
Setelah memakan habis martabak yang Bram ambilkan untuk Aberlie tiba tiba Aberlie merasakan nyeri di pinggang dan perutnya.
"Adu duh... ah aduh perut ku tiba tiba sakit begini, aaah aduh...." Aberlie memegang perutnya yang terasa melilit karena kontraksi.
"Kanapa By?" tanya Bram khawatir dengan keadaan sang istri yang mengaduh ke sakitan.
"Perutku sakit Dear, aduh...." Aberlie mencengkeram lengan Bram keras membuat Bram meringis.
"Kayanya Aberlie mengalami kontraksi Bram, dia mau melahirkan, cepat kamu gendong dia, Haris kamu bawa mobil segera biar Risa pergi sama Nenek dan Kakek," ucap Fatma memberi perintah pada semua.
"Baik Nek," jawab Bram dan Haris serentak.
Haris lari keluar menuju mobil untuk mempersiapkan mobilnya, Bram menggendong dan membawa Aberlie dengan hati hati menuju mobil yang pintunya sudah di buka oleh Haris, setelah Bram masuk dan memposisikan Aberlie dengan nyaman Haris mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.
Fatma menuntun Risa dan diikuti Harun menuju mobil di garasi menyusul mereka, Fatma sudah menelfon Sandra jika mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit membawa Aberlie yang sedang kontraksi.
Sampai di depan rumah sakit Sandra dan Agam sudah menunggu di depan dengan brangkar yang sudah siap, Aberlie digendong oleh Bram dan diletakkan di brangkar tersebut.
Mereka mendorong Aberlie menuju keruang operasi karena Aberlie pernah melakukan operasi pengangkatan janin sebelumnya jadi ia akan melakukan operasi sesar untuk melahirkan sang baby twinsnya.
"Gimana Aberlie Ris?" tanya Fatma yang sudah turun dari mobil melihat Haris baru turun dari mobilnya.
"Sudah di bawa Sandra sama Agam menuju ruang oprasi Nek," jawab Haris yang langsung menghampiri mereka dan merangkul Risa.
"Ya sudah lebih baik kita menyusul mereka saja kesana," ajak Harun dan mereka pun langsung masuk ke dalam rumah sakit menyusul Bram.
Di depan ruang operasi mereka tak mendapati Bram, hanya ada Agam saja sedang duduk di kursi tunggu.
"Mana Bram, Gam?" tanya Fatma setelah mereka menghampiri Agam.
"Bram di dalam Nek, Aberlie ingin di dampingi oleh Bram," jelas Agam.
"Oh yah sudah kita lebih baik berdoa dan menunggu saja di sini," ucap Fatma seraya duduk di samping sang suami.
Sudah satu jam mereka menunggu di depan ruang oprasi, Risa sudah terlihat lelah.
"Ris, bawa Risa pulang, kasihan dia sedang mengandung pasti lelah, nanti kalau sudah selesai oprasi Nenek kabari," perintah Fatma pada Haris.
"Baik nek," jawab Haris. "Ayu kita pulang Honey, kasihan babynya butuh istirahat," ajak Haris sambil meraih tangan Risa untuk bangun.
"Nek, Kek, Risa phlang dulu yah, nanti kalau Kakak ipar sudah lahiran kabari aku," pamit Risa pada Fatma seraya memeluk Fatma.
"Pulanglah Sayang, istirahat yang cukup, besok pagi kau bisa ke sini lagi," ucap Fatma mengusap rambut Risa.
Haris membawa Risa untuk pulang ke apartemennya karena Risa sudah terlihat sangat lelah.
Tak lama datang kaluarga Wijaya dan keluarga Surya di susul oleh Aron dan Aliva karena Fatma menghubungi mereka kalau Aberlie mau melahirkan dan sedang di bawa ke rumah sakit.
Di dalam ruangan oprasi Bram sedang mengajak ngobrol Aberlie agar ia tak tegang.
Tak lama terdengar suara tangisan bayi yang pertama membuat mereka tersenyum lega, di susul suara tangisan yang kedua.
"iya dedeknya juga tampan seperti kamu Dear," jawab Aberlie tersenyum tapi air matanya mengalir.
"Hei By, kamu kenapa nangis, apa lukanya mulai terasa sakit?" tanya Bram yang langsung mengusap air matanya.
"Aku sudah menjadi Mommy Dear, aku sudah menjadi istri yang sempurna Dear, aku sudah memberimu keturunan," ucap Aberlie terus meneteskan air matanya.
"Iya By, kamu sudah menjadi istri yang sempurna, kamu juga udah menjadi Mommy dan udah kasih aku keturunan yang begitu sehat, cantik dan tampan, aku sangat bahagia, aku sangat mencingaimu By, malasih atas kebahagiaan yang kau berikan ini, makasih udah berjuang untuk memberiku keturunan By." Bram ikut meneteskan air matanya karena bagitu sangat bahagia atas kelahiran sang baby twins yang sepasang.
Sedangkan yang lainnya menunggu di luar karena Sandra menyarankan Aberlie untuk istirahat.
Beberapa Hari kemudian Aberlie sudah kembali kerumah dan masih dalam masa pemulihannya, seluruh keluarga berada di mansion Bram.
Sandra dan Agam datang berkunjung ke mansion Bram, Aberlie terkejut saat melihat Veronica datang bersama Sandra dan Agam, tak kalah terkejutnya saat melihat Agam menggendong seorang baby laki laki.
"Mba Berl apa kabar?" tanya Veronica seraya tersenyum saat sudah duduk di samping Aberlie.
"Ve, kamu ko bisa sama Agam?" tanya Aberlie kembali tanpa menjawab pertanyaan Veronica.
"Aku dan Ve sudah merid Berl tapi masih siri, ini putra kami, sebulan lagi kami akan menikah resmi dan mengadakan resepsi, kalian datang yah, lu juga Ris harus datang, Aron juga kalian semua harus datang di resepsi pernikahan gua sama Ve yah," ucap Agam mengumumkan pernikahannya dengan keluarga besar Hanoraga.
"Waaaah lu ternyata diem diem ngeduluin gua lu yah, dan yang bikin gua lebih terkejut lagi lu lebih dulu punya baby dari pada si Bram yang merid duluan haha," Haris tertawa garing di ikuti oleh yang lainnya.
Para wanita pun ikut tertawa dengan apa yang diucapkan Haris, tapi Aliva terlibat sedikit murung.
"Jangan sedih yah Al, Kakak yakin kamu wanita yang kuat," ucap Aberlie mengusap pundak Aliva.
Aron yang melihat sang istri bersedih langsung menghampirinya dan memeluknya.
"Kamu gak boleh seperti ini Yang, kan kamu bilang kalau kamu mau ngadopsi bayi dari panti asuhan," ucap Aron menenangkan Aliva.
"Maaf yah Yang, aku jadi cengeng gini," jawab Aliva sambil mengusap air matanya.
Aliva kembali ceria dan mengobrol kembali dengan yang lainnya, semua yang berada di mansion Bram tertawa bahagia bersama.
---TAMAT---
*****
waaaah cerita dua bucin akut sudah tamat nih, nantikan kisah tentang anak anaknya mereka semua yah gaes.
sambil nunggu cerita mereka rilis mampir dulu ke karya gajeku yang lain tentang dokter Agam sama Veronica yah.
intip disini yuk kak👇
Selamat membaca yah kak jangan lupa likenya yah🙏😊
Salam sayang aku pada kalian semua para reader ku tersayang🙏😊🤗🤲