The Degree

The Degree
Tugas Akhir



Sebuah kegagalan, dan mengecewakan. Kalimat yang dengan santainya diucapkan dan dengan mudahnya memancing kemarahan orang-orang.


Bagaimana tidak? Ini adalah insiden yang menyakitkan bagi siapapun karena tempat aman yang layaknya firdaus tiba-tiba terbakar habis. Selain itu, mereka langsung dihadapkan oleh banyak kematian menyakitkan.


Siapapun tidak akan bisa dengan mudah menerima kejutan ini secara tiba-tiba. Dan, parahnya lagi Secret menganggapnya mengecewakan. Mereka disangka telah mengecewakan bajingan ini. Sejak awal memangnya apa yang diharapkan?


“Mengecewakan? Kamu bilang kami mengecewakan? Jangan bercanda!”


“Semua ini terjadi karenamu! Kamu yang menyebabkannya dan kamu juga yang kecewa?!”


“Ada batas untuk tidak masuk akal!”


“Sini turun dan biarkan aku menghajar wajahmu, keparat!”


Kemarahan meledak, umpatan dan hinaan diarahkan kepada Secret. Bagaimana tidak? Semua hal yang terjadi saat ini diyakini ulah Secret. Dia menghancurkan fasilitas hebat yang dibangunnya dengan tangannya sendiri.


Secret menganggapnya kegagalan atas apa yang ia bangun dan hancurkan. Degan santainya dia menyerahkan kekecewaan kepada mereka? Itu bahkan lebih dari sekedar menyebalkan.


“Kami tak pernah berencana melakukan penghancuran apapun setelah semua ini. Meski begitu, kami tak ingin memberikan pernyataan apapun.”


“Hal pasti adalah kalian mengecewakan karena membiarkan 58% orang tereliminasi. Sangat mengacaukan rencana yang kami buat. Ini kegagalan kami karena tak membuat tempat ini seperti bunker.”


Tak ada siapapun yang bisa melakukan sesuatu kepada mereka yang sudah gugur. Jumlahnya sungguh luar biasa, lebih dari separuh pengguna Degree tewas karena ledakan dan terlalap api.


Andaikan Secret membuatnya dengan lebih kokoh maka korban akan ada di tingkat minim.


“Dikarenakan insiden tidak terduga ini kami akhirnya memutuskan. Tempat ini, Asgardian telah berakhir. Data yang kami butuhkan juga cukup. Oleh karena itu, kami akan langsung pergi tuk memulai tahap akhir uji coba.”


Lompatan yang jauh, awalnya ada lima tugas lain yang perlu dilalui dan bahkan clue tugas sudah disebarkan. Jika begitu maka sama artinya teka-teki tersebut tak lagi berguna.


“Tahap akhir ...”


Semua orang terpaku pada hal tersebut. Tahap akhir memiliki makna yang besar bagi mereka yabg artinya, semua ini akan segera berakhir. Mereka tak lagi perlu yang namanya saling membunuh, bersiasat bahkan merasakan tragedi seperti ini. Segalanya akan segera berakhir begitu uji coba selesai.


Hanya saja tak banyak dari mereka memikirkan tentang kesulitannya. Semakin jauh tugas berlangsung, semakin tinggi kesulitannya dan bahkan banyak korbannya. Bahkan belum lama ini, insidental yang rupanya tidak disebabkan oleh Secret menempati tempat pertama korban terbanyak. Bahkan melebihi Open World sendiri.


“Apakah jika ini semua berakhir ... kita akan bebas?” gumam Terumi, suaranya mungkin pelan namun bisa didengar banyak orang.


Tentunya kebebasan adalah yang paling dinantikan kehadirannya. Tak ada yang mengatakan apa-apa, semua menunggu jawaban apa yang akan diberikan Secret.


“Kami hanya menginginkan data kalian untuk penelitian. Keberadaan kalian sendiri tidak berguna setelah data yang kami inginkan terpenuhi.”


“Kami tak bisa jadi penjaminan. Namun kalian mungkin bisa bebas.”


Meski perkataannya sedikit mengkhawatirkan namun hal itu bisa diyakini validasinya. Akan ada kemungkinan bahwa mereka bisa bebas.


