
Ray telah memahami kemampuan masing-masing dari mereka dan siapa sangka bahwa wanita yang sebelumnya menjadi sandra memiliki peran penting dalam kelompok.
Secara samar Diana menyampaikan bahwa dia bisa melakukan apa saja seperti membutakan lawan, melukai, menjebak atau hal lainnya.
Bagi Ray sendiri Degree milik Diana sudah cukup jelas untuk ditebak. Sesuatu yang berhubungan dengan kecantikan.
Untuk Jack yang memiliki tali sebagai Degree memiliki kegunaan besar. Dia bisa melakukan apapun dengan tali miliknya seperti membuat perisai atau apapun.
Uniknya lagi tali miliknya lebih kuat dari tali biasa.
“Sederhana saja. Petarung garis depan adalah Edward dan Steve. Degree kalian adalah yang paling cocok untuk hal-hal seperti itu.”
Edward seperti perkiraan Ray bahwa dia adalah ahli bela diri.
Selain memiliki refleks dan gerakan yang bagus, bentuk tubuh dan caranya berdiri sudah cukup menjelaskan.
Sementara untuk Steve ...
Ray tak bisa memastikannya selain menebak dia tukang bangunan atau pengerajin.
Sangat sedikit hal yang bisa dibayangkan yang mewujudkan palu.
Meski Degree lebih mengacu kepada kepribadian dan tujuan seseorang, Ray percaya bahwa Steve adalah yang paling kuat soal kepercayaan.
“Aku tak masalah karena kami biasa melakukannya.” Edward tak menolak sama sekali.
“Ya, aku akan menolaknya jika kamu membuat para wanita di garis depan.” Bahkan Steve berpendapat serupa.
Ray tidak mempedulikan hal tersebut dan melanjutkan rencananya.
“Jack akan menahan dan menghambat jika ada orang yang mendekat. Jane yang akan mengawasi situasi sekitar dan memberikan kalian komando. Lagipula dia yang paling mengerti tentang kalian.”
Jika Ray salah menggerakkan mereka maka sama artinya dia menghancurkan kelompok kecil yang susah payah dia dapatkan.
Jalan terbaik adalah menyerahkannya kepada otak dari kelompok mereka yakni, Jane.
“Jangan hanya mewaspadai peserta lain namun perhatikan juga jebakan. Misi utama kita adalah menghindari sebanyak mungkin orang. Jika tak ada cara menghindarinya maka habisi saja. Seandainya membunuh akan sulit bagi kalian maka buat mereka tidak sadarkan diri atau tak mampu mengejar.”
Lingkungan yang diciptakan Degree saat ini adalah lingkungan yang menunjukkan kegilaan manusia yang berlomba-lomba dan saling menjatuhkan untuk keselamatan diri sendiri.
Situasinya diperburuk oleh perkataan Erina sebelumnya dan menciptakan kegilaan yang jauh lebih besar.
Sekarang wanita yang menyebabkan semua ini memandang dengan wajah yang aneh. Senyumannya sungguh mengerikan seakan sedang menyaksikan film romansa.
Ray tak ingin terlibat apapun lagi dengannya.
“Tunggu! Jika kami semua yang melakukan banyak hal lalu apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu berencana santai selagi kami menarik kuda untukmu?” Edward berkata dengan dingin dan emosi di dalamnya.
Ray sempat berpikir itu ide yang bagus namun sayang bahwa otak mereka bodoh sehingga tak bisa mengambil pilihan tersebut.
“Aku akan mengobservasi jebakan dan mencari jalan aman agar kita bisa melaluinya. Entah kalian menyadarinya atau tidak namun setiap menit jenis jebakannya berubah menjadi semakin rumit.”
“Itu ... masuk akal. Aku yakin kamu cukup pintar dan percaya diri oleh kemampuanmu.” Jane berkata memuji namun tatapan dan suaranya sinis.
Ray mengamati seksama bahwa sekarang setiap jebakannya berbeda dari ketika Erina berhasil melaluinya.
Masih tersisa tiga kursi kosong dan ada sekitar delapan orang telah mencapai paruh akhir namun terjebak di sana.
“Kita tak bisa membuang-buang waktu lagi. Ada tiga jebakan yang aku hapal cara menghindarinya. Mari bergerak sebelum berubah.”
