
“Semuanya ... hanya untukku?” Arthur bergumam dengan terkejut, tentunya ia tidak mengharapkan semua kekacauan ini karena untuk membunuhnya.
Arthur awalnya tidak akan percaya jika ada orang yang mengincarnya tanpa alasan yang jelas namun setelah melihat semua ini, justru lebih sulit untuk tidak mempercayainya.
“Mengapa aku?” gumam Arthur.
Virgo mulai cekikikan karena suatu hal, “Tentu saja karena kamu akan menyebabkan masalah lebih banyak dari siapapun yang ada di sini.”
“Badut di sana,” Virgo menatap Ben yang sedang melindungi beberapa orang dengan Degree-nya, “Dia dan kelompoknya memang menyebalkan namun masalahnya kamu lebih merepotkan dari mereka.”
Arthur hanya diam tanpa memberikan tanggapannya. Hal ini harusnya tidak akan terjadi kecuali Virgo menemukan sesuatu tentang Degree-nya.
Mau bagaimanapun Degree-nya adalah sesuatu yang mendekati tidak masuk akal. Bahkan Arthur sendiri mengakui kalau Degree-nya tidak masuk akal.
“Kamu ... dari mana kamu mengetahui Degree-ku?” tanya Arthur, kepalanya terasa kacau saat ini karena berbagai hal selalu memberikannya kejutan besar. Sulit untuknya tetap tenang dengan kondisi pikiran berantakan.
“Aku? Aku tidak mengetahui Degree-mu. Aku hanya menganalisis dan mengumpulkan data-data tentangmu. Mulai dari insiden Endruid hingga Open World.”
Virgo menjelaskan bahwa berkali-kali Arthur berhasil keluar dari situasi tidak masuk akal. Awalnya Virgo yakin kalau itu hanya keberuntungan namun setelah beberapa peristiwa ditemukan, keberuntungan sepertinya mustahil.
“Aku juga sudah mencari tahu tentangmu di empat tugas sebelum Open World. Dan, siapa yang menduga? Jika kamu berhasil tetap hidup setelah tenggelam karena menyelamatkan seseorang.”
Arthur tidak menyangka kalau Virgo mencari informasi sejauh itu. Waktu ia tenggelam terjadi di tugas ke tiga, saat Arthur mendapatkan pilihan untuk menginjak kotak yang benar agar selamat dari langit-langit yang perlahan jatuh.
Saat itu Arthur melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan orang-orang yang bersamanya. Pada suatu waktu, seseorang terjatuh ke kolam saat dinding sudah berada beberapa jengkal di atas kepala mereka.
Arthur menjatuhkan dirinya ke kolam saat itu untuk menyelamatkannya. Orang itu mungkin berhasil selamat namun Arthur tak bisa melalui pintunya karena terhalang oleh langit-langit.
‘Saat itu aku harus menyelam untuk menemukan pintu rahasia yang terhubung ke tugas selanjutnya. Kala itu juga aku memahami Degree-ku.’
Manusia harusnya tidak bisa menyelam sedalam sepuluh meter tanpa peralatan khusus namun Arthur bisa melaluinya tanpa kesulitan. Dari hal itulah ia memahami kegunaan Degree-nya yang tidak masuk akal.
“Kamu mungkin bisa menyembunyikannya dari panggung utama namun informasi tidak bisa kamu bungkam,” Virgo tertawa geli saat melihat Arthur jatuh dalam kebingungan dan kepanikan.
“Kalau begitu apa yang kamu inginkan dariku?” Arthur tidak memiliki banyak opsi saat ini karena Chelsea dan Mona menjadi tawanannya
“Apa kamu tuli?” tanya Alexis yang berada di sisi Virgo. “Sejak awal kami ingin kamu menukar nyawa. Satu nyawa untuk menyelamatkan dua. Ini tawaran yang adil.”
“Itu mustahil!” Arthur menolak dengan keras. “Jika aku menyerahkan nyawaku, tidak ada jaminan kalian tak membunuh Mona dan Chelsea!”
Arthur tidak takut akan kematian, ia bisa mengorbankan hidupnya untuk dua orang itu namun sayangnya dia tak memiliki penjamin kalau Mona dan Chelsea akan selamat setelah semua ini.
