
“Itu jumlah yang terlalu banyak. Paling mungkin pergantian hanya bisa dilakukan satu kali,” ujar Terumi.
“Itu tergantung,” ujar Eric yang telah melakukan penilaiannya sendiri. “Ada beberapa cara merepotkan untuk mendapatkan lima ratus ribu itu.”
Dengan mengambil DP dari banyak orang bukannya tidak mungkin untuk mendapatkan lima ratus ribu. Ray sendiri telah memikirkan kemungkinan ini. Alasannya sangatlah sederhana, dia yakin ada banyak orang yang melakukan penghematan seperti dirinya.
“Selain itu, penjelasannya belum selesai,” lanjut Eric.
Secret mulai melanjutkan penjelasannya yang masih jauh dari kata cukup.
“Kami akan memberikan setiap kelompok modal awal berupa lima ribu DP secara merata. Kemungkinan besar ada yang menerima lebih tentunya dengan pertimbangan yang kami lakukan. Kami akan menjabarkan nama-nama yang akan menjadi ketua kelompok.”
Ada lima puluh nama yang terpampang dengan jelas. Ray tidak mengenal banyak orang di tempat ini jadi hanya ada sangat sedikit nama yang bisa ia ketahui. Ada nama-nama yang ia kenal muncul namun beberapa amat mengejutkan.
“Itu ...,” gumam Terumi, bahkan dia sangat terkejut akan hal itu.
“Kupikir orang itu sudah pasti menjadi ketuanya namun tak disangka dia juga,” ujar Leo.
Eric terlihat mengerutkan alisnya selagi memandang penuh kebencian orang yang berada di kejauhan.
“Arthur!” gumamnya dengan penuh kemarahan.
Orang yang sudah diyakini akan menjadi ketua dari suatu kelompok, Arthur. Tentu saja Arthur memang menjadi ketua, namanya berada di urutan pertama. Namun kemunculan nama Mona di nomor lima sama sekali tak diharapkan. Tampaknya hal itu juga mengguncang keduanya.
Selain Mona, Ray juga menemukan nama Indri di sana. Hal yang membuatnya terkejut adalah dia tak sendiri, salah satu anggotanya yakni Rani. Tampaknya pemilihan ketua kelompok ini dilakukan secara acak atau Secret memiliki pertimbangannya sendiri.
Di sisi lain, Ray mungkin sudah mengharapkan namanya tercantum di sana. Tepat pada urutan ketiga karena tempat kedua tercantum nama Indri.
Mengamati nama lainnya tampaknya hal merepotkan tidak hanya terjadi kepada Arthur dan Mona, tetapi juga kepada Ray.
“Tampaknya ini situasi yang sulit,” gumam Ray menghela napas panjang.
“Ya, aku pikir kita tidak akan lewat dengan mudah,” ujar Leo, memijat keningnya yang terasa sakit. “Mengapa aku ... terpilih menjadi ketua?” lanjut Leo dengan tak percaya.
Tentunya dia sama sekali tidak berharap akan menjadi ketua dalam hal apapun. Dia sejak awal sudah berpikir akan bergabung dengan Ray seperti biasanya. Namun tampaknya takdir tidka memberikan izin.
Tak hanya Leo, tampaknya Terumi juga mendapatkan posisi yang sama yakni, ketua. Dia menatap Ray dengan terkejut.
“... apa yang harus kulakukan, Ray?” gumamnya, dia jelas tidak menginginkannya.
Menjadi ketua dari suatu kelompok sama artinya mereka akan bergerak terpisah. Meski begitu bukan berarti tidak ada harapan.
“Tenanglah, kita masih bisa—” Sebelum Ray menyelesaikan kalimatnya, Secret menyelanya. Sesuatu yang sebenarnya Ray ingin katakan namun Secret telah menyegel kemungkinan itu.
“Ketua dari kelompok lain tentunya tidak kami izinkan bergabung dengan kelompok lain secara resmi.”
Secret tentunya tidak akan selembut itu untuk membiarkannya. Dia jelas berniat menjadikan tugas akhir memiliki lima puluh kelompok tetap apapun caranya.
“Kami tak mengizinkan ketua kelompok bergabung dengan kelompok lain namun aliansi antara kelompok diizinkan.”
