The Degree

The Degree
Jawaban Teka-teki



Setelah babak belur oleh Terumi, Ordo dan Leo kembali dengan wajah yang hancur sedemikian rupa. Benjolan besar seakan-akan tumbuh di kedua pipi mereka.


Ray kagum dengan keberanian Terumi menghajar ketua serikatnya separah itu. Ia kini mengerti mengapa Sebastian menyiapkan kotak P3K. Tampaknya hal ini telah sering terjadi.


Berkumpul di ruangan Ray, semua orang duduk di bawah setelah Sebastian mengobati dua orang itu dan menggelar karpet untuk mereka duduk.


Terumi juga duduk meski ia masih terisak dan menutup wajahnya yang merah bagai tomat rebus.


Hal itu dikarenakan pembahasan mereka akan penting. Ray tak tahu tujuan awal Ordo dan lainnya datang pada awalnya, namun apa yang akan ia sampaikan lebih penting.


“Yah, ini kebetulan yang luar biasa. Untuk saat ini mari kita mulai dari kamu lebih dulu.” Ordo membiarkan Ray berbicara lebih dulu.


Ray tentunya tak menolak karena situasi mereka bisa saja ada di tempat terburuk. Perlu penanganan cepat untuk mengatasi situasi ini.


“Ya. Ini masih berhubungan dengan Rebellion. Sejauh yang kita tahu saat ini, mereka berusaha mengambil alih Redwest untuk mengalahkan Blueeast dan menjadi yang terbesar juga kuat.”


Semuanya sudah mengetahui situasi tersebut dengan sangat jelas dan mengangguk. Namun, tampaknya hanya ada satu orang yang belum memahaminya. Ia adalah gadis yang asing.


“Sebelum aku memulainya ... siapa gadis itu? Aku ingat ia adalah orang yang Arthur selamatkan.”


Perhatian semua orang segera tertuju kepadanya. Ordo dan Sebastian juga tampaknya belum mengenalnya.


Terlepas dari luka-luka yang ia miliki, wanita itu memang rupawan. Mata biru seperti laut dan pembawaan tenang seperti langit. Rambutnya hitam bergelombang dengan bagian ujung setiap helainya bewarna keemasan.


Tubuhnya mungkin pendek seperti Leo, namun justru tinggi badannya yang seperti anak SMP membuatnya menjadi gadis imut.


“Namaku Mona. Aku adalah mantan tawanan Rebellion karena aku mengetahui rahasia mereka. Tentang bagaimana pemimpin mereka mengetahui orang-orang berbahaya diantara para Rookie.”


Ray melebarkan matanya. Jika ada orang yang perlu mengungkapkan informasi di sini, Mona-lah orangnya.


“Aku sempat bertemu dengannya di tugas ke tiga dan empat. Meski tak tahu apa Degree-nya, aku tahu gambaran besarnya.” Arthur berkata dengan tenang dan penuh keyakinan. “Aku yang akan menjadi penjaminnya bahwa ia bukan musuh.”


Meski tak ada apapun yang bisa membuat Ray percaya, namun setidaknya ia akan mengesampingkan masalah ini.


“Yah, selama kamu mengatakan apa yang kamu ketahui hingga Rebellion memburumu maka bukan masalah. Selama itu benar dan berguna maka aku akan mengerahkan orang untuk melindungimu.”


Mona mengangguk dan berterima kasih dengan penuh rasa syukur. Ia tampaknya lega karena telah memiliki pendukung kuat di belakangnya.


Ray kemudian menjelaskan situasinya lebih lanjut tentang hal-hal yang sudah diketahui semua orang. Sampai ketika ia mulai mengangkat topik tentang tujuan Virgo sebenarnya.


“Mereka, Virgo sangatlah cerdas. Ia membuat semua orang berpikir bahwa tujuan mereka adalah mengambil alih serikat Redwest. Meski tujuan mereka sesungguhnya adalah bukan itu. Melainkan hal yang lebih besar lagi.”


Semua orang mengerutkan alisnya. Itu jelas karena Ray menyangkal informasi tentang Rebellion yang coba merebut Redwest.


“Itu aneh, Ray. Jika Redwest bukan tujuan mereka, namun mengapa melakukan penyerangan ini?” Leo berkata karena ia tak menemukan alasan Ray menyangkalnya.


