CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 76



Hai othor kasih bonus update 1bab nik kak tapi jangan lupa likenya sebelum lanjut baca yah kak😊


Seminggu berlalu setelah pernikahan Haris dan Risa, kini saat ini dihotel yang sama dan namun kamar hotel yang berbeda Aliva sedang dirias oleh Monic.


Aliva tak menyangka ia akan memiliki kesempatan untuk merasakan dirias langsung dan mengenakan gaun rancangan dari desainer yang sangat ia dambakan.


Pasalnya tak semua orang bisa merasakan dirias langsung oleh sang desainer terkenal seperti Monic walaupun mereka sanggup untyk membeli gaun rancangan Monic sekalipun.


Tak sia sia aku menyesali perbuatanku pada kakak, mereka begitu baik mau membantu dalam proses pernikahanku setelah apa yang telah kulakukan, menyesalpun sudah tak guna, yang bisa kulakukan saat ini adalah berubah menjadi baik dan hidup bahagia bersama Aron, gumam Aliva.


Setelah selesai dirias Monic membantu Aliva untuk menuju altar pernikahan dan pelaminan, Aliva terlihat sangat bahagia.


Dipelaminan Aron dan keluarga lainnya sudah menunggu Aliva, mereka tersenyum melihat Aliva begitu pula dengan Aberlie, lain halnya dengan Bram ia tak menunjukan ekspresi apapun.


Aku berharap sikap menyesal dan berubahmu ini bukanlah sandiwara Al, aku turut bahagia melihatmu bahagia, semoga kamu bahagia bersama Aron dan kalian benar benar berubah menjadi orang yang lebih baik, gumam Aberlie tersenyum melihat adik tirinya tersenyum bahagia.


"Dear, kamu jangan masang wajah seperti itu dong, mereka sudah berubah aku yakin itu dear," ucap Aberlie menggenggam tangan Bram, Bram hanya tersenyum sedikit dipaksakan.


"Kamu mau makan sesuatu by biar ku ambilkan sesuatu untuk kau makan." Bram mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah, kita duduk dimeja sana yah dear," ucap Aberlie mengalah.


Aberlie tahu jika suami tampannya tersebut belum bisa memaafkan dan mempercayai Aliva dan Aron sepenuhnya, ia melakukan semua ini hanya untuk agar dirinya tak sedih.


Malam tiba saat dokter Agam dan dokter Sandra datang, mereka terlihat seperti pasangan namun beda umur, Aberlie yang melihat dokter Sandra merangkul tangan dokter Agam mengira bahwa dokter Agam adalah pasangannya.


Dokter Agam dan dokter Sandra menuju pelaminan terlebih dahulu untuk memberi selamat pada kedua mempelai.


Akhirnya kamu menikah juga dengan Aron Aliva, bukan aku tak ingin bertanggung jawab padamu karena telah merenggut mahkotamu, namun saat aku mengetahui bahwa kau menjalin hubungan dengan Aron aku memutuskan untuk mengubur kenangan malam itu, karena aku tahi siapa Aron, gadis yang bersama dengannya tak mungkin akan lolos begitu saja dari jerat birahinya, kuharap kau bahagia bersama dengannya dan kuharap Aron pun berubah, gumam dokter Agam melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah Aliva.


"Selamat yah Ron, semoga ini pelabuhan birahi lu yang terakhir, gua turut bahagia dengan pernikahan lu," ucap dokter Agam memeluk Aron.


"Makasih yah kak udah berkenan datang dan memberi doa restu." Aron membalas pelukan dokter Agam.


"Kenapa gak, lu ade dari sahabat gua sudah seharusnya gua datang dan memberikan doa restu buat lu," dokter Agam melepas pelukannya dan berganti menyalami Aliva.


"Selamat yah Aliva semoga bahagia, jangan mengejar sesuatu yang tak bakal bisa kamu raih akhirnya malah akan menyakiti diri sendiri dan membuat celaka," ucap dokter Agam membuat Aliva bingung.


"Makasih kak." Aliva menyalami dokyer Agam canggung.


Setelah sesi memberi selamat pada kedua mempelai selesai dokter Agam dan dokter Sandra turun menghampiri Aberlie dan Bram dimeja yang mereka tempati.


