
Aberlie mengerjapkan matanya, ia merasakan ada yang sedang menghisap buah kenyalnya, ia membuka matanya perlahan.
Aberlie melihat Bram tengah asik menghisap buah kenyal miliknya dan tangannya memainkan yang satunya, ia menggelengkan kepalanya.
Berapa banyak kekuatan yang ia miliki, mengapa dia tak merasakan lelah sama sekali, gumam Aberlie.
Aberlie mengusap rambut Bram lembut, ia tak bisa menolak keinginan Bram karena itu sudah menjadi hak bagi Bram dan kewajiban bagi dirinya.
"Apa aku membangunkanmu hm?" ucap Bram membaringkan kepalanya diatas dua buah kenyal milik Aberlie.
"Kamu tak tidur dear?"
"Aku terbangun karena ada sesuatu yang bangun dibawah sana, karena kau tidur jadi aku tak membangunkanmu, tidurlah lagi, biar aku yang bekerja"
"Aku sudah bangun dear tak bisa suruh tidur lagi" ucap Aberlie masih mengusap lembut rambut Bram.
Bram melanjutkan kerjaannya yang tertunda, dia masih betah bermain dengan dua buah kenyal milik Aberlie, Aberlie hanya tersenyum masih mengusap rambut Bram.
Tangan Bram turun kearea sensitif milik Aberlie, Bram mengangkat satu kaki Aberlie agar terbuka supaya ia lebih leluasa memainkan jarinya dibawah sana.
Dia bermain pada kacang yang menyelip diantara dua daging, namun bibirnya masih menghisap buah kenyal milik Aberlie, Aberlie sedikit meleg*h karena merasa geli dibawah sana.
Mendengar suara seksi Aberlie membuat Bram bergairah kembali, ia kemudian bangun dan langsung mengarahkan si beo pada milik Aberlie.
Bram mulai memompa perlahan dibawah sana, perlahan perlahan dan akhirnya sedikit mempercepat gerakannya.
Suara mereka saling bersahutan merdu memenuhi seluruh ruang kamar, peluh mereka saling bercampur karena olahraga malam mereka yang menguras energi.
Lama Bram bermain akhirnya tumpah juga cairan milik Bram didalam sana.
Bram mengecup ujung kepala Aberlie, mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju alam mimpi mereka masing masing.
Pagi menjelang lagi dan lagi Aberlie mendapati Bram yang sedang menikmati tubuhnya, dari belakang Bram sedang bermain bekerja sedirian memompanya.
Tak berapa lama Aberlie merasakan cairan menyembur didalam perutnya, Bram merengkuh tubuh Aberlie dalam pelukannya belum melepaskan yang dibawah sana.
"Maaf yah by, aku terlalu bergair*h, apa kamu marah padaku"
"Untuk apa aku marah dear, jika aku dalam keadaan sehat kapanpun kau ingin aku pasti akan memberikannya, maaf kau sudah bekerja sendiri sementara aku asik tidur dan menikmatinya diakhir" jawab Aberlie seraya tangannya mengusap wajah tampan suaminya itu.
Bram bangun dan turun dari atas kasurnya, ia menyelimuti tubuh polos Aberlie dengan selimut.
"Tidurlah lagi, aku akan membuat sarapan untukmu, aku tahu kau pasti lelah" Bram mengusap dan mencium kening Aberlie.
"Tapi dear..."
"Tak ada tapi kau harus nurut padaku oke" belum selesai Aberlie berucap Bram sudah memotongnya.
Bram kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sisa cairan kenikma**n yang lengket melekat pada dirinya.
Setelah selesai mandi Bram turun menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan untuknya, disana sudah ada asisten rumah tangganya yang sedang bersih bersih.
"Selamat pagi tuan muda, apa anda memerlukan sesuatu?" sapa asiaten rumah tangga paruh baya tersebut.
"Bu Mirna bisa bantu saya bikin sarapan untuk istri saya, aku menyuruhnya tidur lagi karena kemarin dia kelelahan bu, aku tak tega menyuruhnya membuat sarapan" ucap Bram dan asisten rumah tangga yang bernama Mirna itu hanya tersenyum.
"Tuan muda ingin buat sarapan apa? nasi goreng atau roti isi?" tanya Mirna.
"Roti isi saja mungkin bu sama susu hangat" jawab Bram.
"Baiklah ibu akan buatkan, tuan muda tunggu saya dimeja makan, tuan muda ingin minum kopi?"