Jika dua ketua dari kelompok berbeda tak boleh berada dalam satu kelompok yang sama, maka masuk akal untuk membangun aliansi diantara keduanya. Bahkan tampaknya Secret tak ingin menutup hal itu. Lagipula aliansi adalah langkah yang terbilang sebuah taruhan.
Aliansi akan berjalan aman dan lancar jika tidak ada salah satu atau dua pihak yang merencanakan pengkhianatan. Di tempat seperti ini mencari orang yang dapat dipercaya adalah kesulitan terbesar.
Meski begitu, bagian yang menyulitkan telah disiapkan Secret di penjelasan selanjutnya.
“Ketua dari suatu kelompok adalah sumber kehidupan bagi kelompok tersebut. Jika ketua dari kelompok mati, maka anggotanya akan ikut tereliminasi dalam waktu empat puluh menit.”
“Hah?” Ray tanpa sadar mengeluarkan suaranya, dia tentunya tak percaya tentang ini.
“Apa-apaan peraturan gila ini ...,” gumam Eric yang sangat tercengang.
Tak perlu bersusah payah membunuh lima orang dari kelompok yang sama satu-persatu, cukup bunuh satu orang maka yang lainnya akan ikut gugur setelah empat puluh menit.
Hal ini tentunya menyebabkan keributan. Bergabung dengan kelompok tertentu, sama artinya mereka menyerahkan nyawa kepada ketua kelompok tersebut. Dengan hal ini, setiap orang tak bisa bergabung secara sembarangan.
“Kami akan menentukan lokasi tugasnya. Ini adalah kebebasan yang terikat. Kalian bebas namun akan tetap terikat.”
Layar mulai berganti pada pemandangan sebuah kota yang Ray sudah cukup akrab dengannya. Kota yang dulunya pernah menjadi pusat negara yang Ray tinggali yakni, Jakarta.
“Itu ... sebuah kota?”
“Tugas terakhir akan dilaksanakan ... di dunia luar?”
Beberapa mulai bersuka cita atas hal ini namun tidak sedikit juga yang menolak percaya.
“Jangan tertipu daya!”
“Ya, mungkin saja itu adalah replika kota yang sudah organisasi ini siapkan!”
“Kemungkinan itu ada! Dia berusaha mengecoh kita!”
Ada beberapa yang tampaknya berpikir itu mungkin. Organisasi ini memang tidak masuk akal, Secret seakan-akan memiliki anggaran yang tidak terbatas.
Secret kemudian menyelesaikan pertikaian diantara mereka dengan mengkonfirmasi satu hal.
“Kami akan mengadakan tugas akhir di luar. Lebih tepatnya adalah Indonesia, Jakarta.”
“The Degree, tugas akhir yang kami sediakan akan menjadi tema rahasia dan perburuan.”
Secret mulai menjelaskan bahwa para pengguna Degree akan diwajibkan merahasiakan keberadaan Degree itu sendiri. Mereka yang ceroboh dan mengungkapkan Degree akan memiliki akhir menyedihkan.
“Bagi mereka yang tertangkap basah menggunakan Degree dan mengungkapkannya, kami akan memberikan hukuman mati. Mati diburu pengguna Degree, berakhir tragis jadi objek penelitian, atau kami akan meledakkannya. Akhirnya adalah sama, kami berjanji tidak akan ada akhir selain itu.”
Tidak akan ada orang bodoh yang akan mau melakukannya setelah melihat Secret mampu meledakkan manusia melalui satu perintah saja. Apapun yang terjadi jika mereka mengungkapkan Degree kepada orang awam, akhirnya adalah kematian. Secret sendiri akan menjaminnya.
“Apa yang terjadi ketika kita keluar dari kota itu?” tanya Ray, Secret juga tampak memperhatikannya.
“Tentunya kami sudah memberikan perhitungan dan persyaratan terkait hal itu. Namun sebelum itu terjadi kami akan menjelaskan tentang konten dari tugas akhir yang akan kalian jalankan.”
“Masing-masing kelompok akan menerima satu kunci abu-abu secara rata. Setiap ketua kelompok akan mendapatkan fitur khusus yang akan kami bagikan mulai sekarang.”
