
Malam yang begitu cerah Haris dan Risa sedang duduk di balkon kamar mereka, mereka duduk berpelukan sambil memandangi bintang yang bertaburan di langit, kaki mereka di tutupi oleh selimut karena angin malam ini sangat dingin.
"Kapan aku akan mengandung seperti Kakak ipar yah Honey, apa karena aku terlalu lama menggunakan kontra sepsi?" ucap Risa bertanya pada Haris.
"Sabar Honey, semuanya perlu proses, mungkin saja efek kontra sepsi yang kau gunakan belum hilang jadi sang calon baby belum tumbuh di kandunganmu," jawab Haris seraya tangannya mengusap rambut sang istri.
"Kalau aku tak bisa memberimu keturunan gimana Honey?" tanya Risa kembali dengan nada sedihnya sambil tangannya meraba dada bidang sang suami yang hanya mengenakan kaos tipis.
"Aku akan menikah lagi dan mencarikanmu madu yang bisa memberiku keturunan," jawab Haris seketika itu pula membuat Risa bangun dari pelukan Haris dan berwajah marah padanya.
"Tega sekali kau berbuat seperti itu sama aku Honey, setelah apa yang ku lakukan, apa kau lupa bagaimana aku mengejarmu dari awal aku duduk di bangu SMA, dan apa kamu lupa bagaimana aku memuaskanmu di tempat tidur, sekarang dengan mudahnya kau berkata akan memberikanku madu jika aku tak bisa memberimu keturunan, kalau madu Tj aku mau banget tapi kalau madu batina akan ku buat dia hidup bagai di neraka karena berani menerima pinangan dariku," teriak Risa yang langsung marah ketika mendengar ucapan dari sang suami seketika itu pula Haris langsung tertawa terbahak bahak membuat Risa yang marah menjadi bingung.
"Hahaha, kau lucu juga yah Honey, mana mungkin aku akan memberikanmu madu Honey, gak ada wanita lain di luar sana yang bisa dibandingkan denganmu, wanita mana yang berani juga menjadi madu dari adik seorang Bram hahaha, aku hanya bercanda Honey." Haris tertawa terbahak bahak karena lucu dengan tingkah sang istri, menurutnya Risa sangat menggemaskan.
"Iiiiih Honey kamu kenapa jahat banget sih sama aku." Risa memukul mukul Haris.
Haris menarik tangan Risa dan mencium bibir mungil sang istri, mereka saling membelit lidah satu sama lain.
"Mau coba di balkon," goda Haris dengan tangan yang sudah mengelus sang buah kenyal.
"Aku mungkin gila s**s Honey tapi aku bukan wanita tak tahu malu, bagaimana jika seseorang melihat kita," jawab Risa mencubit pinggang sang suami.
"Biarkan mereka melihat kita, jika mereka ingin itu masalah mereka sendiri kenapa melihat kita bercinta," ucap Haris kembali mencium bibir Risa tanpa ampun.
Tangan Haris mulai mengeluarkan buah kenyal kesukaannya dan memainkannya membuat Risa bersenandung ria
"Honey please, jangan di sini oke," ucap Risa dengan suara yang sudah mulai berat.
Haris menggendong tubuh sang istri masuk ke dalam kamar tapi ia tidak menutup pintu balkon, ia meletakkan tubuh Risa di atas tempat tidur.
Haris menyalakan televisinya dan memutar film biru membuat Risa menjadi begitu liar saat melihat adegan panas di layar televisi.
Mereka melakukan adegan yang sama persis seperti yang dilakukan di dalam layar televisi tersebut.
***
Sebulan berlalu usia kandungan Aberlie sudah menginjak sembilan bulan, mereka sudah tak sabar menanti ke lahiran baby twins yang sangat mereka harapkan.
Pagi ini Aberlie dan Bram sudah berada di rumah utama, Bram sudah mulai mengambil cuti karena kandungan Aberlie yang sudah menginjak bulannya.
Kerjaan kantor ia serahkan pada Haris dan Harun, pagi ini entah mengapa Aberlie ingin makan masakan sang nenek.
"Makan lah sayang, kebetulan pagi ini Nenek buat bubur ayam spesial, Kakekmu pagi pagi bilang ingin makan bubur ayam, untung ada ayam di kulkas," ucap Fatma menyuguhkan semangkok bubur ayam pada Aberlie.
"Mmm ini enak sekali nek, boleh aku minta sambal, rasanya makan tak nikmat tanpa sambal nek hehe," pinta Aberlie.
"Boleh sayang tapi jangan terlalu pedas yah," ucap Fatma memperingatkan.
Sedangkan di apartemen Haris sedang dibuat panik oleh sang istri yang muntah muntah dari subuh hingga wajahnya menjadi pucat.
"Makan sesuatu yah Honey, wajahmu pucat sekali, setelah ini kita ke rumah sakit aku akan menelfon Agam," ucap Haris menuntun sang istri menuju tempat tidur.
Tak berapa lama Risa kembali merasa mual, ia bergegas menuju kamar mandi lagi dengan diikuti sang suami.
"Hooeeeekkk... hooeeekkk...." Risa memuntahkan cairan bening kembali.
