The Degree

The Degree
Kemunculan



“Mengapa kita melarikan diri, Ray? Jika kita bekerjasama aku yakin bisa mengatasi mereka!” Erina tidak menerima kenyataan bahwa mereka harus melarikan diri dengan menyedihkan.


Belum lagi didukung oleh fakta bahwa Ordo, orang yang terluka melindungi mereka. Erina tentunya khawatir dan amat tahu kondisi kakaknya tersebut. Jika ia memaksakan dirinya maka hanya kematian yang menunggunya.


Erina tak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepada Ordo. Belum lama ini mereka berbaikan dan tak mungkin Erina mau terpisah untuk selamanya.


“Dengan kakimu yang belum pulih apa kamu yakin bisa membantu? Bukannya meringankan pundak, tetapi kamu akan menambah beratnya.”


Artinya Erina hanya akan membebani jika memilih tetap diam di sana. Lagi pula Ray tahu alasan Ordo memilih bertarung adalah karena pria itu tak lagi berharap untuk hidup.


Setidaknya itu yang ia yakini. Baik atau buruknya akan terlihat segera di masa depan.


“Tapi kita tidak boleh meninggalkannya–” Erina memandang Ray yang sama sekali tidak mengindahkan peringatannya, “RAY!”


Erina menjadi marah dan menaikkan oktaf suaranya sampai tahap suaranya menyakitkan bagi telinga. Meski kesal Ray sama sekali tidak menghentikan langkahnya dan justru mempercepatnya.


“Aku perintahkan kamu berhenti!” Erina kembali berkata dengan geram.


Ray tentunya tak ingin menurutinya namun entah bagaimana tubuhnya tidak menurutinya. Ia sungguh berhenti dan bertentangan dengan keinginan pribadinya.


Itu tentunya disebabkan oleh Degree yang dimiliki Erina. Ray sudah tahu seperti apa Degree-nya dan tak menyangka bahwa sekali terjerat tak ada cara apapun lepas darinya.


“Apa maumu? Kembali ke sana untuk mati setelah Ordo mengorbankan nyawanya? Tampaknya kamu tak ingin menghargainya sama sekali!” Ray menahan suaranya yang jelas-jelas marah.


Erina tertegun dan merasa takut, ia menyadari menggunakan Degree-nya kepada Ray adalah langkah paling buruk. Harusnya ia sudah pernah melihat betapa mengerikannya kemarahan Ray.


“Tidak, aku–”


“Wah-wah, sepasang kekasih sedang berkelahi saat tahu sedang dalam buruan.”


Suara dari seseorang yang telah dirubah menggunakan alat terdengar. Mereka menemukan pria bertopeng merah yang membawa panah modern dan bercahaya.


“Tampaknya kalian berdiskusi siapa yang ingin pergi lebih dulu.”


Ray mengerutkan alisnya karena dia ingat pria itu adalah salah satu kaki tangan Virgo. Orang yang sama menembak Endruid dari jarak yang cukup jauh.


“Namaku Ryoma Hisatsu. Ini mungkin pertemuan pertama kita secara langsung namun sayangnya juga menjadi yang terakhir.”


Salah satu dari nama-nama yang disebut oleh Endruid. Orang ini jelas memiliki Degree yang berbahaya. Pikirnya.


“Ryoma? Ini tidak asing di telingaku. Sepertinya kamu orang yang naik daun enam bulan yang lalu karena berhasil menyelesaikan misi tertentu dari jarak yang sangat jauh.” Erina berbicara selagi berusaha mengingatnya.


Jika ingatannya tersebut tidak salah maka artinya Rebellion sungguh sudah ada sejak lama. Bahkan sebelum generasi pertama datang ke Open World, organisasi ini sudah berjalan.


“Sepertinya itu memang mencolok, ya. Yah, mau bagaimana lagi karena itu telah menjadi bagian darinya.”


Orang itu tidak memberikan penyangkalannya sama sekali. Ryoma menarik tali busurnya dan menggunakan anak panah yang mengeluarkan listrik.


Melihat itu Ray tak siap menerimanya. Ray tentunya bisa mengorbankan Erina sekarang namun hal itu akan mengubah rencana awalnya.


“Sampai jumpa!” Anak panah dilepaskan dengan kecepatan yang setara timah panas.


Ray tak sempat bereaksi dan hanya menatapnya tanpa berkedip. Seketika itu, anak panah berhenti seakan-akan menabrak dinding yang tak terlihat.


Ryoma tampak tak senang ketika menyadari kehadiran orang lain datang ke tempat ini. Orang yang tampak tak ada hubungannya dengan konfrontasi mereka selama ini.


Ray menoleh dan tersenyum kecut saat mengetahui siapa dia, “Kalian bilang takkan menampakkan diri. Sepertinya ada perubahan besar terjadi, ya.”


Orang dengan pakaian garis hitam dan putih seperti narapidana namun lebih ke seorang penghibur jalanan dengan wajah yang dibedaki sedemikian rupa.


Orang itu hanya membuat pose aneh tanpa mengatakan apa-apa.


Ray meyakini dengan kemunculan salah satu orang dari kelompok kecilnya ke permukaan maka akan ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ulang.


...********...


Yo! Pembacaku yang sedikit. Belakangan kondisi saya kurang baik dan memerlukan pemulihan fisik maupun pikiran. Ini menyedihkan karena saya harus merelakan bonus bulanan.


Saat semuanya sedikit membaik, saya akan kembali.