Robot-robot mulai keluar dari tempat lain dan tersebar. Hal yang membuat semua orang terkejut adalah robot yang keluar menyerupai manusia asli.
“Itu ... AI?!” (Artificial Inteligence.)
“Bukankah kecerdasan buatan harusnya masih dalam tahap pengembangan?!”
Sudah hampir setengah abad manusia berusaha menyempurnakan kecerdasan buatan agar lebih bermanfaat bagi manusia di masa depan. Tentunya sudah ada beberapa AI yang dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan hal lainnya. Tentunya, hanya perusahaan besar dan orang tajir yang bisa membelinya.
Di tempat ini mungkin tak ada orang seperti itu, melihat kecerdasan buatan secara langsung adalah pemandangan menakjubkan.
Masing-masing AI menghampiri ketua kelompok. Ray mendapatkan satu yang menggunakan pakaian maid dan rambut emas. Meski menyerupai manusia, mereka tak memiliki ekspresi manusiawi.
Ray memperhatikan bahwa AI tersebut memasang chip pada jamnya dan melakukan instalasi dalam waktu singkat, setelahnya dia menyerahkan sebuah kunci abu-abu kepadanya. Terumi dan Leo tampak mendapatkan kunci sama.
“Kami telah menambah fitur pada jam kalian yang yang nantinya akan digunakan untuk mengungkapkan sebuah teka-teki. Mereka yang berhasil menyelesaikan teka-teki akan jadi pemenang tugas akhir.”
“Untuk mendapatkan teka-teki tersebut kalian dituntut mengumpulkan sepuluh kunci abu-abu dan ditukarkan menjadi kunci emas. Hanya kunci emas yang dapat digunakan membuka teka-teki. Tak perlu khawatir, hanya ada satu teka-teki. Semuanya akan menyelesaikan teka-teki yang sama.”
“Kelompok yang kehilangan kunci akan dituntut melakukan dua hal; mencari kunci lain dalam kurun waktu maksimal 48 jam atau mengikuti kelompok lain yang memegang kunci. Jika gagal mendapatkan kunci atau bergabung dengan kelompok lain, maka kelompok tersebut akan tereliminasi. Informasi terkait akan diberikan secara berkala.”
Tugas yang terdengar mudah namun nyatanya sangat rumit untuk dilaksanakan. Ini tidak akan selesai dalam waktu satu atau dua bulan, kemungkinan terburuknya dibutuhkan beberapa tahun untuk melakukannya.
Kelompok yang kehilangan kunci
Selain itu Ray menebak bahwa Secret akan memperburuk situasinya melalui penggunaan DP. Seakan-akan membaca pikirannya, Secret melanjutkan.
“Kami takkan memberikan modal awal bagi kalian dalam bentuk apapun. Tentunya kalian akan langsung berada di Jakarta namun untuk bertahan di dunia luar adalah kewajiban masing-masing kelompok. Kami hanya akan menawarkan konversi DP menjadi rupiah.”
Hal mengejutkan lainnya terus berdatangan. Ray tak tahu seberapa banyak informasi yang akan dibeberkan Secret dalam waktu singkat seperti ini. Ada kemungkinan besar bahwa banyak orang melupakan aturan-aturan yang ada.
Secret juga tampak tidak baik hati untuk menyerahkan file atau kertas untuk mempermudah dalam mengingatnya.
Layar mulai berganti lagi, Ray mengamati dengan baik. Sekarang dia sungguh paham tentang pentingnya DP untuk ujian akhir.
‘Aku bersyukur telah menyimpan banyak dan melakukan pencurian. Setidaknya, aku tak perlu mengkhawatirkan soal DP jika menggunakannya dengan benar.’
Apa yang tertulis di layar adalah tentang konversi DP menjadi uang tunai, dan juga sebaliknya. Uang tunai bisa ditukarkan lagi menjadi DP. Selain itu, tercantum juga penjelasan tentang keluar dari kota dan hal lainnya berupa:
Konversi tunai ~ DP dan DP ~ tunai dimungkinkan dengan jumlah berikut.
1 DP \= Rp.10.000
Rp.100.000 \= 1 DP
Bagi mereka yang ingin keluar dari kota yang ditentukan sebagai lokasi akan dimungkinkan dengan membayar dengan jumlah tertentu.
