
Dean yang sudah melihat Manda, langsung bergerak cepat dan menahan tubuh Manda.
Kejadian yang cepat itu pun terjadi di hadapan Antonio. Meski merasa belum memiliki perasaan terhadap Manda, tetapi emosi Antonio mendadak terpancing kembali melihat istrinya dipeluk pria lain.
Antonio dengan cepat keluar dari mobil.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Dean penuh
kekhawatiran.
"Aku....
"Lepaskanl" Antonio menarik tangan Manda dari pelukan itu dan mendorong Dean sehingga kini posisi Manda sudah berganti berada dalam pelukannya.
"Mohon maaf. Tapi tidak dibenarkan memeluk
kepunyaan orang lain," sindir Antonio sinis pada Dean.
"Are you okay?" tanya Antonio sambil memeriksa
keadaan Manda.
"Ehm, aku nggak apa-apa," balas Manda kikuk.
"Antonio .. itu ... tu Kak Dean. Kak Dean, ini Antonio."
Dia merasa bingung berada di posisi ini.
Antonio dan Dean pun masih saling memandang dengan pikiran masing-masing.
60| CEO Bucin -Missecha
"Hail Saya Dean," ucap Dean tanpa berjabat
tangan.
"Antonio Wiradijaya, suaminya Manda," jawab Antonio tegas dan penuh penekanan. "Kalau kamu tidak sehat, lebih baik kita pulang saja," ucapnya pada Manda.
"Ah, aku nggak apa-apa, Antonio."
Apa yang akan mereka lakukan seharian di panti?
Apa sebaiknya aku tidak usah ke kantor? Laki-laki yang bernama Dean ini sepertinya menyukai Manda, batin Antonio
Kring. (Dering ponsel Antonio berbunyi)
"Ramon," gumam Antonio memperhatikan layar
ponsel.
Manda bisa
ponsel Antonio. "Kembalilah ke kantor. Kak Ramon pasti
sa melihat nama Ramon tertera di layar
elnat
membutuhkanmu. Aku baik-baik saja. Apa sekarang kamu khawatir padaku?" bisik Manda kemudian.
Refleks kedua mata Antonio memandang sinis ke
mama marah padaku kalau kamu sakit," balasnya
61 CEO B.cinv - Missech
"Aku pergi dulu," ucap Antonio dingin sambil berjalan menuju mobilnya, meninggalkan Manda dan Dean.
62) CEO B.cin -Missecha
ВАВ 8
Manda menghabiskan waktu di panti asuhan bersama dengan Dean. Sementara Antonio bekerja di kantor, tetapi pikirannya tidak berada bersama raganya pada saat itu. Wajah Manda dan laki-laki bernama Dear terus mondar-mandir dibenaknya.
“Argh!"
"Astaga ... Kenapa, Bro?" tanya Ramon yang memang berada di satu ruangan dengan Antonio. Ramon cukup kaget mendengar pekikan sepupunya.
"Oh, tidak. Sorry, sarry. Lanjutkan saja pekerjaanmu," ucap Antonio berusaha menutupi kegelisahan hati.
Ada apa denganku? Astaga! Sadar, Antonio,
batinnya.
631 CEO Bucin-Missecha
Antonio pun kembali memilih untuk bekerja, tetapi ternyata pikiran dan perasaannya siang itu benar benar buruk. Setelah berkali-kali menepis pikiran yang mengusiknya, Antonio masih tidak bisa. Dia akhirnya memilih untuk pamit pulang kepada Ramon dengar alasan kurang enak badan
Namun, Antonio mengarahkan mobilnya ke tempat lain. Bukan ke rumahnya, melainkan menuju panti asuhan di mana sang istri berada.
"Oke, adik-adik. Sekarang kita main games gimana? Pada mau, nggak?" tanya Manda
"Mau, Kak!" jawab anak-anak panti asuhan
serempak.
Manda dan Dean pun bersama anak-anak panti asuhan lainnya asyik bermain di halaman luar panti asuhan yang berhadapan langsung dengan jalan besar
Tidak tergambar betapa bahagianya Manda bisa
menyenangkan anak-anak panti asuhan yang kurang beruntung sama seperti dirinya dulu, dibuang orang tua dan keluarga. Keceriaan terpancar jelas di wajah anak anak penghuni panti asuhan, Bu Angelina, Manda, dar
juga Dean.
64) CuO Bucin- Missecha
"Gimana kalau sekarang kita main kucing dan tikus aja," usul Bu Angelina. "Kakak Amanda jadi tikusnya dan Kakak Dean jadi kucing yang harus menangkap Kakak Amanda."
"Setuju, setuju, setuju!" jawab mereka serempak
lagi.
"Oke! Siapa takut! Kak Dean nggak akan bisa tangkap aku pasti, deh," ejek Manda, membuat Dean tersenyum lebar melihat gadis kecilnya bisa tertawa riang lagi
Aku akan menangkapmu dan tidak akan melepaskanmu lagi Manda, batin Dean.
"Ayo, kita lihat aja nanti!"
Bu Angel pun memerintahkan anak-anak untuk membuat lingkaran besar. Sementara Manda harus berlari menghindari Dean.
Di saat yang bersamaan, sebuah mobil mewah keluaran Jerman sudah terparkir di depan jalan seolah sedang mengamati dari jauh seisi panti asuhan. Pemilik mobil itu tidak lain adalah Antonio. Dia terus memantau dari kejauhan, sang istri yang tampak begitu bahagia siang itu. Pandangannya tidak lepas dari Manda yang terus berlari menghindari Dean.