
"Angkat, cepat! Kamu membuat dunty menunggu
lama," seru Antonio.
Saat Ramon sedang mengangkat telepon dari Andini, sang Ibu, tanpa sadar mata Antonio melihat keluar dan menemukandua sosok wanita yang sangat dia
kenal.
"Mama dan Manda ada di sini?" Antonio sedikit terkejut, "Jadi, dia sudah mulai berani menunjukkan kedoknya. Cita-cita menjadi wanita kaya yang bisa belanja barang mahal sepuasnya. Cih! Semuawanita
sama aja ternyata," gumamnya.
Flashback on
"Ya, udah. Sekarang biar tenang, mending temani mama belanja, ya?" ajak Celine
"Tapi, Mah. Aku nggak suka belan .."
"Udah. Ikut mama aja, cepat," potong Celine memaksa sang menantu
Flashback off.
"Ada apa dengan aunty?" tanya Antonio saat
Ramon sudah kembali ke meia mereka
801 CEO Bucin - Missecha
"Mama suruh aku balik sebentar. Ya udah, yuk Aku antar ke kantor," ucap Ramon.
"Nggak usah. Kamu balik aja dulu. Aku akan
berkeliling sebentar," balas Antonio.
"Baiklah. Aku jalan dulu, yal" seru Ramon
berpamitan.
Kring.(Kali ini dering ponsel Antonio berburyi)
“Nadine?"
Ah, lebih baik aku suruh Nadine kesini. Lebih
bagus kalau wanita itu melihatnya, pikir Antonio
"Kenapa kamu tidak belanja, Sayang? Pilihlah
baju, sepatu, atau apa saja yang kamu mau. Mama yang belikan," kekeh Celine.
"Hmmm, Mah.. bolehkah kita ke swalayan di
bawah?" tanya Manda
"Swalayan? Kamu mau beli apa?"
"Aku mau belanja untuk keperluan panti asuhan, Mah." jawab Manda
81 CtO Bucin - Missecha
Kamu benar-benar gadis baik, Manda. Antonio . A
Tanpa banyak bicara, Celine pun menuruti permintaan sang menantu.
"Hai, Antonio!" sapa Nadine. "Maafkan aku terlambat, ya," ucapnya lagi.
"Nggak apa-apa. Kamu mau makan? Atau?
"Apa kamu akan mentraktirku belanja?" goda
Nadine mengapit tangan Antonio.
“Hm!"
"Yeayyy! Makasih, Antonio! Ayo, kita jalan!" balas Nadine gembira.
Nadine tidak menyia-ryiakan kesempatannya saat itu. Dia membawa Antonio berkeliling toko brand brand ternama. Pada saat yang bersamaan, Manda melihat mereka berdua, begitu juga dengan Antonio.
Kedua mata mereka saling bertemu satu sama lain.
Namun, kehadiran Nadine yang tiba-tiba menggandeng tangan Antonio membuat Manda memalingkan wajah.
Bagus! Sepertinya ini hariku. Kamu sudah
melihatnya. Aku yakin kamu akan mengadu kepado
821 CEO Bucin - Missecha
mama. Sebentar lagi pasti mama akan menghubungiku, pikir Antonio.
Aku tidak mau mama melihat Antonio di sini.
Mama bisa marah besar. Lebih baik aku bawa Mama keluar dari sini, batin Manda
Penilaian Antonio salah besar. Dia berpikir bahwa
Manda akan mengadu kepada Celine. Tanpa Antonio
tahu justru sang istri berusaha menutupi keberadaannya dengan wanita lain.
"Mama... Ma ... hmmm, kita pulang sekarang yuk," ajak Manda
"Lho, kenapa, Sayang?"
"Hmmm, nggak apa-apa sih, Ma. Cuma lebih baik kita pulang aja," ucap Manda tergesa-gesa.
"Kita makan dulu di sini, ya!" seru Celine.
"Kita makan di luar aja, Mah!" seru Manda Aneh! Kenapa Manda tiba-tiba minta pulang seperti ini? Pasti ada sesuatu yang disembunyikan, pikir
Celine
"Mama lapar, tapi ... boleh, yah, kita makan
dulu," pinta Celine.
83] CEO B.cin - Missecha
Astaga. Bagaimana ini? Semoga Mama tidak melihat Antonio di sini. Ya Tuhan .. aku tidak mau ada masaiah lagi, batin Manda.
84] CEO B.cin - Missecha