Biaya keluar dari kota adalah:
1 hari meninggalkan kota \= 1.000 DP. Pembayaran dimungkinkan dengan uang tunai senilai; Rp. 100.000.000. (Tidak termasuk biaya transportasi dan lainnya).
5 hari meninggalkan kota \= 5.000 DP. Pembayaran juga dimungkinkan dengan uang tunai senilai; Rp. 500.000.000. (Tidak termasuk biaya transportasi dan lainnya).
10 hari meninggalkan kota \= 10.000 DP.
Pembayaran juga dimungkinkan dengan uang tunai senilai; Rp. 1.500.000.000. (Tidak termasuk biaya transportasi dan lainnya.
Lebih dari 10 hari meninggalkan kota dengan biaya khusus berupa;
- di hari ke-11 akan ada pembayaran senilai 10.000 DP. Tidak dimungkinkan untuk pembayaran tunai.
- Hari ke-12 akan ada pembayaran senilai 50.000 DP. Tidak dimungkinkan untuk pembayaran tunai.
- Hari ke-13 akan ada pembayaran senilai 150.000 DP. Tidak dimungkinkan untuk pembayaran tunai.
Pembayaran akan meningkat tergantung tempat dan tujuannya. Jika meninggalkan kota dan pergi ke negara lain maka akan ada peningkatan dua kali lipat harga.
Diizinkan pindah ke kota sekitar JABODETABEK dengan harga setiap harinya dibagi dua.
Note: Pembayaran berlaku untuk setiap individu, bukan kelompok.
Dan begitulah akhir dari penjelasan yang diberikan Secret. Memang sedikit-banyak kurang mendetil namun Ray paham keseluruhannya.
“Kami akan memberikan beberapa informasi tambahan secara berkala melalui setiap ketua kelompok.”
“Kami akan menyerahkan hak pada kalian masing-masing untuk memilih kelompok mana yang akan kalian ikuti. Tak ada izin tidak memiliki kelompok 3 hari setelah tiba di Jakarta.”
Secret membuat tuntutan yang jelas. Dari hal itu maka seseorang tidak dimungkinkan melakukan pergerakan sendiri tanpa kelompok. Mereka akan dituntut menyerahkan nyawa kepada orang lain suka ataupun tidak.
“Jika kita membuat aliansi maka otomatis kita sudah memiliki tiga kunci di awal,” ujar Terumi dengan senyuman masam.
Ini memang terkesan licik namun pada akhirnya keberuntungan berpihak pada mereka. Ray sendiri menyambut hal ini dengan baik namun ada satu masalah.
“Itu hanya keuntungannya, kita pastinya akan tetap memiliki kerugian tertentu. Salah satunya adalah konten tugas akhir yang masih belum jelas apakah kita hanya berjuang memperebutkan kunci atau ada hal lain.”
Secret sendiri bilang bahwa informasi lebih lanjut akan diberikan secara berkala yang mana menyiratkan pesan kemungkinan ada hal lain yang belum mereka ungkapkan.
Meski keluar dari kota memiliki biaya, namun bukan mustahil jika lima puluh kelompok ini mempertahankan status netral yang abadi. Hal itu akan persis seperti perkataan Secret dengan makna lain. Mereka akan bebas namun tetap terikat.
Tidak mungkin Secret tak memikirkan kemungkinan tersebut. Aturan akan selalu bisa diakali, karena itu Secret tentunya harus menciptakan situasi yang membuatnya sulit diakali bahkan tak bisa sama sekali.
Selain itu di dunia luar ada yang namanya media sosial, tempat paling memungkinkan membocorkan Degree.
“Sekarang, kami akan memberikan waktu delapan jam bagi kalian untuk mengosongkan tempat ini. Akan ada empat pintu yang akan membawa kalian ke tempat berbeda. Selama waktu ini tak diizinkan perkelahian dalam bentuk apapun. Sanksinya adalah eksekusi mati.”
Secret mulai meninggalkan tempat bersama munculnya empat gerbang besar. Tak sedikit orang yang langsung pergi dan dengan cepat membentuk kelompoknya. Sementara di sisi lain tidak sedikit yang memilih untuk menetap seperti halnya Ray.