Beberapa menangis lega dan bersuka cita, ada yang diam tanpa ekspresi lantaran tahu itu bukan pencapaian yang mudah didapatkan. Akhir dari tugas yang diberikan Secret masih tidak diketahui seperti apa bentuknya.


“Akhirnya aku akan keluar dari tempat terkutuk ini!”


“Ya! Aku tak perlu takut pada apapun lagi!”


“Kita tak perlu takut mati atau kekacauan besar akan terjadi!”


Orang-orang mulai mengucapkan syukur, sementara ada yang seperti Ray di mana dia tahu kebebasan hanya akan tercapai ketika tugas berakhir.


“Kami akan mengumumkan tugas terakhir kalian nanti. Untuk saat ini kami akan menyelesaikan kekacauan terlebih dahulu.”


Tampaknya ada persiapan yang diperlukan sehingga Secret membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk melakukannya.


“Bagaimana dengan orang-orang yang terluka?” tanya seseorang.


“Kami takkan memberikan waktu lagi. Sudah terlalu banyak waktu yang terbuang untuk istirahat. Mereka yang terluka akan tetap diikutsertakan dalam tugas.”


“Itu ... bukankah sungguh kejam?!”


“Benar! Setidaknya biarkan mereka beristirahat!”


Protes mulai terjadi diantara pengguna Degree tentang keputusan Secret yang begitu kejam. Meski begitu Ray tahu betul bahwa ini memang gaya Secret.


“Bukan Secret kalau tidak kejam,” gumam Rau ketika ia memperhatikan bahwa Secret sama sekali tidak peduli dengan protes.


“Kami akan memulai tahap akhir setelah dua jam. Mereka yang tersisa di sini akan diikutsertakan dalam tugas. Namun kami memiliki tawaran sepesial di sini.”


Tawaran spesial? Semua orang menanyakan hal yang sama dalam pikirannya masing-masing. Jarang bagi Secret mengajukan sesuatu seperti tawaran spesial. Mungkin ini adalah yang pertama kali terjadi selama ini.


“Tugas ketiga akan dilaksanakan dengan skala besar. Kami memodifikasi seluruh rencana akhir. Awalnya adalah perang besar menjadi sebuah perburuan.”


“Tawaran yang kami ajukan adalah kalian akan membentuk tim besar masing-masing. Kami akan menentukan pemimpinnya dan kalian akan memilih sendiri siapa yang ingin kalian ikuti. Inilah tawaran terbaik kami.”


“Selama masa transisi ini tak diizinkan perkelahian dalam bentuk apapun. Bila terjadi maka secara langsung pelaku akan dieliminasi.”


Secret tak segan menyampaikan kalau dia akan membunuh orang-orang yang berkelahi sekarang ini. Secret kemudian pergi terbang ke suatu tempat saat robot-robot mulai mengatasi kekacauan yang ada.


Tampaknya ada jalan rahasia yang tak sengaja terkubur karena bangunan yang runtuh terbakar. Dari dalam jalan itu robot keluar dengan membawa mayat wanita yang tak diketahui identitasnya.


Ray dan yang lainnya menghampiri mayat tersebut untuk melihatnya. Tentunya Ray tertarik mengetahui siapa itu, wanita yang berada di tempat yang harusnya tidak diketahui siapapun selain Secret.


“Wajahnya tampak terbakar dengan mengerikan,” ujar Leo dengan sedikit jijik ketika melihatnya.


Tidak hanya wajahnya yang sungguh terlihat buruk namun perutnya juga bermasalah. Usus dan organnya keluar, seperti ada seseorang yang sengaja melakukannya. Dari hal itu saja Ray yakin kalau wanita ini mati dengan menyakitkan.


“Ini luka lama,” ujar Ray. “Lukanya seperti terbakar oleh hal lain. Seperti air keras misalnya.”


Mereka tak mengenalnya sama sekali, melihatnya juga tidak pernah. Jika ada orang dengan wajah seperti ini seharusnya mereka pernah melihatnya setidaknya satu kali.


Namun bahkan Ray yang yakin memiliki ingatan kuat dan takkan melupakan orang eksentrik seperti ini tidak ingat sama sekali. Dalam artian ia tak pernah bertemu dengannya.