Di situlah poin utamanya. Ada hal lain yang tak mereka sadari tentang sesuatu yang disediakan Market.


“Itu adalah tujuannya. Ia ingin mengumpulkan Redwest dan Blueeast di satu tempat dan melenyapkannya. Entah bagaimana tampaknya ia telah meramalkan hasil ini.”


“Bukankah justru berbahaya untuk membuat kita beraliansi? Selain menang dalam pasukan, kekuatan kita juga lebih kuat dari mereka. Aku tak menemukan alasan mengapa ia ingin kita membangun aliansi.” Sebastian mulai berpikir secara mendalam.


”Tidak. Aku sedikit banyak paham maksudnya. Andaikata ada satu senjata atau Degree yang mampu menghancurkan dengan skala besar maka pilihan tepat mengumpulkan musuhnya di satu tempat.” Ordo menebak dengan tepat sasaran.


Saat Ordo mengatakan hal itu Leo tertegun dan menatap Ray. Ray tentunya menyadarinya dan dari matanya ia menyampaikan untuk Leo tak mengatakan apa-apa tentang itu.


“Ya. Kalian bisa mencari ini di Market. Meski tampak mustahil dengan harganya yang luar biasa, namun itu sangat mungkin. Lagi pula tampaknya rencana ini sudah berjalan cukup lama.”


“Market? Memangnya ada apa dengan sistem misterius ini?” tanya Arthur yang terlihat bingung saat mengotak-atik Market.


“Kamu akan bisa menemukan peluncur misil di sana.”


Semua orang gemetar saat Ray mengatakan hal tersebut. Mereka dengan tergesa-gesa membuka Market untuk memastikannya secara langsung.


Benar saja. Senjata militer dengan kelas berbahaya benar-benar tersedia. Meski DP yang diperlukan sangatlah besar yakni, 15.000DP, namun entah bagaimana bukan hal mustahil Rebellion mampu mendapatkannya.


“Aku sama sekali tidak menyadarinya. Mengapa mereka menyediakan senjata yang bahkan mampu menghancurkan tempat mereka?” ujar Arthur saat menggaruk kepalanya.


Tentunya benda tersebut akan mampu mengguncang hingga ke bawah tanah sekalipun Secret sudah melakukan langkah pencegahan. Dampaknya pasti akan tetap terjadi tak peduli seberapa kuat bangunannya.


“Mereka akan menghancurkan pulau ini. Selain itu, untuk apa repot-repot melakukannya?” tanya Sebastian.


Ordo lekas menjawabnya, “Jika kita hancur maka ia akan mendapatkan hadiah dari tugas bonusnya.”


“Ya. Lalu, mereka memiliki tujuan yang sangat besar. Aku pernah dengar bahwa Open World akan jadi langkah awalnya.” Mona ikut menyampaikan pendapatnya.


“Tetap saja, pertanyaannya adalah apakah setimpal menghancurkan pulau untuk melenyapkan kita?” Sebastian kembali menegaskan poin yang ia tak pahami.


Disitulah Ray yakin bahwa Virgo memiliki tujuan besar untuk membuka tugas kelima. Ketimbang membuka, mungkin ia ingin menyelesaikannya dengan segera.


“Karena itulah aku memiliki informasi lain. Ini berhubungan dengan cara untuk menyelesaikan tugas kelima dan jawaban dari teka-tekinya.”


Semuanya menegang seketika. Teka-teki yang hampir tak dipahami apa maknanya kini telah diketahui.


“Kamu mengetahuinya? Bagaimana?” tanya Ordo, sedikit tak percaya.


“Ini terjadi saat aku baru mendaftarkan diri ke serikat. Aku juga bertukar informasi dengan Terumi dan memecahkannya. Untuk catatan, hanya Terumi yang baru mengetahui hal ini.”


Terumi mengangguk untuk memberikan kepastian, “Ya. Ray memintaku untuk diam agar tak timbul kekacauan.”


Salah menanganinya di kasus ini akan menyebabkan kehancuran segalanya. Untuk itulah perlu langkah yang hati-hati.


“Jadi, apa yang kamu temukan?” Arthur tampak tak sabaran akan hal ini.


“Yah, singkatnya. Tempat ini. Kota ini. Pulau ini. Dan, Open World ... harus dilenyapkan.”