"Malam nona Aberlie," ucap dokter Sandra menyapa Aberlie dengan nada santai karena diluar jam kerjanya.


"Panggil Sandra saja diluar jam kerja," ucap dokter sandra.


"Kenal dong kan Aron adiknya Bram, dan Bram dan Haris adalah sahabatnya Agam jadi aku pasti kenal," lanjut dokter Sandra menjelaskan.


"Oh jadi kekasih dokter ah maaf maksud saya mba Sandra ini sahabat suami saya dan Haris," jawaban Aberlie sontak membuat dokter Agam dan dokter Sandra tertawa berjamaah sedangkan Bram hanya terkekeh, Aberlie bingung melihat reaksi mereka.


"Pria tampan disampingaku ini bukan kekasihku nona Aberlie melainkan adik saya, dia jomblo jadi datang kesini bersama saya," ucap dokter sandra menjelaskan.


"Oooh adik mba Sandra, namun sewaktu pernikahanku dan pernikahan Haris, Agam dateng sendiri tak bersama dengan mba Sandra," ucap Aberlie bingung.


"Aku datang ko menghadiri pesta pernikaha kalian dan pernikahan Haris, namun dipernikahanmu aku hanya sebentar karena ada jadwal operasi yang tak bisa ditunda, jadi pada saat ramainya tamu undangan aku hanya meyalami kalian saja Bram mengenaliku tapi jika nona Aberlie tak mengenaliku itu wajar karena aku hanya datang memberi selamat kemudian pergi lagi," jelas dokter Sandra dan Aberlie hanya menganggukkan kepalanya.


Tak lama Haris dan Risa datang menghampiri mereka yang tengah asik mengobrol.


"Ini dia pengantin baru kita yang masih hangat," ucap dokter Agam menyambut Haris.


Haris duduk dikursi yang masih kosong disamping Bram sedangkan Risa duduk dipangkuan Haris tanpa rasa canggung sedikitpun didepan mereka yang ada dimeja tersebut.


"Eh kaleng rombeng, lu mau pamer kemesraan sama dua jomblo karatan didepan lu tuh," ucap Bram seraya melirik kearah dokter Agam dan dokter Sandra.


(Bram kamu gak tau yah kalo bentar lagi cowo ganteng yang kamu bilang jomblo karatan itu bakal menikah secara diam diam🤭)


"Waaaaah sembarangan lu kalo ngomong Bram suka bener ajah lu ah," jawab dokter Agam disambut tawa dari yang lainnya.


"Kak Bram ih mulutnya kalo ngomong asal ngejeplak ajah deh, kakak ipar kak Bram iri tuh kaka ipar duduklah dipangkuan kak Bram biar ikutan dibilang romantis." Risa nyerocos dengan suara cemprengnya.


"Gak ah kasian yang jomblo karatan nanti ngiri gimana, udah kamu ajah yang romantis aku mah romantisnya kalo berduaan ajah," jawab Aberlie.


"Waaah kalian pasangan suami istri pada kompak sekali yah membuly gua sama kak Sandra, lihat saja nanti kalo gua dah dapet pasangan gua juga bakal romantis kaya kalian gini malah lebih romantis lagi nanti," dokter Agam tak mau kalah dari pasangan bucin, dan merekapun serempak tertawa.


Semoga aku bisa kaya mereka kelak bersama Veronica, aku ingin menikahinya secara sah dan meriah seperti ini tapi nanti jika ibunya sudah siuman, untuk saat ini aku hanya bisa mengikatnya dengan cara nikah siri dan dengan alasan membantunya menanggung biaya rumah sakit, aku juga harus mengurus Nadira terlebih dahulu agar ia berhenti datang menemuiku terus, gumam dokter Agam tersenyum sendiri mengingat Veronica yang sukses membuat hatinya ingin selalu melihatnya.


Malam semakin larut dan para tamu undangan sudah mulai pulang kekediamannya masing masing, Haris dan Risa sudah pulang keapartemennya, begitu pula dengan dokter sandra dan dokter Agam.


*****


Selamat membaca yah kakak semua aku kasih bonus up 1bab lagi nih tapi jangan lupa likenya yah kak untuk memberi semangat buat othor, kalo kalian semangat kasih likenya insyaallah besok othor kasih bonus 1bab lagi sorw atau malam hari.


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