"Rasanya aku ingin tidur di kamar mandi saja Honey, entah mengapa perutku menjadi seperti ini sejak subuh menjelang, aku tak kuat lagi berdiri." Risa terkulai lemas duduk di lantai kamar mandi dekat kloset.
"Kamu duduk dulu di tempat tidur aku akan mengambilkan air hangat untukmu, aku akan menelfon Agam untuk segera datang kesini," ucap Haris langsung membawa tubuh sang istri yang sudah tak berdaya ke atas tempat tidur.
Haris bergegas menuju dapur untuk mengambil air hangat dan kembali menuju kamarnya.
Ia meminumkan air hangat tersebut pada Risa dan membaringkan tubuh Risa kembali di tempat tidur.
Haris langsung meraih ponselnya di atas nakas samping tempat tidur.
"Hallo Gam, bisa lu kesini, Risa muntah muntah terus dari subuh sampe sekarang Gam, gua tadinya mau ke rumah sakit tapi Istri gua lemes dan pucat," ucap Haris segera setelah Agam menerima panggilannya.
"Hahaha lu butuh Kak Sandra Bro bukan gua." Agam tertawa dibalik panggilan tersebut.
"Siiaal lu malah ngeledek, terserah lu lah yang penting lu ke sini sekarang, mau sama Sandra juga gak apa apa, jangan lama lama gua tunggu," balas Haris.
"Iya iya gua otw sekarang." Agam memutuskan panggilannya segera.
Tiga puluh menit kemudian Agam dan Sandra datang bersamaan,mereka langsung menuju kamar Haris segera setelah Haris menyuruhnya masuk.
"Gimana istriku San?" tanya Haris penasaran juga khawatir.
Sandra tersenyum dan Agam terkekeh melihat raut wajah Haris yang begitu khawatir.
"Kenapa kalian malah terkekeh seperti itu, memang ada yang lucu?" tanya Haris bingung dengan tingkah kedua kakak beradik tersebut.
"Santau Bro, jangan tegang, kendorin dulu uratnya tarik napas dalam dalam terus keluarkan perlahan sebelum lu denger kabar yang bikin lu loncat loncat," usul Agam memegang pundak Haris sambik mempraktekkan tarikan napasnya.
Haris pun menuruti perintah sang sahabatnya tersebut, ia merasa sedikit tenang dan siap mendengarkan penjelasan dari Sandra.
"Selamat yah Ris, Risa hamil, kamu akan menjadi seorang ayah," ucap Sandra memberitahukan kabar gembira tersebut pada Haris.
"Serius San? Risa hamil?" tanya Haris tak percaya.
"Iya Bro, Risa hamil, selamat yah lu bakal nyusul Bram,"
Dan gua, batin Agam.
"Risa hamil dan gua bakal jadi Papi Gam, gua bakal jadi Papi," ucap Haris yang girang memeluk Agam.
"Kan gua bilang juga apa yangblu butuhin Kak Sandra bukan gua," balas Agam menepuk punggung sang sahabat.
Risa yang melihat suaminya kegirangan sangat bahagia sampai air matanya tumpah.
"Ris, nanti setelah Risa agak enakkan bawa ke rumah sakit yah, biar aku priksa ulang dan kita lihat berapa usia kandungan Risa, aku juga bakal kasih reswp vitamin untuk Risa, untuk saat ini aku kasih ini dulu obat pereda mualnya, sebelum makan kasihkan ini yah," jelas Sandra sambil memberikan obat pereda mual pada Haris.
"Oke San, makasih yah pagi pagi udah ngerepotin kalian," jawab Haris menerima obat tersebut.
*****
Hai kakak sekalian mampir yuk di karya temen othor, ceritanya gak kalah seru loh.
Judul : Tuan Mafia
Karya : selvi_19
Blurb...
Alex hanya seorang anak jalanan, untuk memenuhi hidupnya Alex terpaksa
mencuri hingga suatu hari Alex bertemu dengan mafia dan di besarkan di
lingkungan mafia, hingga di umurnya yang ke 30 tahun Alex di angkat untuk mengantikan ayah angkatnya sebagai ketua mafia.
Suatu hari Alex mengetahui siapa kedua orang tuanya dan penyebab
kematiannya, ternyata Alex adalah keturuna dari D’devil, D’devil adalah
anggota mafia yang sudah berdiri puluhan tahun. Sehingga Alex berniat
membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dengan menikahi putri
dari pembunuh tersebut.
Laura gadis yang kurang beruntung karena hidup sebagai anak angkat dari
keluarga Gunawan dan lebih menyedihkan lagi ia harus mau menikah dengan
Alex sebagai balas budi karena telah menyelamatkan gunawan
Apakah Alex akan berhasil membalas kematian kedua orang tuanya?
Apakah akan ada cinta di antara Alex dan Laura?
Bagaimana reaksi Alex jika tau Laura bukan putri dari Gunawan?
intip ceritanya disini yah 👇
Selamat membaca kak jangan lupa likenya yah🙏😊
Salam hangat dari ku untuk kalian semua😫😊🤗🥰