“Fu fu fu, tentunya kamu tidak sebodoh itu,” ujar Seirama dengan tertawa geli.
“Kalau begitu selesaikan ini dengan pertarungan. Aku ingin melihat apakah Degree-mu akan menolongmu atau tidak. Meski begitu, aku khawatir bahwa ini pilihan buruk.”
Arthur hanya mengerutkan alisnya, ‘Dia pasti merencanakan sesuatu.’
Sulit dipercaya jika Virgo akan membuang kesempatannya untuk menghabisinya. Arthur sudah ada di posisi di mana ia tidak bisa bertindak apa-apa namun Virgo justru membuang kondisi itu dengan mengadakan pertarungan.
‘Apa mungkin dia ingin memastikan Degree-ku dengan melakukan ini?’
Arthur tidak memiliki kemungkinan lain selain hal tersebut. Virgo ingin tahu Degree-nya melalui kesimpulannya sendiri meskipun dia sebenarnya bisa memaksa Arthur menunjukkannya langsung.
“Kamu berpikir mengapa aku tak mengkonfirmasi Degree-mu melalui jam tangan itu, kan?” ujar Virgo, seakan-akan membaca pikiran Arthur.
“Jawabannya sederhana,” Virgo sedikit memejamkan mata sebelum melihat Arthur dengan tajam. “Aku ingin mendapatkan jawaban melalui diriku sendiri. Tentu, aku akan memintamu menunjukkan Degree-mu padaku. Jika kesimpulan yang aku buat salah, maka setidaknya aku telah berusaha.”
Arthur sedikit memahami apa yang dikatakan Virgo. Orang itu telah mencari banyak informasi yang berkaitan dengan Arthur terutama peristiwa tidak masuk akal yang telah terjadi.
Virgo telah bersusah payah melakukannya hanya untuk menyelidiki Degree satu orang. Saat ini Virgo sudah sampai di tahap akhir untuk mengetahuinya, oleh karena itu ia tidak ingin mengambil jalan mudah dan tetap berada pada jalannya.
Jika Virgo memilih memotong proses dengan langsung memaksa Arthur mengungkapkannya, maka semua usaha yang telah dilakukan Virgo selama ini akan sia-sia.
“Kamu orang yang tidak masuk akal,” Arthur tersenyum ketir atas tindakan Virgo.
“Fu fu, itu juga berlaku untukmu. Diantara orang-orang yang bermain di garis depan, hanya kamu dan Ray Morgan yang misterius. Kamu mungkin secara tak langsung terbantu oleh Degree, berbeda dengan Ray yang seakan tak pernah menggunakannya.”
Arthur tidak bisa mengatakan apa-apa tentang Ray karena dia sendiri masih bingung bagaimana menyikapi orang itu. Apakah dia kawan atau lawan masih belum jelas.
Bahkan jika ia bertindak seperti seorang kawan, firasat Arthur selalu menganggapnya musuh.
Arthur menggeleng kepalanya dan kembali memfokuskan diri kepada Virgo. Ia mulai mengambil pisau di sakunya dan meletakkan pistolnya. Apa yang diinginkan oleh Virgo adalah duel seperti ini.
“Jangan menyesal jika aku membalikkan situasinya.”
“Itupun jika kamu bisa. Ingatlah bahwa aku takkan segan bermain curang dengan melakukan sesuatu kepada dua bocah di sana.”
Arthur tahu hal itu. Bahkan jika dia berhasil membuat Virgo terpojok dan nyaris membunuhnya, orang ini takkan ragu menggunakan Mona dan Chelsea untuk keselamatannya.
‘Karena itulah ia menginginkan pertarungan yang harusnya tidak bisa aku menangkan. Ini taruhan yang berani. Antara aku yang berhasil membalikkan takdir, atau takdir yang berhasil menjatuhkanku.’
Virgo bukan orang yang bodoh. Dia orang cerdik yang tahu cara terbaik untuk mengungkapkan Degree Arthur. Diantara banyaknya orang di tempat ini, mungkin Virgo adalah satu-satunya yang berhasil menyelidiki sejauh ini jika Mona dikecualikan.
“Sekarang bagaimana jika kita langsung mulai saja?” ujar Virgo, “Apakah kamu akan berhasil menentang takdir sekali lagi? Ini akan menjadi hal yang menarik, fu fu fu.”