Edward dan Steve memimpin jalan selagi mencari tempat terbaik yang tidak memiliki banyak pertarungan.
Ketika waktunya hampir tiba untuk jebakan pertama, Jane menyerukan bahwa ada dua orang pria kasar mendekati mereka.
“Ikat mereka dengan talimu, Jack!” Jane dengan cermat menyadari dan memberikan perintahnya.
“Baiklah!”
Jack memutar talinya dan melemparkannya. Tali tambang tersebut kemudian meregang dan mengikat dua pria itu dari kaki hingga lehernya.
“Apa-apaan tali ini?! Ini sangat kuat!”
Ray menatap Jack yang terlihat bangga. Dia menyadari sesuatu dari caranya melemparkan tali.
Gerakannya cukup identik dengan hal yang harusnya diketahui banyak orang.
Jika asumsiku benar maka dia bisa menggunakan hal lain selain tali. Selain Edward dan Jane, dia orang ketiga yang patut diwaspadai.
“Ayo pergi selagi mereka tertahan!”
Mengikuti arahan Jane mereka kembali berlari dan setelah beberapa waktu Ray meminta kelompoknya memperlambat langkah.
Tanpa perlu dia bersusah payah menjelaskannya mereka telah cepat tanggap.
Jika Ray meminta demikian maka sudah pasti jebakan yang dia ingat ada tepat di depannya.
“Empat hingga lima kotak lantai di depan kita adalah perangkap. Jika menginjaknya bagian itu akan hilang dan membuat kalian jatuh. Lompatlah sejauh mungkin untuk menghindari hingga enam kotak.”
“Mengapa enam lantai jika yang berbahaya hanya sampai lima?” Edward bertanya curiga, tatapannya begitu menusuk.
“Untuk berjaga-jaga jika jurangnya bertambah.” Ray berkata dingin dan menatap balik dengan wajah apatis.
Jaraknya tidak kecil namun tidak juga mustahil. Di saat seperti inilah orang dengan kaki yang panjang dapat bernapas lega karena memiliki jangkauan yang lebih jauh ketimbang orang pendek.
Ray melihat Edward dan yang lainnya terlihat tidak percaya.
Untuk membuktikannya Ray memulai lebih dulu dan lompatannya mencapai lantai ke tujuh.
Hal itu harusnya cukup memastikan bahwa dia tak berbohong bahkan tanpa menunjukkan jebakannya secara langsung.
“Cepatlah sebelum polanya berubah!” Ray mendesak dengan nada sedikit intimidasi.
“Aku akan mulai.” Edward mulai mengambil sikap melompat.
“Berhati-hatilah!”
Tanpa menunda Edward melompat dengan mudah dan memiliki jangkauan yang sama dengan Ray.
Disusul oleh Jack dan Steve yang melalui tanpa kendala.
Berikut Diana yang berhasil tipis-tipis melaluinya. Sisanya adalah Jane yang jelas takut dan tidak percaya diri.
Di kelompoknya Jane adalah yang terpendek dan lemah dalam hal fisik.
Ray sudah menduganya karena dari posisinya jelas lebih condong ke otak ketimbang otot.
Wanita kerap memiliki otak bagus namun kekuatan fisiknya yang tidak terlatih.
“Kamu pasti bisa, Jane! Aku akan menolongmu jika terjadi sesuatu!” Steve memberikan semangatnya dengan sedikit khawatir.
“Percayalah pada dirimu, Jane!” Diana juga ikut memberikan dukungannya.
Jane hanya menenggak air liurnya dan mengambil langkah mundur yang cukup jauh, kemudian dia berlari kencang dan melompat sekuat tenaga.
Dia memiliki awalan yang bagus namun Ray menyadari bahwa Jane lompat sedikit lebih lambat sehingga mengurangi jangkauan melompatnya.
Ini berbahaya.
Jane mendarat diantara lantai lima dan enam.
lantai lima yang dia pijak mulai runtuh dan Jane kehilangan keseimbangannya.
“Eh ... ??”
Dia tak memahami kondisinya selama beberapa detik dan ketika itu Steve datang menarik tangannya.
“Pegang tanganku— woah!”
Meski terlihat keren karena dia bergerak cepat dan meraih tangan Jane namun sama saja bunuh diri jika dia tak bisa menyelamatkannya.