The Degree

The Degree
The Degree IV



Ray dan yang lainnya pergi ke tempat sepi untuk mendiskusikan beberapa hal. Awalnya ada sedikit masalah karena Eric sedikit memberontak dan nekat untuk menghajar Arthur. Namun berkat kakinya yang tertembak cukup mudah menahannya.


Meski begitu menyebalkan karena Ray harus membeli borgol untuk menahannya.


“Oi! Lepaskan aku, kakiku pincang jadi kamu tak perlu mengikatku semengerikan ini!” Eric mengeluh, sekilas dia tampak ingin menangis.


Bagaimana tidak? Ray tidak memborgol kedua kakinya. Dia hanya memborgol salah satu kakinya yang tak terluka dan memborgolnya dengan tangan. Hal itu memungkinkannya untuk tak bertingkah.


“Sekarang mari kita mulai diskusinya. Aku akan menjabarkan tugas akhir. Tidak ada masalah, kan?” tanya Ray.


Leo, Terumi dan Erina sama sekali tidak mempermasalahkannya, sementara di sisi lain Eric tidak punya pilihan.


Ada lima puluh kelompok dengan anggota minimal satu dan maksimal dua ratus orang. Masing-masing kelompok memiliki satu orang ketua, yang mana jika ketua gugur anggotanya akan tereliminasi setelah empat puluh menit jika tak berhasil mencari kelompok baru.


Masing-masing kelompok akan memiliki satu kunci abu-abu seperti yang Ray, Terumi dan Leo milik.


“Ada lima puluh kunci dan kita harus mengumpulkan sepuluh untuk mendapatkan kunci emas. Bisa diartikan hanya akan ada lima kelompok yang berhak mendapatkan teka-teki untuk menyelesaikan tugas ini.”


“Jika kita beraliansi, maka hanya tersisa tujuh kunci lagi, ya?” gumam Terumi.


Mereka memiliki garis start yang bagus sebagai permulaan. Beraliansi memang menguntungkan namun bukan yang paling menguntungkan. Ray tahu sebuah cara di mana kemungkinan dia menyelesaikan teka-teki jauh lebih besar dari yang lainnya.


Hanya saja ada variabel menyebalkan seperti Mona dan Arthur. Tak ada teka-teki yang sulit jika dihadapkan dengan kemampuan analisis Mona dan mengumpulkan kunci bukan hal sulit bagi Arthur dengan Degree-nya.


“Akan aku lanjutkan,” ujar Ray. “Pemindahan ketua membutuhkan biaya yang luar biasa. Bukannya sulit melakukannya, hanya saja tugas kali ini sangat bergantung pada DP itu sendiri.”


DP benar-benar menjadi pusat dari tugas terakhir. Mulai dari pergantian pemimpin, keluar kota bahkan biaya hidup untuk di dunia luar dan berbagai hal lainnya.


Orang yang memiliki kekayaan DP akan menjadi sangat kuat nantinya. Bahkan di era modern ungkapan uang mengendalikan dunia masih berlaku.


“Aku ingin mengkonfirmasi hal ini jika kalian tak keberatan. Bisakah tunjukan berapa banyak DP yang kalian miliki?” Ray mengakses jamnya dan menunjukkan DP yang ia miliki tanpa keraguan. “Aku memiliki sekitar dua puluh ribu.”


“S-sebanyak itu?!” Terumi terkejutnya bukan main, dia tampaknya tak berharap Ray menyimpan sebanyak itu.


“Eh? Apa masalahnya?” tanya Leo dengan bingung selagi mengungkapkan miliknya. “Punyaku juga berada di tiga puluh ribuan.”


Tak hanya Leo tetapi Erina dan Eric juga memiliki total DP di kisaran tiga hingga empat puluh ribu. Terumi tampak tak percaya bahwa yang lainnya menyimpan sebanyak itu. Ia dengan ragu dan malu menunjukkan miliknya.


“Aku ... hanya ada segini ...”


Ray dan yang lainnya hanya mengerutkan alis terkecuali Erina yang datar. Tentunya mereka takkan percaya bahwa jumlahnya akan sedikit itu. Harusnya DP yang dikumpulkan Terumi di Open World melebihi jumlah tersebut.


