CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 29



BАB 17


Siang ini adalah jadwal gips Manda dilepas.


Tetapi karena tidak ingin menyusahkan Bi Nana, Manda pun menolak untuk ditemani sang bibi.


Berbekal smartphone, Manda memilih


menggunakan ojek motor online ketimbang naik taksi.


Selain lebih murah, juga untuk menghindari kemacetan


di jalan raya.


Saat sedang berada di persimpangan lampu merah, ojek motor yang dinaiki Manda tidak sengaja berhenti di sebelah mobil Antonio yang saat itu juga sedang terjebak lampu merah. Antonio baru selesai menghadiri meeting di perusahaan kliennya. Sementara


Ramon ditugaskan meeting di Bandung oleh Antonio.


Manda yang saat itu lupa memakai helm


tentunya sangat gampang dikenali oleh Antonio yang


mengenalinya, bahkan saat melihat gips yang melilit di tangan kanan Manda


1421 CEO Bucin - Missecha


"Manda?" gumam Antonio. "Mau ke mana dia?


Dan kenapa dia tidak memakai helm?" Namun, saat Antonio ingin membuka kaca mobilnya, lampu lalu lintas pun berubah menjadi hijau. "Argh, siall" Antonio pun memilih mengikuti Manda ketimbang kembali ke kantor.


"Gadis itu selalu saja membuatku sakit kepala.


Kenapa tidak naik taksi? Kenapa harus naik motor dan kenapa tidak pakai pelindung kepala?" ocerocos Antonio


kesal sendiri.


Klinik Medika.


Ojek motor yang membawa Manda berhenti tepat di depan sebuah klinik yang tidak terlalu besar itu.


Setelah membayar, Manda pun segera masuk ke dalam klinik.


Mobil Antonio pun berhenti tepat di depan klinik.


Dari luar Antonio bisa melihat Manda sedang menunggu giliran sendiri karena kondisi kaca yang transparan dan juga tidak banyak pasien saat itu membuat Manda cepat


masuk ke dalam. Antonio yang melihat pergerakan


Manda masuk ke dalam pun segera mengikutinya


"Selamat siang, Dokter," sapa Manda.


"Selamat siang, Bu Amanda," balas Ibu Dokter.


1431 CEO Bucin - Missecha


"Dokter, ini jadwal saya lepas gips ini," ucap


Manda.


"Oke, baiklah. Saya cek, yah, Bu," ucap sang


Dokter


Ceklek...


"permisi. Maaf saya terlambat," ujar Antonio ikut masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


"Antonio!”


"Lho, Bapak ini?"


"Saya suaminya, Dokter," jawab Antonio.


Manda hanya bisa menatap tanpa ekspresi ke arah suaminya.


"Mari, Bu Manda. Silakan duduk di sini," perintah


sang dokter.


Manda mengikuti perintah sang dokter. "Dokter, pelan-pelan, yah, Dok," ucap Manda.


"Kalau Ibu takut, mungkin Bapak bisa temani ke sini," seru sang dokter lembut.


1441 CEO Bucin - Missecha


"Saya berani kok, Dokter," ucap Manda. Namun,


Antonio sudah lebih dulu berdiri menghampirinya dan berdiri di sisinva


"Akhhh! Dokter pelan-pelan, Dok," pekik Manda menahan sakit


Antonio tiba-tiba merasakan pukulan yang cukup kuat di hatinya mendengar suara kesakitan Amanda.aا


"Pelan-pelan aja, Dok," ucap Antonio.


"Coba sekarang Bu Amanda gerakkan pelan-pelan siku dan lengannya," perintah sang dokter.


"Hmmm, sakit, Dok "irih Manda.


"Pelan-pelan aja gerakinnya," ucap Antonio.


Nggak apa-apa kok. Ini karena efek habis di gips dan dibebat. Jadi, gerakin aja pelan-pelan biar lancar. Nanti lambat laun juga akan terbiasa."


Setelah menerima obat dan vitamin, keduanya pun berpamitan dengan sang dokter.


"Hmmm, Antonio. Aku mau pergi ke...


Antonio acuh.


"Masuk mobil, cepat! Aku tunggu di dalam," balas


145I CEO Bucin- Missecha


Manda.


"Huufft .. kuat Manda. Jaga hatimu," gumam


Tinl


"Lelet sekali jalannya."


০০ង


Sementara jauh di belahan dunia yang lain, sepasang suami istri paruh baya sedang mempersiapkan keberangkatan mereka ke Indonesia. Pasalnya ini kedatangan mereka setelah sekian lama mereka meninggalkan Indonesia untuk merintis kembali bisnis


mereka.


"Papa cepat, Pah. Pokoknya besok kita sudah harus berangkat ke Indonesia," ucap sang istri yang


diketahui bernama Miranda.


"Ma, papa besok masih ada jadwal meeting."


balas sang suami yang bernama Rudolf


"Papa, kita udah menunda ini berapa kali karena Papa lebih mentingin bisnis Papa. Harusnya dari minggu lalu kita sudah di Indonesia. Kenapa Papa nggak bisa ngertin perasaan Mama, sih? Mama udah kangen sama


י


iona, Pah. Mama kangen Viona," teriak Miranda.


146| CEO Bucin - Missecha


Mereka adalah orang tua kandung Roger yang menetap di Amerika.


"Ma, papa hanya tidak ingin Mama terlalu berharap lebih. Roger memang sudah mendapat informasi tentang panti asuhan Viona, tapi kita tidak tahu di mana Viona. Papa tidak ingin Mama terlalu berharap dan kecewa nantinya," bujuk Rudolf lembut pada sang


istri.


Miranda sadar bahwa perkataan suaminya tidak


sepenuhnya salah. "Apa kita tidak boleh berharap, Pah?


Mama benar-benar merindukan gadis kecil mama. Viona ... hiks .. di mana kamu sekarang, Nak? Hiks"


০০০


"Akhh!" pekik Manda tiba-tiba merasakan dadanya begitu sakit


"Kenapa?" Antonio pun sampai harus menepikan


mobilnya.


Tidak. Aku tidak apa-apa," suaranya bergetar dan wajahnya berubah menjadi pucat. "Mama," gumam Manda menatap kosong ke depan.


"Are you okay?" tanya Antonio kembali mencoba


mengonfirmasi.


1471 CEO Bucin - Missecha


"Apa? Oh ... iyah," balas Manda. "Ada apa?


kenapa menatapku?" tanya Manda.


"Nope!" Antonio kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Saat mobil Antonio memasuki halaman rumahnya, baik Antonio maupun Manda dibuat heran dengan adanya mobil sport mewah berwarna merah.


"Itu bukannya mobil Kak Dean?" gumam Manda "Oh, jadi kamu mengundang pria itu ke sini?"


ketus Antonio.


"Tidak, Antonio. Aku bisa jelaskan."


"Diamlah! Cepat turun dan temui dia sana."


Baik Manda dan juga Antonio akhirnya keluar dari mobil. Dengan langkah kaki gontai, Manda menapaki jalan dengan sangat pelan.


"Antonio!"


Suara wanita yang sangat Manda kenal justru menyambut kedatangan mereka.


"Nadine!"


148CEO Bucin- Missecha


Ternyata dia juga mengundang kekasihnya ke sini, batin Manda.


149 CEO Bucin- Missecha