"Baik tuan muda"
Tak berapa lama Mirna datang dengan secangkir kopi hitam ditangannya.
"Ini kopi hitamnya, ibu akan buatkan sarapannya terlebih dahulu" Mirna menyuguhkan kopi hitam itu dimeja depan Bram.
Dua puluh menit berlalu Mirna menghamiri Bram dengan nampan besar ditangannya yang berisi dua porsi roti isi jumbo dan segelas susu hangat.
"Ini sarapannya tuan muda, apa ada yang lain lagi?"
"Tidak bu, makasih yah, saya permisi" Bram membawa nampan berisi sarapan untuk Aberlie dan dirinya naik kekamar mereka serta kopi yang belum habis.
Bram memasuki kamar dan tidak mendapati Aberlie diatas kasur, ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan namun tak menemukan Aberlie.
Tak berapa lama Aberlie keluar dari kamar mandi menggunakan kimono mandi.
"Dear aku lupa membawa baju ganti semalam, apa kau ada kaos yang cukup kecil untukku pakai?"
"Pakaianmu sudah tersedia dilemari baby" ucap Bram berjalan menghampiri Aberlie dan menuntunnya untuk duduk dikursi depan meja rias.
Bram mengambil hair dryer didalam laci meja rias dan melepas handuk yang melilit rambut Aberlie kemudian mengeringkannya menggunakan hair dryer.
Setelah Bram rasa cukup kering ia lanjut menyisir rambut istrinya itu dengan perlahan, Aberlie tersenyum dan merasa bahagia diperlakukan seperti itu oleh Bram.
Rambut Aberlie telah rapih disisir olehnya, kemudian Bram menggandeng tangan Aberlie menuju walk in closet, Bram membuka lemari berisi pakaian wanita tersebut.
Mata Aberlie terbelalak melihat isi dari lemari tersebut, isinya pakaian branded dari butik milik Monic.
"Mulai sekarang inilah pakaianmu by, kau adalah istri dari Bram Hanoraga seorang pengusaha muda yang sukses dan terkaya dikota ini, aku tak ingin melihat orang menghinamu lagi, aku ingin orang melihatmu sebagai seorang istri Bram yang sempurna, mulai saat ini kau harus mengangkat kepalamu pada duani luar dan berkata bahwa kaulah istri dari Bram Hanoraga yaitu nyonya Hanoraga" ucap Bram memeluk Aberlie dari belakang. (entahlah dikata kata ini kok otak author ngeblank yah😫)
"Makasih yah dear, aku janji mulai hari ini aku akan menjadi wanita yang pantas untuk berdiri disampingmu, aku akan mengangkat wajahku memperlihatkan pada mereka siapa diriku, aku tak akan membuat mereka merendahkanku" jawab Aberlie mengusap tangan Bram yang melingkar diperutnya.
Setelah memakai pakaian Aberlie sarapan bersama dengan Bram disofa yang berada didalam kamar mereka.
Aberlie makan dengan lahap karena memang ia sangat lapar dan lelah, energinya terkuras habis dari kemarin.
Belum lagi dari semalam sampai pagi ia harus melayani nafs* besar sang suami membuat pinggangnya terasa akan patah.
"Mau kemana kita hari ini by?" tanya Bram setelah selesai sarapan.
"Hari ini kita dirumah saja yah Bram, aku sangat lelah ingin istirahat"
"By, apakah kau ingin berbulan madu denganku?" Bram meletakkan kepalanya dipangkuan Aberlie seperti biasa jika mereka sedang berdua.
"Aku terserah kau saja dear, jika kau ingin berbulan madu akupun akan setuju"
"Adakah tempat yang ingin kau datangi by?" Bram bertanya kembali pada Aberlie meminta usul tempat yang akan mereka kunjungi.
*****
Hai kakak, kira kira Bram sama Aberlie akan berbulan madu tidak yah, jika iya kira kira kemana yah yang kiranya tempatnya romantis, adakah saran dari kakak kakak sekalian🤔
tolong komen yah
Sebenarnya di cerita aslinya yang sudah kutulis setelah menikah dan berhubungan sudah tamat namun karena masih ada cerita tentang beberapa tokoh yang belum selesai jadi author lanjutkan, mungki disesi bulan madu ini adalah akhir carita dari season 1 yah dan season 2 akan di gabung disini juga.
selamat membaca yah kakak jangan lupa jejaknya untuk memberi semangat untuk author supaya author selalu semangat untuk berhaluria😁
salam hangat dari author untuk kakak semua🙏😊🤗❤