu untuk mengungkapkannya.