“Namun pakaiannya tidak asing sama sekali. Selain itu, kulit apa di sekitar wajahnya?” tanya Terumi yang menghampiri dengan susah payah.


“Pakaian?” gumam Ray selagi mengamatinya bajunya. Dia menemukan bahwa Terumi benar, pakaiannya tidak asing. Bahkan Ray tahu siapa wanita itu.


Pakaiannya dikenali namun wajahnya tidak. Tentu itu karena dia menyembunyikannya bahkan membuat wajah palsu yang sangat mirip dengan Mein.


“Dia Virgo. Tampaknya seseorang telah membunuhnya dengan menyedihkan.”


Semuanya tertegun pada perkataan Ray. Mereka awalnya tidak akan percaya namun setelah nama Virgo muncul, mereka ingat tentang pakaiannya. Memang, mungkin hanya Virgo yang memakai pakaian seperti tentara.


“Ini Virgo? Siapa yang membunuhnya?” tanya Leo.


Ray sendiri tak tahu, ia tidak memperhatikan pertarungan terakhir Arthur dan Virgo. Yang dia tahu Virgo berhasil lolos dari kematiannya menghadapi Arthur, Erina dan Indri.


“Apa kamu tahu siapa yang mungkin melakukannya, Erina?” tanya Ray.


Erina hanya mengangguk dengan datar, “Kemungkinan besar Ryouma. Pria itu menyelamatkan Virgo terakhir kali dan membawanya pergi.”


Itu mengejutkan mengingat mereka seharusnya adalah rekan namun berakhir saling membunuh. Meski begitu Ray juga tertarik pada hal lain.


‘Mengapa Ryouma tahu tempat yang seharusnya hanya diketahui Secret? Ada semacam konspirasi di sini. Mungkinkah ...’


Ada kesimpulan yang bisa Ray tarik dari hal ini namun dia tak bisa menyampaikannya karena ada kemungkinan Ray salah menyimpulkan.


...*****...


Ruang kendali tempat Secret memantau segalanya. Secret sedang menyiapkan berbagai ha yang diperlukan untuk tugas terakhir. Dikarenakan pemangkasan dan perubahan yang sangat besar Secret sangat kerepotan saat ini.


“Kita harus mengubah berbagai hal. Data yang dibutuhkan sudah lebih dari cukup dan ada beberapa individu menonjol.”


“Mungkin saja salah satunya orang yang tepat untuk meneruskan.”


“Itu kemungkinan.”


“Kemungkinan selalu ada.”


Saat Secret mulai berbicara sendiri, seseorang memasuki ruangan. Pria dengan topeng yang selalu menutupi wajahnya seakan-akan sudah menjadi bagian dari tubuhnya.


“Segalanya terus berjalan di luar kendali. Bahkan kamu terlihat kerepotan.”


“Kamu lalai dalam tugasmu. Kestabilan harusnya tetao terjaga dan hal di luar rencana tak seharusnya terjadi. Tugas yang kami berikan kepada kalian berdua adalah menjaga kestabilannya.”


Orang itu tertawa kecil, duduk tanpa di suruh dan melepaskan topeng yang selalu menutupi wajahnya.


“Yah, bahkan orang itu bertindak sesukanya tanpa mengikuti perintah. Lagi pula aku yakin dia sudah menyampaikan padamu, Asgardian tak lagi dibutuhkan. Bahkan kamu bisa langsung menentukannya.”


“Menentukan? Itu akan terjadi ketika tugas berhasil diselesaikan.”


Keduanya berbicara dengan santai layaknya teman dekat. Meski begitu sebenarnya mereka tak benar-benar dekat, keduanya hanya memiliki hubungan yang saling menguntungkan satu sama lainnya.


Secret menginginkan kestabilan dan data di lapangan Seca langsung, sementara pria itu memiliki tujuannya sendiri.


“Aku yakin pria itu akan keluar sebagai pemenang dan kamu akan memilihnya jadi pewaris semua ini. Seperti halnya aku dan Leo yang mendapatkan dua suntikan serum berbeda. Pada akhir kamu akan menyerahkan serum terakhir untuknya.”