Siapapun tak menyangka bahwa keuangan Terumi akan separah itu. Dari luar dia tampak seperti orang terpelajar yang berhemat untuk masa depan. Namun tak terduga wanita itu adalah orang yang boros.


Ray harus mengevaluasi kembali penilaiannya terhadap Terumi.


“Yah, itu tak masalah,” Ray melanjutkan topik pembicaraan. “Seperti yang kita ketahui bahwa DP adalah pemeran utama dalam tugas akhir. Keberadaannya selama ini hanya samar-samar namun sekarang terlihat jelas betapa pentingnya.”


Ray harusnya memiliki lima kali lebih banyak dari yang ia miliki sekarang. Jika bukan karena harus membeli bom untuk melakukan rencananya, Ray mungkin akan jadi salah satu orang dengan DP terbanyak.


‘Kemungkinan Arthur memiliki DP yang lebih besar dari punya kami, aku tak pernah melihatnya berbelanja atau apapun. Seakan-akan dia sendiri tak tahu cara menggunakannya.’


Di sisi lain Ray tak khawatir dengan Mona. Wanita itu sebelumnya pernah membelanjakan banyak hal seperti pakaian dan barang-barang tidak berguna lainnya. Bahkan jika Mona memilikinya, jumlahnya mungkin tidak banyak.


“Kita harus sadar tentang betapa pentingnya DP. Penukaran terhadap uang tunai memang menggiurkan namun mohon diingat bahwa tugas kali ini mungkin tidak akan berlangsung dalam waktu singkat.”


Belum lagi tugas akhir dijalankan di dunia luar. Mereka tak bisa bertindak secara mencolok atau berakhir mati karena kecerobohan tersebut. Menghabisi lawan di tempat umum tanpa mengungkapkan keberadaan Degree, itulah inti dari tugas ini.


Ini benar-benar berbeda dari tugas-tugas sebelumnya. Mereka tak bisa bertindak mencolok secara sembarangan atau Secret akan membawa mereka ke tiang gantung.


“Tak hanya DP, mungkin saja uang tunai memiliki tujuan lain selain biaya hidup. Jika tidak, Secret takkan melakukan hal merepotkan seperti mengkonversi uang.”


Uang yang membuat dunia berputar. Ungkapan yang tak bisa dibantahkan. Namun apakah bagi Secret uang hanya untuk kebutuhan hidup? Dorongan agar manusia mau bekerja? Apakah Secret sungguh tak memiliki pemikiran lain?


Ray akan bertaruh seluruh yang ia miliki pada kemungkinan kalau Secret telah mempertimbangkan kemungkinan lain dari pemanfaatan tunai untuk tugas terakhir ini.


“Ya. Kemungkinan besar Secret tak berharap tugas ini diakhiri dengan cepat. Dia juga tak memberikan batasan waktu untuk menyelesaikannya,” Leo memiliki pendapat yang sama dengan Ray.


Jika ingin tugas ini berakhir secepatnya, maka cara terbaik adalah tidak membuat mereka bertarung di dunia luar karena akan membahayakan identitas Degree.


Namun sebaliknya, Secret membiarkan para pengguna Degree menyelesaikan tugasnya di kota seperti Jakarta. Bahkan jika Jakarta bukan lagi Ibukota, penduduknya masih sangat padat.


Bukan perkara mudah bertarung di tempat seperti itu. Dengan demikian para pengguna Degree harus menilai dan memiliki strategi yang matang untuk mendapatkan kunci dari kelompok lainnya.


Diam saja takkan berguna, di tugas ini segala macam strategi akan bisa digunakan. Ray sendiri sejujurnya menantikan waktu di mana ia melihat seberapa menegangkannya tugas akhir. Namun di satu sisi dia juga sedih karena kesenangan ini akan segera berakhir.


“Terlepas dari tujuan Secret atau apalah itu,” ujar Eric yang menyerah melepaskan diri dari borgolnya. “Tidakkah kita menentukan siapa yang akan pergi dengan siapa? Besar kemungkinan kita akan terpisah.”


Itu kemungkinan yang masuk akal. Jika mereka berada di satu tempat yang sama maka ada kemungkinan beberapa orang bodoh langsung membuat keributan besar. Selain itu, sekali lagi, Secret bukan organisasi sebaik itu.