Orang-orang harusnya tak bisa menerima dua serum namun ada pengecualian khusus. Secret bukan sosok tak berotak. Saat melakukan uji coba menerapkan dua serum di saru individu, Secret akan menyelesaikan masalah yang terjadi dan membuat serum khusus.


Serum ini hanya ada tiga, dua telah digunakan dan tersisa satu. Satu ini akan diberikan kepada orang yang sedang dicari oleh Secret.


“Kami tak mengatakan akan memberikannya. Pada akhirnya itu hanya akan menjadi pilihan.”


“Yah, sesukamu saja. Jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang? Memulai tahap akhir yang direvisi, tempat macam apa yang kamu siapkan?”


Secret mengetikkan sesuatu dan layar di depan mereka berubah. Sebuah layar besar dengan pemandangan yang tak asing bagi siapapun. Bahkan pria itu terkejut melihatnya. Ada perasaan nostalgia dan kerinduan yang tidak bisa dijelaskan.


“Kamu sungguh gila. Melakukannya di tempat itu akan mengungkap keberadaanmu.”


“Kami tak berniat bersembunyi selamanya. Diam-diam kami telah memperlihatkan pada dunia tentang keberadaan Degree dengan tujuan memperkuat posisi ke depannya.”


Secret adalah sosok misterius yang tidak bisa ditebak. Bahkan pria itu tak memiliki kata-kata apapun untuk disampaikan pda kegilaan Secret. Sesuatu yang selama ini dia sembunyikan pada akhirnya akan dia ungkapkan sendiri.


“Aku sama sekali tak menyangka bahwa asumsiku tepat sasaran. Kamu sejak awal tidak ingin Degree menjadi rahasia di dunia ini, justru sebaliknya. Kamu ingin Degree itu sendiri menjadi bagian dari dunia ini.”


Mendengar hal tersebut membuat Secret seakan-akan tertarik. Dia berbalik dan menatap langsung pria itu.


“Katakan apa yang membuatmu berpikir demikian?”


“Aku cukup percaya diri bahwa ada orang bodoh yang ingin menyembunyikan mahakarya hanya untuk dirinya sendiri tanpa membiarkan dunia tahu bahwa dia berhasil menciptakan mahakarya.”


Pria itu juga menyampaikan bahwa jika sejak awal Degree tak boleh diketahui keberadaannya selamanya, maka Secret tak perlu melakukan hal merepotkan seperti mengadakan uji coba, tugas hingga sistem DP.


Bahkan Secret mungkin mengeluarkan anggaran tak masuk akal untuk teknologi dan berbagai hal demi mengisi Market juga tantangan pada setiap tugasnya.


“Selain itu, kamu selalu dengan hati-hati memilih siapa yang akan dijadikan uji coba. Dari generasi pertama hingga kedua, setiap sepuluh ribu orang yang kamu undang telah kamu seleksi. Pastinya ada tujuan terselubung dari itu.”


Pria itu berjalan mendekati Secret dan berdiri tepat di depannya. Rambut hitam panjang seperti wanita dan di kuncir kuda, wajah tampan rupawan dengan mata kirinya yang adalah buatan dan sebuah teknologi mutakhir.


“Kamu juga menjadikanku kaki tanganmu untuk bergerak di lapangan dengan seleksi yang mungkin sangat ketat. Dan akhirnya, pilihanmu benar memilihku. Orang gila yang tak memiliki motivasi terhadap apapun. Bahkan aku tak segan untuk menjadi pelayan siapapun.”


“Benar kan asumsiku ini, Secret?” tanyanya dengan nada yang mengejek.


Secret sama sekali tidak terprovokasi atau apapun. Seperti biasa dia hanya akan diam dan menjawab hal-hal yang perlu dijawab dengan datar.


“Kami terkejut bahwa kamu memiliki ketajaman yang luar biasa. Memang fakta bahwa kami tak berniat menyembunyikan Degree. Kami berencana mengungkapkannya perlahan dan saat waktunya tepat.”


“Ini kehormatan bagiku karena berhasil menguak tujuanmu. Kalau begitu apa yang selanjutnya akan kulakukan?”


“Kamu akan ikut andil dalam tugas terakhir. Kami akan memberikan perintahnya secara berkala padamu, Ryouma Hisatsu.”